***Ilustrasi di atas dapat dianalogikan pada manusia. Kita akan menjadi manusia yanglemah, malas bekerja keras bahkan segan beribadah, dan cenderung santai jika tidak mendapat tantangan yang besar dalam hidup ini. Tantangan akan meningkatkankecerdasan, kompetensi atau kemampuan diri dalam berusaha menyelesaikan masalah.Bayangkan bila kita tidak merasa ditantang, kita tidak akan pernah terlatih untuk menghadapi masalah, apalagi mau menyelesaikannya. Namun demikian, kadang kalasebuah tantangan bisa menjadi suatu hambatan untuk maju, manakala kita tidak beranimenghadapinya, sehingga menjadikan kita seorang
looser
. Dalam kasus di atas ibaratnyaikan kecil yang kurang gesit, sehingga dapat dimakan oleh ikan hiu.Sesungguhnya Allah lah yang menciptakan tantangan kepada manusia di dunia ini dansekaligus menyediakan balasannya (
reward and punishment
), sebagai sarana peningkatankualitas ketaqwaan. Kadar tantangan-Nya sudah ditakar sangat akurat sesuai dengankemampuan kita masing-masing, sebagaimana tercermin dalam QS. Al Baqarah 286:
"Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Iamendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (darikejahatan/tindakan buruk) yang dikerjakannya"
.Kemampuan dalam menghadapi masalah sebagian besar tidak kita dapatkan di bangkusekolah. Sekolah hanya mengajarkan alat dan metoda yang bisa kita gunakan untuk menyelesaikan masalah.
However, a man behind the gun will mostly determine to win awar
, kemampuan kitalah yang lebih menentukan. Kemampuan akan lebih meningkat jikakita terus mengasahnya di dunia nyata (pekerjaan, rumah tangga, lingkungan sosial).Semakin kita berhasil melewati tantangan akan menumbuhkan semangat baru untuk menyelesaikan tantangan-tantangan berikutnyaSuatu ketika umat Islam mendapat sebuah tantangan. Pada saat itu Rasulullah SAW dankaum muslimin dikepung oleh pasukan kafir yang bersekutu sehingga jumlahnya berlipatganda dalam perang Ahzab. Namun ketika sedang memecahkan batu dan menggali paritperlindungan, tiba-tiba dengan izin-Nya Rasulullah SAW mendapat 'gambaran' mengenaimasa depan Islam. Dalam salah satu haditsnya, Rasulullah SAW mengatakan:
"Allahu Akbar! Aku telah dikaruniai kunci-kunci istana negeri Persi, dan nampak olehkudengan nyata istana-istana negeri Hirah begitu pun kota-kota maharaja Persi danbahwa umatku akan menguasai semua itu. Allahu Akbar! Aku telah dikaruniai kunci-kunci negeri Romawi, dan tampak olehku dengan nyata istana-istana merahnya, danbahwa umatku akan menguasainya."
Pada saat itu Persi dan Romawi adalah duaimperium besar yang mengelilingi jazirah Arab dan menjadi simbol kekuatan tak terkalahkan selama berabad-abad.Ini adalah sebuah tantangan Allah yang digulirkan oleh Rasulullah kepada kaumMuslimin. Dengan lecutan tantangan ini, Rasulullah dan para sahabatnya kembalibersemangat dan berhasil memenangkan perang Ahzab (Khandaq) walaupun jumlahpasukannya sangat sedikit. Dan tantangan yang dikatakan Rasulullah dalam hadits