• Embed Doc
  • Readcast
  • Collections
  • CommentGo Back
Download
 
Bab 1:KONTROL DAN SISTEM KONTROLOleh:Agung PraptapaUniversitas Jenderal SoedirmanSaat memberikan jasa konsultasi bisnis, saya sering mendapatkan keluhan dariklien tentang target-target yang tidak dapat dicapai. Tidak hanya itu, klien yanglainnya mengeluhkan bahwa para karyawan tidak berhasil menerjemahkan apayang dimaui perusahaan. “Mereka sudah diberi penjelasan dengan sejelas- jelasnya tetapi masih saja mereka melaksanakan tugas dengan tidaksemestinya” keluh klien tersebut. Dan tentunya, klien-klien yang lainmengeluhkan berbagai hal, ada yang kurang lebih sama dan ada pula yangberbeda. Dimana salahnya? Bagaimana solusinya?Sebelum saya memberikan solusi atas problem yang mereka hadapi, sayaterlebih dahulu balik bertanya kepada para klien. “Apakah Anda yakin bahwakaryawan tahu apa yang dimaui perusahaan?”. Jawaban mereka bervariasi. Adayang mengatakan 100% yakin bahwa para karyawan tahu apa yang dimauiperusahaan (walau dari sorot matanya saya agak menyangsikanpernyataannya). Sebagian lagi menjawab cukup yakin, kurang yakin atau tidakyakin.Setelah pertanyaan saya yang pertama tersebut saya kemudian sambungdengan pertanyaan ke dua. Apakah Anda yakin bahwa para karyawan 100%mau mengerjakan apa yang seharusnya mereka kerjakan?” tanya saya kepadamereka. “Wah kalau bicara 100% saya gak bisa jamin, tetapi mau tidak maumereka kan harus mengerjakan! Itu tugas bagi mereka!” sanggahnya. Sayabiasanya tidak memperpanjang penjelasan saya atas sanggahan mereka karenaada hal lain yang akan saya jelaskan kemudian.Pertanyaan standar ke tiga yang selalu saya tanyakan kepada klien adalahApakah Anda yakin bahwa mereka mampu mengerjakan tugas-tugasnya?”Pertanyaan ini pun dikomentari dengan jawaban yang sangat bervariasi. Namunpada prinsipnya mereka mengatakan bahwa mestinya mereka mamputetapi........ Ya, mampu tetapi! Masih ada tetapinya. Ini menunjukkan bahwamerekapun tidak yakin apakah karyawan 100% dapat diandalkan mampumengerjakan tugas-tugasnya.Seperti seorang dokter yang mencoba menjelaskan penyakit yang diderita olehpasien saya katakan bahwa mereka mungkin menghadapi masalah pengendalian
 
(control problem). Seperti yang sudah saya duga, mereka pasti balik bertanyaapa yang saya maksud dengan control problem. Bahkan banyak pula yangmenanyakan pertanyaan yang lebih mendasar, yaitu apa yang dimaksud dengancontrol.“Kalau Anda sudah memasang tujuan tertentu dan Anda bisa bersama orang-orang Anda mencapai tujuan yang telah ditetapkan maka hal itu dapat dikatakanbahwa Anda berhasil mengendalikan orang-orang Anda” jelas saya sebagaipancingan awal. Itu yang sering disebut sebagai
controllable
. Klien kemudianberargumentasi, “tapi kan kalau tujuan tidak tercapai tidak semata-mata karenakita. Kan ada hal yang tidak bisa kita kendalikan?”. Nah, saya jadi lebih mudahmenjelaskan kepada mereka memang ada hal yang berada di luar jangkauankendali kita, atau yang sering disebut sebagai
uncontrollable
. Jadi, sesuatu yang
controllable
(terkontrol, terkendali) adalah yang kita yakini bahwa kita bersamaorang-orang kita (
organizational members
) akan berhasil mencapai tujuan yangtelah kita tetapkan. Sedangkan sesuatu adalah
uncontrolable
(tidak terkontrol,tidak terkendali) apabila kita bersama-sama dengan orang-orang kita tidak bisamencapai tujuan yang telah kita tetapkan.Lalu apa yang dimaksud dengan control? Istilah control lebih seringditerjemahkan dalam bahasa Indosesia dengan pengendalian. Ada pula yangmenyebutnya pengawasan. Saya disini tidak akan berdebat istilah mana yangbenar karena saya akan tetap menggunakan istilah control, atau kontrol. Danapabila dipaksa untuk menerjemahkannya dalam bahwasa Indonesia saya lebihmemilih istilah pengendalian . Pada dasarnya pengertian kontrol adalah suatupenjaminan bahwa tujuan yang telah ditetapkan akan tercapai. Suatupenjaminan? Iya benar. Untuk meyakinkan ini saya akan berikan suatu ilustrasi.Saat kita mengendarai mobil, kita memutar setir kekiri kalau kita memangmemiliki tujuan ingin kekiri. Kemudian kalau tujuan kita ke kanan kita akanmemutar setir kekanan. Nah, disini kita sedang mengendalikan arah, ataumengontrol arah. Kenapa kalau mau belok kiri kita memutar setir kita kekiri?Karena kita menjamin bahwa kalau setir kita putar kekiri maka mobil akan belokkekiri. Anda dapat menjamin bahwa kalau setir kita putar kekiri maka arah mobilakan kekiri pula? Kalau jawabannya “ya” maka anda sedang melakukanpengendalian terhadap arah. Nah, semoga ilustrasi ini membuat Anda tidak ragudengan definisi kontrol. “Tetapi walau setir sudah kita putar kekiri, kalau pedalgas tidak kita tekan mobil akan tetap berhenti dan mobil tidak dapat belokkekiri?” mungkin ada yang kemudian berfikir lebih lanjut seperti itu. Nah, iniyang disebut dengan sistem kontrol.Sistem adalah rangakaian dari beberapa sub sistem yang terkait satu denganlainnya yang akan digunakan bersama-sama untuk mencapai tujuan. Dengan
of 00

Leave a Comment

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...
You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...