Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
1Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
100756858 Refrat Psikofarmaka Mira

100756858 Refrat Psikofarmaka Mira

Ratings: (0)|Views: 128|Likes:
Published by Dessy Mira Vitaloka

More info:

Published by: Dessy Mira Vitaloka on Jul 08, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

02/23/2014

pdf

text

original

 
BAB IPENDAHULUAN
1.1.
Latar Belakang
Sejarah perkembangan terapi organik dalam psikiatri dimulai seja pertengahan tahun 1800-an sampai sekarang, walaupun pada tahun 1960 kumpulanobat psikiatri pada dasarnya adalah yang diketahui saat ini. Dalam separuh keduaabad ke-20, kemoterapi sebagai terapi untuk gangguan mental menjadi bidangutama penelitian dan praktek. Hampir segera setelah diperkenalkannyachlorpromazine pada tahun 1950-an, obat psikoterapeutik menjadi inti terapi psikiatrik, khususnya untuk pasien dengan penyakit mental yang serius.Karena farmakoterapi untuk gangguan mental adalah salah satu bidang yang paling cepat berkembang dalam kedokteran klinis, tiap dokter yang meresepkanobat harus tetap mengetahui literatur terakhir. Terapi obat dan terapi organik lainnya terhadap gangguan mental dapat diidentifikasikan sebagai suatu usaha untuk memodifikasi atau mengkoreksi perilaku, pikiran, atau mood yang patologis denganzat kimia atau cara fisik lainnya. Hubungan antara keadaan fisik dan otak pada satusisi dan pada sisi lain, manifestasi fungsionalnya (perilaku, pikiran, dan mood)adalah sangat kompleks, tidak dimengerti seluruhnya dan di perbatasan pengetahuan biologi. Tetapi, berbagai parameter perilaku normal dan abnormalseperti persepsi, afek dan kognisi mungkin dipengaruhi oleh perubahan fisik dalamsistem saraf pusat.Golongan obat psikofarmaka yang banyak dipergunakan adalah obatantipsikosis, obat anti mania dan obat antidepresi. Penggunaan jenis obat ini perlu pengawasan yang ketat karena seringkali menimbulkan efek samping sepertiketergantungan psikologis dan fisik yang dapat mengakibatkan keracunan obat,depresi dan kehilangan sifat menahan diri, gangguan paru-paru, gangguan psikomotoris dan iritatif (mudah marah, gelisah dan ansietas bila obat dihentikan).Oleh sebab itu, banyak variable yang melekat pada praktek psikofarmakologi,termasuk pemilihan obat, peresepan, pemberian, arti psikodinamika bagi pasien dan pengaruh keluarga serta lingkungan.Obat psikofarmaka adalah obat yang mempunyai efek terapeutik langsung pada proses mental pasien karena efeknya pada otak. Akan tetapi kita harus ingat1
 
 pula bahwa bila gangguan mentalitu disebabkan oleh suatu masalah psikologi atauoun sosial, maka tidak ada obat apa pun yang dapat menyelesaikan persoalan itu,kecuali pasien itu sendiri dan dokter serta obat hanya sekedar membantunya ke arah penyelesaian atau ke arah penyesuaian yang lebih baik. Kemanjuran pengobatan psikotropik, seperti juga dalam farmakoterapi pada umumnya, tergantung pada pemberian obat yang dapat mempengaruhi sasaran pengobatan dalam dosis yangsesuai, dalam bentuk preparat yang cocok, melalui jalan pemberian yang efektif dandalam jangka waktu yang tertentu.
1.2.
Tujuan
Tujuan penulisan referat ini antara lain adalah untuk lebih dalam memahami psikofarmaka melalui prinsip umum psikofarmaka, penggolongan psikotropik baik dari mekanisme kerja, farmakokineti, indikasi, efek samping, perhatian, overdosisdan dosis pemberian obat.Selain itu juga Referat ini bertujuan sebagai pemenuhan terhadap syarat dalamkepaniteraan klinik di SMF Ilmu Kesehatan jiwa RS. Bhayangkara Tk. I R.SaidSukanto.2
 
BAB IITINJAUAN PUSTAKA2. I. Definisi
Psikofarmaka atau obat psikotropik adalah obat yang bekerja secara selektif  pada Sistem Saraf Pusat (SSP) dan mempunyai efek utama terhadap aktivitasmental dan perilaku, digunakan untuk terapi gangguan psikiatrik yang berpengaruhterhadap taraf kualitas hidup pasien.Obat psikotropik dibagi menjadi beberapa golongan, diantaranya: antipsikosis,anti-depresi, anti-mania, anti-ansietas, anti-insomnia, anti-panik, dan anti obsesif-kompulsif,. Pembagian lainnya dari obat psikotropik antara lain:
transquilizer,neuroleptic, antidepressants dan psikomimetika.
2.2. Obat-Obat Psikotropika2.2.1. Obat Anti-Psikosis
Anti-psikosis disebut juga
neuroleptic
, dahulu dinamakan
major transquilizer 
. Salah satunya adalah chlorpromazine (CPZ), yang diperkenalkan pertama kali tahun 1951 sebagai premedikasi dalam anastesi akibat efeknyayang membuat relaksasi tingkat kewaspadaan seseorang. CPZ segera dicobakan pada penderita skizofrenia dan ternyata berefek mengurangi delusi danhalusinasi tanpa efek sedatif yang berlebihan.Pada umumnya obat antipsikosia dipakai terhadap :
Sindrom otak organik yang akut dan menahun, misalnya pada delirium
Skizofrenia, psikosis manik-depresf jenis mania, parafrennia involusidan psikosis reaktif (kecuali terhadap psikosis depresi reaktif)
Gangguan non-psikiatrik: misalnya (hiper-)emesis, alergi dan untuk  potensiasi suatu analgetikum.3

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->