Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
SOLAT BERBAHASA JAWA

SOLAT BERBAHASA JAWA

Ratings: (0)|Views: 2 |Likes:
Published by JUM'AN BASALIM
TENTANG RASA BAHASA DALAM IBADAH
TENTANG RASA BAHASA DALAM IBADAH

More info:

Published by: JUM'AN BASALIM on Jul 05, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/18/2014

pdf

text

original

 
SOLAT BERBAHASA JAWA
Oleh: Jum’anPak Sri teman saya asli Solo mengatakan bahwa ia merasa lebih sreg bilaberdoa dalam bahasa Jawa. Katanya lebih terasa kalau dia mengucapkanDuh Gusti dibandingkan Ya Robbi. Dengan rendah hati ia mengatakakanseandainya diizinkan, ia ingin solat menggunakan bahasa Jawa: setidak-tidaknya pada tahiyat akhir saja. Saya tertegun mendengarkan curhatnya.Saya hanya menimpali bahwa keinginannya mirip dengan keinginan sayadalam menjalankan profesi sehari-hari. Setiap kali berurusan dengan suhu,volume, berat atau jarak, selalu terasa ada yang janggal yang tidak sreg.Karena menerapkan teknologi Amerika, suhu terpaksa dinyatakan dalamderajat Fahrenheit, bukan dalam derajat Celcius (Centigrade), padahal sayalebih sreg menggunakan derajat Celcius karena lebih mudah dibayangkan.0
o
C adalah sedingin menggenggam es batu dan 100
o
C sepanas tersiram airmendidih. Sedangkan 100
o
F tak terbayang seberapa panas, kecuali jika sayakonversikan lebih dulu. Begitu juga volume, berat dan jarak saya lebih sregmenggunakan liter, kilogram dan meter daripada feet, pound dan gallon.Lebih terbayang. Pak Sri juga ingin doa dan solatnya lebih terasa, sepertimanisnya rasa buah, tidak seperti menelan kapsul vitamin meskipunmungkin sama khasiatnya. Meskipun tak pernah terlintas untuk solatmenggunakan bahasa Jawa, saya memahami pentingnya ibadah yang terasasampai kehati tidak verbalististis dan mekanistis. Bagi Pak Sri bahasa Jawatidak hanya enak diucapkan tetapi terasa meresap sampai kehati dibandingbahasa Arab yang tidak ia kuasai dengan baik. Saya maklum karena sebagaiorang Banyumas saya juga setali tiga uang.Konon suatu saat Raden Ajeng Kartini merasa bosan mengaji dan menghafaldalam bahasa Arab tanpa memahami artinya. Ia dimarahi dan dikeluarkan
 
oleh guru ngaji yang mengaharapkannya menjadi wanita yang soleh. Ia lalumenulis surat kepada sahabatnya Estella Zeehandelaar, seorang tokohfeminis Yahudi Belanda. Salah satu baris surat bertanggal 6 November 1899itu berbunyi:
Ini tragis! Karena guru ngaji yang mungkin tidakpandai menyajikan materinya dalam bahasa Jawa yang difahami dandiresapi, Kartini berpaling kepada komunitas Belandanya. Tetapi bukan salahsang guru ngaji. Kartini memang dibawah pengaruh mereka; bahkan iamemandang
sebagaiorang hebat yang sangat pakar dalam soal Islam. Kepada Rosa Abendanonistri Menteri Agama & Kebudayaan Hindia Belanda waktu itu, Kartini menulis:“… sudikah nyonya menanyakan kepada beliau apakah dalam agama Islam juga ada hukum akil balig seperti yang terdapat dalam undang-undangbangsa Barat? Saya ingin sekali mengetahui sesuatu tentang hak dankewajiban perempuan Islam serta anak perempuannya.” Mempertentangkanarti soleh dan baik hati adalah tidak relefan; bahkan dalam hal ini terdengarprovokatif dan menunjukkan ketidak sukaan kepada bahasa Arab, padahalRA Kartinii adalah cucu dari pasangan KH Madirono seorang guru agama danNyai Hajjah Siti Aminah.Kebanyakan kita menyangka bahwa apa yang kita ungkapkan dengan kata-kata sama persis dengan yang kita rasakan dalam pikiran. Yang kita ucapkantergantung dari apa yang kita gambarkan dalam pikiran kita. Tetapi adapendapat yang sebaliknya yaitu apa kita rasakan, apa yang kita lihat,tergantung dari kata yang kita ucapkan. Artinya persepsi seseorangtergantung dari bahasa orang itu. Menurut
bahasamenentukan atau sangat mempengaruhi cara berfikir dan perilakumasyarakat pengguna bahasa itu dan bahwa macam-macam bahasa tidakdapat diterjemahkan satu dengan lainnya. Bahasa seseorang memangberpengaruh terhadap persepsi dan pemikirannya, sebagaimana terbuktidari penelitian dua orang dari
. Subyek dalam penelitian mereka adalah orang-orang Arab wargaIsrael, yang fasih dalam bahasa Ibrani dan bahasa Arab, yang menjadimahasiswa di perguruan tinggi yang menggunakan bahasa Ibrani. Terbuktibahwa asosiasi positif mereka dengan bangsanya sendiri (sesame Arab)lebih lemah ketika mereka diuji dalam bahasa Ibrani daripada ketika merekadiuji dalam bahasa Arab. Mereka berfikir Arab lebih positif ketika merekadalam lingkungan berbahasa Arab daripada lingkungan berbahasa Ibrani.Padanan awamnya, Kartini yang fasih berbahasa Belanda dan Jawaberkurang simpatinya kepada guru ngaji bangsa sendiri ketika ia bergaul

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->