Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Pembuatan Aplikasi Sistem Seleksi Calon Pegawai Dan Pemilihan

Pembuatan Aplikasi Sistem Seleksi Calon Pegawai Dan Pemilihan

Ratings: (0)|Views: 31 |Likes:
Published by dhian_21
Jurnal Pembuatan Aplikasi Sistem Seleksi Calon Pegawai Dan Pemilihan
Jurnal Pembuatan Aplikasi Sistem Seleksi Calon Pegawai Dan Pemilihan

More info:

Published by: dhian_21 on Jul 24, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/22/2014

pdf

text

original

 
Pembuatan Aplikasi Sistem Seleksi Calon Pegawai dan PemilihanSupplier dengan Metode Analytic Network Process (ANP) dan AnalyticHierarchy Process (AHP) di PT X.
Leo Willyanto Santoso, Alexander Setiawan, Andreas Handojo
Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri – Universitas Kristen PetraJln. Siwalankerto 121 – 131 Surabaya 60236email : leow@petra.ac.id, alexander@petra.ac.id, handojo@petra.ac.id
ABSTRAK
Perusahaan sebagai suatu organisasi yangdigerakkan oleh sumber daya manusia dihadapkan padaberagam pilihan dalam rangka menentukan tenaga kerjayang berkualitas. Pilihan yang dibuat oleh sebuahperusahaan dalam penerimaan tenaga kerja sangatberpengaruh pada performa dan kemajuan perusahaan.Selain itu, pemilihan
supplier 
yang tepat dalampengadaan barang juga hal yang fital dalam perusahaan.PT. X mengalami permasalahan seperti di atas. Hal yangtersulit dalam membuat pilihan adalah upayamenghilangkan faktor subjektifitas dari manajerpersonalia dan manajer pengadaan barang sehingga setiappilihan yang dibuat bersifat objektif dengan berdasarkanpada kriteria-kriteria yang diharapkan oleh perusahaan.Berdasarkan permasalahan tersebut, PT. X membutuhkansuatu aplikasi komputer yang dapat mendukungpengambilan keputusan menggunakan metode
 ANP dan AHP
untuk pemilihan calon pegawainya. Aplikasi yangdibutuhkan bukan merupakan pengambil keputusan utamayang menggantikan peran manusia namun hanya sebagaipendukung pengambilan keputusan. Aplikasi yangdibangun akan menyajikan informasi perbandingan calontenaga kerja disesuaikan dengan kriteria tenaga kerja yangtelah ditentukan oleh PT. X
.
 
 Kata kunci
:
Sistem Pendukung Keputusan,
 Analytical Network Process
, Analytic HierarchyProcess, Kriteria
 
I. PENDAHULUAN
PT X merupakan salah satu Perusahaan JasaKonstruksi Nasional yang berdomisili di Surabaya denganwilayah operasinya meliputi wilayah Indonesia.Perusahaan ini telah memulai usahanya pada tahun 1986.Kebutuhan semua bahan dan alat yangdiperlukan dalam memenuhi suatu proyek dibeli olehperusahaan berdasarkan pada permintaan kebutuhanbahan dan alat proyek, yang dituliskan dalam daftarpermintaan bahan dan alat proyek (jenis, ukuran, jumlah,spesifikasi, dan jadwal penggunaannya). Tim
OperationalControl System
(OCS) memberikan usulan
supplier 
 (minimal terhadap 3) berdasarkan hasil seleksi danevaluasi terhadap penawaran proyek disertai spesifikasisesuai dengan permintaan proyek denganmempertimbangkan pula harga yang paling kompetitif dan daya pasok yang mencukupi. Kemudian,
supplier 
 mengirim seluruh dokumen permintaan dan penawaran keKabag OCS dan tim OCS kantor untuk mendapatkanpersetujuan perusahaan. Pembelian semua keperluantersebut dilakukan oleh bagian
 purchasing
denganprosedur pengadaan dan pengiriman bahan dan alatproyek yang telah diatur dengan menerbitkan P.O(
Purchase Order 
).Berdasarkan proses yang berjalan di atas, hal initentu menyulitkan dengan menggunakan sistem manualkarena banyaknya formulir atau dokumen yang perludipakai, jenis bahan baku yang sangat banyak sertabanyak
supplier 
yang memberikan penawaran pada bahanbaku yang sama. Akibatnya, proses penentuan
supplier 
 (yang ditentukan oleh banyak hal) membutuhkan waktulama, sehingga bisa mengganggu atau menunda jalannyaproyek. Karena itu dibutuhkan suatu sistem yangmenyediakan penilaian dan penentuan terhadap
supplier 
 dengan menggunakan metode AHP.Selain itu, karyawan/pegawai merupakan satufaktor yang penting pada PT. X. Pegawai yang berkualitasakan menghasilkan kinerja yang baik pada perusahaanserta mendukung tercapainya tujuan perusahaan. Melihatpentingnya kualitas pegawai pada perusahaan, makaproses seleksi calon pegawai merupakan bagian yangpenting untuk memberikan pegawai yang kualitas bagiperusahaan. PT. X harus berhati-hati dalam prosespengambilan keputusan saat seleksi calon pegawai.PT. X melakukan proses seleksi calon pegawaiuntuk menilai kemampuan teknis serta penilaianpsikologis calon pegawainya. Tes psikologi secara umumakan menunjukkan keadaan emosional seseorang, disamping itu tes kemampuan teknis akan menunjukkankompetensi seseorang untuk dapat bekerja. Meskidemikian, seseorang dengan kemampuan teknis yang baikapabila tidak ditunjang dengan kecerdasan emosionalyang cukup, akan mengalami kesulitan dalam lingkungan
 
kerjanya. PT. X akan menilai kelayakan calonpegawainya berdasarkan relasi tes kemampuan teknis dantes psikologi. Selain itu PT. X juga akanmempertimbangkan hasil wawancara serta latar belakangpendidikan dan pekerjaan calon pegawai. Dengan 4 tes diatas maka diharapkan PT. X akan memperoleh calonpegawai dengan kompetensi yang baik.Dalam proses seleksi calon pegawai, keputusanyang diambil sering dipengaruhi subyektifitas dari parapengambil keputusan. Subyektifitas dapat terjadi karenatidak ada metode standar yang sistematis untuk menilaikelayakan calon pegawai.Salah satu metode pengambilan keputusan yangdapat digunakan dalam proses seleksi calon pegawaiadalah metode
 Analytic Network Process
(ANP). Meskidemikian, jika model ANP diterapkan dalam penentuanseleksi pegawai secara manual, maka akan sulit untukdilakukan karena dalam metode ini terdapat banyakperhitungan yang harus dilakukan sebelum dilakukanpengambilan keputusan. ANP merupakan metode yangsistematis dan seleksi yang tepat dengan menggunakanmenggunakan metode pengambilan keputusan yangmampu menunjukkan menilai kompetensi calon pegawaisesuai dengan kriteria yang ditetapkan oleh perusahaanatau pengambil keputusan berdasarkan analisa data yangsistematis. Dimana pada penelitian ini, akan dilakukaneksperimen terhadap metode ANP dan AHP.Melihat realita tersebut, maka perlu dibangun sebuahaplikasi berbasis web dengan metode ANP untukmendukung proses seleksi calon pegawai. Aplikasi yangdibangunakan memberikan suatu sistem yang dapatmenyimpan data calon pegawai, hasil tes kemampuanteknis dan psikologi secara terintegrasi dan kemudianmelakukan analisa terhadap data calon pegawai untukmenghasilkan alternatif keputusan untuk membantuperusahaan dalam pemilihan calon pegawai.Merujuk pada latar belakang serta permasalahandi atas, maka penelitian ini akan difokuskan untukmerancang dan membuat aplikasi untuk:1.
 
Merancang dan membuat aplikasi pengambilankeputusan multi kriteria untuk pemilihan
supplier 
 pada PT X dengan menggunakan metode
 Analytic Hierarchy Process
(AHP). Permasalahan yangdihadapi adalah:
 
Bagaimana menentukan nilai suatu kriteria
 
Bagaimana memasukkan penilaian-penilaiandalam kriteria
 
Bagaimana cara membuat agar aplikasi inimudah untuk digunakan2.
 
Merancang dan membuat sistem seleksi calonpegawai berbasis web menggunakan
 Analytic Network Process
(ANP). Permasalahan yangdihadapi adalah:
 
Bagaimana membuat suatu aplikasi yang dapatmembantu melihat potensi calon pegawaiuntuk menempati suatu posisi tertentu padaPT. X?
 
Bagaimana membuat rancangan
database
yangdapat menyimpan data calon pegawai danpegawai secara teratur?
 
Bagaimana membuat suatu aplikasi yang dapatmembantu PT. X dalam mengambil keputusanuntuk merekrut pegawai?Penelitian ini dilakukan dengan tujuan:
 
Membuat aplikasi pengambilan keputusan dalammemilih suatu
supplier 
yang paling efisien dan dapatdialokasikan di PT. X.
 
Membuat aplikasi berbasis
web
untuk mendukungproses pengambilan keputusan dalam seleksi calonpegawai dengan memanfaatkan metode
 Analytic Network Process
(ANP), sedangkan untuk pemilihansupplier, digunakan metode
 Analytic HierarchyProcess
(AHP), sehingga akan diperoleh alternatif keputusan pemilihan calon pegawai secara objektif serta sesuai dengan kriteria pegawai yang dibutuhkanPT. XManfaat dari penelitian ini diharapkan dapat menunjangkinerja yang maksimal dengan cara membantu PT. Xdalam dalam penentuan
supplier 
dan pegawai terbaik
II. ANALYTIC NETWORK PROCESS DANANALYTIC HIERARCHY PROCESS
Metode
 Analytic Network Process
(ANP)merupakan pengembangan metode
 Analytical HierarchyProcess
(AHP). Metode ANP mampu memperbaikikelemahan AHP berupa kemampuan mengakomodasiketerkaitan antar kriteria atau alternatif [3]. Keterkaitanpada metode ANP ada 2 jenis yaitu keterkaitan dalam satuset elemen (
inner dependence
) dan keterkaitan antarelemen yang berbeda (
outer dependence
). Adanyaketerkaitan tersebut menyebabkan metode ANP lebihkompleks dibandingkan dengan metode AHP.Secara umum langkah-langkah yang harusdilakukan dalam menggunakan ANP adalah:1.
 
Mendefinisikan masalah dan menentukan kriteriasolusi yang diinginkan.2.
 
Menentukan pembobotan komponen dari sudutpandang manajerial.3.
 
Membuat matriks perbandingan berpasangan yangmenggambarkan kontribusi atau pengaruh setiapelemen atas setiap kriteria. Perbandingan dilakukanberdasarkan penilaian dari pengambil keputusandengan menilai tingkat kepentingan suatu elemen.
 
4.
 
Setelah mengumpulkan semua data perbandinganberpasangan dan memasukkan nilai-nilaikebalikannya serta nilai satu di sepanjang diagonalutama, prioritas masing-masing kriteria dicari dankonsistensi diuji.5.
 
Menentukan
eigenvector 
dari matriks yang telahdibuat pada langkah ketiga.6.
 
Mengulangi langkah 3, 4, dan 5 untuk semuakriteria.7.
 
Membuat
unweighted super matrix
dengan caramemasukkan semua
eigen vector 
yang telah dihitungpada langkah 5 ke dalam sebuah super matriks.8.
 
Membuat
weighted super matrix
dengan caramelakukan perkalian setiap isi
unweighted supermatrix
terhadap matriks perbandingan kriteria(
cluster matrix
).9.
 
Membuat
limiting supermatrix
dengan caramemangkatkan super matriks secara terus menerushingga angka disetiap kolom dalam satu baris samabesar, setelah itu lakukan normalisasi terhadap
limiting supermatrix
.10.
 
Ambil nilai dari alternatif yang dibandingkankemudian dinormalisasi untuk mengetahui hasilakhir perhitungan.11.
 
Memeriksa konsistensi, rasio konsistensi tersebutharus 10 persen atau kurang. Jika nilainya lebih dari10%, maka penilaian data keputusan harusdiperbaiki.Menyusun priotitas merupakan salah satu bagianyang penting dan perlu ketelitian di dalamnya. Padabagian ini ditentukan skala kepentingan suatu elementerhadap elemen lainnya. Langkah pertama dalampenyusunan prioritas adalah menyusun perbandinganberpasangan, yaitu membandingkan dalam bentukberpasangan seluruh untuk setiap sub sistem hirarki.Perbandingan tersebut kemudian ditransformasikan kedalam bentuk matriks untuk maksud analisis numerik,yaitu matriks n x n.Misalkan terdapat suatu sub sistem hirarkidengan kriteria A dan sejumlah elemen di bawahnya, B
1
 sampai B
n
. Perbandingan antar elemen untuk sub sistemhirarki itu dapat dibuat dalam bentuk matriks n x n.Matriks ini disebut matriks perbandingan berpasangan.A B
1
B
2
B
3
--- B
n
 B
1
b
11
b
12
b
13
--- b
1n
 B
2
b
21
b
22
b
23
--- b
2n
 B
3
b
31
b
32
b
33
--- b
3n
 --- --- --- --- --- ---B
n
b
n1
b
n2
b
n3
--- b
nn
 
Gambar 1: Matriks Perbandingan Berpasangan
Nilai b
ij
adalah nilai perbandingan elemen B
i
terhadap B
 j
 yang menyatakan hubungan [2]:
 
Seberapa jauh tingkat kepentingan B
i
biladibandingkan dengan B
 j
, atau
 
Seberapa besar kontribusi B
i
terhadap kriteria Adibandingkan dengan B
 j
, atau
 
Seberapa jauh dominasi B
i
dibandingkan denganB
 j
, atau
 
Seberapa banyak sifat kriteria A terdapat pada B
i
 dibandingkan dengan B
 j
.Bila diketahui nilai b
ij
maka secara teoritis nilai b
 ji
= 1 bij, sedangkan b
ij
dalam situasi i = j adalah mutlak 1.Pembobotan dengan ANP membutuhkan modelyang merepresentasikan saling keterkaitan antar kriteriadan subkriteria yang dimilikinya. Ada 2 kontrol yangperlu diperhatikan didalam memodelkan sistem yanghendak diketahui bobotnya. Kontrol pertama adalahkontrol hierarki yang menunjukkan keterkaitan kriteriadan sub kriterianya. Pada kontrol ini tidak membutuhkanstruktur hierarki seperti pada metode AHP. Kontrollainnya adalah kontrol keterkaitan yang menunjukkanadanya saling keterkaitan antar kriteria atau
cluster 
(Saaty, 1996). Jika diasumsikan suatu sistem memiliki
 N cluster 
dimana elemen-elemen dalam tiap
cluster 
salingberinteraksi atau memiliki pengaruh terhadap beberapaatau seluruh
cluster 
yang ada. Jika
cluster 
dinotasikandengan
Ch,
dimana
h = 1, 2, …, N,
dengan elemensebanyak
nh
yang dinotasikan dengan
eh1, eh2, …, ehnh.
Pengaruh dari satu set elemen dalam suatu
cluster 
padaelemen yang lain dalam suatu sistem dapatdirepresentasikan melalui vektor prioritas berskala rasioyang diambil dari perbandingan berpasangan. Jaringanpada metode ini memiliki kompleksitas yang tinggidibanding dengan jenis lain, karena adanya fenomena
 feedback 
dari
cluster 
satu ke
cluster 
lain, bahkan dengan
cluster 
-nya sendiri. Kriteria calon pegawai dinyatakansebagai cluster sedangkan elemen dan sub elemennyamerupakan strategi objektif dengan KPI-KPI-nya. PadaGambar 2, memperlihatkan model jaringan dengan
 feedback 
dan
dependence
 
cluster 
satu dengan
cluster 
 lainnya.
Gambar 2: Model
 Feedback
dan
 Dependence
pada
Cluster
 

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->