Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Untitled

Untitled

Ratings: (0)|Views: 12 |Likes:
Published by Alim Sumarno

More info:

Published by: Alim Sumarno on Jul 14, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/21/2013

pdf

text

original

 
 
EVALUASI SISTEM PENGENDALIAN INTERN DALAMMEMINIMALKAN RESIKO KREDIT MACET
Studi kasus pada Koperasi Simpan Pinjam An Nisa’Farida Nikmatul LailaUNIVERSITAS NEGERI SURABAYAe-mail : Fariida.NL@gmail.com
ABSTRAK
Problems that often occur in financial institutions is stuck klaim, it required asystem to control. The purpose of this research was to evaluate how far theinternal control of credit has influence toward minimize stuck claim. Researchmethod used is descriptive qualitative. The result of this research indicates that implementation of the internal control at credit system has an important roletoward credit quality raising and can minimize procentation of stuck claimalthought it still has a few weaknesses.Keyword : internal control, stuck claim, credit 
PENDAHULUANLatar Belakang
Lembaga keuangan memiliki peranan yang sangat penting dalammenunjang kesejahteraan masyarakat di suatu negara. Di Indonesia mayoritaswarga negaranya bergantung pada lembaga keuangan untuk mendapatkan bantuanpendanaan dan tempat untuk menyimpan uang. Saat ini bank masih menjadiprimadona masyarakat untuk mendapatkan bantuan keuangan dan menyimpan
 
 
uangnya. Namun tidak dapat dipungkiri bahwa koperasi juga mendapatkankepercayaan dari masyarakat, terutama masyarakat menengah ke bawah.Koperasi merupakan badan usaha yang bertujuan memajukankesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya. Koperasididirikan dari, oleh, dan untuk anggota, karena itu anggota menjadi prioritasutama dalam meningkatkan kesejahteraan atas dasar kesamaan hak dan kesamaankewajiban. Modal yang didapatkan dari simpanan pokok, simpanan wajib,simpanan sukarela anggota disalurkan dalam bentuk pinjaman kepada anggotadan masyarakat.Sektor usaha kecil dan menengah merupakan salah satu potensi yangmenjadi perhatian pemerintah dan perlu dikembangkan. Setiap pengusaha baik usaha kecil maupun menengah harus melakukan upaya demi menstabilkan danlebih meningkatkan eksistensi usahanya. Salah satu faktor penghambat yangsering muncul yaitu masalah permodalan usaha kecil dan menengah. Peran sertakoperasi dalam pemberian kredit atau membantu permodalan ke sektor usahakecil dan menengah diharapkan dapat meringankan masalah permodalan dandapat meningkatkan usahanya dengan kualitas dan mutu yang baik. Koperasi yangtidak mengenal fluktuasi suku bunga seperti halnya dalam bank sangatmenguntungkan bagi anggota dan masyarakat yang menggunakan jasanya.Masyarakat dengan tingkat ekonomi menengah ke bawah sering merasa takutuntuk meminjam uang ke bank dengan tingkat suku bunga tinggi yang nantinyaakan lebih memberatkan. Selain itu sistem pemberian kredit yang ada di bank lebih rumit dibandingkan dengan sistem kredit koperasi.
 
 
Lembaga keuangan mikro khususnya koperasi simpan pinjam (KSP) baik yang menggunakan konsep syari’ah ataupun yang menggunakan konsepkonvensional terus mengalami perkembangan. Kepercayaan yang tinggi darimasyarakat memberikan kemudahan setiap koperasi untuk terus konsisten.Namun di sisi lain KSP juga banyak yang mengalami kegagalan. Kesulitanlikuidasi akibat pinjaman atau kredit yang bermasalah menjadi faktor utamanyasehingga harus dimerger dengan koperasi lain dan bahkan harus terpaksa ditutup.Sulitnya menjalankan usaha koperasi simpan pinjam (KSP) menjaditantangan tersendiri bagi yang menjalankannya. Pemberian kredit yangmerupakan jenis usaha yang paling pokok dan perlu mendapatkan perhatiankhusus. Pihak manajemen / pengelola perlu fokus pada pelayanan nasabah,pembentukan sistem yang baik dan penanganan yang tepat dalam menanganikredit bermasalah. Pemberian pelayanan terbaik kepada nasabah akanmenumbuhkan kepercayaan dari masyarakat untuk mengunakan jasa yang kitaberikan. Pembentukan sistem yang efektiv dan efisien akan mampu meningkatkankualitas operasional koperasi.Perubahan lingkungan strategis yang dihadapi oleh dunia usaha saat initermasuk usaha kecil menengah dan koperasi sangat cepat dan dinamis. Koperasisebagai suatu badan usaha harus didorong dan diarahkan untuk dapat ikutberperan secara nyata dalam meningkatkan kesejahteraan anggota dan masyarakatagar mampu mengatasi ketimpangan ekonomi dan kesenjangan sosial. Namunadanya unsur risiko dan ketidakpastian,terutama pada jasa perkreditanmengharuskan adanya pengamanan terhadap kredit yang diberikan kepadanasabah agar tidak terjadi kredit bermasalah yang merugikan. Kredit bermasalah

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->