Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Amandemen Stcw 2010 Manila

Amandemen Stcw 2010 Manila

Ratings: (0)|Views: 245 |Likes:
Published by Johanes Sutadi
Maksud dari amandemen-amandemen tersebut (dikenal sebagai Amandemen Manila) adalah untuk meningkatkan standar profesionalisme dari para pelaut serta untuk meningkatkan keselamatan pelayaran, keamanan dan perlindungan terhadap lingkungan laut.
Maksud dari amandemen-amandemen tersebut (dikenal sebagai Amandemen Manila) adalah untuk meningkatkan standar profesionalisme dari para pelaut serta untuk meningkatkan keselamatan pelayaran, keamanan dan perlindungan terhadap lingkungan laut.

More info:

Published by: Johanes Sutadi on Jul 11, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/03/2013

pdf

text

original

 
SEMINAR NASIONAL SOSIALISASI IMPLEMENTASISTCW AMANDEMEN 2010 MANILA
KATA PENGANTAR
 
Konferensi diplomatik negara anggota Konvensi STCW, yang diselenggarakan di ManilaFilipina, pada tanggal 21-25 Juni 2010, telah mengadopsi beberapa perubahan mendasar terhadap KonvensiSTCW dan STCW Code. Maksud dari amandemen-amandemen tersebut (dikenal sebagai AmandemenManila) adalah untuk meningkatkan standar profesionalisme dari para pelaut serta untuk meningkatkankeselamatan pelayaran, keamanan dan perlindungan terhadap lingkungan laut.Amandemen-amandemen tersebut memperbarui standard kompetensi untuk mengakomodirteknologi terbaru, memperkenalkan persyaratan dan metodologi baru untuk diklat dan sertifikasi, sertameningkatkan mekanisme untuk menjalankan ketentuan-ketentuan dalam konvensi STCW olehadministrasi Negara Bendera (
Flag State
) dan Negara Pelabuhan (Port State), serta menjelaskan secaraspesifik persyaratan-persyaratan yang berkaitan ketentuan jam kerja dan istirahat, pencegahanpenyalahgunaan obat-obatan terlarang dan alkohol, serta standard medical fitness bagi para pelaut.
 
Bahan sosialisasi ini dimaksudkan untuk memberikan informasi atas persyaratan-persyaratan intidari Manila Amandemen, untuk membantu komunitas maritim Indonesia guna mempersiapkan diri gunamenghadapi perubahan-perubahan yang diperlukan sesuai ketentuan Amandemen Manila tersebut.
 
Jakarta, 30 November 2011
 
Tim Penyusun
 
DAFTAR ISI
 
i.
 
Kata pengantarii.
 
Daftar isiI.
 
Program Implementasi STCW 2010 Amandments 2010 ManilaII.
 
Pelaksanaan Diklat Kepelautan
A.
 
Mulai, 1 Januari 2012
B.
 
Mulai, 1 Januari 2013
 
C.
 
Mulai, 1 Juli 2013
D.
 
Mulai 1 Januari 2014
 
iii.
 
Lampiran – lampiran
 
I.
 
PROGRAM IMPLEMENTASI KONVENSI INTERNASIONAL TENTANG STANDARDSPELATIHAN, SERTIFIKASI DAN DINAS JAGA UNTUK PELAUT 1978 (STCW CONVENTION)dan STCW CODE - AMANDEMEN 2010, MANILA, DI INDONESIA
 
A.
 
KETENTUAN WAKTU TRANSISI IMPLEMENTASI AMANDEMEN MANILA
 
1.
 
Amandemen Manila pada STCW 2010 akan mulai diberlakukan pada tanggal 1 Januari 2012. Bagi parapelaut yang memulai diklat pada atau setelah tanggal 1 Juli 2013 harus sudah memenuhi persyaratanamandemen Manila.Para pelaut pemegang sertifikat kompetensi (COC) dan sertikat keterampilan (COP)yang dikeluarkan sesuai dengan ketentuan konvensi STCW amandemen 1995, diberikan batas waktusampai 31 Desember 2016 untuk memenuhi ketentuan dalam Amandemen Manila.
 
2.
 
Sertifikat Kompetensi Republik Indonesia yang dikeluarkan berdasarkan peraturan saat ini (KonvensiSTCW amandemen 1995) akan dapat direvalidasi sampai dengan 31 Desember 2016. Sertifikat-sertifikattersebut akan diberikan perpanjangan/endorsment melebihi 1 Januari 2017 setelah pemegang sertifikatmemenuhi persyaratan dalam Amandemen Manila. Detail dari diklat tambahan yang memungkinkanpemegang sertifikat yang dikeluarkan berdasarkan ketentuan konvensi STCW amandemen 1995 untuk dapat memenuhi ketentuan STCW 2010 amandemen Manila dapat dilihat pada lampiran.
 
3.
 
Ketentuan waktu transisi berdasarkan STCW aturan I/15 Manila Amandemen hanya diberlakukan untuk diklat tambahan dan pengeluaran sertifikat pelaut. Ketentuan lain yang telah ditetapkan oleh konvensi harussudah diimplementasikan pada tanggal 1 Januari 2012.
 
“ Until
B.
 
STANDARD MEDIS PELAUT
 
Persyaratan medis untuk pelaut telah direvisi dalam amandemen tersebut. Sertifikat Medis untuk pelautharus diterbitkan sesuai dengan ketentuan pada seksi A-I/9 dan B-I/9 dari STCW amandemen Manila, danharus memiliki validitas 2 tahun, atau 1 tahun untuk pelaut berusia 18 tahun. Jika validitas sertifikat medisberakhir pada tengah pelayaran, maka sertifikat medis dapat di perpanjang sampai dengan pelabuhanberikutnya.Berdasarkan ketentuan transisi, sertifikat medis yang dikeluarkan kepada pelaut berdasarkan ketentuanaturan saat ini atau STCW amandemen 1995 akan tetap berlaku sampai dengan habis tanggal masaberlakunya sebagaimana tertera pada sertifikat atau untuk maksimum periode 5 tahun sejak tanggaldikeluarkannya, tetapi tidak boleh melewati tanggal 31 Desember 2016.
 
C.
 
JAM KERJA DAN JAM ISTIRAHAT
 
1.
 
Para perwira dan rating yang melaksanakan tugas jaga navigasi atau jaga kamar mesin, atau anak buahkapal lainnya yang diberi tugas berkaitan dengan keselamatan, pencegahan polusi, dan keamanan harusdiberikan periode istirahat, sebagai berikut:
 
a.
 
Minimum 10 jam istirahat dalam periode waktu 24 jam.
 
b.
 
77 jam istirahat dalam 7 hari periode.
 
c.
 
Jam istirahat dapat dibagi menjadi tidak lebih dari 2 periode, yang mana salah satunya harus berdurasisedikitnya selama 6 jam dan interval waktu antara periode yang berlangsung secara terus menerus tidak boleh melampui 14 jam.
 
d.
 
Pengurangan jam istirahat menjadi 70 jam istirahat dalam periode 7 hari diperbolehkan untuk waktu yangtidak melampaui 2 minggu berturut-turut.
 
2.
 
Nakhoda harus menempatkan pengumuman yang memuat pembagian jam kerja di atas kapal, yangberisikan informasi jadual kerja/istirahat harian selama berlayar dan selama di pelabuhan, pada tempat yangmudah terlihat dan diakses di atas kapal, dalam bahasa yang dipergunakan di atas kapal dan dalam bahasaInggris, untuk memudahkan bagi semua anak buah kapal.Dokumentasi waktu istirahat harian harus terpelihara dengan baik dan ditandatangani oleh nahkoda, atauperwira yang ditunjuk oleh nahkoda. Salinan dari catatan jam istirahat dan jadual berkenaan krew kapal,yang sepatutnya disyahkan oleh nahkoda atau perwira yang diberi kewenangan oleh nahkoda, harusdiberikan juga kepada crew yang bersangkutan.Perusahaan pelayaran direkomendasikan untuk menggunakan format standar dalam menyiapkan tabelpengaturan jam kerja dan jadual jam jaga dan record dari jam istirahat untuk memperlihatkan kesesuaiandengan persyaratan dalam STCW. Perusahaan pelayaran disarankan untuk menggunakan petunjuk dariIMO/ILO
(IMO/ILO Guidelines for the Development of Tables of Seafarers Shipboard Working Arrangements and Formats of Records of Seafarers Hours of Work and Rest)
untuk mengatur jam kerjadan jam istirahat. Dokumentasi dari record ini harus disimpan di atas kapal dalam masa setidaknya 2 tahununtuk memungkinkan monitoring dan verifikasi pemenuhan peraturan Seksi A-VIII/1.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->