Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
124Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Profil komoditas kentang

Profil komoditas kentang

Ratings:

4.67

(3)
|Views: 17,850|Likes:
Published by vicianti1482

More info:

categoriesTypes, Research, Science
Published by: vicianti1482 on May 12, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

06/13/2013

pdf

text

original

 
 
PROFIL KOMODITAS KENTANG
Witono AdiyogaRachman SuhermanT. Agoes SoetiarsoBudi JayaBagus Kukuh UdiartoRini RoslianiDarkam Mussadad
BALAI PENELITIAN TANAMAN SAYURANPUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN HORTIKULTURABADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PERTANIANDEPARTEMEN PERTANIAN2004
 
1
I. PendahuluanKentang memiliki nama ilmiah
Solanum tuberosum 
.
 
Dalam dunia tumbuhan, kentang diklasifikasikansebagai berikut:a.
 
Divisi : Spermatophytab.
 
Subdivisi : Angiospermaec.
 
Kelas : Dicotyledonaed.
 
Famili : Solanaceaee.
 
Genus : Solanumf.
 
Species : Solanun tuberosum L.Genus “Solanum” memiliki lebih dari 2000 spesies, dengan 160-180 spesies diantaranya merupakantanaman umbi dan hanya 8 spesies yang dibudidayakan sebagai tanaman pangan.Kentang merupakan tanaman
native 
daerah pengunungan Andes di Amerika Selatan. Tanaman inidiperkirakan telah dibudidayakan sejak tahun 500 SM. Penjelajah Spanyol memperkenalkan tanamanini ke Eropa dan berdasarkan catatan yang ada, kentang mulai dibudidayakan sebagai tanamanpangan sejak tahun 1570. Catatan lain menunjukkan bahwa kentang dikenal di Irlandia pada tahun1663 dan mulai ditanam secara luas menjadi tanaman/komoditas nasional. Pada tahun 1846-1847,kentang di Irlandia (
Irish potato 
) musnah oleh
late blight 
dan mengakibatkan bencana kelaparan yangmenimbulkan korban jutaan orang. Sementara itu, kentang mulai popular di Amerika Utara pada akhirabad 18.Kentang (
Solanum tuberosum 
L.) merupakan salah satu tanaman yang paling efisien dalammengkonversikan sumberdaya alam, tenaga kerja dan modal menjadi bahan pangan berkualitas tinggi.Tanaman ini bahkan dapat menghasilkan bahan pangan yang lebih bergizi, secara lebih cepat padalahan yang lebih sempit serta kondisi iklim lebih keras, dibandingkan dengan tanaman pangan utamalainnya (Horton, 1981). Di negara-negara berkembang dan beriklim tropis, kentang lebih berfungsisebagai sumber protein berkualitas tinggi dibandingkan sebagai sumber enerji, karena harus bersaingdengan tanaman pangan lain yang merupakan bahan makanan pokok (misalnya padi). Sebagai salahsatu jenis sayuran, kentang memiliki kandungan
ascorbic acid, thiamin, niacin, pyridoxine 
dan
pantothenis acid 
yang setara dengan jenis sayuran lainnya (Woolfe, 1987).II. Area, produksi dan produktivitasBerdasarkan karakteristik potensi hasil dan nilai gizi yang tinggi, kentang adalah tanaman terpentingnomor empat di dunia setelah gandum, padi dan jagung. Data terakhir dari FAO (2002) menunjukkanbahwa produksi kentang dunia pada tahun 2002 mencapai 311 juta ton dan diusahakan pada luasanlahan sekitar 19 juta hektar (Tabel 1). Perkembangan terakhir juga menunjukkan bahwa China adalahnegara produsen kentang terbesar di dunia dengan kontribusi sekitar 21%, diikuti oleh Rusia Federasidengan kontribusi sekitar 10%. Kentang merupakan tanaman non-sereal terpenting di dunia dan 35%dari produksi total dunia berasal dari negara-negara berkembang. Komoditas ini merupakan makananpokok bagi lebih kurang 500 juta konsumen di dunia dan diperkirakan peranannya dalam menumakanan harian penduduk miskin akan semakin meningkat (CIP, 2000).Sejak tahun 90-an, produksi kentang di negara-negara berkembang memasuki fase baru dengan ciri-ciri tingkat pertumbuhan yang cukup tinggi dan semakin meningkat. Pada tahun 1993, produksikentang total telah melewati 94 juta ton, dibandingkan dengan 30 juta ton yang dicapai pada awaltahun 60-an. Pada tahun 2020, produksi kentang di negara berkembang diproyeksikan mencapai 194 juta ton. Rata-rata tingkat pertumbuhan produksi kentang di negara berkembang selama periode 1993-2020 diperkirakan mencapai 2,71% per tahun.
 
2
Tabel 1 Areal panen, produksi dan produktivitas kentang dunia serta lima negara penghasil terbesar1998 1999 2000 2001 2002Dunia A (ha) 18 838 439 19.663 237 20 080 053 19 654 138 19 287 909P (t) 300 750 210 300 912 662 329 024 643 312 435 128 311 359 672Y (t/ha) 15,96 15,30 16,39 15,90 16,14China A (ha) 4 064 030 4 420 703 4 725 366 4 720 527 4 671 667P (t) 64 618 163 56 141 097 66 325 167 64 596 119 66 573 331Y (t/ha) 15,90 12,70 14,04 13,68 14,25Russian Fed. A (ha) 3 235 600 3 226 700 3 229 060 3 216 200 3 198 110P (t) 31 418 370 31 343 850 33 979 460 34 965 160 32 870 840Y (t/ha) 9,71 9,71 10,52 10,87 10,28India A (ha) 1 206 000 1 320 500 1 340 000 1 211 300 1 410 000P (t) 17 648 100 23 610 700 24 713 200 22 488 400 24 082 000Y (t/ha) 14,63 17,88 18,44 18,57 17,08USA A (ha) 561 600 539 210 545 520 494 610 514 080P (t) 21 580 600 21 691 500 23 297 460 19 862 270 20 856 270Y (t/ha) 38,43 40,23 42,71 40,16 40,57Ukraine A (ha) 1 513 200 1 551 100 1 631 000 1 605 000 1 600 000P (t) 15 405 000 12 723 000 19 838 100 17 344 000 16 619 500Y (t/ha) 10,18 8,20 12,16 10,81 10,39Sumber: FAOSTAT
Tingkat pertumbuhan ini jauh melebihi rata-rata tingkat pertumbuhan kentang dunia dan negara majuyang masing-masing diproyeksikan sebesar 1,29% dan 0,34% per tahun. Data menunjukkan bahwapertumbuhan produksi kentang terus meningkat, bahkan melebihi peningkatan pertumbuhan tanamanpangan utama lainnya. Hal ini memberikan indikasi semakin meningkatnya kepentingan relatif kentangdiantara komoditas pangan lain, khususnya di Asia (CIP, 1998).
Tabel 2 Produksi, proyeksi dan tingkat pertumbuhan kentang 1993-2020ProduksiNegara1993(juta ton)2020(juta ton)Tingkat Pertumbuhan1993-2020(%/year)China 42,5 87,8 2,,72Negara-negara Asia Timur lainnya 2,4 3,3 1,18India 16,3 43,3 3,67Negara-negara Asia Selatan lainnya 3,5 7,7 2,98Asia Tenggara 1,3 2,3 2,08Amerika Latin 12,6 20,2 1,76Asia Barat dan Afrika Utara 13,0 23,4 2,21Sub-Sahara Afrika 2,6 6,0 3,06Negara berkembang 94,3 194,0 2,71Negara maju 191,0 209,5 0,34Dunia 285,3 403,5 1,29
Sumber: Scott, Rosegrant and Ringler (2000)

Activity (124)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Mari Fatala liked this
Achmad Pujianto liked this
laras_indrawati liked this
Muhammad Gie liked this
edelweiss liked this
Agas Jatmiko liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->