Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
TEKNIK PENYUTRADARAAN DRAMA MUSIKAL ABU DZAR AL GHIFARI KARYA AGUNG WASKITO SUTRADARA WELLY SURYANDOKO

TEKNIK PENYUTRADARAAN DRAMA MUSIKAL ABU DZAR AL GHIFARI KARYA AGUNG WASKITO SUTRADARA WELLY SURYANDOKO

Ratings: (0)|Views: 155 |Likes:
Published by Alim Sumarno
Jurnal Online Universitas Negeri Surabaya, author : WELLY SURYANDOKO,
http://ejournal.unesa.ac.id
Jurnal Online Universitas Negeri Surabaya, author : WELLY SURYANDOKO,
http://ejournal.unesa.ac.id

More info:

Published by: Alim Sumarno on Jul 23, 2013
Copyright:Public Domain

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/05/2013

pdf

text

original

 
Pendahuluan
Drama musikal mulai menjadi bentuk drama yang jarang diminati oleh banyak kalangan pelaku teater, terbukti semakin jarangnya pertunjukan drama musikalditampilkan di khalayak masyarakat.Memang, sesekali masyarakat dapatmenyaksikan pertunjukan Drama Musikal disekolah saat perpisahan ataupun saatkegiatan di sekolah sedang berlangsung.Disamping itu kebanyakan bentuk DramaMusikal yang dipertunjukan itu denganmedia dubbing, dengan alasan agar proseslatihan singkat, dan tidak menghabiskanwaktu dalam proses latihan. Proses sebuah pertunjukan Drama Musikal yang berjenisopera, operet dan kabaret secara pertunjukanmembutuhkan pemain yang banyak, selainitu karena banyaknya pemain proses yangmembutuhkan waktu lama, membutuhkandana yang banyak pula untuk melengkapikonsumsi latihan, dan biaya artistik. Apalagi jika bersentuhan dengan drama-drama yang berhubungan dengan keyakinan dalamagama tertentu, misalnya dalam Agama Nasrani sering pula menampilkan pertunjuk-kan Drama Musikal. Namun, Drama Musikalyang ditampilkan mengkisahkan tentangcerita-cerita kebesaran Agama Nasrani.Beberapa cerita Drama Musikal yang seringdipentaskan adalah cerita tentang perjalananYesus dan cerita tentang pengikut Yesus,Berdasarkan hal tersebut sehingga penulismengerjakan karya drama musikal Islam inidengan judul Abu Dzar Al Ghifari karyaAgung Waskito. Drama musikal ini masihsangat memungkinkan untuk dikerjakankarena cerita yang terkandung dalam naskahdrama musikal Abu Dzar Al Ghifari sangatsyarat dengan kritik sosial, kepada seorang
TEKNIK PENYUTRADARAANDRAMA MUSIKAL ABU DZAR AL GHIFARI KARYA AGUNG WASKITOSUTRADARA WELLY SURYANDOKO
Welly SuryandokoDLB Jurusan Sendrasaik, FBSUniversitas Negeri Surabaya
 Abstrak 
Teknik penyutradaraan yang dipilih ialah dari perpaduan teknik penyutradaraan danteknik pemeranan Nano Riantiarno, Constanstin Stanislavsky, dan WS Rendra dimulaidengan a.) Pra Penciptaan ialah mencari pendekatan Drama Musikal, b.) Proses Awal meliputi memilih naskah, mencari refrensi, Memilih aktor, memilih tim, dan penyatuan pemikiran, c.) Proses penyutradaraan meliputi olah pikir, bedah naskah, olah tubuh dankonfigurasi, olah vokal dan pernafasan, reading dialog dan lagu, eksplorasi, gladi kotor, gladi bersih, dan pementasan, d.) Pasca Produksi adalah proses evaluasi dari hasil  pementasan untuk menuju hal yang lebih baik. Pementasan Drama Musikal Abu Dzar Al Ghifari memberikan sajian pertunjukan yang menarik yaitu sajian Drama Musikal Arabdengan bahasa Indonesia.
 Kata Kunci :
Teknik penyutradaraan, Drama Musikal 
77
 
 pemimpin yang menyalahgunakankedudukan, sebab Abu Dzar Al Ghifariadalah pembawa kebenaran dan menentangkeras setiap kedholiman, kemungkaran danketamakan manusia, drama musikal inidijadikan sebagai media dakwah untuk menyuarakan kebenaran dan kejujuran padamasyarakat umum, Jurusan Sendrasatik danUniversitas Negeri Surabaya, sebab dramamusikal ini dipentaskan di lingkungankampus Gedung Pertunjukan Sawunggalingkampus Fakultas Bahasa dan SeniUniversitas Neger Surabaya dan lingkungantengah kota Surabaya tepatnya di gedung pertunjukan Cak Durasim Taman BudayaJawa Timur pada tanggal 07 Juni 2011.
Konsep Penciptaan
a. Judul 
 Naskah
 Abu Dzar Al ghifari
merupakan naskah drama musikal yangmemberikan tuntunan moral dan spiritual.Dari analisa judul
 Abu Dzar Al Ghifari
 bahwa salah satu sahabat Rasulullah darigolongan perampok yang masuk islam dandia adalah seorang penentang kemungkaran,Beliau ini adalah seorang sahabat yangmasuk Islam ketika mendengarkan dakwahrasulullah dengan wajah dan perawakanRasulullah yang bersinar. Dia menungguRasulullah ketika berdakwah hinggaakhirnya Abu Dzar mendatangi kediamanRasulullah, hingga ilmu agama banyak dipelajari oleh Abu Dzar dari Rasulullah,Sehingga semasa Jahiliah beliau ini telahmelarang minum khamar dan beliau tidak  pernah ikut menyembah berhala oleh sebabitu beliau terkenal orang takwa. Dia selalumengajak fakir miskin agar integrasi denganorang kaya.
b. Gaya
Gaya merupakan cara penting bagiseniman untuk mengungkapkan keberadaanseseorang, bangsa atau masa-masa tertentu(Yudiariani, 1999: 360). Dalam naskah lakondrama musikal Abu Dzar Al ghifari inidengan teknik penyutradaraan menitik  beratkan pada pola permainan aktor. Pada pola prilaku masyarakat Arab baik itu dari pembawaan gerak ataupun ekspresi,sedangkan untuk penggunaaan bahasa yanghubungannya dengan dialek, didalam pertunjukan nantinya penulis (sutradara),menerapkan dialek bahasa Indonesia baku pada pencapaian aktornya karena jikamemakai bentuk dialek Arab maka pembentukan intonasi, artikulasi dan diksididalam pencapaian karekter, pembentukan-nya yang tidak mudah. Dengan bentuk aktingrealis sesuai dengan pemahaman karakter dari sutradara.
Hasil Penciptaan
a.
Teknik penyutradaraan DramaMusikal Abu Dzar Al Ghifari KaryaAgung Waskito Sutradara WellySuryandoko
Teknik Drama Musikal Abu Dzar AlGhifari, menggunakan perpaduan dari beberapa teknik penyutradaraan dari tiga pelaku teater yang secara pencapaian prosesdan pencapaian bentuk drama musikaltersebut dapat sesuai. Perpaduan teknik  penyutradraan drama musikal Abu Dzar AlGhifari yang di padukan adalah NanoRiantiarno, Constantin Stanislavsky, dan WSRendra dari ketiga teknik yang digunakantersebut memiliki kekuatan masing-masingdalam pembentukan dan pencapaian karya,misalnya Nano Riantiarno dengan komunitas78
 
yang dipimpinnya ialah
Teater Koma
dengankecenderungan pertunjukan kolosal, permainan komposisi yang menarik, detaildan memiliki kecenderungan pada bentuk drama musikal, karya-karya yang dapatdijadikan acuhan adalah
 Republik Pertuk 
,
Sampek Engtai
,
Opera Kecoa
dan karya-karya yang lainnya, dengan kata lain teknik  penyutradaraan Nano Riantiarno memilikikekuatan pada eksplorasi yang detail danutuh.Constantin Stanislavky dalam sebuahkonsep besarnya tentang
“Mengetahui”
 sama dengan
“Merasakan”
bahwa denganmerasakan seorang aktor mampu merasakankepuasan sepenuhnya yang mendekatikondosi seharusnya atau kondisi sebenarnya,dan WS Rendra dengan konsep pembinaanaktor yaitu jembatan keladai yang darikesemuanya itu jika dikombinasikan makadapat memberikan hasil yang maksimaldalam sebuah petunjukan drama musikalAbu Dzar Al Ghifiari, karena semua bagiandalam penggarapan pertunjukan maupundetailnya sebagai berikut.
1.
Pra Penciptaan
Pertunjukan ditentukan bagaimanasutradara dapat menjadi pemimpin dan dapatmengatur segala sesuatunya dengan baik dandetail, baik ketika sebelum pelaksanaan atausesudah pelaksanaan, namun sebenarnyayang menentukan berhasil atau tidaknyaadalah pada tahap pra penciptaan, sebabdalam sebuah pertunjukan Drama MusikalAbu Dzar Al Ghifari sebagai pertunjukankolosal, jika sutradara tidak memilikikreatifitas lebih dalam merancang danmenciptakan maka sedikit hasil bagus yangdapat diperoleh. Namun, sutradara tidak meneruskan langkahnya sendiri, perluadanya rekan dalam penciptaan kekaryaantersebut, rekan yang dipilihnya ialah penatasuara, penata gerak, penata busana, penatamusik, penata lampu, penata setting, dan penata Property, kemudian melakukandiskusi untuk mensosialisasikan bentuk karya kolosal ini, karena belum pernah ada diUNESA pada khususnya dan Jawa Timur  pada umumnya sehingga sutradara harusdapat menentukan bentuk Drama Musikalyang akan dikerjakan kemudian proses yangakan dilakukan meliputi apa saja. hal itu dianalisis melalui pendekatan Drama Musikalyang akan diciptakan. Kostum sangat bervariasi sesuai dengan peran yangdibawakan aktor (Brockett,1988). Bagitokoh-tokoh supranatural aktor memakai pakaian yang disebut
chiton
(unik) sampaisemata kaki dan belengan panjang.Sedangkan dalam drama musikal Abu Dzar Al Ghifari menggunakan bentuk kostum jubadengan memberikan variasi pada bagiansamping yang melebar sebagi pemberi efek dan pembentuk set saat bergerak.
Paduan suara Drama Musikal Abu Dzar Al Ghifari karya Agung waskitoSutradara Welly Suryandoko(Dokumen Welly, 20011)
79

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->