Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword or section
Like this
54Activity
×
P. 1
Profil Komoditas Bawang Putih

Profil Komoditas Bawang Putih

Ratings:

5.0

(1)
|Views: 15,919|Likes:
Published by vicianti1482

More info:

Categories:Types, Research, Science
Published by: vicianti1482 on May 12, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

05/23/2013

pdf

text

original

 
 
LAPORAN AKHIR
PROFIL KOMODITAS BAWANG PUTIH
(2003)
Witono AdiyogaRachman SuhermanT. Agoes SoetiarsoBudi JayaBagus Kukuh UdiartoRini RoslianiDarkam Mussadad
Proyek/Bagian Proyek Pengkajian Teknologi Pertanian PartisipatifThe Participatory Development of Agricultural Technology Project(PAATP)PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN HORTIKULTURABADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PERTANIANDEPARTEMEN PERTANIAN2004
 
 
1
A. Pendahuluan
Bawang putih memiliki nama ilmiah
Allium sativum L.
.
dengan
klasifikasikan sebagai berikut:a.
 
Divisi : Spermatophytab.
 
Subdivisi : Angiospermaec.
 
Kelas : Dicotyledonaed.
 
Famili : Liliaceaee.
 
Genus : Alliumf.
 
Species : Allium sativum L.Bawang putih diduga merupakan tanaman
native 
daerah Asia Tengah (
Tien Shan 
). Tanamanini menyebar ke daerah Mediterania pada jaman kuno dan telah diidentifikasi di Mesir pada 3000 BC.Bawang putih juga merupakan tanaman kuno di India dan Cina. Bangsa Spanyol, Portugis danPerancis memperkenalkan bawang putih tersebut ke Dunia Baru (
New World 
). Sejarah bawang putihberkaitan dengan sejarah perjalanan peradaban dunia yang terkenal. Misalnya pada saat piramidayang berasal dari zaman keemasan Mesir didirikan, bawang putih digunakan sebagai menu utamayang diberikan kepada buruh yang membangun piramida itu. Di Indonesia bawang putih masuk melalui jalur perdagangan internasional yang sejak berabad-abad lampau meramaikan bandar-bandar.Setelah
onion 
(bawang bombay), bawang putih menempati urutan kedua Allium yang palingbanyak dimanfaatkan. Bawang putih dalam bentuk segar atau terdehidrasi terutama banyakdigunakan sebagai penyedap makanan (daging, ikan dsb.). Selain umbi yang telah matang, hijauanbagian atas serta umbi yang belum matang juga banyak dikonsumsi di Asia. Bawang putih jugabanyak dikenal sebagai tanaman medisinal atau biofarmaka. Jenis sayuran ini me-miliki reputasi yangkuat berkenaan dengan manfaatnya sebagai obat untuk menurunkan tekan-an darah dan kolesterol.Perkembangan di bidang ini ditunjukkan oleh tingginya penawaran dan permintaan terhadap obat,minuman dan tepung yang berasal dari ekstrak bawang putih.Bagian tanaman yang dapat dikonsumsi/dimakan berkisar antara 50-70% dari total tanaman jika termasuk bagian yang belum matang (
pseudostem dan immature bulb 
) dan sekitar 20-30% jikahanya bagian yang matang (
dry bulbs 
) saja. Komposisi nutrisi dari 100 gr umbi kering adalah: 68 gr air,3,5 gr protein, 0,3 gr lemak, 27 gr karbohidrat, 1,0 gr debu, 29 mg Ca, 202 mg P dan 529 mg K.Komponen vitaminnya relatif rendah, sedangkan komponen enerjinya adalah 490 kJ/100gr. Rasa(
flavor 
) bawang putih berbasis pada komponen-komponen sulfur yang secara kolektif disebut sebagaiS-alk(en)yl cysteine sulphoxides.
B. Area, produksi dan produktivitas
Tabel 1 menyajikan data areal panen, produksi dan produktivitas bawang putih di duniabeserta tiga negara terbesar penghasil bawang putih. Selama periode tahun 1998 – 2002 produksibawang putih dunia memperlihatkan peningkatan dari tahun ke tahun. Peningkatan tersebut tidakhanya disebabkan oleh peningkatan luas areal tanam tetapi juga didorong oleh adanya peningkatanproduktivitas. Berdasarkan data FAO, China, India dan Republik Korea dapat dikategorikan sebagaitiga negara yang mempunyai kontribusi terbesar terhadap produksi bawang putih dunia. Sementara ituChina adalah negara penghasil bawang putih terbesar di dunia, pada tahun 2002 China mampumenghasilkan bawang putih 8 680 049 ton atau sekitar 71 % dari produksi bawang putih dunia.Superioritas China sebagai penghasil bawang putih diikuti oleh India dengan kontribusi sebesar 4,1%dan Rep.Korea sebesar 3,2%.Kontribusi bawang putih Indonesia terhadap produksi dunia sangat kecil, dan selama periodetahun 1998 – 2002 mengalami penurunan yaitu dari 0,9 % di tahun 1998 menjadi 0,4 % di tahun 2002.
 
 
2
Walaupun selama periode waktu tersebut produktivitasnya mengalami peningkatan, tetapi penurunanareal tanam bawang putih di Indonesia dari tahun ke tahun cukup besar.Tabel 1 Areal panen, produksi dan produktivitas bawang putih dunia serta tiga negarapenghasil terbesar tahun 1998 – 2002.
1998 1999 2000 2001 2002Dunia A (ha) 955 368 990 631 1 083 604 1 092 542 1 126 317P (t) 9 142 852 9 695 225 11 083 049 11 445 526 12 182 291Y (t/ha) 9, 57 9,79 10,23 10,48 10,82Indonesia A (ha) 18 238 12 936 9 981 9 279 7 408P (t) 83 664 62 222 59 008 49 573 49 167Y (t/ha) 4,59 4,81 5,91 5,34 6,64China A (ha) 457 321 487 828 559 833 584 924 627 140P (t) 5 814 066 6 186 289 7 486 112 7 894 066 8 680 049Y (t/ha) 12,71 12,68 13,37 13,49 13,84India A (ha) 123 200 118 800 124 600 120 000 120 000P (t) 570 700 495 300 524 600 496 800 500 000Y (t/ha) 4,63 4,17 4,21 4,14 4,16Republik Korea A (ha) 37 337 42 416 44 941 37 118 33 153P (t) 393 903 483 778 474 388 406 385 391 182Y (t/ha) 10,55 11,41 10,55 10,95 11,80Sumber: FAOSTAT
Beberapa hal berkaitan dengan ekonomi pembangunan yang diperkirakan berpengaruhterhadap produksi dan konsumsi bawang putih adalah: (i) peningkatan pendapatan per kapita, (ii)urbanisasi, (iii) perbaikan sarana transportasi, dan (iv) penurunan harga relatif input/masukan produksi.Dalam konteks pembangunan ekonomi, hal-hal tersebut secara intrinsik erat kaitannya denganekspansi dan integrasi pasar. Sebenarnya hampir tidak mungkin untuk memprediksi secara akuratpengaruh pembangunan ekonomi terhadap produksi bawang putih. Namun demikian, ada beberapahal penting yang masih dapat digeneralisasi. Jika terjadi ekspansi pasar, pembelian input yangbersifat meningkatkan hasil (
yield-increasing inputs 
), misalnya pupuk dan pestisida, akan tetapmemberikan keuntungan bagi usahatani. Ekspansi pasar juga membuka kemungkinan untukspesialisasi produksi. Fenomena ini akan diikuti oleh meningkatnya jumlah petani kecil yangmengusahakan bawang putih secara padat-input (
input-intensive 
) untuk dijual ke pasar. Di negaraberkembang seperti Indonesia, jika produksi bawang putih dibatasi oleh kendala-kendala: kondisipertumbuhan yang kurang cocok, teknologi yang tidak tepat-guna, harga input mahal, dan kecilnyapeluang pasar, maka proses atau aktivitas pembangunan ekonomi diharapkan dapat menekan biayaproduksi serta menstimulasi produksi dan konsumsi bawang putih. Generalisasi lainnya adalahpertumbuhan penduduk pedesaan yang mengakibatkan semakin sempitnya luas lahan garapan sertasemakin tingginya harga tanah, cenderung dapat menstimulasi pengusahaan tanaman-tanamanberpotensi daya hasil tinggi (
high-yielding crops 
) -- salah satu diantaranya adalah bawang putih.Selama periode 1998 – 2002, luas areal penanaman bawang putih mengalami penurunanyang cukup besar. Dari luas panen 18 238 hektar di tahun 1998 menjadi 7 923 hektar di tahun 2002,

Activity (54)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Ely Savitri liked this
d17o liked this
Sakura Hatashi liked this
Azis Bin Wahid liked this
Diztyy Farrell liked this
Diztyy Farrell liked this
Diztyy Farrell liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->