Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Panitia Pilkades Yang Efektif

Panitia Pilkades Yang Efektif

Ratings: (0)|Views: 28 |Likes:

More info:

Published by: Gallus Domesticus Bascara on Jul 09, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/13/2013

pdf

text

original

 
PANITIA PEMILIHAN KEPALA DESA YANG EFEKTIF
 
(STRATEGI PELAKSANAAN)
 
 Disajikan oleh 
 
Drs. RIFQI JAYA, MM
 
Asisten Pemerintahan Sekda Kabupaten Pemalang
 1.
 
Pendahuluan
 
Desa adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki kewenangan untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat berdasarkan asal-usul dan adat istiadatsetempat yang diakui dalam sistem pemerintahan nasional dan berada di daerah kabupaten.Desa juga memiliki kekuasaan untuk menyelenggarakan pemerintahannya sendiri dalam IkatanNegara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Penyelenggaraan pemerintah desa merupakansub sistem dari sistem penyelenggaraan pemerintahan, sehingga desa memiliki kewenanganuntuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakatnya.
 
Begitu pula dalam penyelenggaraan pemerintah desa harus sesuai dengan UU No.32Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. Penyelenggaraan pemerintah desa tidak dapat lepasdari jabatan Kepala Desa. Pemerintah desa dipimpin oleh seorang Kepala Desa yang dipilihmasyarakat desa yang sudah mempunyai hak memilih. Selanjutnya syarat dan tata carapemilihan kepala desa di Kabupaten Pemalang diatur dengan Peraturan Daerah KabupatenPemalang No. 18 Tahun 2006 tentang Tata Cara Pemilihan, Pencalonan, Pengangkatan,Pemberhentian dan Pelantikan Kepala Desa beserta petunjuk pelaksanaannya yangberpedoman pada Peraturan Pemerintah No. 72 Tahun 2005 tentang Desa. Kepala Desaditetapkan melalui perolehan suara terbanyak, kecuali calon tunggal yang harus mendapat suara50% + 1 dari pemilih yang menggunakan hak memilih dalam pemilihan yang nantinya dilantikoleh Bupati paling lama 30 hari setelah pemungutan suara.
 
Pemilihan kepala desa tidak terlepas dari partisipasi politik masyarakat desa. Partisipasipolitik pada hakekatnya sebagai ukuran untuk mengetahui kualitas kemampuan warga negaradalam menginterpretasikan sejumlah simbol kekuasaan (kebijaksanaan dalam menyejahterakanmasyarakat sekaligus langkah-langkahnya) ke dalam simbol-simbol pribadi. Dengan kata lain,partisipasi politik adalah proses memformulasikan ulang simbol-simbol komunikasi berdasarkantingkat rujukan yang dimiliki baik secara pribadi maupun secara kelompok (
individual reference,social references
) yang berwujud dalam aktivitas sikap dan prilaku (Soemarsono, 2002:4.5).
 
Partisipasi politik masyarakat desa akan berjalan dengan lancar apabila ada perilakupolitik dari masyarakat desa dan sosialisasi politik serta komunikasi politik yang baik dari parabakal calon kepala desa mengenai visi dan misi atau program kerja yang akan dilaksanakan.Pelaksanaan sosialisasi politik yang dilakukan oleh para bakal calon kepala desa biasanyadilakukan jauh-jauh hari sebelum penyelenggaraan pemilihan kepala desa berlangsung, denganberbagai cara yang seringkali mengabaikan etika politik, seperti adanya intrik-intrik teror danpolitik uang. Pada umumnya para calon kepala desa memiliki jaringan kekeluargaan yang sangatkuat, solid dan kompak serta bagi yang memiliki modal uang besar, paling memiliki potensi besar pula untuk memenangkan pemilihan kepala desa. Para bakal calon biasanya orang yang kuatsecara politik dan ekonomi di desanya.
 
Selain menjalani aktivitas dalam Pilkades, masyarakat desa dapat juga menjadipartisipan dalam Pilkades dengan cara ikut menjadi juru kampaye (Jurkam) dalammensosialisasikan program-program yang akan dicapai dari salah satu calon kades, ikut menjadianggota aktif dari kelompok kepentingan seperti menjadi tim sukses atau mendukung salah satu
 
calon kades, aktif dalam proyek-proyek sosial atau program-program sosial desa sepertimempromosikan program-program yang akan dicapai dari salah satu calon kades tersebut,misalnya calon kades tersebut ingin membangun sarana air bersih bagi masyarakat desa yangbelum mendapatkan sarana air bersih.
 
Masyarakat desa yang ikut dalam aktivitas Pilkades, menjadi partisipan dalam Pilkadesada juga yang menjadi pengamat mengenai jalannya Pilkades baik dari tahap pencalonansampai pada tahap pelaksanaan, seperti menghadiri rapat-rapat umum atau diskusi-diskusimengenai siapa saja yang akan mencalonkan menjadi kades, mengamati siapa-siapa saja yangmenjadi tim sukses dari masing-masing calon kades, mengikuti perkembangan politik darimasing-masing calon kades, pengamat tersebut juga memberikan suaranya dalam Pilkadessetelah melihat dan mengamati secara langsung dari masing-masing calon kades.
 
Umumnya minat masyarakat dalam pemilihan Kepala Desa cukup tinggi untuk ikutberpartisipasi dalam proses Pilkades, karena bagi sebagian masyarakat tidak ada lagi tekanandan intimidasi politik dari pihak manapun, namun bagi sebagian masyarakat lain adanyapaksaan dari salah satu kandidat calon kepala desa melalui tim suksesnya dengan membagikankaos dan stiker serta adanya tekanan-tekanan para pembotoh atau pembotoh yang hadir dalampelaksanaan pemilihan berlangsung. Para pembotoh tersebut memberikan uang kepadasebagian masyarakat agar memilih calon yang disuruh oleh pembotoh, banyak sekalimasyarakat yang mengikuti keinginan para pembotoh untuk memilih salah satu calon karenatelah diberikan imbalan sebelum masuk ke dalam bilik suara. Selain itu ada juga sebagianmasyarakat lainnya memilih calon kepala desa karena memiliki hubungan kekeluargaan (
trah
)dengan salah satu calon.
 
Selain ikut dalam aktivitas pada pelaksanaan Pilkades dengan menjadi partisipan dalampelaksanaan Pilkades dan menjadi pengamat dalam pelaksanaan Pilkades, ada jugamasyarakat menjadi orang yang apathis terhadap pelaksanaan Pilkades. Orang apathis tersebutbenar-benar tidak peduli tentang pelaksanaan Pilkades baik dari tahap pencalonan sampai padatahap pelaksanaan Pilkades. Orang apatis juga bisa tidak memilih salah satu calon kades dalampelaksanaan pemilihan Kepala Desa
 
Berdasarkan uraian di atas maka pelaksanaan pemilihan kepala desa sarat dengankepentingan dari berbagai pihak yang semuanya bermuara pada kekuasaaan dan/atau uang.Oleh karena itu pihak-pihak dimaksud pastilah tidak tinggal diam apabila dalam prosesnyaterdapat hal-hal yang mengancam dan merugikan kepentingan mereka. Tentu saja mereka akanmelakukan berbagai cara untuk melindungi kepentingannya misalnya protes terhadap panitia,tuntutan pilkades ulang, pengaduan kepada pihak berwenang, mengadukan kepada pihakberwajib apabila diyakini terdapat kecurangan dalam penyelenggaraan pilkades. Mereka jugatidak segan-segan membuat kekacauan/keributan. Bahkan melakukan tindakan pengerahanmassa untuk memaksakan tuntutannya melalui unjuk rasa baik yang diarahkan kepada panitia,kepala desa/BPD, camat maupun bupati. Apabila ini terjadi maka yang sangat dirugikan adalahmasyarakat desa dan tentunya Pemerintah Kabupaten Pemalang karena kodusifitas wilayahmenjadi terusik.
 
Oleh karena itu untuk dapat mengeliminir/mereduksi kejadian atau masalah tersebutdiatas, maka dalam penyelenggaraan Pemilihan Kepala Desa dibutuhkan Panitia Pemilihan yangefektif sehingga dapat melaksanakan Pemilihan Kepala Desa yang lancar, aman, tertib dansukses. Efektifitas memang diperlukan dalam berbagai aktifitas atau kegiatan, termasuk dalamkegiatan Panitia Pemilihan Kepala Desa sebagai suatu orgnasiasi. Saat ini efektifitas PanitiaPemilihan menjadi permasalahan penting dalam penyelenggaraan Pemilihan Kepala Desa. Perludipahami bersama bahwa pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa merupakan kegiatan yang berat,rumit dan rangkaiannya relatif panjang serta memakan waktu yang tidak singkat.
 2.
 
Pengertian
 
Secara organisasi Panitia Pemilihan Kepala Desa merupakan salah satu bentukorganisasi karena terdiri dari kumpulan beberapa orang yang melakukan kerjasama untukmelaksanakan Pemilihan Kepala Desa.Stephen P. Robbins mendefenisikan organisasi sebagai
 
suatu kesatuan (
entity)
sosial yang dikoordinasikan secara sadar dengan sebuah batasan yang
 
relatif dapat diidentifikasi, yang bekerja atas dasar yang relatif terus menerus untuk mencapaisuatu tujuan bersama atau sekelompok tujuan. Oleh karena itu organisasi adalah suatu unit yangterdiri dari orang atau kelompok orang berinteraksi satu sama lain. Suatu organisasi agar dapatbekerja dengan efektif harus memiliki struktur organisasi yang jelas.
 
Struktur Organisasi adalah suatu susunan dan hubungan antara tiap bagian yang adapada suatu organisasi atau perusahaan dalam menjalankan kegiatan operasional untukmencapai tujuan. Struktur Organisasi menggambarkan dengan jelas pemisahan kegiatanpekerjaan antara yang satu dengan yang lain dan bagaimana hubungan aktivitas dan fungsidibatasi. Dalam struktur organisasi yang baik harus menjelaskan hubungan wewenang. Untuk ituada empat elemen yang dalam struktur organisasi harus ada yaitu : a) Adanya spesialisasikegiatan kerja, b) Adanya standardisasi kegiatan kerja, c) Adanya koordinasi kegiatan kerja, d)Besaran seluruh organisasi.
 
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata efektif dapat diartikan dapat
 
membawa hasil atau berhasil guna. Sedangkan organisasi merupakan kesatuan (susunan) yangterdiri atas bagian-bagian (orang) untuk tujuan tertentu atau biasa disebut juga kelompok kerjasama antara orang-orang yang diadakan untuk mencapai tujuan bersama. Pengertian lain darikata efektifitas adalah suatu tingkat prestasi organisasi dalam mencapai tujuannya, artinyatujuan yang telah ditetapkan dapat dicapai.
 
Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa Panitia Pemilihan Kepala Desa yang Efektif adalah Panitia Pemilihan yang dapat melaksanakan tugas sesuai dengan prosedur (peraturanperundang-undangan) melalui proses kerjasama untuk memperoleh calon kepala desa terpilihsesuai dengan peraturan perundang-undangan.
 3.
 
Ciri-Ciri Panitia Pemilihan Kepala Desa Yang Efektif 
 
 Agar organisasi dapat menjadi instrumen yang efektif dalam mewujudkan tujuanbersama, berbagai macam teori tentang organisasi disampaikan oleh para ahli. Salah satunyayang dikemukakan oleh Max Weber 
“Tipe Ideal Birokrasi”.
Organisasi yang efektif adalahorganisasi yang memiliki struktur ideal dengan ciri
-c 
iri : 1) adanya pembagian kerja, 2) adanyahierarki kewenangan yang jelas, 3) adanya prosedur seleksi formal, 4) adanya peraturan yangrinci¸ dan 5) adanya hubungan kerja yang bersifat impersonal. Oleh karena itu dalam konteksPemilihan Kepala Desa, maka Panitia Pemilihan sebagai suatu organisasi harus memenuhi ciri-ciri organisasi yang efektif yaitu :
 
1.
 
Adanya Pembagian Tugas/Kerja
 
Panitia Pemilihan Kepala Desa harus menetapkan pembagian tugas/kerja bagi semuaanggota sesuai dengan posisi/jabatan. Tugas-tugas yang harus dilaksanakan harus dibagi habiskepada masing-masing anggota Panitia Pemilihan. Oleh karena itu Panitia Pemilihan harusmenginventarisir terlebih dahulu tugas-tugas yang harus dilaksanakan. Selanjutnya tugas-tugasyang ada dibagi habis kepada masing-masing anggota sesuai dengan poisis/jabatan dalamPanitia Pemilihan. Sesuai dengan Peraturan Bupati Pemalang Nomor 46 Tahun 2006 tentangPetunjuk Pelaksanaan Peraturan daerah Kabupaten Pemalang Nomor 18 Tahun 2006 tentangTata Cara Pemilihan, Pencalonan, Pengangkatan, Pelantikan dan Pemberhenatian Kepala Desadiatur bahwa tugas Panitia Pemilihan sebagai berikut :
 
a.
 
menetapkan tata cara penjaringan dan penyaringan Bakal Calon;
 
b.
 
menetapkan tata cara pendaftaran pemilih;
 
c.
 
menetapkan tata cara kampanye;
 
d.
 
menetapkan tata cara dan menyelenggarakan pemungutan suara;
 
e.
 
menyusun jadwal kegiatan penyelenggaraan pemilihan;
 
f.
 
mengajukan rencana biaya pelaksanaan pemilihan;
 
g.
 
menyelenggarakan penjaringan Bakal Calon :
 
1)
 
mengumumkan lowongan jabatan Kepala Desa;
 
2)
 
menerima berkas pengajuan pencalonan;
 

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->