Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Referat Bedah Toraks Dan Pleur

Referat Bedah Toraks Dan Pleur

Ratings: (0)|Views: 455|Likes:
Published by Agung A C E
asd
asd

More info:

Published by: Agung A C E on Jul 13, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/29/2013

pdf

text

original

 
1
Dinding Toraks dan Pleura
BAB IPENDAHULUAN
Dinding toraks dan pleura merupakan bagian dari tubuh yang cukup penting. Kelainan pada dinding toraks dan pleura dapat menyebabkan gangguan pada pernapasan dan tidak  jarang berujung dalam kematian. Walaupun cukup banyak kelainan yang dapat ditemui padadinding toraks dan pleura, kasus trauma toraks ternyata cukup banyak ditemui dalam perawatan gawat darurat rumah sakit. Selain itu kelainan pada pleura seperti efusi pleura,empiema juga sering kali ditemui di rumah sakit khusunya di RSUD Ciawi.
1
Untuk trauma toraks sendiri, secara keseluruhan angka mortalitas akibat trauma toraksadalah 10 %. Dimana trauma toraks menyebabkan satu dari empat kematian karena traumayang terjadi di Amerika Utara. Banyak penderita meninggal setelah sampai di rumah sakitdan banyak kematian seharusnya dapat di cegah dengan meningkatkan kemampuandiagnostik dan terapi. Mayoritas kasus trauma toraks diatasi dengan tindakan teknik prosedur yang diperoleh oleh dokter saat mengikuti kursus penyelamatan kasus trauma toraks. Untuk itu pentingnya seorang dokter mengetahui prinsip penanganan kasus trauma toraks dankelainan pleura lainnya untuk menurunkan angka mortalitas akibat penanganan yang salah.Diharapkan setiap kasus yang perlu tindakan pembedahan di dinding toraks dan pleura dapatdilaksanakan dengan tepat dan cepat.
1,2
 
2
Dinding Toraks dan Pleura
BAB IIISI
2.1 Anatomi dan Fisiologi
Sebelum memahami lebih jauh mengenai kelainan atau penyakit di dinding toraks dan pleura, ada baiknya memahami anatomi dan fisiologi dari dinding toraks serta pleura. Semuaorgan tubuh yang terletak atau melalui rongga toraks harus dianggap sebagai organ vital,karena cedera toraks berbeda dengan cedera ekstremitas. Ancaman kematian pada cederatoraks sangat tinggi. Secara objektif harus dikenali anatomi serta fisiologi mengenai toraksdan pleura. Seperti diketahui, dada berisi organ vital paru dan jantung. Pernapasan dapat berlangsung dengan bantuan gerak dinding dada. Dinding dada sendiri tersusun dari tulangdan jaringan lunak. Tulang yang membentuk dinding dada adalah 10 pasang tulang iga yang berakhir dianterior dalam segmen tulang rawan dan 2 pasang yang melayang, 12 columnavertebralis torakalis, sternum, tulang klavikula dan skapula. Jaringan lunak yang membentuk dinding dada adalah otot serta pembuluh darah terutama pembuluh darah interkostalis dantorakalis interna. Muskulus pectoralis mayor dan minor merupakan muskulus utama dindinganterior toraks. Muskulus latisimus dorsi, trapezius, rhomboideus dan muskulus gelang bahulainnya membentuk lapisan muskulus posterior dinding toraks. Tepi bawah muskulus pectoralis mayor membentuk lipatan/plika aksilaris posterior. Inspirasi terjadi karenakontraksi otot pernapasan, yaitu m.interkostalis dan diafragma, yang menyebabkan ronggadada membesar sehingga udara akan terhisap masuk melalui trakea dan bronkus.
2
Jaringan paru sendiri terdiri dari jutaan alveolus yang dapat mengembang danmengempis. Tergantung mengembang atau mengecilnya rongga dada. Dinding dada yangmengembang akan menyebabkan paru-paru mengembang sehingga udara terhisap kealveolus. Sebaliknya bila m.interkostalis melemas, dinding dada akan mengecil kembali danudara terdorong keluar. Sementara itu, karena tekanan intra abdomen, diafragma akan naik ketika tidak berkontrasi. Ketiga faktor ini, yaitu lenturnya dinding toraks, kekenyalan jaringan paru, dan tekanan intra abdomen menyebabkan ekspirasi jika otot interkostal dandiafragma kendur dan tidak mempertahankan keadaan inspirasi. Dengan demikian ekspirasimerupakan kegiatan yang pasif.
2,3
 
3
Dinding Toraks dan Pleura
 
Gambar 1. Anatomi Rongga Toraks dan Fisiologi Pernapasan
Jika pernapasan gagal karena otot pernapasan tidak bekerja, ventilasi paru dapatdibuat dengan meniup cukup kuat agar paru mengembang didalam toraks bersamaan denganmengembangnya toraks. Kekuatan tiupan harus melebihi kelenturan dinding dada,kekenyalan jaringan paru, dan tekanan intraabdomen. Hal ini dilakukan pada ventilasi denganrespirator atau pada resusitasi dengan napas buatan mulut ke mulut.
1,2
Sementara rongga pleura kiri dan kanan berisi paru-paru. Rongga ini dibatasi oleh pleura viseralis dan parietalis. Pleura viseralis melekat langsung pada paru-paru. Sedangkan pleura paritealis merupakan selaput paru yang melekat langsung pada dinding dada. Pleuravisceralis dan parietalis tersebut kemudian bersatu membentuk kantong tertutup yang disebutrongga pleura (cavum pleura). Di dalam kantong terisi sedikit cairan pleura yang diproduksioleh selaput tersebut. Adanya lubang di dinding dada atau di pleura viseralis akanmenyebabkan udara masuk ke rongga pleura, sehingga pleura viseralis terlepas dari pleura parietalis dan paru tidak lagi ikut dengan gerak napas dinding toraks dan diafragma. Hal initerjadi pada pneumotoraks yang akan dibahas lebih lanjut setelah ini.
1,2

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->