• Embed Doc
  • Readcast
  • Collections
  • CommentGo Back
Download
 
 1
Memprediksi Kemacetan dengan Teori Informasi
M. Tesar Sandikapura
Magister Teknik ElektroUniversitas Pelita Harapan (UPH)Wisma Slipi 2nd Fl Jakarta
 Abstract – Dalam kehidupan sehari-hari, kita selalu ingin sampai ke tempat tujuan dengan tepat waktu. Tetapi sering kali kemacetan menyebabkan keinginan manusia tersebut menjadi terganggu. Kemacetan telah menjadi masalah besar yang dapat menyebabkan kelumpuhan aktivitas perekonomian. Untuk itu diperlukan suatu analisis untuk memecahkan persoalan kemacetan. Melihat dari banyaknya kemiripan antara Teori Informasi dengan masalah kemacetan, maka dalam analisis ini akan digunakan pendekatan dari aspek Teori Informasi.
I.
 
PENDAHULUANKemacetan adalah kondisi dimana arus lalu lintas terhambatyang disebabkan oleh jumlah kendaraan yang melebihikapasitas jalan. Besarnya arus lalu lintas yang terjadi padasuatu ruas jalan pada dasarnya merupakan total dari seluruhpergerakan yang terjadi dari suatu zona asal ke zona tujuandengan menggunakan ruas jalan tersebut atau dengan katalain, Arus lalu lintas adalah jumlah kendaraan yang masuk kedalam atau ke luar dari suatu antrian tiap satuan waktutertentu. Kerapatan lalu lintas didefinisikan sebagai jumlahkendaraan yang sedang berada di dalam suatu wilayah antriantertentu. Satuan arus lalu lintas adalah kendaraan per satuanwaktu, sedangkan satuan kerapatan lalu lintas adalahkendaraan per satuan luas. Volume lalu lintas didefinisikansebagai jumlah kendaraan yang melewati suatu titik padasuatu ruas jalan pada suatu periode waktu tertentu.Kemacetan sering kali terjadi di daerah-daerah padatpenduduk, terutama pada kota-kota besar. Kemacetan lalulintas telah manjadi permasalahan yang dihadapi sehari-haridan menyebabkan ketidakefektifan pemanfaatan waktu,karena sebagian besar waktu dihabiskan selama perjalanan.Untuk itu diperlukan suatu analisis untuk memecahkanpersoalan kemacetan ini. Dalam paper ini, analisis akanditinjau dari sudut pandang Teori Informasi.Penggunaan Teori Informasi sebagai dasar dalammenganalisis problema kemacetan didasari oleh kemiripanpersoalan yang dihadapi dalam masalah pengiriman datadengan masalah kemacetan yang dihadapi. Teori informasiberfokus pada pengiriman data atau informasi dengan tingkatkesalahan yang rendah, sedangkan analisis kemacetanberfokus pada masalah bagaimana melewatkan kendaraan darititik asal ke titik tujuan sesuai waktu yang diharapkan dengantingkat kemacetan yang rendah.II.
 
FAKTOR-FAKTOR
 
PENYEBAB
 
KEMACETANDalam problema kemacetan, gangguan atau
noise
dapatdianalogikan dengan faktor-faktor penyebab kemacetan dalamlalu lintas kendaraan. Dengan mengetahui faktor-faktortersebut, diharapkan akan dapat ditemukan pemecahanterhadap masalah kemacetan yang dihadapi. Beberapa faktortersebut adalah sebagai berikut:1).
 
Laju KendaraanPada dasarnya, laju kendaraan berbeda-beda antara tiappengguna jalan, dan besarnya tidak konstan sepanjangperjalanan. Laju kendaraan ini akan sangat berpengaruhterhadap arus lalu lintas dimana pada dasarnya arus lalulintas merupakan suatu antrian. Kemacetan lalu lintas jugaakan terjadi ketika banyak kendaraan yang berhenti, baik itu secara mendadak maupun perlahan-lahan yangdisebabkan oleh kendaraannya sendiri maupundipengaruhi oleh pengguna kendaraan lainnya.2).
 
Kondisi JalanKondisi jalan akan berpengaruh terhadap arus lalu lintasdimana pada jalan yang mulus, kendaraan akan melintastanpa hambatan, sedangkan pada jalan rusak, pergerakankendaraan akan mengalami hambatan sehinggamempengaruhi arus lalu lintas secara keseluruhan.Kondisi jalan yang rusak akan mengakibatkan antrianyang panjang dan penumpukan kendaraan yang padaakhirnya akan menimbulkan kemacetan.3).
 
Perilaku Pengguna JalanPerilaku pengendara berkaitan juga dengan arus lalulintas. Pengendara yang mengendarai kendaraannyadengan mengebut, pengendara yang suka menyalipkendaraan lain akan menyebabkan arus lalu lintasterhambat dan berpotensi menimbulkan kemacetan.Demikian pula dengan perilaku para penumpang bus yangmengantri di tempat yang tidak semestinya.4).
 
Waktu - Waktu Sibuk Faktor waktu juga menentukan arus lalu lintas. Faktorwaktu dapat dibagi dalam beberapa kriteria, misalkan sajadalam sehari waktu dapat dikelompokkan ke dalambeberapa bagian:
Pukul 06.00 – 09.00: Waktu Sibuk 
Pukul 09.00 – 15.00: Waktu Sedang
Pukul 15.00 – 18.00: Waktu Sibuk 
Pukul 18.00 – 24.00: Waktu Sedang
Pukul 24.00 – 06.00: Waktu Sepi
 
 2Selain berdasarkan waktu, untuk hari-hari libur dan hari-hari besar, dapat saja menjadi waktu sibuk maupun waktusepi.5).
 
Kondisi CuacaFaktor cuaca juga turut mempengaruhi arus lalu lintas.Misalkan saja saat hujan maupun saat banjir, arus lalulintas menjadi terhambat dan akan menyebabkantumpukan kendaraan yang pada akhirnya menimbulkankemacetan.III.
 
ANALOGI
 
DENGAN
 
TEORI
 
INFORMASIPermasalahan mendasar dalam Teori Informasi adalahbagaimana mengirimkan suatu pesan melalui suatu kanaldengan kapasitas C sedemikian rupa sehingga tingkatprobabilitas
error 
nya rendah. Permasalahan mendasar dalamTeori Kemacetan adalah bagaimana agar pengguna jalan dapatmencapai tujuannya melalui suatu ruas jalan, sedemikian rupasehingga tingkat kemacetannya serendah mungkin.Kemiripan dalam kedua bidang ini dapat dianalisisberdasarkan analogi dari beberapa faktor, antara lain sebagaiberikut:1).
 
Entropi dan kecepatan kendaraan.Dalam Teori Informasi, Entropi didefinisikan sebagaitingkat kekacauan atau jumlah informasi yang dikandungdalam suatu pesan. Dalam lalu lintas, Entropi dapat kitaanalogikan sebagai kecepataan rata-rata kendaraan padainterval tertentu.2).
 
Data dan KendaraanKendaraan yang melintas di jalan dapat dianalogikansebagai data yang melintas dalam kanal. Seperti halnyadata yang membawa pesan atau informasi, kendaraan jugamembawa pesan berupa pengguna kendaraan yang akanmelintasi jalan tersebut.3).
 
Pesan dan Pengguna JalanPesan dapat dianalogikan dengan pengguna jalan dimanatujuan akhir dari komunikasi adalah mengirimkan pesandari pengirim ke penerima. Demikian juga dalam berlalulintas, tujuan akhir adalah perpindahan pengguna jalandari tempat asal ke tempat tujuan.4).
 
Kanal dan JalanKanal komunikasi digunakan sebagai sarana atau mediadilewatkannya data atau informasi dari pengirim kepenerima. Kanal komunikasi dapat dianalogikan sebagai jalan yang digunakan sebagai media bagi pengguna jalanuntuk berpindah dari titik asal ke titik tujuan.5).
 
Kapasitas Kanal dan Kapasitas JalanKapasitas Kanal merepresentasikan kemampuanmaksimum kanal untuk melewatkan pesan atau informasi.Kapasitas Kanal dapat dianalogikan sebagai KapasitasJalan yang juga merepresentasikan kemampuanmaksimum dari jalan tersebut untuk melewatkankendaraan atau pengguna jalan.6).
 
 Noise
dan Faktor-Faktor Penyebab Macet
 Noise
dalam komunikasi merepresentasikan adanyagangguan dalam perjalanan data sehingga data yangditerima akan mengalami
error 
. Dalam lalu lintas,
 Noise
 ini dapat dianalogikan sebagai faktor-faktor yangmempengaruhi arus lalu lintas dimana faktor-faktor iniakan menyebabkan
error 
berupa kemacetan.7).
 
Redundansi dan Kendaraan KosongRedundansi adalah bit-bit yang ditambahkan pada datayang akan dikirimkan sehingga apabila terkena
noise
,pesan masih dapat dikenali dan diperbaiki pada bagianpenerima. Pada dasarnya redundansi ini akan menambahukuran data yang dikirimkan. Dalam lalu lintas,redundansi ini dapat dianalogikan sebagai kendaraan yangtidak memiliki penumpang, dimana kursi kosong ini akanmenyebabkan ukuran data (pengguna jalan) menjadibertambah sehingga akan mengurangi kapasitas jalan.Dari data yang ada diperoleh bahwa setiap harinya,seluruh kendaraan mengangkut jutaan kursi kosong.8).
 
 Bandwidth
dan Lebar Jalan
 Bandwidth
adalah lebar pita dari kanal komunikasi.Dalam lalu lintas
bandwidth
dapat dianalogikan sebagailebar jalan yang dapat digunakan oleh kendaraan, dimanalebar jalan ini akan menentukan seberapa banyak kendaraan yang dapat melewati jalan secara bersamaan.9).
 
Kompresi Data dan Pembatasan kendaraan.
 Busway
ini dapat dianalogikan sebagai kompresi datadimana para pengemudi kendaraan pribadi diharapkanakan menggunakan fasilitas tersebut sehingga mengurangi jumlah kendaraan di jalan agar kemacetan dapatdikurangi.
 
Namun di sisi lain, adanya
busway
telahmenghabiskan sebagian kapasitas dari keseluruhankapasitas jalan yang tersedia.IV.
 
ANALISA
 
KECEPATANKemacetan adalah suatu kondisi dimana kecepatankendaraan yang melintas hanya mampu mencapai sekitar20 km/jam, sehingga waktu yang diperlukan untuk mencapailokasi tujuan menjadi bertambah. Secara normal, waktutempuh merupakan fungsi dari jarak dan kecepatan untuk kecepatan konstan. Untuk gerak kendaraan dengan percepatan,waktu tempuh merupakan fungsi dari jarak, dan percepatan.Secara matematis waktu tempuh untuk kendaraan dengankecepatan konstan dapat ditulis sebagai berikut:dimana:
 
V adalah kecepatan kendaraan
 
S adalah jarak yang ditempuh
Sv
=
 
 3
 
T adalah waktu tempuhSedangkan waktu tempuh untuk kendaraan denganpercepatan tertentu dapat ditulis sebagai berikut:dimana:a adalah percepatan kendaraanDengan demikian maka kendaraan dikatakan mengalamikemacetan jikadimana:
 
tn = waktu yang diperlukan untuk mencapai tujuan dalamkondisi macet
 
t =waktu yang diperlukan untuk mencapai tujuan dalamkondisi normal.Dari analisis sederhana di atas terlihat bahwa faktor waktusangat menentukan kondisi jalan, dan faktor waktudipengaruhi oleh faktor jarak tempuh.Jarak tempuh dari suatu kendaraan di jalan dapatdirumuskan sebagai berikut:Dimana:Jika diilustrasikan dengan dua kendaraan dalam satu jaluradalah sebagai berikut:Jadi, kecepatan kendaraan ditentukan oleh fungsi jarak dankecepatan kendaraan yang mendahului di depanJika terdapat n kendaraan yang mendahului di depan, makaselain dipengaruhi oleh kecepatan kendaraan di depannyalangsung, juga dipengaruhi oleh kecepatan n kendaraan didepannya.Karena jarak tempuh dapat dianggap konstan, dari analisisini terlihat bahwa faktor kecepatan memegang peranan pentingdalam kelancaran arus lalu lintas.V.
 
PREDIKSI
 
KEMACETANUntuk dapat memprediksi kemacetan, maka kita perlu untuk mengetahui probabilitas kemacetan dari suatu jalan yang akankita analisa melalui sampling dari suatu ruang sample yangtelah kita teliti sebelumnya. Alat yang dapat kita gunakanadalah semacam sensor kecepatan.
Sensor kecepatan
Data dapat kita pilih berdasarkan interval tertentu, semakinkecil intervalnya, semakin baik kemungkinan prediksi kita.Data seharusnya dapat di update secara periodik. Data yangdapat kita kumpulkan sebagai berikut :
Sa
=
n
t
>
11
S x x l
α α α α  
=
= Jarak Tempuh Kendaraan
S
α  
1
= posisi kendaraan yang mendahului di depan
 x
α  
= posisi awal kendaraan
 x
α  
1
= panjang kendaraan yang mendahului di depan
l
α  
S
α  
1
α  
( ) ( ) ( )
{ }
1
,
V t f S t V
α α α  
=
α  
1
α  
1
α  
( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( )
{ }
11
,,.........,
n n
V t f S t S t V t S t V
α α α α α α  
=
of 00

Leave a Comment

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...
You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...