Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Pedoman Budidaya Optimalisasi IB

Pedoman Budidaya Optimalisasi IB

Ratings: (0)|Views: 123 |Likes:
Published by Yanto Haerdiian
pedoman
pedoman

More info:

Categories:Types, Research
Published by: Yanto Haerdiian on Jul 11, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/04/2014

pdf

text

original

 
 
KEMENTERIAN PERTANIAN RI.
PEDOMAN OPTIMALISASI INSEMINASI BUATAN (IB)TAHUN 2012
DIREKTORAT JENDERAL PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWANDIREKTORAT BUDIDAYA TERNAK
Jl. HARSONO RM. No. 3 PASAR MINGGU - JAKARTA 12550
JAKARTA
 
Pedoman Pedoman Pedoman Pedoman Optimalisasi Optimalisasi Optimalisasi Optimalisasi Inseminasi Buatan (IB) Inseminasi Buatan (IB) Inseminasi Buatan (IB) Inseminasi Buatan (IB) 
i
KATA PENGANTAR
Kementerian Pertanian Republik Indonesia telah mencanangkan programswasembada daging sapi 2014 untuk mendukung program ketahanan pangan danprogram diversifikasi pangan nasional. Langkah-langkah operasional yang ditempuh dalamprogram swasembada tersebut salah satunya adalah optimalisasi Inseminasi Buatan (IB)dan Intensifikasi Kawin Alam (INKA).Pelaksanaan kegiatan Inseminasi Buatan (IB) pada ternak merupakan salah satuupaya penerapan teknologi tepat guna yang merupakan pilihan utama untukpeningkatan populasi dan mutu genetik sapi. Melalui kegiatan IB, penyebaran bibitunggul ternak sapi dapat dilakukan dengan murah, mudah dan cepat, serta diharapkandapat meningkatkan pendapatan para peternak.Keberhasilan pelaksanaan IB pada ternak sapi telah mencapai 2.116.159 akseptordengan kelahiran 1.333.075 ekor pada tahun 2009 Berdasarkan hasil evaluasipelaksanaan IB sampai saat ini masih belum sesuai dengan harapan. Hal ini terkaitdengan masih adanya berbagai kendala dan permasalahan teknis yang perlu ditanganibersama.Untuk mendukung kegiatan tersebut maka disusun Pedoman IB yang dapatdijadikan acuan bagi semua pihak yang terkait dalam pelaksanaannya, terutama bagi parapetugas teknis di lapangan.Jakarta,
DIREKTUR BUDIDAYA TERNAKIr. FAUZI LUTHAN
NIP. 19560505 198503 1 011
 
 
Pedoman Pedoman Pedoman Pedoman Optimalisasi Optimalisasi Optimalisasi Optimalisasi Inseminasi Buatan (IB) Inseminasi Buatan (IB) Inseminasi Buatan (IB) Inseminasi Buatan (IB) 
ii
DAFTAR ISI
HalamanKATA PENGANTAR……………........................................................................................ iDAFTAR ISI ........................................................................................................................... iiDAFTAR LAMPIRAN………………………………………………………………........................................ ivI. PENDAHULUANA. Latar Belakang…………………………………………………………………………………….. 1B. Maksud dan Tujuan…………………………………………..….................................. 2C. Ruang lingkup .................................................................................. ...... 2D. Pengertian …………………………………………………..…..………………………………… 2 II. TATA CARA PELAYANAN INSEMINASI BUATAN6A. Model dan Wilayah Tahapan Pelayanan IB ………………………………………..B. Tolak Ukur Keberhasilan Pelaksanaan IB …………………………………………… 7a. Petugas Lapangan ………….……………………………………………………………… 7b. Wilayah Tahapan …………………………..………………………………………………. 7C. Izin Melakukan Inseminasi Buatan …………..………………………………………… 7III. TEKNIS PELAKSANAAN INSEMINASI BUATAN.A. Pelayanan IB Untuk Pembibitan …......................................................... 9B. Pelayanan IB Untuk Budidaya …………………………………………………………….C. Penanganan (Handling) Semen Beku .................................................... 10D. Kode Warna dan Kode Nomor Straw .................................................... 11E. Persiapan dan Teknik Inseminasi ………………………………………………………. 12F. Pengaturan Penyediaan Semen Beku dan Nitrogen Cair ……………………. 12G. Sistim Pelaporan Sapi Berahi dan Pelayanan Inseminasi ……………………. 13H. Optimalisasi Inseminasi dengan Penyerempakan Birahi ………………….… 14I. Kelahiran Ganda dengan Kombinasi IB dan TE ……………………………………J. Petunjuk Penggunaan Nomor Telinga (Ear Tag) ....................................IV. ORGANISASI PELAYANAN IBA. Struktur Organisasi Pelayanan IB ………………………………………………………. 15B. Langkah-langkah Pembentukan SP-IB ……………………………………………….. 16C. Uraian Tugas Teknisi IB dan Unit Kerja Pelaksana IB ............................. 17 V. SUMBER DAYA MANUSIAA. Petugas Teknis Inseminasi Buatan ........................................................ 21B. Pelatihan Teknis Inseminasi Buatan …………………………………………………… 22 VI. SARANA OPERASIONAL PELAYANAN IB ……………………………………………………… 24 VII. PEMBIAYAAN ……………………………………………………………………………………………… 25 VIII. PEMBINAAN KELOMPOK TERNAK ……………………………………………………………….. 26IX. PENCATATAN DAN PELAPORAN

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->