Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
P. 1
Pengembangan Wilayah

Pengembangan Wilayah

Ratings: (0)|Views: 118 |Likes:
Published by Tazrief

More info:

Published by: Tazrief on Jul 14, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/07/2013

pdf

text

original

 
Sejarah dan Pengertian Kota
Perkotaan berasal dari kata kota yang berarti pusat permukiman dan kegiatan penduduk yang bercirikan oleh batasan administratif yang diatur dalam peraturan perundangan serta didominasi oleh kegiatan produktif bukan pertanian, kota juga dapatdikatakan sebagai leburan dari bangunan dan penduduk (Spiro Kostof:1991.) Perkotaandapat diartikan sebagai suatu permukiman bukan pedesaan yang berperan di dalam suatuwilayah pengembang dan atau wilayah nasional sebagai simpul jasa, menurut pengamatantertentu.Kota(
city
)adalah permukiman,berpenduduk relatif besar, luas areal terbatas, padaumumnya bersifat non agraris, kepadatan penduduk relatif tinggi; tempat sekelompok orang-orang dalam jumlah tertentu dan bertempat tinggal bersama dalam suatu wilayahgeografistertentu , cenderung berpola hubungan rasional, ekonomis dan individualistis.Beberapa Pengertia Kota:1.Kota merupakan suatu wilayah yang sebagian besar arealnya merupakan hasil budayamanusia, tempat pemusatan penduduk yang tinggi, dan sumber mata pencarian di luar sektor pertanian. Dan disamping itu kota juga dicirikan oleh adanya prasarana perkotaan,seperti bangunan pemerintahan, rumah sakit, sekolah, pasar, taman dan alun-alun yangluas serta jalan aspal yang lebar.2.Mayer melihat kota sebagai tepat bermukim penduduknya : baginya yang penting dengansendirinya bukan rumah tinggal, jalan raya, rumah ibadat, kantor, kanal dan sebagainya,melainkan penghuni yang menciptakan segalanya itu.3.Max Weber memandang suatu tempat itu kota, jika penghuninya sebagian besar telahmampu memenuhi kebutuhannya lewat pasar setempat.4.Haris dan Ullman melihat kota sebagai pusat untuk permukiman dan pemanfaatan bumioleh manusia.5.Prof. Drs. R. Bintarto Kota adalah suatu sistem jaringan kehidupan manusia dengankepadatan penduduk yang tinggi, strata sosial ekonomi yang heterogen, dan corak kehidupan yang materialistik.6.Menurut Peraturan Menteri Dalam Negeri RI No. 4 tahun 1980 menyebutkan bahwa pengertian kota terdiri dari 2 macam yaitu:a.Kota sebagai suatu wadah yang memiliki batasan administratif sebagaimana diatur dalam perundang-undangan.
 
 b.Kota sebagai suatu lingkungan kehidupan perkotaan yang mempunyai ciri non agraris,misalnya ibu kota kabupaten, ibu kota kecamatan, serta berfungsi sebagai pusat pertumbuhan dan permukiman.Ciri-ciri kota :1.Kota merupakan tempat bermukim, tempat bekerja, tempat kegiatan ekonomi, pusat pemerintahan, dan pusat kegiatan lain yang telah mengalami banyak kemajuan pembangunan fisik.2.Kota yang telah berkembang maju mempunyai peranan yang lebih besar, antara lain:sebagai pusat permukiman penduduk (tempat tinggal), pusat perputaran modal dankeuangan, pusat kegiatan transportasi, pusat kegiatan konsumsi dan produksi, pusatkegiatan pemasaran dan perdagangan, pusat perindustrian, pusat kegiatan sosial budaya, pusat kegiatan kesenian, dan pusat pendidikan.3.Pusat fasilitas-fasilitas masyarakat yang lain seperti kesehatan, lembaga-lembaga sosialdan keahlian, kegiatan politik, dan administrasi pemerintahan juga berada di kota.Masyarakat kota lebih mudah menyesuaikan diri terhadap perubahan sosial yangdisebabkan oleh adanya pengaruh keterbukaan dari daerah luar.4.Masyarakat kota lebih bersifat individual, dimana kepentingan individu lebih menonjol, jika dibandingkan dengan sikap solidaritas dan gotong royong. Setiap kota memilikidinamika pertumbuhan masing-masing. Ada kota yang lambat berkembang, tetapi ada pula yang sangat pesat perkembangannya. Hal ini karena kota dipengaruhi oleh lokasidan keadaan morfologi dan bentuk lahannya.5.Pusat-pusat kegiatandi kota sering mengalami perubahan daya tarik. Keramaian yangada di kota tergantung pada beberapa faktor yaitu:a.Kemampuan daya tarik dari bangunan dan gedung-gedung sebagai tempatmenyalurkan kebutuhan hidup sehari-hari b.Tingkat kemakmuran warga kota yangdilihat dari daya belinyac.Tingkat pendidikan dan kebudayaan yang cukup baik d.Sarana dan prasarana dalam kota yang memadaie.Pemerintahan dan warga kota yang dinamis.Pada mulanya, kota merupakan konsentrasi rumah tangga di pinggir-pinggir sungaiyang diorganisasi mengelilingi penguasa atau biasanya pemimpin agama atau pendetagereja yang kemudian diteruskan oleh kelompok pendeta yang menyelenggarakan
 
 pengendalian yang sistimatis dan kontinyu terhadap panen, tenaga kerja dan lain-lain. Masihdapat juga ditelusuri bahwa kota modern di barat pada abad pertengahan dan bahkansebelum revolusi industri umumnya masih tergantung dari sistem pertanian yang notebene belum memakaialat mesin disamping beberapa kota yang sekaligus memang menjadi pusat perdagangan Nasional dan Internasional. Keadaan tersebut menjadi sebab kota berkembangsangat terbatas dan bila kota bertumbuh di luar batas kemampuan suplai hasil pertanian(makanan) dari “hinterland”(daerah sekitarnya) maka kota tersebut akan mengalamikesulitan makanan ; dan untuk mempertahankan eksistensi pertumbuhan tersebut seringdiperlakukan penaklukan daerah sekeliling atau daerah lain demi memperbesar suplai bahanmakanan. Keadaan inilah yang sering dilakukan oleh penguasa kota di Romawi dan Yunanidahulu.Setelah revolusi industri, kota di barat berkembang dengan sangat pesat danmerupakan asal-usul urbanisasi yang paling berarti. Penduduk kota bertambah dengandrastis dan penduduk desa, terutama yang dekat kota berkurang. Sebelum revolusi industri, pertumbuhan dan perkembangan kota lambat dan bahkan konstan. Setelah revolusi industri pertambahan penduduk bagaikan meledak hingga untuk pertama kalinya kota-kota di baratmelebihi kemampuan kota yang real, yaitu mulai dari penyediaan perumahan yang layak,sarana pendidikan, lapangan kerja dan tempat rekreasi dan lain-lain.Dari peninjauan sejarah perkembangan dan pertumbuhan kota secara spesifik diperoleh gambaran mengenai hal-hal yang menyangkut : proses perkembangan dan pertumbuhan kota, faktor-faktor penggerak perkembangan dan pertumbuhan kota, dankemungkinan-kemungkinan yang dapat dipakai didalam usaha pengarahan dan penyusunanarah dan besarnya perkembangan dan pertumbuhankota. Studi sejarah perkembangandan pertumbuhan kota yang spesifik ini jelas akan merupakan bagian yang penting didalam penentuan kebijaksanaan dan pertimbangan didalam perencanaan untuk perkembangan kotatersebut dimasa mendatang. Dari sejarah mengenai perkembangan dan pertumbuhan kotadapat dianalisa apakah pola kecendrungan perkembangan dan pertumbuhan yang berlakusekarang itu mempunyai nilai yang negatif ataukah positip untuk perkembangan kotaselanjutnya. Apabila sifat dari pola dan kecenderungan perkembangan dan pertumbuhankota itu negatif maka didalam kebijaksanaan perencanaannya perlu pengarahan kearah lainsedemikian rupa sehingga perkembangandan pertumbuhannya dapat diarahkan kepadausaha-usaha perbaikan.Perkembangan kota secara umum menurutBranch (1995) sangat dipengaruhi olehstuasi dan kondisi internal yang menjadi unsur terpenting dalam perencanaan kota secara

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->