Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
0Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
593-838-1-SM

593-838-1-SM

Ratings: (0)|Views: 3 |Likes:
Published by exposto

More info:

Published by: exposto on Jul 11, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/11/2013

pdf

text

original

 
ANALISIS TINGKAT PENGHUNIAN KAMAR HOTEL BINTANGDI JAWA TENGAH
Oleh :Lie Liana
Staf Pengajar Program Diploma Kepariwisataan Universitas Stikubank Semarang 
ABSTRACT
One indication of the tourism development is the increase of the number of hotel occupancy, as it can be used as an indication of the number of tourism visitorseither domestic or foreign tourists. Therefore, the objective of this study is to analyzethe number of the starred hotel occupancy from 1994 to 2003.The data used to be analyzed in the study consist of the periodical data aboutthe occupancy level of the starred hotel in Central Java from 1994 to 2003. Thesedata covers all of the starred hotels in Central Java, therefore this study uses population.Meanwhile, the method of analyses used is the simple linear regression after the treatment or giving a test to the classical assumption (normality, multicolinearity,heteroscedastisity, and autocorrelation).Based on the normality test, multicolinearity test, heteroscedastisity test, andautocorrelation test, then the regression model used to predict the occupancy level of the starred hotel is valid. Based on the regression analysis, there is a low correlation between the period of time and the occupancy level of the starred hotel rooms inCentral Java. Based on the F test, the regression model used to predict the occupancylevel of the starred hotel in Central Java is not valid. Based on the coefisientregression, there is an increase in the regression model used to predict the occupancylevel of the starred hotel in Central Java.Keywords: linear regression method, starred hotel.
PENDAHULUAN
Bapak Gubernur Jawa Tengah mengatakan bahwa Pemerintah Provinsi JawaTengah memberikan perhatian besar pada pengembangan pariwisata, karena sektor ini mampu menumbuhkan ekonomi rakyat. Tugas pemerintah untuk mengembangkan potensi obyek wisata yang masih tersembunyi, karena jika suatu obyek wisata sudah berkembang, maka di sekelilingnya akan bermunculan usaha-usaha rakyat, mulai dari penjual makanan hingga penjual oleh-oleh atau suvenir. Beliau mengemukakan juga
 Dinamika Kepariwisataan Vol.III. No.1, Februari 2005 :316 - 334
60
 
 bahwa hotel merupakan sarana yang sangat strategis bagi upaya promosi potensiwisata di Jawa Tengah. Karena itu, pengelola hotel harus mengetahui secara persis potensi wisata apa saja yang ada sehingga dapat dengan mudah dipromosikan kepada para tamu. Selain sebagai sarana yang strategis untuk mempromosikan potensiwisata, hotel juga berperan dalam memacu penjualan produk-produk lokal ( Kompas,17 Juli 2003 ).Tingkat penghunian kamar hotel dapat dijadikan sebagai salah satu tolok ukur  perkembangan pariwisata, karena besarnya tingkat penghunian kamar hotel dapatdijadikan sebagai salah satu indikator mengenai banyaknya kunjungan wisatawan baik domestik maupun mancanegara. Dengan kata lain apabila hotel sebagai faktor  pendukung pariwisata dapat berperan dengan baik, maka diharapkan akan semakinmenarik minat para wisatawan untuk datang. Untuk itu maka diperlukan pengelolaanhotel yang sungguh-sungguh profesional.Salah satu kemampuan profesional yang dibutuhkan dari pengelola hoteladalah kemampuan untuk meramalkan tingkat penghunian kamar hotel, karena suatuusaha peramalan tentang kejadian di masa depan adalah salah satu unsur yang pentingdalam proses pengambilan keputusan untuk menentukan langkah ke depan. Langkah-langkah dalam melakukan peramalan biasanya dimulai dengan intuisi, pengalaman,lalu perhitungan. Perhitungan biasanya dilakukan dengan menggunakan hukum-hukum statistika.Proses ini pun terjadi dalam dunia pariwisata termasuk di dalamnya saranadan prasarana sebagai pendukungnya, apalagi dalam beberapa tahun terakhir industri pariwisata mengalami perkembangan yang sangat pesat. Salah satu sarana dan prasarana yang mendukung adalah hotel. Untuk itu kiranya penting suatu usaha peramalan mengenai tingkat penghunian kamar hotel yang akan sangat membantudalam mengambil keputusan untuk mengelola sarana pendukung duniakepariwisataan di Jawa Tengah.Berdasarkan uraian di atas maka dilakukan penelitian untuk menganalisistingkat penghunian kamar hotel di Jawa Tengah. Populasi yang digunakan pada
 Dinamika Kepariwisataan Vol.III. No.1, Februari 2005 :316 - 334
61
 
 penelitian ini adalah semua hotel bintang yang ada di seluruh Jawa Tengah denganobyek penelitian adalah tingkat penghunian kamar periode tahun 1994 s/d 2003.Adapun metode yang dapat digunakan untuk meramalkan tingkat penghunian kamar hotel dari tahun 1994 s/d 2003 yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah metoderegresi linear sederhana..Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi Pemerintah DaerahJawa Tengah untuk menata pemberian ijin pembukaan hotel bintang baru dan menatalokasi untuk hotel baru tersebut. Bagi para pengelola hotel bintang, hasil penelitianini diharapkan bisa menjadi dasar untuk mengelola dan merencanakan pengembanganhotel di masa yang akan datang. Bagi para investor yang berminat di bidang perhotelan, hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar untuk memantapkandiri mengenai kapan, dimana, dan jenis hotel apa yang akan didirikan.
PENGERTIAN HOTEL DI INDONESIA
Berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Pariwisata Nomor : 14/U/II/88tentang Pelaksanaan Ketentuan Usaha dan Penggolongan Hotel disebutkan bahwahotel adalah salah satu jenis akomodasi yang mempergunakan sebagian atau seluruh bangunan untuk menyediakan jasa pelayanan penginapan, makan dan minum serta jasa lainnya bagi umum, yang dikelola secara komersial, serta memenuhi ketentuan persyaratan yang telah ditetapkan. Sedangkan akomodasi diartikan sebagai saranauntuk menyediakan jasa pelayanan penginapan yang dapat dilengkapi dengan pelayanan makan dan minum serta jasa lainnya. Jasa lainnya di sini didefinisikansebagai semua jenis sarana dan kemudahan yang disediakan oleh hotel untumelayani kebutuhan tamu hotel yang dapat berupa jasa pemenuhan kebutuhan sehari-hari, kebutuhan profesi, kebutuhan olah raga, kebutuhan rekreasi, dan hiburan umum.Usaha hotel harus berbentuk Badan Usaha dan tunduk kepada HukumIndonesia serta maksud dan tujuannya semata-mata berusaha di dalam bidang usahahotel. Bentuk badan usaha bagi hotel yang digolongkan sebagai hotel bintang 1 (satu)dan 2 (dua) dapat berupa Perseroan Terbatas (PT), Perseroan Komanditor (CV),Firma (Fa) atau Koperasi, sedangkan bentuk badan usaha bagi hotel yang
 Analilisis Tingkat Penghunian Kamar Hotel Bintang di Jawa Tengah (Lie Liana)
62

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->