Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Menjadi Sarjana ISLAM LURUS

Menjadi Sarjana ISLAM LURUS

Ratings: (0)|Views: 4 |Likes:
Published by Mr.DIA

More info:

Published by: Mr.DIA on Jul 12, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as RTF, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/06/2014

pdf

text

original

 
Menjadi Sarjana ISLAM “
LURUS”
catatan ringan buku“MISYKAT” karangan DR.Hamid Fahmi Zarkasy)
Oleh : Dilan Imam Adilan
“Banyak paham, ideologi, atau keyakinan yang datang silih berganti ke dalam pikiran umat islam dalam bentuk pendapat (opini), pandangan, ide, atau wacana lepas. Semua itu kitakonsumsi melalui media massa, media elektronik ataupun diskusi-diskusi umum. Tanpa disadari paham-paham itu merasuk kedalam alam pikiran umat Islam dan bangsa Indonesia, yang kemudian menjelma menjadi cara pandang masyarakat umum. Padahal hal itu berasal dari pandangan Barat yang tidak selalu sejalan dengan pandangan hidup Bangsa Indonesia yang heterogen ini. Sayangnya sejauh ini tidak banyak yang secara berani mengkritisi pendapat- pendapat atau wacana-wacana itu dalam bentuk yang populis.” (penerbit buku MISYKAT, INSIST (Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations).
Salam jihad, saya mencoba menguraikan gagasan seorang penulis yang konsen di bidang pemikiran Islam (DR. Hamid Fahmi Zarkasyi) yang akan mengurai permasalahan
di ranahakademisi terutama di tataran sekolah pendidikan tinggi, pemahaman/aliran yang datangdari Barat mencoba menawarkan gagasan “yang dianggap segar” padahal secara historisini adalah bahasan basi yang
 famous
meledak mendadak di kalangan masyarakat baru- baru ini. Penulis buku menguraikan, penamaan buku MISYKAT ini adalah suatu istilahyang berasal dari Al Quran (lihat An Nuur ayat 35). MISYKAT menurut Al Qurthubidalam tafsir al Qurtubi, Asy Syaukani dalam tafsir Fath al Qadir dan sebagian mufassir mendefinisikan adalah lobang kecil dalam rumah seperti jendela kecil yang memantulkancahaya. Dapat diartikan juga tempat lampu (pijar). Al Ghazali dalam kitabnya Misykat AlAnwar, menyatakan yang dimaksud MISYKAT adalah lampu yang berisi cahaya-cahaya.Menurut pandangan Hartono Ahmad Jaiz, proyek barat (Westernisasi dan Liberalisasi)merupakan Proyek Pemurtadan berlabel Islam (cek situs Voa Islam.com) yang menyerang pemikiran mahasiswa muslim se Indonesia. Literatur yang membahas sebagai alat peng
handle
, pencegah gagasan ini untuk tidak berkembang lebih luas masih minim. Kinihadir, untuk coba menjelaskan apa yang selama ini kabur dan tidak jelas, mengisi, apayang selama ini kosong dan membuka apa yang selama ini di tutup-tutupi. Buku inihampir selesai tamat saya baca, dan saya ambil beberapa artikel yang semoga menjadiintisari, anti biotik, yang bermanfaat! dan harapan saya juga semoga catatan ringan inimenjadi
 Ilmu Yuntafau Bih’ 
. Amiien..!
Orientalis
Dalam kajian berbagai bidang keilmuan, termasuk bidang Islamic Studies, harus diakui,Barat/orientalis telah mencapai tahap perkembangan besar dengan segala motifnya, baik motif keilmuan, keagamaan, ataupun motif politik-ekonomi. Karena itulah, sikap kritis sangatdiperlukan. Singkatnya, kajian-kajian keislaman para orientalis bagaimanapun ilmiahnya, ia tetap berpijak pada
 pre supposisi Barat 
, dan terkadang Kristen. Prinsip dasar bahwa Nabi Muhammad
 
adalah utusan Allah, dan Al Qur’an adalah firman Allah tidak menjadi asas bagi kajian mereka.Landasan Islam yang begitu kuat (Al Maaidah : 17, dan 72). Penolakan seperti itu adalah locicommunes (common places) dalam pemikiran para orientalis. Ini bisa dimengerti karenaeksistensi agama mereka tergugat dengan munculnya Islam. Karena, hal ini juga wajar jika kajianmereka kepada Rasulullah SAW dan Al Qur;an tidak di bangun dari keimanan, sebagaimanasikap seorang Muslim.Para orientalis yang mengkaji bidang teologi dan filsafat Islam sejak DB. MacDonald AlfredGullimaune, Mongtomery Watt atau sebelumnya hingga Majid Fakhry, Henry Corbin, MichaelFrank, Richard J Mc Charty, Harry A.Wolfson, Shlomo Pines dan lain-lain mempunyaiframework yang hampir sama. Diantara asumsi yang umum mereka pegang erat-erat adalah bahwa filsafat, sains, dan hal-hal yang rasional tidak ada akarnya dalam Islam. Islam hanyalah
“carbon copy”
dari pemikiran Yunani. Padahal diskursus filsafat di Lonia tidak ada apa-apanyadibandingkan wacana yang bersifat metafisis pada awal tradisi pemikiran Islam yang berkembangdi zaman Nabi dan sahabat. Artinya para orientalis tidak mau mengakui bahwa pandangan hidupIslam adalah unsur utama berkembangnya peradaban Islam. Sikap simpatik para orientalisterhadap Islam tidak serta merta menjadikan pemikiran mereka menjadi benar. Sebab asumsi dan juga konsekuensi dari framework diatas adalah pengingkaran terhadap tradisi intelektual Islamyang berbasis wahyu. Transmisi ilmu pengetahuan melalui sumber yang disebut
khabar mutawatir 
tidak diakui oleh mereka sebagai valid.Jadi, sekalipun pengetahuan mereka tentang sejarah pemikiran keislaman mendalam, namunkajian mereka tetap fragmentatif. Mereka tidak menghubungkan kajian tentang Islam yangspesifik dengan prinsip yang umum dan universal. Kajian mereka tentang hal-hal yang spesifik seperti tentang sejarah Al Qur’an, etika dalam Islam, politik dalam Islam dan lain-lain tidak dikaitkan dengan makna Islam sebagai suatu agama dan pandangan hidup yang memiliki prinsipdan tradisinya sendiri. Prinsip bahwa ilmu mendorong kepada iman, misalnya, tidak tercermindalam tulisan-tulisan mereka. Ilmu-ilmu ke islaman yang mereka miliki tidak mendorong pembacanya untuk beriman kepada Allah SWT. Tidak juga membuat mereka sendiri yakindengan kebenaran Islam. Dan jelas mereka tidak bisa disebut ulama. Sebagai
khatimah
perludicatat bahwa Islam adalah agama dan pandangan hidup yang telah melahirkan peradaban yanggemilang. Untuk mempertahankan dan mengembangkan peradaban Islam tidak berarti menolak mentah-mentah masuknya unsur-unsur peradaban asing. Sebaliknya untuk bersikap adil terhadap peradaban lain tidak berarti bersikap permisif masuknya segala macam unsur dari peradabanlain.Sebab adil dalam Islam adalah meletakkan segala sesuatu pada tempatnya.*(DR.Hamid Fahmi Zarkasy pernah
nyantri
dengan para orientalis selama studi di Birmingham,Inggris
. “Waktu di Birmingham saya seperti sudah menguasai semua hal tentang pemikiran Islam, begitu sampai di sini(Malaysia) dan berjumpa dengan Prof. Naquib, saya tersadar, sayabelum tahu apa..apa..)
Barat
“Barat bukan Kristen” sejarawan Barat seperti Onians, R.B,Arthur, W.H.A,Jones, W.T.C, atauWilliam Mc Neill, umumnya menganggap “lonia is the cradle of Western civilization” dan bukan pula Kristen. Agama Kristen malahan telah ter-Baratkan, dan menjadi sebuah kesimpulan bahwaBarat tidak lahir dari pandangan hidup Kristen. Barat mulai menampakkan sosoknya ketika
 
marah dan protes terhadap otoritas gereja. Agama dipaksa duduk manis di ruang gereja dan tidak  boleh ikut campur dalam ruang publik. Diskursus teologi hanya boleh dilakukan dengan bisik- bisik. Tapi orang boleh teriak anti agama. Hegemoni diganti dengan hegemoni. Barat adalah alam pikiran dan pandangan hidup.Ketika Nietszsche berteriak, “God is Dead” dalam The Gay Science ia mengatakan, “Ketika kamimendengar Tuhan yang Tua itu Mati, kami para filosof dan jiwa-jiwa yang bebas merasa seakan-akan fajar telah menyingsing menyinari kita.” Kematian Tuhan di Barat ditandai oleh penutupandiskursus metafisika sebagai tempat teologi bersemayam. Tuhan bukan lagi
Supreme Being 
. Tidak ada lagi yang absolute, semua relatif. Mengapa Tuhan perlu dibunuh? Kalau Marx menganggapagama sebagai candu masyarakat, Nietszsche menganggap Tuhan sebagai tirani jiwa. Beriman pada Tuhan tidak bebas dan bebas berarti tanpa iman. Sebab beriman berarti sanggup menerima perintah, larangan atau peraturan yang mengikat. Barat adalah alam pikiran pandangan hidup.Sesudah “membunuh TuhanBarat mengangkat Tuhan baru yakni
logocentrisme
atau
rasionalisme.
 Setting alam pikiran Barat ini dihukumi Francis Fukuyama sebagai akhir dari sejarah. (The Endof History). Diskursus tentang God-man & God-world relation di abad pertengahan kini sudahtidak relevan. Humanisme telah mendominasi dan menyingkirkan teisme. Akibatnya, teologitanpa metafisika, agama tanpa spiritualitas atau bahkan religion without god. Teologi (theos danlogos) secara etimologis tidak lagi memiliki akar ketuhanan. Agama bagi postmodernisme tidak lebih dari sebuah narasi besar (grand narrative) yang dapat diotak-atik oleh permainan bahasa.Makna realitas tergantung kepada kekuatan dan kreativitas imaginasi dan fantasi.
 Feeling iseverthying 
kata Goethe. Kebenaran itu relativ dan menjadi hak dan milik semua?? Kebenaranadalah ilusi verbal yang diterima masyarakat atau tidak beda dari kebohongan yang disepakati.Etika harus diglobalkan agar tidak ada orang yang merasa paling baik? Baik buruk tidak perlu berasal dari apa kata Tuhan, akal manusia boleh menentukan sendiri?Barat adalah alam pikiran pandangan hidup. Seperti juga Barat, Kristen, Islam, Hindu bahkanJawa adalah sama-sama pandangan hidup. Meski sama namun kesamaan hanya pada tingkatgenus, bukan species. Masing-masing memiliki karakter dan elemennya sendiri-sendiri. Jikaelemen-elemen suatu pandangan hidup dimasuki oleh pandangan hidup lain, maka akan terjadi
confusion
alias kebingungan. Margaret Marcus (Maryam Jameelah), malah mengingatkan jika pandangan hidup Barat menelusup ke dalam sistem kepercayaan Islam, tidak lagi ada sesuatuyang orisinal yang akan tersisa. Benar, ketika elemen-elemen Barat yang anti Kristen dipinjamabak-anak muda Muslim, maka mulut yang membaca syahadat itu akan mengeluarkan pikiranateis, Tuhan yang Maha Kuasa, bisa menjadi, “Tuhan yang maha Lemah”. Al Qur’an yang sucidan sakral tidak beda dari karya William Shakespeare, karena ia sama-sama keluar dari mulutmanusia.Jika umat Islam ingin maju seperti Barat maka ia akan menjadi seperti Barat dan bukan sepertiIslam. Dan suatu hari nanti akan ingat keluhan David Thomas atau tangisan Tertulian yang sudahlapuk, ”Apalah artinya Athena tanpa Jerussalem” Maksudnya apa artinya kemajuan ilmu pengetahuan jika tanpa di dukung agama. Apa arti ilmu tanpa iman.*Suatu hari ada seorang mahasiswa yang menulis di tembok kampusnya “
Yang permanen adalah perubahan”
. Esok harinya mahasiswa yang kurang kritis menorehkan tanda kali pas ditengahtulisan itu, tanda penolakan. Lusanya, mahasiswa yang cerdas menulis di tembok lain,
“Yang 

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->