Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
1Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Refrat Osteomielitis

Refrat Osteomielitis

Ratings: (0)|Views: 194|Likes:
Published by Agung A C E
asd
asd

More info:

Published by: Agung A C E on Jul 13, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

11/03/2013

pdf

text

original

 
OSTEOMIELITIS
PENDAHULUAN
Osteomielitis adalah infeksi pada tulang dan medula tulang baik karena infeksi piogenik atau non-piogenik misalnya mycobacterium tuberculosa.Osteomielitis masih merupakan permasalahan di Negara kita karena :
Tingkat higienis yang masih rendah dan pengertian mengenai pengobatan yang belum baik.
Diagnosis yang sering terlambat sehingga biasanya berakhir dengan osteomielitiskronis.
Fasilitas diagnostik yang belum memadai di puskesmas-puskesmas.
Angka kejadian tuberculosis di Indonesia saat ini masih tinggi sehingga kasus-kasustuberculosis tulang dan sendi juga masih tinggi.
Pengobatan osteomielitis memerlukan waktu yang cukup lama dan biaya yang tinggi.
Banyaknya penderita dengan fraktur terbuka yang datang terlambat dan biasanyadatang dengan komplikasi osteomielitis.Dengan diagnosis dini dan obat-obatan antibiotik/tuberkulostatik yang ada pada saat ini, angkakejadian osteomielitis diharapkan berkurang.
1
JENIS INFLAMASI PADA TULANG DAN SENDI
INFEKSI BAKTERI PIOGENIK Osteomielitis Hematogen Akut
Osteomielitis hematogen akut merupakan infeksi tulang dan sumsum tulang akut yangdisebabkan oleh bakteri piogen dimana mikro-organisme berasal dari fokus di tempat lain dan beredar melalui sirkulasi darah. kelainan ini sering ditemukan pada anak-anak dan sangat jarang pada orang dewasa. Diagnosis yang dini sangat penting oleh karena prognosistergantung dari pengobatan yang tepat dan segera.
 Etiologi
Faktor predisposisi osteomielitis hematogen akut adalah :
Umur ; terutama mengenai bayi dan anak-anak 
Jenis kelamin ; lebih sering pada laki-laki daripada wanita dengan perbandingan 4 : 1
Trauma ; hematogen akibat trauma pada daerah metafisis, merupakan salah satu faktor  predisposisi terjadinya osteomielitis hematogen akut
Lokasi ; osteomielitis hematogen akut sering terjadi di daerah metafisis karena daerahini merupakan daerah aktif tempat terjadinya pertumbuhan tulang
 Nutrisi, lingkungan dan imunitas yang buruk serta adanya fokus infeksi sebelumnya( seperti bisul, tonsillitis ) merupakan faktor predisposisi osteomielitis hematogen akutOsteomielitis hematogen akut dapat disebabkan oleh :
Stafilokokus aureus hemolitikus ( koagulasi positif ) sebanyak 90 % dan jarang olehStreptokokus hemolitikus.
Hemofilus influenza ( 5 – 50 % ) pada anak umur dibawah 4 tahun
Organism lain seperti B. aerogenus kapsulata, Pneumokokus, Salmonella tifosa,Pseudomonas aerogenus, Proteus mirabilis, Brucella, dan bakteri anaerobic yaituBakteroides fragilis.
 Patologi dan pathogenesis
Penyebaran osteomielitis terjadi melalui dua cara, yaitu :1.Penyebaran umum-Melalui sirkulasi darah berupa bakteriemi dan septikemia
 
-Melalui embolus infeksi yang menyebabkan infeksi multifokal pada daerah-daerahlain2.Penyebaran lokal-Sub-periosteal abses akibat penerobosan abses melalui periosteum-Selulitis akibat abses subperiosteal menembus sampai di bawah kulit-Penyebaran ke dalam sendi sehingga terjadi arthritis septik -Penyebaran ke medulla tulang sekitarnya sehingga sistem sirkulasi dalam tulangterganggu. Hal ini menyebabkan kematian tulang lokal dengan terbentuknya tulangmati sekuestrum.
2
Teori terjadinya infeksi pada daerah metafisis yaitu
:
Teori vascular (
Trueta
)Pembuluh darah pada daerah metafisis berkelok-kelok, membentuk sinus- sinusdengan akibat aliran darah menjadi lebih lambat. Aliran darah yang lambat padadaerah ini memudahkan bakteri berkembang biak.
Teori fagositosis (
 Rang 
)Daerah metafisis merupakan daerah pembentukan system retikulo-endotelial.Bila terjadi infeksi, bakteri akan difagosit oleh sel-sel fagosit matur di tempatini. Meskipun demikian, di daerah ini terdapat juga sel-sel fagosit imatur yangtidak dapat memfagosit bakteri sehingga beberapa bakteri tidak difagositer dan berkembang biak di daerah ini.
Teori traumaBila trauma artificial dilakukan pada binatang percobaan maka akan terjadihematoma pada daerah lempeng epifisis. Dengan penyuntikan bakteri secaraintravena, akan terjadi infeksi pada daerah hematom tersebut.
3
Patologi yang terjadi pada osteomielitis hematogen akut tergantung pada umur, dayatahan penderita, lokasi infeksi serta virulensi kuman. Infeksi terjadi melalui aliran darah darifokus tempat lain dalam tubuh pada fase bakteriemia dan dapat menimbulkan septikemia.Embolus infeksi kemudian masuk kedalam juksta epifisis pada daerah metafisis tulang panjang. Proses selanjutnya terjadi hyperemia dan edema di daerah metafisis disertai pembentukan pus. Terbentuknya pus dalam tulang dimana jaringan tulang tidak dapat berekspansi akan menyebabkan tekanan dalam tulang bertambah. Peninggian tekanan dalamtulang mengakibatkan terganggunya sirkulasi dan timbul thrombosis pada pembuluh darahtulang yang akhirnya menyebabkan nekrosis tulang. Disamping proses yang disebutkan diatas, pembentukkan tulang baru yang ekstensif terjadi pada bagian dalam periosteum sepanjangdiafisis ( terutama pada anak-anak ) sehingga terbentuk suatu lingkungan tulang seperti petimayat yang disebut
involukrum
dengan jaringan sekuestrum di dalamnya. Proses ini terlihat jelas pada akhir minggu kedua. Apabila pus menembus tulang, maka terjadi pengaliran pus(
discharge
) dari
involukrum
keluar melalui lobang yang disebut kloaka atau melalui sinus pada jaringan lunak dan kulit.Pada tahap selanjutnya penyakit akan berkembang menjadi osteomielitis kronis. Padadaerah tulang kanselosa, infeksi dapat terlokalisir serta diliputi oleh jaringan fibrosa yangmembentuk abses tulang kronik yang disebut abses
 Brodie
.Berdasarkan umur dan pola vaskularisasi pada daerah metafisis dan epifisis,
Trueta
membagi proses patologis pada osteomielitis akut atas tiga jenis, yaitu :1.BayiAdanya pola vaskularisasi foetal menyebabkan penyebaran infeksi dari metafisis danepifisis dapat masuk ke dalam sendi, sehingga seluruh tulang termasuk persendiandapat terkena. Lempeng epifisis biasanya lebih resisten terhadap infeksi.2.AnaDengan terbentuknya lempeng epifisis serta osifikasi yang sempurna, resiko infeksi pada epifisis berkurang oleh karena lempeng epifisis merupakan barier terhadap
 
infeksi. Selain itu, tidak ada hubungan vaskularisasi yang berarti antara metafisis danepifisis. Infeksi pada sendi hanya dapat terjadi bila ada infeksi intra-artikuler.3. DewasaOsteomielitis akut pada dewasa sangat jarang terjadi oleh karena lempeng epifisis telahhilang. Walaupun infeksi dapat menyebar ke epifisis, namun infeksi intra-artikuler sangat jarang terjadi. Abses subperiosteal juga sulit terjadi karena periosteum melekaterat dengan korteks.
Gambaran klinis
Gambaran klinis osteomielitis hematogen tergantung dari stadium pathogenesis dari penyakit. Osteomielitis hematogen akut berkembang secara progresif atau cepat. Pada keadaanini mungkin dapat ditemukan adanya infeksi bakterial pada kulit dan saluran nafas bagian atas.Gejala lain dapat berupa nyeri pada daerah infeksi, nyeri tekan dan terdapat gangguan fungsianggota gerak yang bersangkutan.Gejala-gejala umum timbul akibat bakteriemi dan septikemia berupa panas tinggi,malaise serta nafsu makan yang berkurang.Pada pemeriksaan fisik ditemukan adanya :
 Nyeri tekan
Gangguan pergerakan sendi oleh karena pembengkakkan sendi dan gangguan akan bertambah berat bila terjadi spasme lokal. Gangguan pergerakan sendi juga dapat disebabkan oleh efusi sendi atau infeksi sendi ( arthritis septic ).Pada orang dewasa lokalisasi infeksi biasanya pada daerah vertebra torako-lumbal yangterjadi akibat torakosentesis atau prosedur urologis dan dapat ditemukan adanya riwayatdiabetes melitus, malnutrisi, adiksi obat-obatan atau pengobatan dengan imunosupresif.
 Pemeriksaan laboratorium
Pemeriksaan darah-Sel darah putih meningkat sampai 30.000 disertai peningkatan laju endapdarah-Pemeriksaan titer antibody anti-Stafilokokus-Pemeriksaan kultur darah untuk menentukan jenis bakterinya ( 50 % positif ) dan diikuti dengan uji sensitivitas. Juga harus diperiksa adanya penyakit anemia sel sabit yang merupakan jenis osteomielitis yang jarang.
Pemeriksaan fesesPemeriksaan feses untuk kultur dilakukan apabila terdapat kecurigaan infeksi oleh bakteri Salmonella.
Pemeriksaan biopsyDilakukan pada tempat yang dicurigai
Pemeriksaan ultrasoundPemeriksaan ini dapat memperlihatkan adanya efusi pada sendi.
Pemeriksaan radiologisPemeriksaan foto polos dalam sepuluh hari pertama, tidak ditemukan kelainanradiologik yang berarti dan mungkin hanya ditemukan pembengkakan jaringanlunak. Gambaran destruksi tulang dapat terlihat setelah sepuluh hari ( 2 minggu ) berupa rarefraksi tulang yang bersifat difus pada daerah metafisis dan pembentukkan tulang baru di bawah periosteum yang terangkat.Pemeriksaan radioisotop dengan
technetium
akan memperlihatkan penangkapan isotop pada daerah lesi. Dengan menggunakan teknik label leukosit dilakukan scanning dengan
 gallium
yang mempunyai afinitas terhadap leukosit dimana
indium
menjadi positif.
 Komplikasi
Komplikasi yang dapat terjadi pada osteomielitis hematogen akut adalah :
SepticemiaDengan makin tersedianya obat-obat antibiotik yang memadai, kematian akibat

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->