Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
1Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Pola PENYAKIT menurut waktu.docx

Pola PENYAKIT menurut waktu.docx

Ratings: (0)|Views: 160|Likes:
Published by Fransiska Sari

More info:

Published by: Fransiska Sari on Jul 09, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOCX, TXT or read online from Scribd
See More
See less

01/18/2014

pdf

text

original

 
POLA-POLA PENYAKITPola PENYAKIT menurut waktuPola PENYAKIT menurut tempatPola PENYAKIT menurut orang
A.
 
Waktu (Times)
Menjelaskan waktu ketika seseorang terkena penyakit tertentu. Waktu dapat diukur dalam satuan tahun, bulan, hari, jam sesuai dengan kebutuhan dan jenis penyakitnya.Penyajiannya bisa dipadukan dengan tempat, orangManfaat:
 
Memahami kecepatan perjalanan penyakit
 
Memahami lama terjangkitnya penyakitPola penyebaran penyakit menurut waktu:
I.
 
Pola fluktuasi jangka pendek (short-term variations)II.
 
Pola fluktuasi periodik (periodik variations)III.
 
Pola perubahan sekuler (secular trends)
I.
 
Pola fluktuasi jangka pendek Terjadi jika ada epidemi atau wabah. Ditandai dengan:-
 
Jumlah kasus penyakit yang melebihi jumlah normal-
 
Adanya penyakit yang sama dalam waktu yang sama atau hampir  bersamaan-
 
Biasanya waktu inkubasinya rata-rata pendek II.
 
Pola fluktuasi periodicTerjadi bila timbul dan memuncaknya angka kesakitan dan kematian terjadi berulang-ulang tiap beberapa bulan, tiap tahun atau tiap beberapa tahun. Bisaterjadi baik pada penyakit infeksi maupun penyakit bukan infeksiFaktor yang mempengaruhi:
 
Ada tidaknya keadaan yang memungkinkan transmisi penyakit olehvektor 
 
 
Adanya tempat berkembang biak yang alami bagi vektor sehinggamemudahkan peningkatan kepadatan vektor 
 
Adanya kerentanan
 
Adanya kegiatan berkala dari orang yang rentan yang menyebabkanmereka terserang vektor penular penyakit
 
Adanya perubahan kemampuan agen infektif untuk menimbulkan penyakitIII.
 
Pola perubahan sekuler a.
 
Meningkatnya mobilitas b.
 
Meningkatnya transmigrasi spontanc.
 
Berkurangnya isolasi tempat yang terpencil dgn kemudahan transportasid.
 
Perubahan gaya hidup masyarakatFaktor yang diperkirakan berperan dalam pembentukan pola sekuler 
 
Perubahan lingkungan hidup dan ekologi yang timbul seiring dgn proses pembangunan dan industrialisasi
 
Meningkatnya jumlah absolut penduduk 
 
Meningkatnya umur harapan hidup
 
Perubahan intervensi akan memberikan efek pada perubahan pola kesakitandan kematian
B.
 
Orang (Person)
Ahli epidemiologi menggunakan variabel deskriptif yang menggambarkan orang yangterkena penyakit. Variabel tersebut sebagai berikut:
a.
 
Umur 
Merupakan determinan paling penting. Angka mortalitas dan morbiditasmenunjukkan adanya hubungan dengan variabel ini. Umur akan berpengaruhterhadap daya tahan tubuh, sehingga ancaman terhadap masalah kesehatan dankebiasaan hidup juga akan berbeda-beda pada tingkatan umur yang berbeda.Contohnya yaitu infeksi Tricius sering tjd pd anak-anak drpd org dewasa.Dikaitkan dgn kebiasaan tdk mencuci tangan.
 
Langkah-langkah dalam mempelajari hubungan antara kesakitan dan umur 1)
 
Menentukan pengelompokkan umur 2)
 
Menghitung jumlah absolut kesakitan/kematian mnrt klpk umur 3)
 
Mengubah angka absolut ke dalam bentuk rate4)
 
Membuat diagram garis, histogram atau tabel rate
b.
 
 Besar keluarga & struktur keluarga
Keluarga yang besar mempunyai tanggungan ekonomi yang juga besar, seperti penyediaan makanan dan keterbatasan tempat tinggal. Hal ini akan memudahkan penyebaran penyakit.
c.
 
Golongan etnik 
Suatu penyakit frekuensi lebih tinggi pada suku bangsa dan golongan ras tertentu.Perbedaan ini karena perbedaan imunitas dan kesempatan kontak dengan penyakit. Contohnya yaitu kebiasaan makan, gaya hidup dan sifat biologis (kulit putih-hitam).
d.
 
Status perkawinan
Adanya perbedaan pola perilaku antara orang yang menikah dan belum menikah.Hal ini berpengaruh terhadap:
 
Risiko terkena penyakit
 
Penatalaksanaan / penanggulangan penyakit
e.
 
 Pekerjaan
Pekerjaan merupakan hal yang membedakan dalam memperoleh paparanterhadap sumber penyakit dan infeksi. Contohnya pekerja tambang punya risikoyang lebih besar untuk terkena infeksi cacing tambang.Dalam kemungkinan terjadinya penyakit, pekerjaan dapat merupakan faktor langsung ataupun tidak langsung
 
Faktor langsung :Misal: silicosis paru yang mengenai pegawai perusahaan industri merkuri
 
Faktor tidak langsung:

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->