Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
1Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Permen LH No 29 Tahun 2009

Permen LH No 29 Tahun 2009

Ratings: (0)|Views: 110|Likes:
Published by Tatang Kurniawan

More info:

Published by: Tatang Kurniawan on Jul 21, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

04/16/2014

pdf

text

original

 
SALINAN
PERATURAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUPNOMOR 29 TAHUN 2009 TENTANGPEDOMAN KONSERVASI KEANEKARAGAMAN HAYATI DI DAERAHMENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP,Menimbang:a.bahwa keanekaragaman hayati merupakan asetbagi pembangunan nasional dan daerah sehinggadiperlukan pengelolaan secara terpadu, baik antarsektor maupun antar tingkat pemerintahan;b.bahwa kegiatan pembangunan dan/ataupemanfaatan sumber daya alam berpotensimengakibatkan kerusakan dan mengancamkelestarian keanekaragaman hayati baik pada tingkatsumber daya genetik, spesies, maupun ekosistem;c.bahwa berdasarkan Pasal 9 Peraturan PemerintahNomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian UrusanPemerintahan Antara Pemerintah, PemerintahanDaerah Provinsi, dan Pemerintahan DaerahKabupaten/Kota, penyelenggaraan pengelolaankeanekaragaman hayati dilaksanakan berdasarkannorma, standar, prosedur, dan kriteria yangditetapkan oleh Menteri;d.bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimanadimaksud dalam huruf a, huruf b, dan huruf c, perlumenetapkan Peraturan Menteri Negara LingkunganHidup tentang Pedoman Konservasi KeanekaragamanHayati Di Daerah;Mengingat:1.Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentangKonservasi Sumber Daya Alam Hayati danEkosistemnya (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1990 Nomor 49, Tambahan Lembaran NegaraRepublik Indonesia Nomor 3419);2.Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1994 tentangPengesahan
United Nations Convention on BiologicalDiversity 
(Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsamengenai Keanekaragaman Hayati) (LembaranNegara Republik Indonesia Tahun 1994 Nomor 41, Tambahan Lembaran Negara Republik IndonesiaNomor 3556);3.Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1997 tentangPengelolaan Lingkungan Hidup (Lembaran NegaraRepublik Indonesia Tahun 1997 Nomor 68, Tambahan
1
 
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3699);4.Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2004 tentangPengesahan
Cartagena Protocol On Biosafety To TheConvention On Biological Diversity
ProtokolCartagena tentang Keamanan Hayati atas Konvensitentang Keanekaragaman Hayati) (Lembaran NegaraRepublik Indonesia Tahun 2004 Nomor 88, TambahanLembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4414);5.Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentangPemerintahan Daerah (Lembaran Negara RepublikIndonesia Tahun 2004 Nomor 125, TambahanLembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437)sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang PerubahanKedua Atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran NegaraRepublik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59, TambahanLembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844);6.Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentangPenataan Ruang (Lembaran Negara RepublikIndonesia Tahun 2007 Nomor 68, TambahanLembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4725);7.Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2005tentang Keamanan Hayati Produk Rekayasa Genetik(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005Nomor 44, Tambahan Lembaran Negara RepublikIndonesia Nomor 4498);8.Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007tentang Pembagian Urusan Pemerintahan AntaraPemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi, danPemerintahan Daerah Kabupaten/Kota (LembaranNegara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik IndonesiaNomor 4737);9.Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007tentang Organisasi Perangkat Daerah (LembaranNegara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 89, Tambahan Lembaran Negara Republik IndonesiaNomor 4741);10.Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008Nomor 48, Tambahan Lembaran Negara RepublikIndonesia Nomor 4833);11.Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentangKedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesiasebagaimana telah diubah beberapa kali terakhirdengan Peraturan Presiden Nomor 94 Tahun 2006;
2
 
MEMUTUSKAN:Menetapkan:PERATURAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP TENTANG PEDOMAN KONSERVASI KEANEKARAGAMANHAYATI DI DAERAH.BAB IKETENTUAN UMUMPasal 1Dalam Peraturan Menteri ini yang dimaksud dengan:1.Keanekaragaman hayati adalah keanekaragaman makhluk hidupdi muka bumi dan peranan-peranan ekologisnya yang meliputikeanekaragaman ekosistem, keanekaragaman spesies, dankeanekaragaman genetik.2.Konservasi keanekaragaman hayati adalah pengelolaankeanekaragaman hayati yang pemanfaatannya dilakukan secarabijaksana untuk menjamin kesinambungan persediaannya dengantetap memelihara dan meningkatkan kualitas keanekaragamandan nilainya.3.Pemerintah daerah adalah gubernur, bupati, atau walikota danperangkat daerah sebagai unsur penyelenggaraan pemerintahandaerah.4.Rencana induk pengelolaan keanekaragaman hayati yangselanjutnya disebut RIP Kehati adalah dokumen kerangkaperencanaan strategis untuk periode 5 (lima) tahun yangdigunakan sebagai dasar bagi pengelolaan terpadukeanekaragaman hayati di provinsi atau kabupaten/kota.5.Satuan kerja perangkat daerah yang selanjutnya disingkat SKPDadalah lembaga yang menangani urusan tertentu di provinsi ataukabupaten/kota.6.Unit pelaksana teknis yang selanjutnya disingkat UPT adalahunsur pelaksana tugas teknis instansi Pemerintah di daerah.7.Rencana pembangunan jangka menengah daerah yangselanjutnya disingkat RPJMD adalah dokumen perencanaan untukperiode 5 (lima) tahun.8.Rencana pembangunan tahunan satuan kerja perangkat daerahyang selanjutnya disebut rencana kerja satuan kerja perangkatdaerah atau Renja SKPD adalah dokumen perencanan satuankerja perangkat daerah untuk periode 1 (satu) tahun.9.Profil keanekaragaman hayati daerah adalah data dan informasimengenai potensi dan kondisi keanekaragaman hayati di provinsiatau kabupaten/kota.10.Pemanfaatan keanekaragaman hayati berkelanjutan adalah usahaatau kegiatan pemanfataan keanekaragaman hayati dengan caradan tingkat yang tidak menyebabkan kerusakan keanekaragaman
3

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->