• Embed Doc
  • Readcast
  • Collections
  • CommentGo Back
Download
 
Menyamankan Pembelajaran
Pendidik adalah anggota masyarakat yang memiliki peran sangat besar dan berharga dalam mempersiapkan generasi muda. Nilai terbesar terletak pada pendidik yang lebih suka membimbing daripada menggurui anak didiknya. Pendidik yang berperan sebagai pembimbing adalah pendidik yang dapat menjadi perancang pengalaman-pengalaman yang merangsang pemikiran dan masalah-masalah yang relevanuntuk dipecahkan melalui tugas-tugas kelompok maupun tugas mandiri.Pengalaman kita sebagai pengajar menunjukkan bahwa kualitas hubungan pendidik dengan para peserta didiknya sebagai faktor paling utama dalam kaitannyadengan kenyamanan dalam belajar. Pada akhirnya, kenyamanan dalam belajar inimenjadi faktor penting dalam keberhasilan belajar peserta didik. Karena itu,memanfaatkan waktu untuk membangun hubungan dengan peserta didik adalah sangat penting di samping menjamin peserta didik memperoleh keadaan pikiran yang terbuka, bebas stress, dan cerdas. Berikut adalah beberapa contoh aktivitas untuk menghasilkan pembelajar yang penuh motivasi :
a.Menjelaskan Cara Kerja Otak Dan Cara Belajar
Saat ini telah banyak buku-buku yang berisi penjelasan-penjelasan tentang carakerja otak dan cara-cara belajar yang sesuai dengan cara kerja otak. Pendidik harusmemahami cara kerja otak dan cara belajar yang sesuai dengan cara kerja otak tersebut.Dengan memahami hal itu, setidaknya ada dua manfaat penting yang diperoleh.
 Pertama
, bagi pendidik. Dengan memahami cara kerja otak dan cara belajar tersebut, dia akandapat merancang pembelajarannya sesuai dengan kaidah-kaidah kerja otak pesertadidiknya.
 Kedua
, bagi peserta didiknya. Dengan memberi pemahaman mengenai carakerja otak dan cara belajar yang sesuai kepada peserta didik, mereka akan merasaoptimistik dan dapat memanfaatkan kapasitas otaknya secara optimal.Kepada peserta didik perlu dijelaskan bahwa salah satu kunci keberhasilan belajar adalah menemukan dan menggunakan tehnik-tehnik belajar yang cocok dengan gaya belajar mereka. Ketika mereka melakukannya, belajar menjadi lebih nyaman dan lebih berpeluang sukses di masa depan. Peserta didik mulai menyadari bahwa setiap orang
 
dapat belajar – satu-satunya perbedaan adalah bahwa dalam sebagian mata pelajaran ataumata kuliah, sebagian orang akan memerlukan waktu lebih lama dibanding orang lain.
b.Melihat Relevansi
Pada saat pertama tahun ajaran baru, diskusikan dengan para peserta didik mengenai betapa berharganya menggunakan waktu setahun ini untuk mempelajari mata pelajaran atau kuliah Anda. Beri kesempatan mereka melakukan
brainstorming 
tentangkeuntungan mempelajari mata pelajaran atau kuliah tersebut dan akibat jika tidak mengetahuinya.Matematika menjadi hidup dan penting ketika para peserta didik menyaksikannyadipakai dalam kehidupan nyata, misalkan dalam perdagangan atau dalam bidangkonstruksi. Mereka akan menganggap belajar bahasa asing sebagai suatu pekerjaan yangmenarik manakala mereka melihat manfaatnya dalam situasi nyata.Para peserta didik harus melihat relevansi apa yang mereka pelajari dengankehidupan nyata mereka. Hal ini akan membangkitkan minat belajar mereka terhadapmata pelajaran atau kuliah Anda. Bangkitnya minat mendasari dan mendahuluikeberhasilan proses pembelajaran.
c.Memvisualisasikan Hasil Yang Bermutu
Adakan diskusi kelas tentang tugas apa yang layak mendapatkan nilai A. berikancontoh. Tampilkan para peserta didik peraih nilai A dari tahun sebelumnya untuk menceritakan apa yang telah dikerjakannya. Banyak peserta didik yang belum pernahmeraih nilai A. mereka tidak tahu bagaimana rasanya. Maka, langkah pertama adalahmemperlihatkan kepada mereka bagaimana cara meraihnya secara detail, dan jelaskan bahwa nilai A itu dapat dicapai oleh siapapun.Langkah selanjutnya adalah benar-benar memberi nilai A dengan memberi tugas-tugas yang ringan yang kemungkinan besar semua peserta didik dapat melakukannyadengan benar. Ada perbedaan psikologis yang sangat besar antara perasaan bahwa Andatidak pernah mampu mencapai nilai A dan betul-betul mendapatkannya dan tidak inginkehilangan nilai itu. Sekali mereka mendapatkannya- mereka ingin mempertahankannya.Hal ini akan diperjelas pada bahasan tentang
Multiple Intelgency.
 
Selanjutnya, ceritakan kepada mereka bahwa mereka akan menilai pekerjaanmereka sendiri sebelum melakukannya. Anda sekarang telah meletakkan tanggung jawabsecara kokoh pada tempat yang semestinya, yaitu di tangan para pelajar sendiri.Ajarkan kepada peserta didik bagaimana bekerja secara berpasangan untuk salingmenyunting dan menilai pekerjaan temannya. Bukan hanya dalam batas-batas sikap positif saja melainkan juga menciptakan sejenis ketrampilan kolaboratif dan cara berpikir yang akan dibutuhkan dalam kehidupan mereka nanti. Ulangi dandemonstrasikan setiap pekerjaan yang Anda harapkan berstandar tinggi dan angkakegagalan rendah.
d.Memberi Peserta Didik Kontrol-Diri
Tujuannya adalah pembelajar yang bias mengatur dan mengelola diri. Pembelajar yang percaya diri dan merasa bebas. Biarkan mereka berdebat di kelas tentang aturan-aturan yang ingin mereka tetapkan untuk menciptakan kelas yang menyenangkan dan pembelajaran yang efektif. Ketika mereka membantu menetapkan aturan-aturan, masalahdisiplin akan berkurang, karena tekanan dari teman sekelas dilakukan untuk menegakkanaturan-aturan
kita
. Aturan-aturan kelas dapat meliputi PR, berbicara dan berperilaku.Aturan-aturan itu harus ditandatangani oleh seluruh siswa dan ditempel di dinding ataudicopy untuk masing-masing peserta didik.Memahami dan menegakkan aturan adalah salah satu proses belajar. Jika salahseorang peserta didik tidak memahami sesuatu maka terserah baginya untuk menemukandan memahaminya. Perhatikan pesan yang tersembunyi : belajar adalah kemestian, satu-satunya masalah adalah beralngsung berapa lama. Setiap peserta didik diberi selembar kartu catatan kedisiplinan. Jika hilang, mereka diberi kartu “peringatan”. Kartu catatantersebut merupakan umpan balik yang sangat berharga bagi pendidik, dan para pesertadidik merasa selalu mencoba mengendalikan diri.Setiap orang merasa punya komitmen hanya ketika mereka berperan serta dalammembuat keputusan, bukan ketika dipaksa atau terpaksa untuk melaksanakan komitmenitu. Ketika sebuah kelas membuat komitmen untuk mencapai tingkat kesalahan nol,maksudnya benar 100%, untuk suatu mata pelajaran atau mata kuliah tertentu, mereka
of 00

Leave a Comment

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...
You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...