Welcome to Scribd. Sign in or start your free trial to enjoy unlimited e-books, audiobooks & documents.Find out more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Diklat Pribadi Di Bulan Romadlon

Diklat Pribadi Di Bulan Romadlon

Ratings:
(0)
|Views: 4|Likes:
Published by sfm86

More info:

Published by: sfm86 on Jul 09, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/30/2013

pdf

text

original

 
 
Rubrik Agama
 Diklat Pribadi di Bulan Romadlon
Dalam pelaksanaan rukun Islam yang lima itu, setiap rukun mempunyai beberapa perbedaan antara yang satu dengan yang lainnya. Syahadat yang diucapkan dan diyakiniatau
Amal i’tiqodiyah
, sholat
yang membutuhkan tuma’ninah dalam melaksanakannya
(
Amal badaniyah)
. Zakat yang memerlukan harta (
Amal maliyah )
, haji yang harus bergerak dari satutempat ke yang lain (
Amal badaniyah dan maliyah)
. Puasa yang dalam pelaksanaannyamempunyai dua rukun, yaitu niat dan mencegah diri dari hal yang membatalkannya.Puasa yang dilaksanakan sehari penuh, tidak ada yang tahu apakah seseorang sedang puasa atau tidak. Perlaksanaan sehari penuh adalah milik shoim dan Tuhannya saja. PuasaRomdlon sebagai puasa wajib, tidak hanya dilaksanakan lantas selesai dan gugur kewajiban. Namun disitu diberitahukan ada tujuan yang akan dicapai yaitu taqwa.Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atasorang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa (QS. Al Baqoroh, 183.)Dalam sebuah riwayat, Abu Hurairah r.a. berkata, "Rasulullah bersabda, 'Barangsiapayang tidak meninggalkan kata-kata dusta dan perbuatan buruk, maka Allah tidak memerlukania meninggalkan makan dan minunmya.'" Dari sini tidak makan dan tidak minum bukan satu-satunya tujuan tapi kebermaknaan dari pelaksanaan perintah puasa menuju kompetensiketaqwaan dengan indikator tidak melakukan dusta dan perbuatan buruk.Marhaban ya Ramadlan, adalah paling sering kita dengar dan menyaksikan, sepertikita menyambut tamu, kemudian tamu itu masuk ke rumah kita. Kita biarkan dia duduk, kita pun sibuk dengan urusan keseharian. Sampai akhirnya tamu itu pulang. Kita tidak mendapatapapun dari tamu itu kecuali hanya akrab saat menerima. Inilah yang oleh nabi dianggap banyak orang yang berpauasa tapi tidak mendapat nilai lebih kecuali lapar dan dahaga saja.Gembira dengan datangnya bulan Ramadlan adalah sangat baik. Ada yangmenyiapkan dagangannya, ada menyiapkan acara buka bersama sebagai acara ramah tamadengan pimpinan dan anak buah. Suatu saat saya mengobrol dengan seorang penjual kopyah putih dekat sebuah masjid
.Ia berkata “Umpanya setahun penuh Romadlan, aku senang” Saya betanya, Mengapa
 
?”. Ia menimpali,” Laku keras daganganku.” Ini adalah sebuah contoh
anggota masyarakat yang gembira dan mendapat berkah di bulan Romadlan, dari sudut pandang ekonomi.Kegembiraan saja dengan datangnya bulan Romadlan tidaklah cukup tanpa disertaitindakan nyata dari kita. Kegembiraan yang kita timbulkan adalah modal awal untuk membuka diri untuk menerima datangnya bulan sebagai bulan penuh hikmah untuk mendiklat bagi orang Islam. Sehingga datangnya bukan sebagai paksaan tapi harapan.Kegembiraan dapat kita buat-buat tapi amallah yang membuktikan asli tidaknya.
 
Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada Kami tangan mereka danmemberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan. ( QS. Yasin:65)Terlalu gembira dengan datangnya bulan Romadlan kemudian melupakan diri sebagaimanusia biasa, yang perlu makan dan minum juga dilarang. Dari Anas r.a., katanya:"Rasulullah s.a.w. bersabda: "Bersahurlah engkau semua, karena sesungguhnya di dalamsahur itu ada keberkahannya." (Muttafaq 'alaih) Dari 'Amr bin al-'Ash r.a. bahwasanyaRasulullah s.a.w. bersabda: "Pemisahan -yakni perbedaan- antara puasa kita dengan puasanyakaum ahli kitab -yakni kaum Yahudi dan Nasrani- itu ialah adanya makan sahur. " (RiwayatMuslim). Banyak hadis yang melarang keterlaluan dalam beribadah, seperti ada sahabat yangtiap malam beribadah lupa dengan tidur atau keluarganya juga di larang. Artinyakegembiraan dan semangat beribadah tidak boleh melupakan bahwa kita manusia dan hidup bermasyarakat. Nabi pun ketika tidak makan, juga mengganjal perutnya dengan batu.Apakah nabi tidak kuat menahan lapar ?. Tidak, tapi itu adalah pelajaran bahwa sudah tigahari tidak ada makanan di rumah nabi, nabi pun nampak biasa dalam menjalankan kegiatankeseharian.Bulan puasa adalah bulan milik umat rosululloh SAW. Segala kebaikandilipatgandakan segala dosa dibuka pengampunan. Inilah adalah sebuah pelatihan bagi tiapmuslim bagaiman ia memanage kesehariannya agar mendapat poin ibadah yang besar dikemudian hari. Tidur adalah baik jika dibanding dengan menggunjing. Tetapi diam danmenghindar adalah bukan pilihan terbaik untuk membidik peluang ibadah. Maka membacaal Quran dan iktikaf adalah ibadah yang bisa di tingkatkan frekuensi dan kualitasnya dalam bulan Romadlon.Membaca al Quran adalah perlu ditingkatkan pertama pada bulan ini al Quran diturunkan:Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antarayang hak dan yang bathil). (QS. Al Baqoroh 185)Kedua, al Quran adalah sebuah petunjuk untuk sempurna bagi muslim, maka pada bulan Romadlon adalah saat yang tepat untuk merefesh kembali tentang al Quran danmengkaji kembali mungkin selama setahun ada yang terlupakan. Namun pada bulan Romadlon sebagai bulan memperbanya ibadah kepada Allah tidak  boleh kita melupakan tangis derita tetangga kita. Mungkin sebagian orang merasa beruntungdengan bulan puasa. Bagaimana tetangga kita penjual makanan ringan di sekolah. Justruakan turun omsetnya. Maka hati nurani tidak boleh menutup dari hal ini. Uluran kita yangtak seberapa mungkin akan sangat berguna bagi mereka. Meskipun itu hanya makanan takjiluntuk berbuka puasa.Jika dengan puasa kita membersihkan diri dari sifat-sifat yang tercela menujuketaqwaan, dengan membaca al Quran mengisi kembali pkiran dengan pelajaran agama yangakan menjadi bekal selama satu tahun ke depan dengan sedekah kita dilatih peka terhadaplingkungan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->