Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
1Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Pemeriksaan Pada Anak

Pemeriksaan Pada Anak

Ratings: (0)|Views: 100|Likes:
Pemeriksaan Pada Anak dalam keperawatan
Pemeriksaan Pada Anak dalam keperawatan

More info:

Published by: Tubagus Hidayatullah on Jul 14, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

04/20/2014

pdf

text

original

 
B. TUJUAN PEMERIKSAAN FISIK Urutan yang biasa dalam pemeriksaan fisik pasien adalah head to toe. Fungsiutama dilakukan secara sistematic yaitu memberikan guideline umumpengkajian setiap bagian tubuh yang kecil dalam pemeriksaan. Standarpencatatan dan pelaporan juga merupakan fasilitas penukaran informasi antartim professional yang lain. Dalam pemeriksaan fisik anak harus memperhatikankebutuhan perkembangan mental anak, walaupun pemeriksaan ini diikutiperekaman dengan menggunakan model head to toe. Penggunaanperkembangan mental dan kronologi umur sebagai kriteria utama dalampengkajian tiap sistem tubuh akan memudahkan atau menyelesaikan daribeberapa tujuan :Meminimalkan stres dan ansietas yang berhubungan dengan pengkajian padabagian-bagian tubuh yang berbedaMemelihara dan membina hubungan saling percaya antara perawat, anak danorang tuaMemberikan persiapan yang maksimum bagi anakMemberikan perlindungan esensial terhadap hubungan antara orang tua, anak,terutama dengan anak kecilMemaksimalkan keakuratan dan realibilitas hasil pengkajianPendekatan umum pemeriksaan fisik anakPemeriksaan fisik lebih dari suatu rangkaian latihan tekhnikal. Hal itu merupakantuntutan yang sama sensitifnya dengan kebutuhan fisik dan psikologi anak yangsulit dikenal dan tidak sama dengan yang lainnya. (Wong, 1993)C. PERSIAPAN ANAK Walaupun pemeriksaan fisik dilakukan dengan prosedur yang tidakmenyebabkan rasa sakit, tetapi kepada seorang anak dengan menggunakan jari,telapak tangan, lengan, pemeriksan dalam telinga dan mulut, menekanabdomen dan mendengarkan dada dengan permukaan metal yang dingin dapatmenimbulkan stresful. Pemeriksaan fisik harus menjadi hal yang menyenangkandan sama baik hasilnya. Pada umunya bayi dan anak kecil akan merasa lebihaman dan berkurang rasa takutnya dengan kehadiran orang tua, terutamaibunya. Pada bayi yang lebih besar sudah mulai takut kepada orang yang belumdi kenalnya, pendekatan menjadi lebih sulit. Dalam hal ini sebaiknya pemeriksabersifat informal, sedikit santai. Pemeriksaan dapat di mulai pada waktu bayimasih dalam pangkuan ibu. Lambat laun ia dipindahkan ke meja periksa sambildipegang-pengang dagunya, pipinya, atau diajak bicara dengan kata-kaa manis,sedangkan ibunya memengang tungkainya.Misalnya dengan anak preschool dan yang lebih tua, perawat dapatmenggunakan gambar atau boneka untuk membantu anak belajar tentang tubuhmereka (Vessey, Braith waite, and Weidman, 1990). Tekhnik ”paper doll
 
merupakan pendekatan yang digunakan untuk mengajarkan anak tentangbagian tubuh mereka yang diperiksa. Kesimpulannya adalah saat kunjungananak dapat mebawa paper doll sebagai pengingat pengalaman. Banyakpermintaan anak yang sangat kooperatif ketika orang tua bersama mereka. Halini ada yang menyebabkan, bagaimanapun saat anak yang lebih tua terutamaadolosence lebih memilih diperiksa sendiri seperti pada pemeriksaan genetalia,sering anak yang sedang diperiksa juga disertai saudara kandungnya yang dapatmenyebabkan ketidakteraturan karena ada boredom.Sebuah taktik ntuk membantu mareka adalah memberikan mereka kesempatanuntuk mencoba alat pemeriksaan seperti stetoskop atau spatel lidah dan memujianak atas ”bantuannya” selama pemeriksaan. D. PERSIAPAN ALATPengukur/ meteran/ penggaris/ stadiometerPenimbang BB Thermometer dan speculumOptalmoskopArloji berdetikManset dan stetoskopOksilometriPeniti, kapas, objek dingin/ hangatSpatel lidahGarpu talaSnellenSenterGambar warna E. TEHNIK PEMERIKSAAN FISIK SESUAI USIAPOSISIURUTANPERSIAPANBayiSebelum dapat duduk sendiri:
 
 Terlentang atau telungkup,atau lebih baik di pangkuan orang tua ;sebelum 4sampai 4 bulan :dapat ditempatkan diatas meja pemeriksaan.Setelah dapat duduk sendiri:gunakan posisi duduk di pangkuan orang tua jikamungkin. Jika diatas meja, tempatkan dan pandangan penuh pada orang tua.- Bila tenang, auskultasi jantung, paru, abdomen.- Catat frekuensi jantung dan pernafasan.- Palpasi dan perkusi area yang sama.- Lanjutkan dengan arah biasa, kepala ke kaki.- Lakukan prosedur traumatic di bagian akhir mata, telinga, mulut (sambilmenangis).- Munculkan reflek-refleks saat bagian tubuh tersebut di periksa.- Lakukan pemeriksaan reflek Moro di bagian akhir.- Lepaskan semua pakaian bila suhu ruangan memungkinkan.- Biarkan popok terpasang pada bayi laki-laki.- Tingkatkan kerja sama dengan distraksi, obyek terang, bunyi-bunyi denganmulut, bicara.- Berikan kotak kecil di kedua tangan bayi yang lebih besar, sampai pelepasanvolunter berkembang di akhir tahun pertama, bayi tidak mampu menggenggamobyek (Misal:stethoscope, otoscop) (farber, 1991).- Tersenyum pada bayi; gunakan suara yang lembut dan perlahan.- Tenangkan dengan sebotol air gula atau makanan.- Minta bantuan orang tua untuk memegang bayi pada pemeriksaan telinga,mulut.- Hindari gerakan yang kasar dan mengejutkan.Usia bermainDuduk atau berdiri diatas / disamping orang tua. Telungkup atau terlentang dipangkuan orang tua.- Inspeksi area tubuh, melalui permainan “hitung jari” gelitik jari kaki.- Gunakan kontak fisik uang minimal diawal pemeriksaan.- Kenalkan alat dengan perlahan.- Auskultasi, percusi, palpasi bila tenang.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->