“Aku terjaga dari tidur,Bagai ada satu suara,Yang lembut membisik padakuPulanglah...Termenung di pagi yang dinginTerkenangkan kampung halamanTerbayang wajah-wajah sayuKurindu...
Tersentak Hafizah mendengar anak muda itu menyanyikan lagu lama Pulanglah,nyanyian Dato Shake. Kampung? Ya Allah. Sudah lama dia melupakan perkataan itu.Difikirnya sudah dipadam dari kamus hidupnya, rupanya ia masih segar di dalam kotak ingatan. Kampungnya sekarang di sini. Di bumi Sepanyol inilah kini tanah airnya.Bertahun-tahun dia Malaysia dirasakan terlalu jauh, tapi kini bila mendengar laguitu, terasa dia terlalu dekat dengan tanah tumpah darahnya. Tiba-tiba hatinya dirundungrasa rindu yang amat sangat. Rindu pada Hafizi dan rindu pada Hafifi. Rindu pada tanahair yang tidak pernah dijenguk lebih lima tahun. Lama sudah dia merajuk membawa hati.Air mula tergenang dipelupuk mata. Dipejam matanya rapat-rapat. Usahlahmenitik. Janganlah mengalir. Jari-jarinya menggenggam erat palang besi. Kesejukan yangmenggigit sudah tidak dirasai. Setitis air gugur mengalir lesu di pipi. Cepat-cepat Hafizahmenyeka dengan jari. Setitis lagi jatuh dan setitis lagi. Empangan airmatanya pecah dankali ini dia tidak mampu menahannya lagi. Terhingguk-hingguk bahunya menahan sedu.Ya Allah! Ampuni dosaku.Bersaksikan Al-Hambra di kejauhan, Hafizah terus menangis…
3
Leave a Comment
everybody like it...