• Embed Doc
  • Readcast
  • Collections
  • CommentGo Back
Download
 
GELOMBANG PASANG LAUT DI PESISIR LAMPUNG 2007
Oleh: Indra Gumay Yudha, M.Si.
(Staf Pengajar PS Budidaya Perairan, Fak. Pertanian, Univ. Lampung)Email: indra_gumay@yahoo.com
1. Fenomena Gelombang Pasang
Fenomena alam yang berupa gelombang pasang yang mencapai tinggi 3-7 meter di 14propinsi di pantai barat Sumatera, pantai selatan Jawa hingga selatan Nusa Tenggarabeberapa hari sejak tanggal 17 Mei 2007, menurut para ahli, disebabkan paduan tigafenomena, yaitu: (1) gelombang Kelvin yang berasal dari Samudra Hindia menjalar disepanjang garis ekuator terkait dengan perputaran periodik bumi ke arah timur padapergantian musim (Mei-Juni), terpecah saat bertemu dengan daratan Sumatera; (2)adanya alun (swell) yang disebabkan oleh akumulasi angin, bermula dari semburanangin muson timur dari bagian tenggara Australia berkecepatan 21-25 knot menujubarat daya ke pesisir selatan Pulau Jawa sehingga menimbulkan gelombang; dan (3)peristiwa astronomi, gravitasi matahari ketika posisi matahari-bulan-bumi sejajar yangmenyebabkan gaya tarik maksimum.Kejadian ini telah menyebabkan kerusakan dan kerugian di wilayah pesisir yangsebagian besar berprofesi sebagai nelayan, pembudidaya ikan dan pengolah ikan.Dampak langsung yang terjadi akibat dari gelombang pasang adalah sebagai berikut:(1) terganggunya kegiatan ekonomi masyarakat pesisir yang selama ini mengandalkankehidupannya menangkap dan membudidayakan ikan; (2) kerugian secara langsungyang diderita oleh masyarakat pesisir akibat rusak dan hilangnya sarana daninfrastruktur; (3) kerusakan lingkungan biofisik; dan (4) kurangnya suplai ikan di pasarsebagai sumber gizi masyarakat.Gelombang pasang laut tersebut juga melanda sebagian besar pantai-pantai diProvinsi Lampung antara tanggal 17-19 Mei 2007. Tinggi gelombang pasang iniberkisar antara 3-5 meter yang menghantam wilayah pesisir sehingga menyebabkankepanikan di masyarakat. Menurut BMG Provinsi Lampung, gelombang pasang terjadisejak hari Selasa, 17 Mei 2005 pukul 01.00 WIB. Gelombang pasang ini melandapantai-pantai di wilayah Kabupaten Lampung Barat, Kabupaten Tanggamus, KotaBandar Lampung, dan Kabupaten Lampung Selatan.Gelombang tinggi ini menyapubibir pantai dan naik hingga satu meter ke areal perumahan warga.Akibat terjangangelombang pasang ini di beberapa wilayah pesisir telah terjadi kerusakan, antara lain
Indra Gumay Yudha: Gelombang Pasang Laut di Pesisir Lampung 2007
1
 
rumah penduduk, perahu nelayan, gedung sekolah, sarana dan prasarana TPI, jalan,dan lain-lain.
2. Dampak Kerusakan
Kota Bandar Lampung 
Di Bandar Lampung, gelombang setinggi tiga meter menerjang kampung nelayan disepanjang pesisir yang meliputi Kecamatan Teluk Betung Barat, Kecamatan TelukBetung Utara, dan Kecamatan Panjang. Di Kelurahan Karangmaritim (Panjang)gelombang pasang ini menghancurkan beberapa rumah penduduk, bahkan ada yangterseret hingga 50 m ke tengah laut. Rumah-rumah warga di daerah ini memangdibangun tepi pantai dengan sistem tancap menggunakan tiang pancang kayu. Selainmenghancurkan beberapa rumah warga, amukan gelombang pasang ini juga merusaktalud di Panjang Utara sepanjang 50 m. Kerugian juga dialami oleh beberapa wargayang tinggal di Pulau Pasaran, yaitu rusaknya rumah-rumah mereka dan kapal-kapalnelayan yang sandar di sekitarnya.
Kabupaten Lampung Barat 
Di Kabupaten Lampung Barat kerusakan parah akibat terjangan ombak terjadi dipesisir pantai Kecamatan Bengkunat, Ngambur, Pesisir Selatan, Pesisir Tengah,Lemong, dan Karyapenggawa. Ratusan rumah rusak berat dan ringan dihantamombak setinggi empat meter pukul 06.00 WIB pada 18 Mei 2007. Sejumlah fasilitasumum juga rusak dan jalan-jalan digenangi air laut setinggi 20-50 cm. Puluhan perahunelayan ikut hanyut terbawa ombak. Dari berbagai informasi yang berhasil dihimpundiketahui bahwa Kecamatan Lemong menderita kerugian paling besar. Ombakmengamuk di 11 pekon yakni Tanjungjati, Tanjungsakti, Waybatang, Pardahaga,Lemong, Cahyanegeri, Malaya, Pagardalam, Bambang, Penegahan, danBandarpugung. Di Pekon Bambang 68 rumah rusak ringan dan 6 rusak berattermasuk Masjid Nurul Huda. Di Pekon Malaya 30 rumah rusak ringan dan satu rusakberat; Pekon Penengahan 28 rumah rusak ringan dan ombak menggerus tempatpemakaman umum (TPU). Di pekon ini juga, air laut sempat menyeberang ke jalurlintas barat (jalinbar) yang berjarak sekitar 200 meter dari pantai. Selain itu, pagar SDNCahyanegeri rubuh. Di Pekon Bandarpugung tidak ada kerusakan yang berarti, ruas jalan hanya tersiram air pasang.Di Pekon Pardasuka, Kecamatan Bengkunat, tidak kurang dari 11 rumah warga rusakdengan perincian 7 rumah rusak total dan 4 lainnya rusak parah. Selain itu, gelombang
Indra Gumay Yudha: Gelombang Pasang Laut di Pesisir Lampung 2007
2
 
menghancurkan puluhan perahu nelayan. Sembilan perahu rusak total dan 40 lainnyarusak ringan. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, sejumlah wargasetempat juga mengungsi ke tempat yang lebih aman.Kerusakan juga dialami warga Pekon Waynukak, Kecamatan Karya Penggawa. Dipekon ini puluhan rumah diterjang ombak. Namun dari hasil pendataan, hanya saturumah yang rusak ringan. Kerusakan terparah dialami oleh SMPN setempat beruparobohnya tembok bangunan sepanjang tiga meter. Selain itu ruas jalan di sekitarWaymayah tergenang air laut hingga mencapai ketinggian 50 centimeter.Di Pekon Tanjungsetia, Kecamatan Pesisir Selatan, gelombang pasang juga merusakperahu nelayan setempat. Bahkan air menggenang di jalan bagian belakang pekonsetempat. Genangan air dilaporkan mencapai setinggi 15-50 cm. Peristiwa serupa juga terjadi di Kecamatan Persiapan Ngambur dan Pesisir Tengah. Puluhan rumahditerjang ombak meski tidak ada yang mengalami kerusakan.
Kabupaten Lampung Selatan 
Terjangan gelombang pasang di Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, telahmenyebabkan puluhan rumah dan fasilitas umum berupa jalan rusak. Puluhan perahumilik nelayan juga ikut rusak akibat disapu ombak. Bahkan dinding SDN 2 Waymuliyang terletak tak jauh dari pinggir laut jebol serta tiga lokal sekolah ambruk. Akibatnyakegiatan belajar mengajar di sekolah tersebut diliburkan. Para guru yang hendakmengajar bergotong-royong mengangkut peralatan yang masih bisa diselamatkan.Sekolah ini berjarak sekitar 10 meter dari bibir pantai. Gelombang pasang setinggi tigameter itu juga merusak puluhan rumah di Desa Kunjir dan Desa Way Muli. Akses jalanmenuju kedua desa itu pun sempat terputus karena tertutup bebatuan dan pasir laut.Sebagian warga terpaksa mengungsi karena khawatir terjadi gelombang susulan.Dilaporkan juga bahwa tanggul Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Way Muli mengalamikerusakan dan jalan masuk ke PPI Kalianda rusak sepanjang 15 m.
Gambar 1.SDN 2 Waymuli yang Rusak ParahDiterjang Gelombang Pasang
(Sumber: Radar Lampung,
19 Mei 2007
)
Indra Gumay Yudha: Gelombang Pasang Laut di Pesisir Lampung 2007
3
of 00

Leave a Comment

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...
You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...