Read without ads and support Scribd by becoming a Scribd Premium Reader.
 
Friday, 19 September 2008
10base-T, 100base-TX/T4,1000base-T
Untuk seorang administrator jaringan, nggak ada yang lebih mengesalkan daripada setelahmencari-cari kesalahan/permasalahan pada jaringannya, dan akhirnya menemukan bahwaternyata kesalahannya adalah pada cara pengkabelan.Tulisan ini saya susun dengan sumber beberapa buku dan website, saya terjemahkan dangabungkan. Semoga bisa berguna dan menolong para administrator jaringan yang mungkin lupaataupun belum mengetahui hal ini.Catatan-catatan:1. Kabel-kabel LAN (Local Area Network) biasa disebut dengan kabel UTP (Unshielded TwistedPair) dan diidentifikasi dengan menggunakan jenjang kategori (category – CAT). Bila kita harusmembuat/menginstal suatu jaringan baru, sebaiknya kita gunakan kabel UTP kategori 5, 5e, atau6 (kecuali ada alasan khusus dan kuat hingga kita tidak menggunakan kabel-kabel kategoritersebut), yang memang dibuat untuk operasi LAN 10 dan 100 Mbps.2. Kabel-kabel UTP ada 2 macam, yaitu SOLID (SOLID) dan BERSERABUT (STRANDED).Kedua macam UTP tersebut sesuai dengan tipe konduktor yang terdapat ditengah kabel, disebutSOLID karena memiliki konduktor tunggal, sedangkan yang lainnya disebut BERSERABUTkarena memiliki konduktor yang terdiri dari beberapa kawat-kawat tipis. Satu-satunyakeuntungan yang paling jelas dari penggunaan kabel UTP tipe berserabut (yang umumnya lebihmahal) adalah tipe ini sangat lentur, sehingga bisa ditekuk sampai maksimal tanpa patahkonduktornya.3. Sistem pengkabelan 100base-TX bisa kita gunakan pada jaringan 10base-T, tapi kebalikannyatidak selalu bisa. Maka sebaiknya gunakan SELALU standar pengkabelan 100base-TX/T4.4. Standar 100base-TX bisa selalu digunakan bila melakukan pengkabelan dengan menggunakanUTP kategori 5, 5e, atau 6, dimana yang digunakan hanya 2 pasang kabel, atau 4 konduktor.Kebanyakan informasi-informasi dalam tulisan ini menggunakan asumsi bahwa pengkabelanmenggunakan UTP kategori 5, 5e atau 6.5. Bila menggunakan kabel UTP kategori 3 atau 4 dengan LAN 100Mbps, harus menggunakanstandar 100Base-T4 dan memiliki beberapa keterbatasan, dan menggunakan seluruh 4 pasangkabel, atau 8 konduktor.6. Panjang maksimal satu utas kabel LAN adalah 100 meter, bila panjang yang dibutuhkanadalah lebih dari 100 meter, maka dapat digunakan switch untuk menyambung kabel berikutnya.Penggunaan Kabel “Straight” dan “Crossed”Diagram berikut ini menunjukkan penggunaan umum kabel “straight” dan “crossed”.
 
Catatan:Untuk menghindari penggunaan kabel crossed, beberapa pembuat hub atau switch menyediakan port UPLINK. Port ini memungkinkan penggunaan kabel straight untuk menghubungkan 2 buahswitch atau hub.Tabel kode warna UTP kategori 5 dan 5eGambar dan table dibawah menunjukkan kode warna normal pada kabel kategori 5, berdasarkandua standar yang dikeluarkan oleh TIA/EIA10baseT Kabel Straight (PC ke HUB/SWITCH)Kabel straight digunakan untuk menghubungkan PC atau peralatan lain ke hub atau switch. Bilauntuk menghubungkan PC ke PC atau HUB ke HUB, harus menggunakan kabel crossed.Deskripsi kabel berikut adalah untuk pengkabelan pada kedua ujung (konektor RJ-45), baik dengan menggunakan skema warna 568A maupun 586B untuk kabel kategori 5(e).
 
Catatan: Nomor pin yang diberi tanda bintang (*) tidak digunakan dalam jaringan 10base-T (10Mbps),dan karena pada umumnya saat ini yang digunakan adalah jaringan 100base-T/T4 (100Mbps)maka lebih baik menggunakan standar pengkabelan 100base-T/T4.Kita menggunakan spesifikasi pengkabelan 100base-T4 yang bisa digunakan dalam jaringan10base-T.10base-T kabel Crossed (PC to PC or HUB to HUB)Kabel crossed digunakan untuk menghubungkan PC ke PC atau HUB ke HUB. Kabel crossedkadang disebut kabel Crossover, Patch atau Jumper. Bila untuk menghubungkan PC ke HUBharus menggunakan kabel straight.Table berikut menunjukan urutan pengkabelan pada kedua sisi/ujung di dalam konektor RJ-45Male, pada kabel crossed.
Search History:
Searching...
Result 00 of 00
00 results for result for
  • p.
  • Notes
    Load more