• Embed Doc
  • Readcast
  • Collections
  • 1
    CommentGo Back
Download
 
mencerdaskan kehidupan bangsa
02
EDUKATORIAL
Pimpinan Redaksi:
Sirikit Syah,
Redaktur Pelaksana:
Abu Alif,
Redaktur Eksekutif:
Satria Dharma, MuhMuhyi,
Redaktur Biro Jakarta:
Habe Arifin,
Reporter:
Ari K, A Ramadhan, M Basyir, Faisal, Catur W,
Fotografer:
Setya Candra Wibaya,
Pimpinan Perusahaan:
Satria Dharma,
Direktur Marketing danPemasaran:
Mohammad Ihsan
Diterbitkan oleh:
Keluarga Unesa (Ganesa) dan Klub Guru.
Alamat Redaksi:
Jl. Rungkut Asri Timur 7/8 Surabaya Telp/Fax. (031) 8710230
Website:
www.keluargaunesa.com - www.klubguru.com
Email:
info@klubguru.com
Saya tertarik untuk berlangganan tabloid EDUKASI:
06 edisi Rp. 30.000
12 edisi Rp. 60.000Nama : …………………………………………………………...Instansi/Sekolah : ………………………………………………Alamat : …………………………………………………………Kota/Provinsi : …………………………. Kode Pos: …………... Telepon : ………………………… Handphone: ………………E-mail : …………………………………………………………..Mulai Edisi : ………………………… s/d ……………………...Saya akan membayar atas nama:
Pribadi
Instansi/Sekolahdengan cara:
WESEL POS
Tunai
Bank BCA, a/n Mohammad Ihsan, A/C. 788-0877661
Bank Mandiri, a/n Mohammad Ihsan, A/C. 1420004702956
FORMULIRBERLANGGANAN
Kirimkan formulir dan bukti pembayaran melaluifax atau pos ke Bagian Distribusi & Sirkulasi: Jl. RungkutAsri Timur 7/8 Surabaya Telp & Fax 031-8710230.
 TABLOID AKAN DIKIRIM SETELAH KAMI TERIMA BUKTI PEMBAYARAN ANDA.
WACANA
“Guru WajibMelek Internet”
Dari Seminar ICT Klub Guru
SERING
ditemui, murid sekolah menghabis-kan waktu luangnya dengan menelusuri du-nia maya di warung internet. Salah satu sara-na teknologi informasi itu sangat membantumereka mencari wawasan lebih luas di sam-ping buku pelajaran di sekolah. Namun, kece-patan akses informasi mereka ini tidak diim-bangi dengan peningkatan kualitas gurunya.Mungkin sudah ada guru yang terbiasa meng-gunakan internet sebagai bahan tambahanmateri pelajaran di kelas, tapi ada juga guruyang belum mengerti sama sekali.Ketimpangan ini dijawab Klub Guru Ja-tim dengan merangkul Indosat dan Hari-an Surya. Sebuah nota kesepahaman ditan-datangani untuk mendidik guru-guru diJatim agar semakin melek internet di Audi-torium Indosat, (17/2).Penandatanganan dilakukan AhmadRusdilfahmi,
Division Head of Marketing and Sales Support PT Indosat Regional Jatim dan Bali Nusra
, Sirikit Syah selaku Ketua Klub Gurudan Dhimam Abror Djuraid selakuPemimpin Redaksi Harian Surya.Rencananya, para guru anggota Klub Guruakan dilatih mengenai cara penggunaan in-ternet. “Ini merupakan program yang
feasi-ble
, sangat bisa diaplikasikan,” kata Sirikit.Pelatihan sebaiknya dilakukan dalamskala kecil, 20 guru per sesi selama satuhingga dua hari. Atau bisa juga kemam-puan ngenet ini disebarkan dari guru-guruyang sudah paham operasional komputerdan internet. Misalnya, guru sains dan guruteknologi informasi. Selanjutnya, merekaakan menularkan ilmunya itu kepada guru-guru mata pelaja-ran lain.“Kami mendu-kung program ini,sejalan dengan
 pro-gram corporate social responsibility 
berna-ma Indonesia Bela- jar,”ujar Fahmi. Sur-vei kecil yang per-nah dilakukan Indo-sat menunjukkandari 500 guru ang-gota Klub Guru, 25persen di antaranyasudah melek IT.Peran Indosatadalah memfasilitasi sambungan internettersebut sejauh pemancar Indosat mampumenjangkau. “Jika memakai internet broad-band 3G, akses internet dapat diperolehanggota klub guru dengan mudah. Terma-suk aplikasi melalui
tele conference
dan
vid-eo conference
yang menggunakan kekua-tan 3,6 megabyte per detik,” terang Fahmi.Sirikit menambahkan jika guru-guru terse-but berada di daerah yang jauh dari jang-kauan pemancar Indosat, maka mereka akandiundang belajar internet di Surabaya.Hingga kini, anggota Klub Guru berjum-lah sekitar 1.500 orang. Mayoritas berasaldari Surabaya dan Bojonegoro, disusulGresik dan Jombang. “Targetnya pada 2008bisa memperluas cabang di 10 kabupaten,”ungkap Sirikit. Direncanakan, pada Maret2008 kartu anggota akan dikeluarkan.Pembina Klub Guru yang juga bertindak se-bagai Direktur Ketenagaan Ditjen Dikti Prof DrMuchlas Samani, M.Pd menambahkan bahwapelatihan pada guru tersebut dapat diusa-hakan pula dengan mengoptimalkanMusyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) pada jenjang pendidikan SMP, SMA, dan SMK. “Lebihmudah bila mereka saling tukar informasi dalamkomunitas mereka sendiri,” kata Pembantu Re-ktor IV Universitas Negeri Surabaya ini.Sementara itu, Menteri Komunikasi danInformatika Prof Dr Ir Muhammad Nuh DEAmenekankan bahwa jaringan internet harusdimiliki oleh para guru. “Selain membaca, se-orang guru sebaiknya bisa menggunakaninternet,” tegasnya. Bagaimanapun, seorangguru dihormati masyarakat karena tiga hal.Yaitu karena ilmunya, kepribadiannya, sertacita-citanya.
(sumber: surya)
Para perwakilan Klub Guru, Indosat, dan Surya usai penandatanganan MOU.
Pendidikan MemangButuh Biaya
PEMOTONGAN
anggaran pendidikan sebesar 15 per-sen akan mengganggu pelayanan publik di bidang pen-didikan dan berpengaruh terhadap mutu pendidikan yangsudah dicapai. Di sisi lain, tidak ada jaminan anggaran pen-didikan akan meningkat pada tahun-tahun mendatang.”Pengurangan anggaran pendidikan berdampak panjang. Kualitas pendidikan kita yang sudah rendahakan bertambah parah,” ujar Ketua Harian Ikatan Sar- jana Pendidikan Indonesia yang juga mantan rektorUniversitas Negeri Jakarta, Prof Sutjipto, (28/2).Anggaran Departemen Pendidikan 2008 yang se-mula Rp 49,70 triliun turun menjadi Rp 42,24 miliardalam Rencana Anggaran Pendapatan dan BelanjaNegara (RAPBN) Perubahan 2008. Angka itu bahkanlebih kecil dari anggaran tahun 2007 sebesar Rp 44,1triliun.Dia mengatakan, pemerintah harus sadar betapapentingnya pendidikan. Selama ini, kesadaran akanarti penting pendidikan baru sebatas wacana, tetapitidak demikian realitas politik yang sebenarnya.Sebagai gambaran, pada akhir tahun 2007, masihterdapat ruang kelas SD/MI yang rusak sebanyak 91.064.Jumlah ruang kelas SMP yang rusak sebesar 20.223.Perpustakaan yang katanya jantung pendidikan ituhanya dimiliki oleh 27,6 persen sekolah dasar. Keterse-diaan tenaga pengajar berkualitas juga menjadi masalah.Jumlah guru berkualifikasi di bawah S-1 dan D-4 masihtinggi, yakni 1.457.000 orang atau sekitar 58,3 persen.Untuk akses pendidikan dasar misalnya, daerah yangangka partisipasi kasar atau APK level SMP masih kurangdari 80 persen sebanyak 111 kabupaten/kota dan tujuhprovinsi hingga akhir 2007. Masih terdapat daerah yangpencapaian APK SMP di bawah 50 persen, seperti Kabu-paten Te- luk Bintuni di Papua Barat dengan APK SMPsederajat baru 46,92 persen dan Kabupaten Yahukimo diPapua dengan APK 48,32 persen. Data tersebut dipresen-tasikan dalam acara Rembuk Nasional Departemen Pen-didikan Nasional beberapa waktu lalu.
Sangat menyedihkan
Menurut Sutjipto, pemerintah tidak bisa lagi memper-lambat laju pembangunan pendidikan. Kondisi pendi-dikan saat ini sudah sangat menyedihkan. Anggarannegara seharusnya untuk menyejahterakan rakyat, dansalah satunya melalui penyelenggaraan pendidikan.Sutjipto menambahkan, pada tataran manajemen, Depar-temen Pendidikan Nasional masih harus membuktikan prio-ritas, efektivitas, dan pelaksanaan rencana stra-tegis dari peng-gunaan anggaran pada tingkat praktis.”Kultur yang melekat itu terkadang kultur lama yangkerap dianggap tidak efisien dan efektif sehingga manaje-men harus juga dibenahi,” katanya. Daerah juga bukanmustahil akan terkena dampak pemotongan anggarantersebut. Biasanya, komposisi anggaran pendidikan pemer-intah pusat dan daerah ialah satu banding empat.
(kom/hb)
 ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○
Launching Klub GuruJombang
Setelah Klub Guru Bojonegoro,kini telah lahir Klub Guru Jombangyang secara resmi dibuka padaMinggu, 2 Maret 2008. Bersamaandengan itu, diselenggarakan pula“Seminar Pembelajaran Bahasa Ing-gris Yang Menyenangkan”, denganpembicara Drs. Slamet Setiawan,MA dan Drs. Mudairin. Acara ini di-laksanakan di Gedung Bung Tomo,Kantor Pemkab Jombang, Jl. KH.Wakhid Hasyim, Jombang. Informa-si lebih lanjut: A. Syifa, Sekretaris KlubGuru Jombang, 0856.4622.4275,Email: jombang@klubguru.com.
Workshop Menulis(Tingkat Lanjut) Ditunda
Workshop Menulis Untuk MediaMassa ke-2 yang rencananya akandiadakan pada 2 Maret 2008 se-mentara DITUNDA karena adagangguan teknis. Jadwal susulanakan segera diinformasikan segera.Para peserta yang telah mendaftarakan dihubungi secara khusus olehstaf Klub Guru mengenai pembata-lan ini. Namun naskah yang sudah dikir-imkan tetap akan diedit oleh Tim KlubGuru untuk kemudian dibantu pe-muatannya di media massa.Kami mohon maaf atas hal ini.
Seminar Nasional KlubGuru Pusat
Klub Guru Pusat akan menye-lenggarakan Seminar Nasional “Kiatdan Strategi Menjadi Guru Ber-prestasi”.Acara ini akan dilaksanakanpada hari Minggu, tanggal 23 Maret2008, bertempat di Auditorium IN-DOSAT, Jl. Kayun 72 Surabaya. Infodan Pendaftaran: Sekretariat KlubGuru, Jl. Rungkut Asri Timur 7/8 Sura-baya, Telp (031) 8710230, Email:info@klubguru.com.
Diklat Penulisan KaryaIlmiah KG Bojonegoro
Klub Guru Bojonegoro akanmenyelenggarakan Diklat DiklatPenelitian Tindakan Kelas (PTK),pada hari Minggu tanggal 9 Maret2008. Informasi selengkapnyahubungi: Puji Harsono, Ketua KlubGuru Bojonegoro, 0817588927,Email: bojonegoro@klubguru.com
AGENDA KLUB GURU
 TABLOID EDUKASI menerima surat (saran-kritik) dan artikelpendidikan untuk dimuat pada setiap edisi. Naskah silakan dikirimke: redaksi_edukasi@yahoo.com.
 
03
mencerdaskan kehidupan bangsa
EDUUTAMA
MENTERI
Pendidikan NasionalBambang Sudibyo bisa tersenyumlebar. Hajatan besar bernama Rem-buk Nasional Pendidikan berhasildilaksanakan, pecan pertama awalbulan Februari. Ratusan orang pintardatang, berkumpul, dan membahasberbagai masalah. Hasilnya, sebuahrekomendasi disebarkan kepadawartawan dan dimuat khusus di du-nia maya besutan panitia. NamaSekjen Depdiknas Dodi Nandika me- jeng di akhir rekomendasi.Di bawah kabut malam yang di-ngin, Selasa, 5 Februari 2008, Mendik-nas menutup gawe besar Depdiknasdi Sawangan, Bogor. Tiga isu besartelah dibahas, yakni evaluasi capaiankinerja pembangunan pendidikantahun 2005-2007, pemantapan pel-aksanaan sembilan terobosan kebi- jakan pendidikan, dan peningkatanpemahaman terhadap tujuh isupokok pendidikan.
Wajar Dikdas
Rembuk nasional menyorotimasalah pemberian subsidi agar lebihintensif bagi siswa yang kurangmampu. Subsidi tidak hanya menca-kup biaya langsung, tetapi juga bi-aya tidak langsung. Anggaran subsi-di ini secara proporsional ditang-gung renteng bersama antara pemer-intah dan pemerintah daerah(provinsi dan kabupaten/kota).Penyelenggaraan pendidikan non-konvensional (SMP Terbuka, SD Kecil)harus diperluas, meskipun biaya satu-annya lebih mahal dibanding de-ngan sistem pelayanan konvension-al. Pemerintah daerah juga perlumenganggarkan Biaya OperasionalPendidikan (BOP) sebagai pendam-ping Bantuan Operasional Sekolah(BOS). Program affirmative diperlu-kan guna mendorong kabupaten/kota yang belum mencapai ketun-tasan Wajar Dikdas 9 Tahun agar da-pat merintis pelaksanaan wajar 12tahun. Yang juga menjadi konsernpeserta adalah membangun sekolahmenengah di daerah pemekaran danperbatasan.Peserta rembuk nasional pendi-dikan juga lebih menyoroti penting-nya peningkatan mutu perguruantinggi. Diperlukan upaya untuk mem-perluas akses Politeknik. Caranya di-lakukan melalui, penambahan pro-gram studi (prodi) dan pembentukanpoliteknik baru. Tentu saja penertiban programstudi perlu dilakukan bagi yang tidak relevan dengan ketegasan kebijakanPersyaratan Minimal Program Studiserta sosialisasi Program Studi yangrelevan dengan lapangan pekerjaan.Mengenai peningkatkan mutu lu-lusan, perlu adanya sertifikasi keahli-an lulusan (sebagai nilai tambah). Tenaga dosen Politeknik dinilaikurang sesuai bila mengikuti polarekrutmen dosen yang ada. Itu
Rembuk nasional melihat pentingnya peningkatan kemampuanTenaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan di bidang KurikulumTingkat Satuan Pendidikan (KTSP).
MK: Gaji GuruMasuk APBN
JAKARTA
- Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan permo-honan bahwa Pasal 49 ayat (1) Undang-Undang (UU) Nomor 20/ 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) bertentan-gan dengan Pasa 31 ayat (4) UUD 1945, seprti dilaporkan
 Antara
.Berarti, komponen gaji pendidikan dimasukkan ke dalam Ang-garan Pendapatan Belanja Negara (APBN)/Daerah (APBD).Sedangkan permohonan pengujian UU Nomor 18/2006 ten-tang Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2007, tidak dapat diterima oleh majelis hakim konstitusi.Hal tersebut terungkap dalam putusan persidangan pengujianUndang-Undang (UU) Nomor 20/2003 tentang Sisdiknas danUU Nomor 18/2006 tentang Anggaran Pendapatan Belanja Nega-ra (APBN) 2007 di Jakarta, kemarin.Uji materi diajukan Rahmatiah Abbas (guru) dan Prof DrBadryah Rifai (Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Hasa-nuddin) dengan kuasa hukumnya, Elza Syarief SH.Majelis Hakim Konstitusi MK yang dipimpin Jimly Asshid-diqie, berpendapat dalil para pemohon sepanjang menyangkutfrasa “gaji pendidik” dan dalam ketentuan Pasal 49 ayat (1) UUSisdiknas bertentangan dengan Pasal 31 ayat (4) UUD 1945,adalah, beralasan sehingga gaji pendidik harus secara penuhdiperhitungkan dalam penyusunan anggaran pendidikan.“Bahwa dengan dimasukkannya komponen gaji pendidik dalam perhitungan anggaran pendidikan, menjadi lebih mudahbagi pemerintah bersama DPR untuk melaksanakan kewajibanmemenuhi anggaran pendidikan 20 persen dalam APBN,” ka-tanya. Majelis hakim menambahkan jika komponen gaji pendi-dik dikeluarkan, anggaran pendidikan dalam APBN hanya sebe-sar 11,8 persen, sedangkan dengan memasukkan komponengaji pendidik, anggaran pen-didikan dalam APBN 2007mencapai 18 persen.Karena itu, dengan ada-nya putusan ini, tidak bolehlagi ada alasan untuk meng-hindar atau menunda-nundapemenuhan ketentuan ang-garan sekurang-kurangan-nya 20 persen untuk pendi-dikan baik dalam APBNmaupun APBD.“Dengan demikiandalam penyusunan anggaranpendidikan, gaji pendidik se-bagai bagian dari komponengaji pendidikan dimasukkandalam penyusunan APBN/ APBD,” katanya.Apabila, kata dia, gaji pen-didik tidak dimasukkandalam anggaran pendidik dalam penyusunan APBN/ APBD dan anggaran pendi-dikan tersebut kurang dari20 persen APBN/APBD,maka UU dan peraturanyang menyangkut anggaranpendapatan dan belanja di-maksud bertentangan den-gan Pasal 31 ayat (4) UUD1945.Berkait dengan dalil para pemohon terhadap UU APBN 2007,mahkamah berpendapat, UU APBN mempunyai karakter yangberbeda dengan UU pada umumnya di antaranya bersifat “
een-malig
” yang berlaku hanya untuk satu tahun dan sudah berakhir.“Oleh karena itu, dalil para pemohon sepanjang menyangkutUU APBN 2007 tidak perlu dipertimbangkan lebih lanjut,” katanya.Ketua Dewan Direktur Center for Indonesian and NationalPolicy Studies (Cinaps), Prof Dr Soedijarto MA, yang menga-takan sebenarnya gaji gutu itu sudah tertuang dalam UUGuru.”Jadi tidak perlu dimasukkan dalam APBN, bagaimanauntuk mencerdaskan bangsa jika anggaran yang ada masih min-im,” katanya.
(edk/antara)
Kesejahteraan dalam Pendidikan
Dengandimasukkannyakomponen gajipendidik dalamperhitungananggaranpendidikan,menjadi lebihmudah bagipemerintahbersama DPRuntuk melaksanakankewajibanmemenuhianggaranpendidikan 20persen.
 Jimly Asshiddiqie
Majelis Hakim Konstitusi MK Pendidik PMPTK 
Ciptakan TerobosanKebijakan Pendidikan
Rembuk Nasional Pendidikan 2008
sebabnya perlu ada penghargaanpada portofolio kompetensi (serti-fikasi profesi untuk dosen).Hibah kompetensi dibutuhkanuntuk menghasilkan Paten, JurnalInternasional, Teknologi Tepat Guna ,Rekayasa Sosial, Kebijakan Publik,Metodologi, Karya Seni dan Buku Ajar.Bidang kajian yang diajukan olehPerguruan Tinggi sebaiknya ber-dasarkan kepada unggulan/spesifik daerah dan kepakaran masing-ma-sing Perguruan Tinggi.
Peningkatan Mutu Pendidik 
Di bidang ini, membuat road mapguru berdasarkan masing-masingdaerah perlu dilakukan guna meng-hitung kebutuhan guru berdasarkankondisi geografis dan demografisyang komprehensif.Perlunya insentif dari pemerintahyang layak dan sesuai bagi guru-gurudengan mempertimbangkan jarak geografis sehingga ada keadilan.Memberdayakan peranan LPMP se-bagai institusi fasilitasi sumber dayapendidik (pendidik dan tenagakependidikan di tingkat provinsi).Rembuk nasional melihat penting-nya peningkatan kemampuan Tena-ga Pendidik dan Tenaga Kependidik-an di bidang Kurikulum Tingkat Satu-an Pendidikan (KTSP). Untuk itulah,perlu dilibatkan perguruan tinggidan lembaga peningkatan mutupendidik dan tenaga kependidikandalam rangka percepatan pemenu-han kompetensi.Yang tak kalah penting adalah isuoptimalisasi Pemanfaatan TeknologiInformasi dan Komunikasi dalamPenyelenggaraan Pendidikan. Semuapeserta sepakat, teknologi informasimenjadi titik kunci kemajuan danpercepatan penedidikan menuju ke-bangkitan di Indonesia. Pembangu-nan perpustakaan, laboratorium,workshop, dan pusat sumber belajarberbasis TIK di SMA/SMK Untuk itu semua, perlu dilakukanMoU dan Blockgrant pengadaanperalatan dan ruangan dengan PEM-DA setempat. Percepatanpengem-bangan pembelajaran harus segeradirealisasikan sehingga pemerataanbahan belajar bermutu dapat segeradinikmati oleh siswa dari berbagaiwilayah di IndonesiaKoordinasi antara Biro Kepegawa-ian dengan BKN dan Kantor Menpanuntuk merancang kebijakan dan pro-gram rekrutmen guru TIK di sekolah(daerah), mengacu pada UU Guru danDosen (UU 14/2003) juga menjadiperhatian semua pihak sehinggaharus dilakukan segera.
Ujian Nasional
 Terkait dengan ujian nasional, rem-buk nasional pendidikan merekomen-dasikan pengangkatan dan pendistri-busian guru sesuai dengan kebutuhandaerah dan sekolah, khususnya daerahyang hasil UN-nya rendah. Tim pendam-ping dan pelaksana pendampingandiperlukan dalam memanfaatkan hasilUN untuk meningkatkan kualitas pem-belajaran di sekolah. Tidak ada penola-kan terhadap pelaksanaan ujian nasional.Semua sepakat ujian nasional diperlu-kan mesksi di masyarakat banyak me-nuai kritik.Pemerintah dan pemerintah daerahdiminta melakuklan koordinasi ter-hadap kegiatan sosialisasi KTSP. Sosial-isasi dan pelatihan KTSP perlu diopti-malkan dan lebih terkoordinasi danmerata di seluruh Indonesia yang meli-batkan seluruh unit utama di Depdik-nas, LPTK, LPMP, P4TK serta dinas pendid-ikan Propinsi dan dinas pendidikanKabupaten/kota sebagai ujung tombak sosialisasi dan pelatihan sampai kesekolah-sekolah.Sedangkan BSNP disarankan agarmelakukan koordinasi dan sinkronisasidengan Badan Nasional Sertifikasi Pro-fesi (BNSP), khususnya yang menyangkuttentang sertifikasi pendidik dan tenagakependidikan nonformal.
(hb*sumber: diknas)
Para guru menjadi ujung tombak tercapainya sebuah proses belajar mengajar. Oleh sebab itu gurudituntut lebih berkualitas guna menghasilkan lulusan yang berkualitas pula. Seminar dan diklat merupakan salah satu sarana guru untuk bisa lebih baik.
foto: Bowolee
of 00

Leave a Comment

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...
03 / 06 / 2010This doucment made it onto the Rising List!
You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...