Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
13Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Pemikiran Islam

Pemikiran Islam

Ratings: (0)|Views: 966 |Likes:
Published by tsaquef
islam
islam

More info:

Published by: tsaquef on May 12, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as RTF, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/20/2011

pdf

text

original

 
PendahuluanAgaknya sebuah kebetulan, setiap enam abad terjadi reformasi pemikiran yang sangatsignifikan di dalam perkembangan peradaban manusia. Prof. L.W.H. Hull dalam History& Philosophy of Science, sebagaimana dikutip A.M.Saifuddin, membagi perkembangansejarah ilmu pengetahuan dan filsafat ke dalam lima periode, yaitu: Pertama, periodeFilsafat Yunani (Abad 6 SM - 0 M). Periode ini ditandai dengan penggunaan pendekataninduktif dan pendekatan deduktif dalam memecahkan problematika keilmuan. Dalam halini, Athena menjadi sentra para intelektual yang menganut pendekatan induktif danAlexandria menjadi pusat penganut pendekatan deduktif. Kedua, periode Kelahiran NabiIsa (Abad 0 - 6 M) yang ditandai dengan perseteruan antara Kristen dan filsafat. Kala itu,Raja dan Gereja adalah pemegang hak veto kebenaran yang pada gilirannya membekukankebebasan berfikir.Ketiga, periode ini sangat penting bagi kita karena disebutnya dengan kebangkitan Islam(Abad 6 – 13 M) yang disebut sebagai Abad Pertengahan. Dalam periode ini, usaha untuk mensintesiskan antara iman, intelektual, filsafat, empirik, dan sufisme. Sejumlah ilmuanmuncul di masa ini, seperti al-Kindi, al-Farabi, al-Ghazali, Ibnu Rusyd, Ibnu Khaldun,dan sebagainya. Keempat, periode Kebangkitan Eropa (Abad 14 – 20 M) yang seringdisebut Abad Pemikiran. Pada masa ini, pemikiran keilmuan didominasi oleh filsafatmaterialisme yang bermuara pada krisis teori dan kehidupan karena nilai etika telahtercerabut dari akarnya. Kondisi demikian memicu Muhammad Abduh dan Muhammad bin Abdul Wahhab untuk membentuk langkah solutif menghadapi kekalutan yang sedangterjadi.Kelima, Periode Kebangkitan Islam Kedua (Abad 20 - ....) yang ditandai oleh adanyakesadaran akan keterbatasan potensi akal dan filsafat materialisme dalam menyelesaikan problematika keilmuan. Untuk itulah, tokoh-tokoh sekaliber Sayyed Hossein Nasr, IsmailFaruqi, Naquib al-Attas tampil merumuskan suatu konsep ilmu yang all-comprehensivedan teruji dengan tolak ukur sistem nilai yang islami.Reintegrasi & Reorientasi Ilmu PengetahuanPerkembangan awal ilmu pengetahuan masih sangat sederhana, belum tersistematisasi,dan masih lebih merupakan pengetahuan intuitif. Perkembangan berikutnya menjadi pengetahuan analitis dan logika serta mulai ada spesialisasi meskipun masih bersifatgenerik. Selanjutnya ilmu perkembangan ilmu pengetahuan sudah mulai memasukiwilayah penjurusan dan spesifikasi. Perkembangan selanjutnya ilmu pengetahuan melulaidihubungkan dengan persoalan moral, karena mulai disadari bahwa perkembangan ilmutanpa dibarengi dengan kendari moral justru akan mengancam eksistensi martabatkemanusiaan.Perkembangan terakhir mulai disadari bahwa cakupan ilmu pengetahuan bukan hanya pada dimensi kognitif dan logika tetapi juga pada wilaya spiritual, maka tidak heran kalauakhir-akhir ini muncul istilah kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual di sampingkecerdasan intelektual, terutama setelah terbitnya buku Emotional Intelligence karyaDaniel Goleman dan Spiritual Intelligence: The Ultimate Intelligence, karya Danah Zohar & Ian Marshal. Aspek seni, keindahan, dan rasa mulai terintegrasi di dalam ontologi dan
 
epistimologi keilmuan.Dahulu kala ilmu pengetahuan masih terpisah-pisah, bahkan pernah terjadi keteganganantara dimensi intelektual dan logika di satu sisi dengan dimensi emosional dan spiritualdi lain sisi. Ketegangan ini mencapai puncaknya pada zaman positifisme. Di masa iniseolah-olah agama tidak punya ruang di dalam wacana ilmu pengetahuan. Untungnyazaman positifisme tidak berlangsung terlalu lama. Periode berikutnya munculmodernisme, disusul dengan posmodernisme, kemudian terakhir diklaim dengan era newage yang memberi wilayah dan apresiasi lebih positif kepada dimensi emosional-spiritual. Bahkan perkembangan yang paling terakhir menurut pengamat perkembanganilmu pengetahuan, kita sekarang sudah memasuki apa yang distilahkan dengan era postnew age, yang lebih menekankan pada aspek spiritual. Makanya itu fenomene sufisme,meditasi, dan mystical music, semakin berkembang di dalam masyarakat akademik dandi dalam masyarakat perkotaan.Reintegrasi ilmu pengetahuan sesungguhnya berawal ketika lahirnya Islam. Ayat Al-Qur’an yang pertama diturunkan ialah Iqra’ bi ism Rabbik al-ladzi khalaq. Khalaq al-insan min ‘alaq. Iqra’ wa Rabbuk al-Akram. Al-Ladzi ’alama bi al-qalam. ’Allam al-insanma lam ya’lam. (Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan. Diatelah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah dan Tuhanmulah Yang MahaPemurah. Yang mengajar (manusia) manusia dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkankepada manusia apa yang tidak diketahuinya). Ayat pertama tadi memberikan bukti bahwa dalam Islam, perintah membaca sebagai simbol dari urgensi ilmu pengetahuanharus diintegrasikan dengan wawasan ketuhanan.Rasulullah Saw menjabarkan perintah ini denganmemperkenalkan konsep integralismekeilmuan sejati, dengan pemaduan secara harmonis antara unsur rasionalitas, unsur moralitas dan seni ke dalam tiga landasan ilmu, yaitu ontologi, epistimologi, danaksiologi. Puncak peradaban manusia paling menakjubkan memang terjadi di masaRasulullah Saw. Ia berhasil membangun landasan keilmuan yang integratif antara ilmu-ilmu rasional-analitis dan ilmu-ilmu moral-spiritual. Sayangnya perkembanganselanjutnya kembali mengalami keterpecahan, terutama setelah bangkitnya kembali duniaBarat yang biasa dikenal dengan abad filsafat Yunani ke II yang melakukan pemisahanantara ilmu-ilmu rasional-analitik dengan ilmu-ilmu keagamaan.Perkembangan Pemikiran dalam IslamTradisi pemikiran dan keilmuan dalam Islam berkembang cukup pesat dengandimulainya aktivitas penerjemahan karya-karya Yunani kuno ke dalam bahasa Arab.Dalam hal ini Dar al-Hikmah yang dibangun Harun al-Rasyid menjadi pusat kegiatannya,yang sekaligus sebagai pintu masuk bagi pemikiran filsafat Yunani kuno ke dalam tradisiIslam. Tampilnya para filosof dan saintis muslim seperti al-Kindi, al-Farabi, al-Khawarizmi dan Ibn Sina tidak bisa dilepaskan dari keuntungan yang mereka perolehdari aktivitas penerjemahan dan membludaknya literatur-literatur Yunani. Terlebih lagiDar al-Hikmah juga melengkapi diri dengan fasilitas laboratorium dan peralatan- peralatan penelitian yang sangat canggih di zamannya untuk menguji danmengembangkan teori-teori saintifik Yunani.
 
Aktivitas keilmuan ini kian marak dengan dibangunnya pusat pengajian terkenal diBaghdad, Basrah, Kufah dan Andalus. Begitu juga perkembangan perpustakaan yangmenjadi pusat penyelidikan para ilmuan Islam. Pada mulanya masjid dijadikan pusat penyebaran ilmu sebelum berdirinya kuttab, madrasah (sekolah) dan Jami’ah(universitas). Dalam tradisi skolastik Islam, madrasah menjadi lembaga pendidikan yangsangat penting. Dari sudut sejarah pendidikan, madrasah merupakan perkembangan lebihlanjut dari masjid yang menjadi pusat pendidikan tinggi untuk mempersiapkan ahli-ahlihukum Islam, yang eksklusif bagi setiap madzab. Dari sudut politik, madrasah adalahmedia yang sangat efektif untuk memenangkan pengaruh ulama. Sedangkan dari sudut pembentukan ortodoksi Islam, madrasah mewakili gerakan kaum tradisionalis untuk mengkristalkan pandangan dan ajarannya yang bebas dari pengaruh pemikiran kaumrasionalis, seperti Asy’ariyah dan Mu’tazilah, begitu juga bebas dari pemikiran Syi’ah.Ada beberapa faktor yang menyebabkan tradisi keilmuan Islam ini berkembang pesatkala itu salah satunya adalah keinginan pihak khalifah mendirikan institusi pendidikan,toko-toko buku dan perpustakaan berkembang pesat, guru-guru yang mengajar dengan penuh keikhlasan serta kegiatan pembukuan dan penjilidan yang demikian pesat. Artinya bahwa tradisi keilmuan tidak hanya dimiliki oleh kalangan elit tapi hampir seluruhlapisan masyarakat berlomba membekali diri dengan keilmuan yang memadai. Sungguhsatu hal yang mengagumkan apabila kita membaca sejarah umat Islam dahulu yang begitu berminat membaca, mengajar serta megembangkan ilmu. Masing-masing berlomba-lomba memberikan kontribusinya dalam memajukan institusi pendidikandengan mewakafkan sebagian harta mereka untuk kebutuhan kemajuan pendidikan.Dalam tradisi keilmuan Islam, kita temukan tiga jenis perpustakaan yaitu perpustakaanumum, perpustakaan khas (khusus) dan perpustakaan khas-umum. Perpustakaan umumyaitu perpustakaan yang dibuka untuk orang awam seperti perpustakaan di masjid-masjid. Perpustakaan ini dapat dipergunakan oleh siapapun juga dari beragam kalangan.Diantaranya adalah perpustakaan Basrah dan Perpustakaan al-Azhar. Di Baghdad sajaterdapat 38 buah perpustakaan umum dan di Cordova terdapat 70 buah perpustakaan.Perpustakaan khas (khusus) ialah perpustakaan pribadi yang dimiliki oleh para pembesar dan ulama, seperti perpustakaan Fatah bin Haqân (w. 247 H) dan perpustakaan IbnKhasyab (567 M). Perpustakaan umum-khas yaitu perpustakaan yang khusus untuk paraulama, sarjana dan pelajar. Perpustakaan ini tidak dibuka kepada umum tetapidiperuntukan bagi para akademisi dan ilmuwan saja. Diantaranya Perpustakaan BaitulHikmah yang didirikan oleh Harun al-Rasyid di Baghdad, Perpustakaan Dar al-Hikmahyang didirikan oleh Hakam Amrillah pada tahun 395 H di Kaherah dan PerpustakaanCordova. Nuh ibnu Mansur adalah salah seorang yang bangga dengan dirinya karena menjadi salahseorang yang memiliki perpustakaan terbaik. Ia meminta ibnu Abbad untuk menjadiketua penanggung jawabnya, kemudian ia menolak pegawai kerajaan karena harusmembutuhkan 400 ekor onta untuk mengangkut buku-bukunya tersebut ke ibukota,katalog perpustakaan pribadinya terdiri dari sepuluh volume. Perpustakaan Adun Dawlah

Activity (13)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Amin Udin liked this
Atiqah Che Aziz liked this
InDro Ac liked this
sofia54 liked this
jinggo910 liked this
umiarso liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->