Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Mas

Mas

Ratings: (0)|Views: 36|Likes:
Published by Pangastuti Ningtyas

More info:

Published by: Pangastuti Ningtyas on Jul 07, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/22/2013

pdf

text

original

 
BAB IPENDAHULUAN1.1.LATAR BELAKANG
Gangguan napas pada neonatus merupakan suatu keadaan neonatus yangsebelumnya normal atau neonatus dengan asfiksia yang sudah dilakukan resusitasidan berhasil, namun beberapa saat kemudian mengalami gangguan napas.Gangguan napas ini masih merupakan salah satu penyebab morbiditas danmortalitas bayi baru lahir selain infeksi dan kelahiran prematur dan salah satukegawatan perinatal yang dapat memberi dampak buruk bagi neonatus yaitukematian atau sekuele jika dapat bertahan hidup.Sindrom aspirasi mekonium merupakan suatu kegawatan yang seringditemukan pada kasus-kasus bayi baru lahir. Mekonium adalah pembuangan usus bayi baru lahir yang keluar pertama kalinya., berwarna hijau, kental dan pekatyang mengandung substansi terdiri dari sel epitel usus, lanugo, lendir, dan sekresiusus, seperti empedu. Jumlah kasus yang terjadi karena sindrom aspirasimekonium ternyata banyak ditemui tidak hanya di Indonesia. Tapi juga mencakupseluruh kawasan dunia. Yang membedakannya adalah tingkat morbilitas danmordibitasnya. Ini dipengaruhi oleh pencegahan dini, deteksi dini, serta penanganan yang tepat pada sindrom aspirasi mekonium. Banyak faktor yangmempengaruhi terjadinya sindrom aspirasi mekonium, salah satunya adalah peningkatan tekanan intra uterine yang dapat mempengaruhi terbentuknya suatu jalan aliran antara mekonium dengan cairan ketuban. Adanya sindrom aspirasimekonium ini dapat menghalangi keluar masuknya udara pada paru, sehinggamenyebabkan hipoksia.Angka kematian sindrom aspirasi mekonium masih tinggi dan 90%mempunyai prognosis buruk yang berhubungan dengan gagal napas, asidosis,hiperkapnea dan hipoksemia. Adanya mekonium di dalam air ketuban merupakanindikasi adanya gangguan pada bayi yang berkaitan dengan masalah intrauterin berupa hipoksia akut maupun hipoksia kronis. Bayi dengan air ketuban keruh bercampur mekonium, 2 36% menghirup mekonium sewaktu di dalam rahimmaupun saat napas pertama, namun tidak semuanya berkembang menjadi sindrom
 
aspirasi mekonium. Diagnosis sindrom aspirasi mekonium ditegakkan berdasarkan adanya riwayat persalinan dengan ketuban bercampur mekonium,klinis didapatkan adanya gangguan napas, retraksi, mekonium staining, apabila berat didapatkan sianosis dan perlu dilakukan pemeriksaan penunjang analisis gasdarah (BGA) dan x-foto thorax.
1.2.RUMUSAN MASALAH1.3.TUJUAN1.4.MANFAAT
 
BAB IITINJAUAN PUSTAKA2.1. Definisi
Sindrom aspirasi mekonium (SAM) didefinisikan sebagai distress pernafasan pada bayi baru lahir melalui cairan amnion yang bercampur denganmekonium dengan karakteristik perubahan radiologis dan gejala yang tidak dapatdijelaskan secara nyata. Mekonium adalah pembuangan usus bayi baru lahir yangkeluar pertama kalinya. Mekonium, berwarna hijau, kental dan pekat yangmengandung substansi terdiri dari sel epitel usus, lanugo, lendir, dan sekresi usus,seperti empedu. Mekonium ini mulai ada pertama kali di ileum fetus kira-kiraminggu ke 10 dan 16 kehamilan. Sekresi usus, sel mukosa, dan elemen solid daricairan ketuban adalah 3 kandungan padat yang utama pada mekonium. Air adalahkandungan cairan utama, sekitar 85-95% dari mekonium.Tabel 1. Komposisi mekonium janin pada bayi cukup bulanSumber.
2.2. Epidemiologi
Tingkat kematian untuk sindrom aspirasi mekonium akibat penyakit paruyang parah, kerusakan parenkim paru dan hipertensi adalah setinggi 20%.Komplikasi lain termasuk sindrom udara yang terhalang (misalnya, pneumotoraks, pneumomediastinum, pneumopericardium) dan emfisemainterstisial paru, yang terjadi pada 10-30% bayi dengan sindrom aspirasimekonium. Serviks inkompeten merupakan faktor penyulit kehamilan 0,1% sd2% dari seluruh kehamilan. Dianggap berpengaruh sekitar 15% dari kelahiranimmature pada 16 – 28 minggu masa kehamilan. Umunya serviks inkompeten initerjadi pada kehamilan trimester kedua awal, tetapi tidak memungkinkan jika

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->