Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
2Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Peningkatan Kemampuan Menulis Karangan Eksposisi Dengan Menggunakan Media Teks Artikel

Peningkatan Kemampuan Menulis Karangan Eksposisi Dengan Menggunakan Media Teks Artikel

Ratings: (0)|Views: 1,092|Likes:

More info:

Published by: Yusnita Susila Astuti on Jul 07, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOCX, TXT or read online from Scribd
See More
See less

04/08/2014

pdf

text

original

 
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS KARANGAN EKSPOSISIDENGAN MENGGUNAKAN MEDIA TEKS ARTIKELPADA KELAS XI LOGAM A SEMESTER II SMK N 5 YOGYAKARTATAHUN PELAJARAN 2010/2011
Titik Tri HartiniGuru SMK N 5 Yogyakarta
Abstrak 
Keterampilan menulis karangan eksposisi merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang perlu diajarkan pada siswa secara terpadu dengan keterampilan berbahasa yang lain. Pada kenyataannya banyak siswa yang beranggapan bahwaketerampilan berbahasa yang paling sulit ialah keterampilan menulis. Hal inidisebabkan, karena sebagian besar siswa kurang memperhatikan konsep menulis yang baik. Dalam pembelajaran bahasa Indonesia di SMK N 5 Yogyakarta khususnyamenulis karangan eksposisi mengalami masalah, hal ini ditunjukkan hasil menulis banyak siswa yang belum memenuhi standar nilai KKM yaitu 7,00 Oleh karenaterdapat permasalahan siswa dalam menulis karangan eksposisi tersebut, maka sayasebagai guru pengajar di Kelas XI tertarik untuk menggadakan penelitian. Penelitianini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana meningkatkan kemampuan karanganeksposisi dengan media artikel. Metode penelitian ini adalah eksperimen semu, olehkarena tidak adanya kelas kontrol. Adapun jenis penelitian PTK (Penelitian TindakanKelas). Penelitian ini dilaksanakan dengan dua siklus, tiap siklus terdiri atas 1) perencanaan (
 planning 
), 2) tindakan (
acting 
), 3) pengamatan (
observing 
), dan 4)refleksi (
reflecting 
). Hasil penelitian menunjukkan terdapat peningkatan nilai rata-ratadan ketuntasan belajar tiap-tiap siklus. Pada siklus I nilai rata-rata 7,20, ini berartisudah mengalami peningkatan nilai 0,76 (dari prasiklus yang rata-rata nilainya hanya6,44%). Nilai rata-rata siklus II adalah 7,70, menggalami kenaikan 0,50 dari siklus I.Ketuntasan belajar siswa juga menggalami peningkatan pada tiap siklus, pra siklus23,33%, siklus I 80,00% dan pada siklus II mencapai 100%. Simpulan pembelajarandengan menggunakan teks artikel dapat meningkatkan kemampuan menulis siswa.
Kata kunci :
kemampuan menulis, karangan ekposisi, media teks berita.
 
PENDAHULUAN
Menulis adalah sebuah keterampilan berbahasa yang terpadu, yang ditunjukan untuk menghasilkan sesuatu yang disebut tulisan. Sekurang-kurangnya, ada tiga komponen yangtergabung dalam perbuatan menulis, yaitu : 1) penguasaan bahasa tulis, yang akan berfungsisebagai media tulisan, meliputi kosakata, struktur kalimat, paragraf, ejaan, pragmatik dansebagainya; 2) penguasaan isi karangan sesuai dengan topik yang akan ditulis; dan 3) penguasaan tentang jenis-jenis tulisan, yaitu bagaimana merangkai isi tulisan denganmenggunakan bahasa tulis sehingga membentuk sebuah komposisi yang diinginkan, seperti esai,artikel, cerita pendek, makalah, dan sebagainya.Dalam dunia pendidikan kegiatan menulis menjadi momok bagi para siswa. Hal itu dapatdilihat disaat sang guru menyuruh siswa menulis, mereka selalu mengeluh. Oleh karena itu,dalam dunia pendidikan kegiatan menulis membutuhkan proses sehingga para siswamembutuhkan peran dan sarana yang memadahi dalam pembelajaran menulis untuk merangsang pikiran dan kreativitas mereka. Pada kegiatan menulis, seseorang menulis berdasarkan apa yangdidengar, dibaca dan dibicarakan, terlepas dari apa yang dipikirkan dan dirasakan. Oleh karenaitu, penulis yang baik harus dapat menguasai semua keterampilan berbahasa yaitu menulis, berbicara, membaca dan mendengarkan.Menulis dalam berbagai bentuk wacana yaitu eksposisi, deskripsi, narasi, danargumentasi merupakan salah satu keterampilan yang harus dikuasai oleh siswa dalam mata pelajaran bahasa Indonesia di SMK. Namun berdasarkan pengamatan saat pembelajaran, menuliskarangan eksposisi hasil nilai yang diperoleh siswa belum maksimal. Dari data nilai rata-ratakelas baru mencapai 6,44 sedangkan siswa yang belum tuntas mencapai 73,00% (jumlah 30siswa yang tuntas hanya 7 orang).Dari hasil studi pendahuluan dengan guru bahasa Indonesia kelas XI yang lain sepakat bahwa ketidakberhasilan siswa menulis karangan eksposisi karena 1) pembelajaran menuliskarangan eksposisi dilaksanakan secara tradisional, 2) guru tidak menggunakan media pembelajaran, 3) guru tidak memberikan rubrik penilaian, tidak memberikan panduan yang jelas.Oleh karena itu, sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan menulis karanganeksposisi pada siswa, maka dilaksanakan PTK (Penelitian Tindakan Kelas), dengan judulPeningkatan Kemampuan Menulis Karangan Eksposisi Dengan Menggunakan Teks Artikel PadaSiswa Kelas XI Logam A SMK N 5 Yogyakarta Tahun Pelajaran 2010/2011.Tujuan dalam penelitian tindakanan ini adalah untuk meningkatkan kemampuan menuliskarangan eksposisi dan mendiskripsikan peningkatan hasil belajar siswa kelas XI Logam A SMK  N 5 Yogyakarta. Manfaat penelitian ini antara lain meningkatkan kualitas pembelajaran guru,mengembangkan profesionalisme guru, dan bagi sekolah dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan yang berhubungan dengan pengembangan profesionalisme guru.
LANDASAN TEORITISPengertian Menulis
Mengarang atau menulis merupakan kegiatan berkomunikasi melalui bahasa yangtingkatannya paling tinggi karena di dalam menulis harus benar-benar menguasai struktur dantata bahasa. Menulis merupakan suatu proses kreatif yang banyak melibatkan cara berpikir 
divergen
(menyebar) daripada
konvergen
(memusat). Menulis adalah melahirkan pikiran atau perasaan (seperti mengarang, membuat surat) dengan tulisan (KBBI, 1990:968). Bloom (dalamAhmadi, 1988:22) menyatakan bahwa tulisan atau karangan (komposisi tulis) termasuk dalam
kategori “sintesis” yaitu sebagai suatu “produksi komunikasi yang unik” di mana penulis
 
mencoba dan berupaya untuk menyampaikan gagasan, ide, dan atau perasaan kepada orang lain(pembaca).Pada dasarnya, tulisan seseorang itu bisa menunjukkan cara berpikir orang tersebut. Halini dapat dilihat dari bagaimana ia menghasilkan tulisan. Sehubungan dengan hal tersebut, setiaporang yang akan menulis selalu memerlukan kondisi lingkungan yang kondusif. Kondisidemikian tentu saja akan menimbulkan proses menulis yang logis dan sistematis. Berpikir logisartinya kemampuan berpikir dengan mengoptimalkan kemampuan otak untuk menghasilkan pemikiran yang sehat dan dapat diterima oleh orang lain. Berpikir sistematis adalah adanyaketeraturan dalam berpikir dengan langkah-langkah yang sistematis. Oleh karena itu, menulisharus melalui tahapan prakarsa (pratulis), tahap pelanjutan (tahap penulisan), tahap revisi (tahap perbaikan) dan tahap pengakhiran (tahap penyelesaian).
Asas Menulis Efektif 
Gie (2002:33) menuturkan bahwa ada tiga asas utama yang perlu diperhatikan dalammenulis karangan yang efektif. Dalam bahasa Inggris, ketiga asas utama tersebut dikenal dengansingkatan 3C yaitu
clarity
(kejelasan),
conciseness
(keringkasan), dan
correctness
(ketepatan).Ketiga asas tersebut yaitu sebagai berikut:1.
 
KejelasanAsas mengarang yang pertama dan utama dalam kegiatan menulis ialah kejelasan.Hasil perwujudan gagasan seseorang dalam bahasa tulis harus dapat dibaca dan dimengertioleh pembaca.2.
 
KeringkasanAsas keringkasan tidaklah berarti bahwa setiap karangan harus pendek. Keringkasan berarti bahwa suatu karangan tidak menghamburkan kata-kata, tidak mengulang-ulang butir ide yang dikemukakan, dan tidak berputar-putar dalam menyampaikan suatu gagasan dengan berbagai kalimat yang berkepanjangan.3.
 
KetepatanAsas ketepatan mengandung ketentuan bahwa sesuatu penulisan harus dapatmenyampaikan butir-butir gagasan kepada pembaca dengan kecocokan sepenuhnya sepertiyang dimaksud oleh penulisnya. Oleh karena itu, agar karangannya tepat, setiap penulis harusmenaati sepenuhnya berbagai aturan dan ketentuan tata bahasa, ejaan, tanda baca, dankelaziman pemakaian bahasa tulis yang ada.Tiga asas tersebut merupakan asas-asas utama yang harus diperhatikan dan dilaksanakandalam kegiatan menulis, sehingga dapat menghasilkan suatu tulisan yang baik dan dapat dibacadan dimengerti oleh pembaca. Selain ketiga asas utama tersebut, menurut Gie (2002:36
 – 
37),masih terdapat tiga asas menulis lainnya yang perlu diperhatikan oleh penulis agar dapatmenghasilkan tulisan yang baik. Ketiga asas itu antara lain
unity
(kesatupaduan),
coherence
(pertautan),
emphasis
(penegasan).
Hakikat Pembelajaran Menulis
Berhasil atau tidaknya pengajaran menulis, salah satunya disebabkan oleh cara yangditempuh guru dalam mengajarkan menulis. Menurut Nurhasanah dan Widodo (1993:70
 – 
72),ada empat hal yang perlu diperhatikan dalam mengajarkan kemampuan menulis adalah sebagai berikut.1. PrinsipMenulis adalah ketrampilan berbahasa. Ketrampilan akan dapat dicapai kalau banyak  berlatih. Oleh karena itu, untuk mencapai ketrampilan itu, siswa harus diberi banyak latihanatau tugas-tugas. Sebelum guru memberikan tugas-tugas kepada siswa, guru harus

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->