Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
karangan eksposisi

karangan eksposisi

Ratings: (0)|Views: 62 |Likes:
Published by Tutii Rahayuu

More info:

Published by: Tutii Rahayuu on Jul 15, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/23/2014

pdf

text

original

 
 TUTIK RAHAYU NINGSIH1022009
Tema: Arsitektur Kota MalangTopik: Peninggalan di Kota Kolonial Judul: Nuansa di Jl. Ijen
Kerangka Karangan
-
Sejarah
Setelah hadirnya administrasi kolonialHindia Belandakota Malangakhirnya tumbuh dan berkembang menjadi kota yang modern. Padazaman itu Kawasan Ijen dirancang sebagai pengembangan terpaduantara taman olahraga dan perumahan yang berkonsep arsitekturkolonial.-
Tata Kelola
Di daerah ini terdapat dua arah yang berlawanan yang berupa jalanbesar dimana pada bagian tengah jalan terdapat boulevard. Jalan ijendikelola dengan menggunakan konsep jalur hijau yang dihiasi bungabougenvil dan pohon palem dengan latar belakang perumahan bergayakolonial Belanda.-
Ciri Kha
sSebagai cikal bakal kota Malang, jalan yang lebar dan luas merupakanciri khas dari Jl. Ijen. Sebagai pemisah antara kawasan rumah denganarea pedestrian ditanami jejeran pohon palem.-
Budaya
Untukmelestarikan dan mengenang kembali budaya tempo dulu yangmerupakan warisan nenek moyang, maka di daerah ini setiap tahunnyadiadakan festival, yaitu Malang Tempoe Doeloe.-
Bentuk Bangunan
Kota ini di desain dengan mengunakan gaya arsitektur kolonial Belandayang dapat dilihat dari beberapa kesamaan ciri pada bangunantersebut.
Nuansa di Jalan Ijen
Setelah hadirnya administrasi kolonialHindia BelandakotaMalang akhirnya tumbuh dan berkembang menjadi kota yang modern. Terutama ketika mulai di operasikannya jalur kereta api pada tahun1879. Akibatnya terjadilah banyak penataan bangunan yangbermunculan tanpa terkendali. Perubahan fungsi lahan mengalamiperubahan yang sangat pesat, seperti dari fungsi pertanian menjadiperumahan dan industri. Pada zaman itu, Kawasan Ijen dirancangsebagai pengembangan terpadu antara taman olahraga danperumahan yang berkonsep arsitektur kolonial. Berbagai fasilitas-fasilitas umum direncanakan sedemikian rupa agar memenuhikebutuhan keluarga Belanda. Awalnya, ijen hanya dapat dinikmati olehkeluarga-keluarga Belanda dan Bangsa Eropa lainnya, sementarapenduduk pribumi harus puas bertempat tinggal di pinggiran kota
 
dengan fasilitas yang kurang memadai. Di daerah ini terdapat dua arahyang berlawanan yang berupa jalan besar dimana pada bagian tengah jalanterdapat boulevard yang cukup besar yang menghubungkan antarakawasan satu ke kawasan lain atau sebaliknya. Jalan Ijen di keloladenganmenggunakan konsep jalur hijau yang di hiasi bunga bougenvil danpohon palem dengan latar belakang perumahan bergaya kolonialBelanda. Seiringdengan berjalannya waktu, di kawasan Ijen Kota Malang telah terjadibanyak perubahan. Perubahan tersebut terjadi pada bentuk, fungsi,struktur dan konstruksi, tinggi bangunan, dan lain sebagainya. Kini areapedestrian dibangun lebih tinggi dari permukaan jalan, membuatpejalan kaki harus naik turun di setiap gerbang rumah danpersimpangan jalan. Bangunan kuno pun terlihat dirombak olehpemiliknya.Sebagai cikal bakal kota Malang, jalan yang lebar dan luasmerupakan ciri khas dari Jl. Ijen. Setiap rumah di Ijen Boulevarddidesain memiliki taman. Sebagai pemisah antara kawasan rumahdengan area pedestrian ditanami jejeran pohon palem. Taman selalumenjadi pengakhiran dari setiap titik pertemuan jalan. Selain ituberbagai vegetasi banyak ditanami di areal pedestrian baik dikelolaoleh pemilik bangunan maupun oleh Pemerintah Kota Malang. Takdipungkiri keindahan Ijen Boulevard menjadi magnet tersendiri bagipengunjung yang melewatinya. Bangunan merupakan salah satu faktoryang dapat menentukan ciri yang menjadi jati diri dari suatu bentukankolonial pada kawasan Ijen. Ciri bangunan yang dapat terlihat dariwajah bangunan adalah bentuk atap, ornament atau ragam hias, dan juga elemen-elemen penyusun wajah bangunan lainnya seperti bukaandan dinding bangunan.Untukmelestarikan dan mengenang kembali budaya tempo duluyang merupakan warisan nenek moyang, maka di daerah ini setiaptahunnya diadakan festival, yaitu Malang Tempoe Doeloe. Festival inimengusung situasi kota pada masa lalu, mengubah jalan-jalan protokolkota menjadi museum hidup. Tak hanya nuansa yang benar-benarmenghadirkan suasana tempo dulu hadir pada acara itu, suasanatemaram tanpa penerangan listrik, busana yang dikenakan penjagagerai yang terbuat dari gubuk dengan atap rumput ilalang, daun tebuatau jerami padi pun juga bercorak kuno. Jajanan, furniture, asesoris,bahkan buku-buku hingga uang kuno pun tidak luput dari sajian"Malang Tempo Doeloe" yang dikemas seperti zaman puluhan hinggaratusan tahun silam.Kawasan ini didesain dengan konsep arsitektur kolonial.Beberapa bangunan di kota Malang khususnya di daerah ini masihmengunakan gaya arsitektur kolonial Belanda yang dapat dilihat daribeberapa kesamaan ciri pada bangunan tersebut, misalnya atapnya

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->