Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Hasil Keputusan Sidang Sinode GKI Di Tanah Papua

Hasil Keputusan Sidang Sinode GKI Di Tanah Papua

Ratings: (0)|Views: 267|Likes:
Published by Angin Kurima
Sidang Sinode GKI di Tanah Papua telah berlangsung dari tanggal 26 Oktober - 2 November 2011 di Sentani, Jayapura, Provinsi Papua.
Sidang Sinode GKI di Tanah Papua telah berlangsung dari tanggal 26 Oktober - 2 November 2011 di Sentani, Jayapura, Provinsi Papua.

More info:

Published by: Angin Kurima on Jul 09, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/04/2013

pdf

text

original

 
HASIL KEPUTUSAN SIDANG SINODE GKI DI TANAH PAPUA
Sidang Sinode GKI di Tanah Papua telah berlangsung dari tanggal 26Oktober - 2 November 2011 di Sentani, Jayapura, Provinsi Papua. SidangSinode ini dilaksanakan di bawah sorotan tema:
“Dipersatukan
dalam Ikatan
Kasih”
 
dan Subtema:
“GKI di Tanah Papua, terpanggil untuk
mempertahankan Persekutuan, Kesaksian dan Pelayanan di Tengahmasyarakat Majemuk Indonesia, demi terwujudnya Kehidupan yang penuh
Kasih, kepada Tuhan dan sesama Ciptaan.”
 Sidang sinode ini diikuti oleh kurang lebih 600 orang peserta aktif perwakilandari 42 klasis dan juga dihadiri oleh sekitar 1.000 orang pada awalpembukaan. 600 utusan klasis tersebut mewakili sekitar 650.000 warga gerejaGKI di Tanah Papua dan Papua Barat.Dalam sidang tersebut ada beberapa hal yang penting yang disampaikandan dirumuskan sebagai pesan sidang Sinode GKI di Tanah Papua:1.
 
Kepada seluruh Warga Jemaat Gereja Kristen Injili di Tanah Papua,dengan ini Sidang menyerukan agar senantiasa menjaga kesatuannya
 
sebagai tubuh Kristus, dan tidak terpengaruh untuk memecah belah GKIdi Tanah Papua sebagai Gereja yang hadir di seluruh Tanah Papua,kendati terjadi pemekaran Provinsi. Sidang Sinode GKI ke XVI denganini
menyatakan bahwa GKI di Tanah Papua hanya Satu
dan merupakanperwujudan kesatuan tubuh Kristus di Tanah Papua, seperti Doa TuhanYesus supaya kita tetap bersatu, agar dunia percaya bahwa Kristus danBapa di Surga adalah satu, dan kita adalah satu dengan Kristus(Yoh.17:21).2.
 
Kepada sesama Gereja-gereja anggota PGI, maupun PersekutuanGereja-Gereja Papua (PGGP), supaya membangun semangatkebersamaan dan kesatuan dalam kesaksian dan pelayanan di TanahPapua, sesuai Piagam Saling Mengakui dan Saling Menghormati (PSMSM),sambil menghindari kecenderungan perpecahan karena pola danmetode Pekabaran Injil.3.
 
Supaya warga jemaat GKI menjauhkan diri dari pengaruh minuman keras,minuman beralkohol dan obat adiktif lainnya, sebagai pemicu seks bebasdan yang berakibat pada ancaman bahaya HIV/AIDS yang telahmerenggut nyawa ribuan anak-anak Papua berusia produktif.4.
 
Meminta perhatian Pemerintah Indonesia untuk menghargai hak-hak beribadah umat Kristen di Indonesia, sebagaimana umat Islam di TanahPapua secara bebas membangun Mesjid, tanpa larangan oleh umatKristen yang adalah mayoritas di Tanah Papua, sebagai ekspresi toleransidan penghormatan atas Pancasila dan kebebasan beribadah di TanahPapua, oleh setiap pemeluk Agama manapun di Indonesia.5.
 
Kesadaran kritis diperlukan pada era sekarang untuk melahirkan perilakuetis. Pentingnya perubahan perilaku etis atas pengelolaan danpemanfaatan sumber daya alam Papua akan mengubah arah dan caraperlakuan manusia atas lingkungan hidup/ekologi. Perubahan perilakuetis pada level masyarakat akan menguatkan kearifan lokal dalampemanfaatan sumber daya alam serta menguatkan kekuatan ekonomibertumbuh di basis-basis sumber daya alam di kampung-kampung.
 
6.
 
Mendorong pemerintah untuk meninjau kontrak karya berbagaiperusahaan tambang multi-nasional terutama yang beroperasi di TanahPapua, termasuk dalam upaya review tersebut adalah intervensipemerintah pusat terhadap perijinan-perijinan yang dikeluarkan olehpara Bupati dan Gubernur untuk kuasa pertambangan di wilayahnya.Perijinan-perijinan kuasa pertambangan yang dikeluarkan Bupati atauGubernur di wilayah sangat berpotensi memicuh konflik horizontal antar orang asli Papua. Konflik-konflik tersebut antara lain di Kabupaten RajaAmpat, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Tambrauw, Kaimana sertawilayah-wilayah lain di seluruh tanah Papua.7.
 
Kepada
Pemerintah Republik Indonesia di bawah pimpinan Bapak SusiloBambang Yudhoyono, Presiden RI,
Sidang Sinode XVI GKI 2011 mendesak agar mengambil keputusan politik yang tegas dan jelas tentangpenanganan keamanan,
Security approach
di Tanah Papua, agar memastikan bahwa tidak ada lagi kekerasan bersenjata oleh aparatkeamanan oleh TNI dan Polri di seluruh Tanah Papua. Supaya operasimiliter yang bersifat represif dan destruktif dihentikan. Sidang Sinode GKI diTanah Papua dengan ini mendesak agar Pemerintah meninjau kembalipenempatan militer (penempatan batalyon, korem dan koramil sertapasukan non organik) di Papua dan mengambil langkah demiliterisasi diProvinsi Papua dan Provinsi Papua Barat. Supaya kepada Polri diberiwewenang untuk penanganan hukum dan keamanan, dalam perspektifOtonomi Khusus, di mana rakyat Papua, perlu dilindungi hak-hak dasarnya. Meminta pertanggungjawaban Kapolda Papua dan PanglimaKodam Cendrawasih yang tidak melaksanakan instruksi Presiden dalamrangka penggunaan Pendekatan Security, ketika Kongres Papua 3, 19Oktober 2011. Aparat dianggap telah melakukan pelanggaran HAM danpelanggaran berat, karena bertindak diluar perikemanusian sertaberlebih lebihan, dimana rakyat yang tidak bersenjata disiksa danmenyisakan 6 orang korban tewas.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->