Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
1Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
UU TAMBANG.docx

UU TAMBANG.docx

Ratings: (0)|Views: 187|Likes:
Published by Eve Cherry

More info:

Published by: Eve Cherry on Jul 05, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOCX, TXT or read online from Scribd
See More
See less

01/08/2014

pdf

text

original

 
1
BAB I
 
PENDAHULUAN
 
A.
 
Latar Belakang
 Pertambangan memiliki peran yang sangat penting dalam pembangunan nasional.Pertambangan memberikan peran yang sangat signifikan dalam perekonomian nasional, baik dalam sektor fiscal, moneter, maupun sektor riil. Peran pertambangan terlihat jelas dimana pertambangan menjadi salah satu sumber penerimaan negara; berkontribusi dalam pembangaunan daerah, baik dalam bentuk dana bagi hasil maupun program communitydevelopment atau coorporate social responsibility; memberikan nilai surplus dalam neraca perdagangan; meningkatkan investasi; memberikan efek berantai yang positif terhadapketenagakerjaan; menjadi salah satu faktor dominan dalam menentukan Indeks Harga SahamGabungan; dan menjadi salah satu sumber energy dan bahan baku domestik. Salah satukarakteristik industri pertambangan adalah padat modal, padat teknologi dan memiliki risikoyang besar. Oleh karena itu, dalam rangka menjamin kelancaran operasi, menghindariterjadinya kecelakaan kerja, kejadian berbahaya dan penyakit akibat kerja maka diperlukanimplementasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada kegiatan pertambangan.Kondisi keselamatan dan kesehatan kerja (K3) perusahaan di Indonesia secara umumdiperkirakan termasuk rendah. Pada tahun 2005 Indonesia menempati posisi yang buruk jauhdi bawah Singapura, Malaysia, Filipina dan Thailand. Kondisi tersebut mencerminkankesiapan daya saing perusahaan Indonesia di dunia internasional masih sangat rendah.Indonesia akan sulit menghadapi pasar global karena mengalami ketidakefisienan pemanfaatan tenaga kerja (produktivitas kerja yang rendah). Padahal kemajuan perusahaansangat ditentukan peranan mutu tenaga kerjanya. Karena itu disamping perhatian perusahaan, pemerintah juga perlu memfasilitasi dengan peraturan atau aturan perlindungan Keselamatandan Kesehatan Kerja. Nuansanya harus bersifat manusiawi atau bermartabat.Keselamatan kerja telah menjadi perhatian di kalangan pemerintah dan bisnis sejak lama. Faktor keselamatan kerja menjadi penting karena sangat terkait dengan kinerjakaryawan dan pada gilirannya pada kinerja perusahaan. Semakin tersedianya fasilitaskeselamatan kerja semakin sedikit kemungkinan terjadinya kecelakaan kerja.Di era globalisasi dan pasar bebas WTO dan GATT yang akan berlaku tahun 2020mendatang, kesehatan dan keselamatan kerja merupakan salah satu prasyarat yang ditetapkandalam hubungan ekonomi perdagangan barang dan jasa antar negara yang harus dipenuhi
 
2
oleh seluruh negara anggota, termasuk bangsa Indonesia. Untuk mengantisipasi hal tersebutserta mewujudkan perlindungan masyarakat pekerja Indonesia; telah ditetapkan VisiIndonesia Sehat 2010 yaitu gambaran masyarakat Indonesia di masa depan, yang penduduknya hidup dalam lingkungan dan perilaku sehat, memperoleh pelayanan kesehatanyang bermutu secara adil dan merata, serta memiliki derajat kesehatan yang setinggi-tingginya.Pelaksanaan UU dan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) pertambangan adalahsalah satu bentuk upaya untuk menciptakan tempat kerja yang aman, sehat, bebas dari pencemaran lingkungan, sehingga dapat mengurangi dan atau bebas dari kecelakaan kerjadan penyakit akibat kerja yang pada akhirnya dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitaskerja.Setiap orang membutuhkan pekerjaan untuk memenuhi kebutuan hidupnya. Dalam bekerja Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) merupakan faktor yang sangat penting untuk diperhatikan karena seseorang yang mengalami sakit atau kecelakaan dalam bekerja akan berdampak pada diri, keluarga dan lingkungannya. Salah satu komponen yang dapatmeminimalisir Kecelakaan dalam kerja adalah tenaga kesehatan. Tenaga kesehatanmempunyai kemampuan untuk menangani korban dalam kecelakaan kerja dan dapatmemberikan penyuluhan kepada masyarakat untuk menyadari pentingnya keselamatan dankesehatan kerja.
 
3
BAB II
 
PEMBAHASAN
 
A.
 
Undang-Undang Pertambangan
Permasalahan sosial pertambangan semakin menampakkan intensitasnya yang tinggi pada masa kini. Kontradiksi peraturan yang dikeluarkan oleh pusat dan yang diterbitkanoleh daerah, memperlihatkan tidak adanya koordinasi. Hal ini pada gilirannya telahmelahirkan kekerasan yang sudah digeneralisir, baik dari sudut pengawasan negara maupundari protes masyarakat. Kondisi ini telah membawa banyak kerugian bagi kedua belah pihak, seperti yang terjadi di propinsi Serumpun Sebalai ini. Dari sudut perkembangansejarahnya, Undang-undang pertambangan diperbaharui, dirubah, tetapi perubahan itudilakukan dalam kaitan dengan skandal-skandal politik yang terjadi baik di Hindia-Belandamaupun di Belanda.
Undang-Undang Pertambangan 1899: Kekuasaan melawan Keadilan
 Disahkannya Undang-undang pertambangan 1899 ini juga didesak oleh kenyataansemakin intensifnya riset-riset pertambangan dan izin eksplorasi berbagai sumber daya alamdari tambang. Dalam konteks yang lebih luas, kebijakan pemerintah kolonial seperti ini jugatidak lepas dari persaingan antar sesama negara imperialis Barat untuk mencari sumber dayaalam yang kaya di negeri jajahan masing-masing.Apakah Undang-undang yang baru itu berpihak pada keadilan, dalam arti jugamemperhatikan hak-hak penduduk yang tinggal di sekitar sumber daya alam yang akandieksploitasi? Prinsip keadilan yang sebetulnya dapat diterapkan untuk orang-orangIndonesia atas tanah dan kekayaan yang ada di dalamnya, sama sekali tidak dilakukan. Inilahkritikan utama dari orang-orang yang berada di luar dan bahkan di dalam Parlemen sendiriterhadap Undang-undang yang baru itu. Sebabnya adalah bahwa di dalam undang-undangtahun 1899 itu terjadi pemisahan antara pemilikan deposit mineral dan pemilikan tanah yangmenurut hukum adat Indonesia tidak mengenal pemisahan tersebut.M.C.Piepers, mantan anggota Mahkamah Agung Hindia-Belanda ini memberikan responterhadap hal ini dengan mengatakan kekuasaan melawan keadilan, sesuai dengan judul
 bukunya ’Macht tegen recht’. Dalam pamfletnya
 De Indische Mijnwet en het eigendomrecht 
,terbit 1899, Piepers memberikan kritik terhadap undang-undang pertambangan yang baruyang memberikan ruang khusus untuk kepentingan perusahaan-perusahaan tambang yang

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->