Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
1Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Filsafat Pancasila

Filsafat Pancasila

Ratings: (0)|Views: 386|Likes:
Published by Karmeita Adjus
penjelasan tentang Filsafat Pancasila
penjelasan tentang Filsafat Pancasila

More info:

Published by: Karmeita Adjus on Jul 22, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

10/28/2013

pdf

text

original

 
Politeknik Telkom Pendidikan Kewarganegaraan1-1 Filsafat Pancasila
1
 
FILSAFAT PANCASILA
Overview
Sangat disayangkan, keberadaan Pancasila masih identik dengan kejayaan OrdeBaru. Akibatnya, pasca keruntuhan rezim Orde Baru tahun 1998, nama besarPancasila seakan-akan menghilang. Padahal, nilai-nilai luhur yang terkandungdalam Pancasila merupakan representasi positif dari akar budaya masyarakatIndonesia yang terakumulasi sejak ratusan tahun yang lalu. Nilai-nilai yangmenjunjung tinggi moral (Ketuhanan Yang Maha Esa), kemanusiaan,kerakyatan, persatuan dan kesatuan bangsa, serta prinsip keadilan merupakankoridor yang dapat membawa bangsa Indonesia menjadi bangsa yang besar.Permasalahan bangsa saat ini sangat memprihatinkan. Praktek korupsi telahmengakar kuat dari pejabat tinggi hingga pejabat kelurahan. Kasus Narkoba,pornografi dan pornoaksi, pembunuhan anak kandung maupun orang tuahingga berantai yang juga disertai mutilasi, perampokan, penculikan, dan lainsebagainya semakin marak di negeri yang konon ramah dan murah senyum.Keberadaan nilai-nilai Pancasila semakin dirasakan kebutuhannya.
Tujuan
1.
 
Mahasiswa memahami Pancasila sebagai sistem filsafat.2.
 
Mahasiswa memahami Pancasila sebagai ideologi bangsa dan negara.3.
 
Mengetahui pemahaman mahasiswa tentang materi yang telah dibahas.
 
Politeknik Telkom Pendidikan Kewarganegaraan1-2 Filsafat Pancasila
1.1
 
Pancasila Sebagai Sistem Filsafat
Sebelum membahas lebih dalam mengenai Pancasila sebagai sistem filsafat,terlebih dahulu diuraikan konsep filsafat sehingga didapatkan pemahaman yangutuh dan tepat sasaran.
1.1.1 Konsep Filsafat
A.
 
PengertianBerbagai pandangan mengenai definisi filsafat muncul sejak dulu. Memangdiakui bahwa pada hakikatnya sukar sekali memberikan definisi mengenaifilsafat, karena tidak ada definisi yang definitif. Oleh karena itu, beberapapengertian filsafat dapat dilihat di bawah ini :1.
 
Secara etimologis, kata filsafat dalam Bahasa Indonesia berasal daribahasa Yunani, yang terdiri dari kata
Philein
artinya cinta dan
Sophia
 artinya kebijaksanaan. Filsafat berarti cinta kebijaksanaan, cinta artinyahasrat yang besar atau yang berkobar-kobar atau yang sungguh-sungguh. Kebijaksanaan artinya kebenaran sejati atau kebenaran yangsesungguhnya. Filsafat berarti hasrat atau keinginan yang sungguh-sungguh akan kebenaran sejati.2.
 
Secara terminologis, pengertian filsafat telah dikemukakan oleh paraahli sebagai:a.
 
Pengetahuan segala yang ada (Plato);b.
 
Penjelasan rasional dari segala yang ada; penjaga terhadap realitasyang terakhir (James K. Feibleman);c.
 
Usaha untuk mendapatkan gambaran secara keseluruhan (HaroldH. Titus);d.
 
Teori tentang perbincangan kritis (John Passmore);e.
 
Sistem kebenaran, tentang segala sesuatu yang dipersoalkan secararadikal, sistematik dan universal (Sidi Gazalba);f.
 
Refleksi menyeluruh tentang segala sesuatu yang disusun secarasistematis, diuji secara kritis demi hakikat kebenarannya yangterdalam serta demi makna kehidupan manusia di tengah-tengahalam semesta (Damardjati Supadjar).
 
Politeknik Telkom Pendidikan Kewarganegaraan1-3 Filsafat Pancasila
Berdasarkan uraian mengenai pengertian filsafat di atas, dapat dibuatkesimpulan bahwa filsafat adalah alat untuk mencapai atau mencari kebenaransejati. Namun perlu diingat bahwa tidak selamanya filsafat digunakan untuk mencapai kebenaran.B.
 
Fungsi FilsafatFilsafat memiliki sejarah yang panjang. Sebagai induk atau ibu dari segala ilmupengetahuan saat itu, filsafat dituntut dapat menjawab berbagai permasalahanyang ada, mulai dari permasalahan manusia, masyarakat, ekonomi, negara,kesehatan, dan sebagainya. Hal ini dimungkinkan karena belum adanya ilmupengetahuan lainnya yang berkembang.Dengan semakin berkembangnya masyarakat dan permasalahannya,filsafat tidak lagi dapat menjadi satu-satunya solusi masyarakat. Oleh karenaitu, satu demi satu pengetahuan lahir akibat tuntutan kebutuhan penyelesaianpermasalahan yang ada. Lahirnya Ilmu Pengetahuan Alam, Ilmu PengetahuanKemasyarakatan, Ilmu Kedokteran, Ilmu Pengetahuan Manusia, Ilmu Ekonomi,dan lain-lain telah mampu menjawab permasalahan masyarakat tersebut.Mereka berkembang secara simultan menjawab tantangan jaman.Pesatnya pertumbuhan ilmu pengetahuan menyebabkan munculnyadisiplin ilmu yang semakin spesifik (lebih khusus). Berbagai ilmu spesifik tersebut bermunculan di muka bumi yang perannya sangat dibutuhkan olehmasyarakat sekitar. Spesialisasi yang terjadi sedemikian rupa sehinggahubungan antara cabang dan ranting ilmu pengetahuan semakin kompleks.Hubungan-hubungan tersebut ada yang masih dekat, tetapi ada pula yang telah jauh. Bahkan ada yang seolah-olah tidak mempunyai hubungan. Ketika ilmu-ilmu pengetahuan tersebut terus berusaha memperdalam dirinya, maka padakedalaman tertentu akhirnya sampai juga pada filsafat. Sehubungan dengankeadaan tersebut di atas, filsafat dapat berfungsi sebagai sistem interdisipliner.Filsafat dapat berfungsi menghubungkan ilmu-ilmu pengetahuan yang telahkompleks tersebut. Filsafat dapat berfungsi sebagai tempat bertemunyaberbagai disiplin ilmu pengetahuan.Cara ini dapat pula digunakan untuk menyelesaikan masalah yang ada.Sebagai ilustrasi, sekelompok ilmuwan yang sedang membuat pesawat terbangtidak saja wajib meneliti konsep umum tentang pembuatan pesawat terbang

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->