• Embed Doc
  • Readcast
  • Collections
  • CommentGo Back
Download
 
BAB IPENDAHULUANA.Latar Belakang Masalah
Study wisata merupakan kegiatan yang dilakukan untuk memperoleh pengetahuan tentang berbagai tempat wisata. Laporan study wisata dibuat untuk memenuhi salah satu standar kompetensis mata pelajaran Bahasa Indonesia, yaitusiswa diharapkan mampu melaksnakan dan mengomunikasikan hasil pengamatan pada saat melakukan study wisata di Kraton Yogyakarta.Hal ini dilakukan dan ditentukan pada siswa agar mereka lebih peduli padatempat-tempat bersejarah yang menjadi komunitas atau museum benda-bendasejarah. Selain itu salah satu tempat yang kami tuju yaitu Kraton Yogyakata. Parasiswa menjadi lebih mengetahui tempat-tempat yang bersejarah di Indonesia danmengetahui begitu besar kekayaan Indonesia dengan budaya yang khas yangmenjual karakteristik bangsa Indonesia. Dan mereka akan terangsang untuk mengembangkan budaya bangsa.Mengingat akan pentingnya study wisata ini kami tertarik untumembukukan karya tulis study wisata yang kami laksanakan.
B.Tujuan Karya Tulis
Karya tulis ini dibuat agar pembaca dapat mengetahui tentang study wisatayang kami tuju dan keadaannya.
C.Metode
Study wisata ini dilaksanakan pada tanggal 14 Juni 2008 dengan tujuanwisata Kraton Yogyakarta. Sebagai bahan pembuatan karya tulis ini kamimelakukan pengamatan dan mencatat data-data penting yang terdapat pada tempattujuan.
D.Kegunaan Studi Wisata
1.Mengetahui tempat-tempat bersejarah.2.Mendorong siswa untuk lebih menghormati dan menghargai pahlawan yangtelah gugur.3.Seperti pada tempat yang dituju yaitu kraton Yogyakarta siswa menjadi lebihmengetahui dan terangsang untuk melinduni melestarikan, adat dan budaya bangsa Indonesia.
 
E.Meninjau Kraton Yogyakarta
Dari Kantor Pos Yogyakarta kita pergi ke selatan dan melalui
gladagpanurakan
, sampailah kita di Alun-alun Utara. Tentang nama Pangurakan ini banyak keterangan.1.Tuan Goricke dan Roorda, mengartikan tempat ini sebagai suatu tempatdimana “urak” atau “daftar juga” diserahkan kepada yang berkewajiban.2.Sedang BPH. Suryodiningrat berpendapat bahwa tempat ini dahulu adalahsebuah tempat dimana pegawai kraton yang mendapat hukuman buang diurak (diusir) dari kota.Keliling alun-alun terdapat 62 batang pohon beringin dan di tengah-tengah2 batang, jadi semuanya 64 batang, sesuai dengan usia Nabi Muhammad SAW.Pohon beringin di tengah-tengah alun-alun berpagar batu bata, maka disebut juga”Waringin Kurung”. Diberi nama
Kyai Dewadaru
dan
Kyai Janadaru
,menggambarkan bahwa kedua Waringin Kurung ini menggambarkan sirnuolis,macro cosmos dan micro cosmos.Di sela-sela pohon beringin kelilig alun-alun berdiri bangunan-bangunan berbentuk pendapa, disebut Pekapalan Tempat Bupati-Bupati dahulu lugur (singgah untuk beberapa hari) kalau ada sesuatu upacara. Sekarang dipakai untuk  bermacam-macam Kantor Jawatan Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta.Di sebelah barat alun-alun berdiri Masjid Besar, berbentuk pendapa tertutupdengan serambi terbuka dimukanya. Atapnya bertingkat, tiang-tiang Masjid Besar di sebelah dalam terdiri dari batang-batang kayu jati bulat-bulat, menjulang keatas menahan kedua atap masjid itu. Konstruksi dan arsiteknya Jawa Asli.Di halaman Masjid sebelah kanan kiri ada dua bangunan berlantai tinggi bernama Pagongan, tempat gamelan sekali dibunyikan selama satu minggumenjelang perayaan Maulud Nabi Muhammad SAW.Alun-alun utara ini satu bagian dari kompleks kraton yang sangat penting,dari dahulu sampai sekarang, sebab disinilah Raja dapat berhubungan langsungdengan rakyat, seperti pada latihan-latihan watangan (tournoi), rampongan macan,garebeg, maleman Sekaten dan lain-lain. Kejadian-kejadian tersebut tadimengambil tempat di seluruh alun-alun oleh karenanya sukar bagi pemerintahuntuk menanaminya dengan tanaman bunga-bungaan dan sebagainya.Sekarang kita mendekati kompleks kraton yang membujur dari utara keselatan sepanjang kurang 1 Km terdiri atas 7 halaman, satu dengan yang lainnyadihubungkan dengan sebuah pintu gerbang. Regol namanya.
 
BAB IIISI (OBYEK)A.Lokasi Obye
Kompleks Kraton terletak ditengah-tengah, tetapi daerah kratonmembentang antara Sungai Code dan Sungai Winanga, dari utara ke selatan, datiTugu sampai Krapyak. Nama kampung-kampung jelas memberi bukti kepada kita bahwa ada hubungannya antara penduduk kampung itu dengan tugasnya diKraton pada waktu dahulu, misalnya ; Gandekan = tempat tinggal gandek-gandek (koerier) dari Sri Sultan, Wirobrajan tempat tinggal prajurit kraton Wirobraja,Pasindenan tempat tinggal pesinden-pesinden (penyanyi-penyanyi) kraton.Daerah kraton di hutan Garjitawati, dekat desa Beringin dan desaPacetokan. Karena daerah ini dianggap kurang memadai untuk membangunsebuah kraton dengan bentengnya, maka aliran Sungai Code di belokkan sedikitke timur dan aliran Sungai Winanga sedikit ke barat.Kraton Yogyakarta dibangun pada tahun 1756 atau tahun Jawa 1682,diperingati dengan sebuah condrosengkolo memet dipintu gerbang Kemagangandan di pintu gerbang Gadung Mlati, berupa dua ekor naga berlilitan satu samalainnya. Dalam bahasa Jawa : “Dwi naga rasa tunggal”. Artinya : Dwi = 2, naga= 8, rasa = 6, tunggal = 1. Dibaca dari belakang : 1682. Warna naga hijau. Hijauialah symbol dari pengharapan.Di sebelah luar dari pintu gerbang itu, di atas tebing tembok kanan-kiri adahiasan juga terdiri dari 2 ekor naga bersiap-siap untuk mempertahankan diri.Dalam bahasa Jawa : “Dwi naga rasa wani” Artinya : dwi = 2, naga = 8, rasa = 6,wani = 1. jadi tahun 1682. Tahunnya sama, tetapi dekorasinya tak sama. Initergantung dari arsitektur, tujuan dan sudut yang dihiasinya. Warna naga merah.Merah ialah symbol keberanian. Di halaman Kemagangan ini dahulu diadakanujian-ujian bela diri menggunakan tombak antar calon prajurit-prajurit kraton.Mestinya meraka pada waktu itu sedang marah dan brani.Luas Kraton Yogyakarta adalah 14.000 m
2
. Di dalamnya terdapat banyak  bangunan-bangunan, halaman-halaman dan lapangan-lapangan.
of 00

Leave a Comment

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...
You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...