Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Penilaian_karakter

Penilaian_karakter

Ratings: (0)|Views: 3 |Likes:
Published by Uut Siswanto

More info:

Published by: Uut Siswanto on Jul 15, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/20/2014

pdf

text

original

 
1Bahan tulisan Penilaian Pendidikan Karakter Universitas Negeri Yogyakarta
PENILAIAN PENDIDIKANKARAKTER
Oleh : Djemari Mardapi
*)
 
2
A.
Pendahuluan
Aristotle, filsof Yunani, menyatakan bahwa karakter yang baik merupakan pengamalan tingkah laku yang benar (Lickona, 1991:50). Tingkah laku yang benar dilihatdari sisi orang lain dan lingkungan. Lebih lanjut Aristotle mengatakan bahwa kehidupan pada zaman modern cenderung melupakanbudi pekerti termasuk orientasi diri, sepertikontrol diri, sikap dermawan, dan rasa sosial. Karakter adalah seperangkat traityangmenentukan sosok seseorang sebagai individu (Kurtus, 2010). Karakter menentukan apakahsesorang dalam mencapai keinginannya menggunakancara yang benar menurutlingkungannya dan mematuhi hukum dan aturan kelompok. Jadi,karakter merupakan sifatatau watak seseorang yang bisa baik dan bisa tidak baik berdasarkan penilaianlingkungannya.Karakter berkaitan dengan personalitaswalaupunadaperbedaannya. Personalitasmerupakan traitbawaan sejak lahir, sedang karakter merupakan perilaku hasil pembelajaran.Sesorang lahir dengan trait personaliti tertentu, Seseorang ada yang pemalu dan ada yangterbuka dan mudah bicara. Klasifikasi lain adalah apakah sesorang beroritentasi pada tugasatau senang kegiatan sosial. Hal ini yang menjadikan sesorang memiliki sifat inginmenguasai, ingin mempengaruhi, personaliti stabil atau patuh.Karakter pada dasarnya diperoleh melalui interaksi dengan orang tua, guru, teman,dan lingkungan.Karakter diperoleh dari hasil pembelajaran secara langsung atau pengamatan terhadap orang lain. Pembelajaran langsung dapatberupa ceramah dan diskusitentang karakter, sedang pengamatan diperoleh melalaui pengalaman sehari-hari apa yangdilihat di lingkungantermasuk media televisi. Karakter berkaitan dengan sikap dan nilai.Sikap merupakan predisposisi terhadap suatu objek atau gejala, yaitu positif atau negatif. Nilai berkaitan dengan baik dan buruk yang berkaitandengan keyakinan individu. Jadi,karakter seseorang dibentuk melalui pengalaman sehari-hari, apa yang dilihat dan apa yangdidengar terutama dari seseorang yang menjadi acuan atau idola seseorang.Karakter yang selalu dikaitkan dengan pendidikan karakter sering digunakan untuk menyatakan seberapa baik seseorang. Atau dengan kata lain,sesorang yang menampilkankualitas personal yang cocok dengan yang diinginkan masyarakat dapatdinyatakan memilikikarakter yang baik dan mengembangkan kualitas karakter sering dilihat sebagai tujuan
 
3 pendidikan. Komponan ini merupakan bagian dari aspek afektif pada standar nasional pendidikan.Menurut Krathwohl (1961),bila ditelusuri hampir semua tujuan kognitif mempunyaikomponen afektif. Dalam pembelajaran sains, misalnya, di dalamnya ada komponen sikapilmiah. Sikap ilmiah adalah komponen afektif. Peringkat
(level)
ranah afektif menuruttaksonomi Krathwol ada lima, yaitu:
receiving (attending), responding, valuing,organization, dan characterization.
Pada peringkat r 
eceiving atau attending,
 peserta didik memiliki keinginan memperhatikan suatu penomena khusus atau stimulus, misalnyakegiatan musik, kegiatan belajar, kegiatan olah raga, dan sebagainya. Dilihat dari tugas pendidik, hal ini berkaitan dengan pengarahan perhatian siswa terhadap suatu kegiatan..
 Responding
merupakan partisipasi aktif siswa, yaitu sebagian dari perilakunya. Pada peringkat ini peserta didiktidak saja mengunjungi fenomena khusus tetapi ia juga bereaksi.Hasil pembelajaran pada daerah ini menekankan keinginan memberi respons, kepuasandalam memberi respons. Peringkat yang tinggi pada kategori ini adalah minat, yaitu hal-halyang menekankan pada pencarian hasil dan kesenangan pada aktivitas khusus. Misalnya,kesenangan dalam membaca buku.
Valuing
adalah sesuatu yang memiliki manfaat atau kepercayaan atas manfaat sesuatu.Hal ini menyangkut pikiran atau tindakan yang dianggap sebagai nilai keyakinan atau sikapdan menunjukan derajatinternalisasi dan komitmen. Derajatrentangannya mulai darimenerima suatu nilai, misalnya keinginan untuk meningkatkan keterampilan sampai padatingkat komitmen.
Valuing
atau penilaian berbasis pada internalisasi dari seperangkat nilaiyang spesifik. Hasil belajar pada peringkat ini berhubungan dengan perilaku yang konsistendan stabil.Dalam tujuan pembelajaran, penilaian ini diklasifikasi sebagai sikap danapresiasi.Pada peringkat
organisasi,
nilai satu dengan nilai lain dikaitkan dan konflik antarnilaidiselesaikan, dan mulai membangun sistem nilai internal yang konsisten. Hasil pembelajaran pada peringkat ini berupa konseptualisasi nilai atauorganisasi sistem nilai. Misalnya pengembangan filsafat hidup.Peringkat ranah afektif tertinggi adalah
characterization
atau nilai yang kompleks.Pada peringkat ini siswa memiliki sistem nilai yang mengendalikan perilaku sampai pada

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->