Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
2Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Faktur Pajak Fiktif

Faktur Pajak Fiktif

Ratings: (0)|Views: 415|Likes:
Published by Ichsan Mufti

More info:

Published by: Ichsan Mufti on Jul 08, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOCX, TXT or read online from Scribd
See More
See less

02/17/2014

pdf

text

original

 
1
PENDAHULUAN
Permasalahan faktur pajak fiktif sebenarnya sudah bukan hal yang baru walau tetap menjadisalah satu sorotan utama atas permasalahan-permasalahan yang terjadi di lingkunganDirektorat Jenderal Pajak (DJP). Beberapa permasalahan yang berkaitan dengan faktur pajakfiktif yang melibatkan oknum petugas pajak, wajib pajak, dan pihak-pihak lainnya telah berhasildiungkap oleh DJP dengan melibatkan pihak aparat hukum yang berwenang.Walaupun beberapa oknum yang berkaitan dengan faktur pajak fiktif tersebut telah dijatuhihukuman, ternyata efek jera yang ditimbulkan tidak begitu berpengaruh, dengan kata lainpermasalahan tersebut masih dapat muncul setiap saat.Dalam rangka meningkatkan langkah antisipatif untuk menanggulangi terjadinya kasuspenggunaan faktur pajak fiktif, maka perlu kiranya pihak DJP meningkatkan pengendalianinternal terhadap permasalahan tersebut dengan langkah-langkah antara lain sebagai berikut:Memberikan penegasan kembali tentang pentingnya melakukan langkah-langkah pengamananberkaitan dengan faktur pajak fiktif dan klarifikasi/konfirmasi PK-PM sebagaimana diatur dalamKeputusan Direktur Jenderal Pajak No. KEP-745/PJ/2001 tanggal 26 Desember 2001 tentangTata Cara Pelaksanaan Konfirmasi Faktur Pajak dengan Aplikasi Sistem Informasi Perpajakan.Pengawasan (klarifikasi) terhadap PK-PM hendaknya dilakukan secara periodik dan tidakhanya pada saat melakukan pemeriksaan. Bila dijumpai adanya kejanggalan dapat segeradiambil langkah-langkah pencegahan terjadinya penyimpangan lebih lanjut.Dalam hal permintaan klarifikasi dari KPP tempat PKP Penjual terdaftar belum dijawab, makaaparat pemeriksa pajak membuat Berita Acara Pelaksanaan Pengujian Arus Kas dan ArusBarang atas Faktur Pajak yang Dimintakan Klarifikasi, dilengkapi dengan Kertas KerjaPemeriksaan beserta dokumen-dokumen yang mendukung hasil pengujian tersebut, sepertirekening koran, bukti penerimaan barang, voucher, kartu gudang, atau dokumen terkait lainnya.Lebih meningkatkan pengendalian terhadap data PK-PM dengan melakukan pembatasanterhadap pejabat yang dapat mengakses menu dan petugas yang melakukan peng-input-anmaupun penggunaan, disertai dengan peningkatan pengawasan atasan langsung sehinggadapat mencegah terjadinya pengubahan data oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.
 
 
2Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) telah menyelesaikan penyelidikan terhadap 92 kasustindak pidana bidang perpajakan selama 2009
 –
2012 dan masuk tahap penuntutan olehkejaksaan di pengadilan. Sekitar 69 kasus di antaranya telah divonis di pengadilan denganputusan penjara dan denda pidana sebesar hampir 4,3 triliun rupiah. Selama ini, kasus tindakpidana bidang perpajakan didominasi kasus faktur pajak tidak sah (fiktif) dan bendaharawan.Pelaku terbesar adalah wajib pajak badan sebanyak 68 kasus, wajib pajak bendaharawansebanyak 14 kasus, dan wajib pajak orang pribadi sebanyak 10 orang.Kasus faktur pajak tidak sah atau fiktif memang masih marak. Direktorat Jenderal Pajakmenegaskan larangan menerbitkan faktur pajak yang tidak berdasarkan transaksi sebenarnyadan/atau sebelum wajib pajak dikukuhkan sebagai pengusaha kena pajak. Tidak hanyapenerbit, namun pengguna faktur pajak tidak sah juga akan kena hukuman yang sama.Direktorat Jenderal Pajak melarang wajib pajak menggunakan faktur pajak yang tidakberdasarkan transaksi sebenarnya dan/atau dari wajib pajak yang belum dikukuhkan sebagaipengusaha kena pajak. Sebelum menerima faktur pajak, hendaknya mewaspadai danmemeriksa terlebih dulu apabila penerbit itu sudah masuk suspect list Ditjen Pajak.Penerbit dan pengguna faktur pajak tidak sah (fiktif) akan diselidiki atas tindak pidana di bidangperpajakan. Sesuai Pasal 39A Undang-Undang Ketentuan Umum Perpajakan (KUP), pelakukasus faktur pajak tidak sah dapat dituntut di pengadilan dengan ancaman pidana penjarapaling sedikit dua tahun dan paling lama enam tahun.
 
3
TEORITIS TEORI
Faktur Pajak adalah:
Bukti pungutan pajak yang dibuat oleh PKP yang melakukan penyerahan BKP atau JKP ataubukti Pungutan Pajak karena impor BKP yang digunakan oleh Ditjen Bea Cukai.
 Pajak Keluaran (PK) atau Penjualan adalah:
PPN terhutag yang wajib dipungut oleh PKP yang melakukan penyerahan BKP/JKP atauekspor BKP.
Pajak Masukan (PM) atau Pembelian adalah:
PPN yang seharusnya sudah dibayar oleh PKP karena perolehan BKP dan atau penerimaanJKP dan atau pemanfaatan BKP/JKP tidak berujud dari luar daerah pabean dan atau impor BKP.
Pengertian Faktur Pajak Fiktif 
Berdasarkan Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak Nomor SE
 –
29/PJ.53/2003 yang dimaksuddengan Faktur Pajak fiktif antara lain adalah:1. Faktur Pajak yang diterbitkan oleh Pengusaha yang belum dikukuhkan sebagaiPengusaha Kena Pajak (PKP).2. Faktur Pajak yang diterbitkan oleh Pengusaha dengan menggunakan nama, NPWP danNomor Pengukuhan PKP orang pribadi atau badan lain.3. Faktur Pajak yang digunakan oleh PKP yang tidak diterbitkan oleh PKP penerbit.4. Faktur Pajak yang secara formal memenuhi ketentuan Pasal 13 ayat (5) Undang-undang PPN, tetapi tidak memenuhi secara material yaitu tidak ada penyerahan barangdan atau uang atau barang tidak diserahkan kepada pembeli sebagaimana tertera padaFaktur Pajak.5. Faktur Pajak yang diterbitkan oleh PKP yang identitasnya tidak sesuai dengan keadaanyang sebenarnya.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->