Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword or section
Like this
15Activity
×
P. 1
Kajian Reservat Perikanan di Tulang Bawang Lampung Oleh Indra Gumay Yudha

Kajian Reservat Perikanan di Tulang Bawang Lampung Oleh Indra Gumay Yudha

Ratings:

4.0

(1)
|Views: 7,333|Likes:
Published by Indra Gumay Yudha
Kajian tentang usulan reservat perikanan di Kabupaten Tulang Bawang, Lampung, untuk melindungi keberadaan ikan-ikan lokal yang terancam punah
Kajian tentang usulan reservat perikanan di Kabupaten Tulang Bawang, Lampung, untuk melindungi keberadaan ikan-ikan lokal yang terancam punah

More info:

Categories:Types, Research, Science
Published by: Indra Gumay Yudha on May 18, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

04/03/2013

pdf

text

original

 
KAJIAN USULAN KAWASAN RESERVAT IKAN AIR TAWARDI KABUPATEN TULANG BAWANG
Oleh: Indra Gumay Yudha, M.Si.(Staf Pengajar PS Budidaya Perairan, Fak. Pertanian, Univ. Lampung)Email: indra_gumay@yahoo.com1.
 
LETAK GEOGRAFIS
Kabupaten Tulang Bawang secara geografis terletak pada 3º45’LS-4º40’LS dan104º55’BT-105º55’BT dengan luas wilayah mencapai 7.770,84 km
2
dan beribu kotakabupaten Menggala. Kabupaten ini dibentuk pada tahun 1997 dan merupakan wilayahpemekaran dari Kabupaten Lampung Utara. Berdasarkan Perda No.07 tahun 2005,wilayah Kabupaten Tulang Bawang dimekarkan menjadi 24 kecamatan dan 240kampung/kelurahan. Sebagian besar wilayah Kabupaten Tulang Bawang merupakandaerah agraris, dimana mata pencaharian pokok penduduknya adalah di sektorpertanian.
2. POTENSI RAWA DI DAS TULANG BAWANG
Di wilayah Kabupaten Tulang Bawang terdapat areal lahan basah (
wetland 
) yang cukupluas, yaitu hamparan rawa-rawa air tawar di sepanjang DAS Tulang Bawang bagianhilir. Menurut Karizal (2006), lahan rawa ini merupakan tipe ekosistem rawa gambutyang terbesar di Propinsi Lampung dengan luas lahan mencapai lebih kurang 77.000 ha(87,9%); sedangkan di Lampung Timur luasnya hanya 11.000 ha (12,1%). Pada tahun1990 hampir seluruh lahan gambut di Provinsi Lampung termasuk gambut sedang yangdidominasi oleh hemists/mineral dan umumnya berasosiasi dengan tanah mineralbergambut. Hingga saat ini, berdasarkan data tahun 2002, komposisinya berubah:gambut sedang menyusut menjadi 23,3% (20.000 ha) dan terbentuk gambut dangkal7,7% (6.700 ha) serta gambut sangat dangkal sekitar 69% (60.000 ha). Seluruh gambutsangat dangkal tersebut berada di Kabupaten Tulang Bawang.Rawa-rawa di DAS Tulang Bawang terhampar di areal seluas lebih kurang 86.000 hayang terletak di antara mulut Sungai Tulang Bawang dan Kota Menggala. Padamulanya hampir 90 persen wilayah ini terdiri dari hutan rawa gelam dan hampir 10
INDRA GUMAY YUDHA:
Kajian Usulan Kawasan Reservat Ikan Air Tawar di Kabupaten Tulang Bawang
 
1
 
persen berupa hutan mangrove. Karena kondisi alam yang telah menjadi sekunder,rawa telah mengalami penurunan, baik dalam hal flora maupun faunanya. Hamparanrawa gambut yang terdapat di Kabupaten Tulang Bawang terdiri dari beberapa rawa,antara lain Rawa Pacing (±600 ha), Rawa Kandis (±900 ha), dan ±12.000 ha hamparanyang tediri dari Rawa Tenuk, Rawa Bakung, Rawa Bungur, Bawang Belimbing,Bawang Lambu, dan Bawang Purus. Menurut Thoyib (2006), secara kultural rawa-rawatersebut sebagian besar dikuasai oleh masyarakat adat Marga Aji, sehingga diperlukanketerlibatan mereka dalam upaya konservasi rawa-rawa tersebut. Dalam hal kegiatankonservasi, masyarakat adat Marga Aji sudah menyatakan kesanggupannya untuk turutberperan serta.
3. POTENSI PERIKANAN RAWA
Rawa-rawa di DAS Tulang Bawang menyokong kehidupan sejumlah penting ikan, baik dalam hal keanekaragamanjenis maupun jumlah hasil panennya yang telah memberikansumbangan yang berarti bagi penghasilan masyarakat setempat. Berdasarkan hasilkajian yang dilakukan oleh Noor
et al
(1994) setidaknya terdapat 88 jenis ikan yangterdapat di sekitar rawa-rawa di DAS Tulang Bawang tersebut. Beberapa jenis ikanrawa yang ekonomis penting antara lain: arwana, belida, jelabat, tawes, seluang, lais,gabus, baung, lele, gurami, dan lain-lain. Beberapa jenis
i
kan-ikan ini secara periodik beruaya dari rawa ke sungai atau sebaliknya. Pada waktu air sungai meluap menggenangirawa di sekitarnya, beberapa jenis ikan melakukan migrasi ke rawa tersebut dan memijahdi lokasi tersebut. Lokasi ini juga merupakan lokasi bagi pembesaran anakan ikan (
nurseryground 
).Bagi masyarakat setempat, keberadaan ikan-ikan rawa merupakan anugerah yang tak ternilai dalam hal memenuhi kebutuhan gizi masyarakat ataupun sebagai penghasilan jikadijual. Menurut Wiryawan dkk (2002), sistem DAS Tulang Bawang diperkirakan mampumenghasilkan ikan 20-100 kg/ha/tahun, dengan 85% tangkapan berasal dari rawa-rawa.Hasil ini merupakan 40% dari total hasil tangkapan (laut dan daratan) diperoleh dari sungaidan rawa-rawa di Kabupaten Tulang Bawang. Sayangnya, pemanfaatan sumberdaya iniseringkali tidak dilakukan secara bijaksana, bahkan cenderung merusak. Penggunaanracun ataupun arus listrik untuk menangkap ikan, selain penangkapan yang berlebih(
overexploitted 
), diduga menjadi penyebab menurunnya produksi perikanan rawa.
INDRA GUMAY YUDHA:
Kajian Usulan Kawasan Reservat Ikan Air Tawar di Kabupaten Tulang Bawang
 
2
 
Keadaan tersebut dapat menyebabkan pemusnahan massal biota akuatik, termasuk larvadan anak-anak ikan yang seharusnya menjadi sumber bibit untuk keberlanjutan usahaperikanan di masa mendatang. Kecenderungan lainnya yang terjadi adalah degradasihabitat akibat reklamasi, drainasi, konversi, pencemaran perairan, tangkap lebih, dantertutupnya perairan oleh eceng gondok (
 Eichornia crassipes
) dan kiambang (
Salviniamolesta
)Berdasarkan data Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Lampung, pada tahun 2000diketahui produksi ikan yang berasal dari rawa-rawa di Kabupaten Tulang Bawang adalah1.384,7 ton dengan nilai produksi Rp 4.554.550.000,- ; sedangkan pada tahun 2004produksi menurun drastis hingga 245,1 ton atau hanya 17,7% dari produksi tahun 2000.Fakta ini menunjukkan bahwa hanya dalam kurun waktu empat tahun terjadi penurunanproduksi rata-rata 284,9 ton per tahun.Tabel 1. Produksi dan nilai produksi perikanan rawa-rawa di Kabupaten TulangBawang tahun 2000-2004
Tahun Produksi (ton) Nilai Produksi (Rp x 1000)
2000 1.384,7 4.554.5502001 1.009,8 4.401.1982002 507,0 Tidak ada data2003 240,6 1.189.3402004 245,1 1.132.050Sumber: Data Statistik Perikanan Provinsi Lampung, 2000-2004Kerusakan lahan basah, termasuk rawa-rawa, juga bisa terjadi akibat pencemaran yangkemudian menyebabkan perubahan keseimbangan ekologis lahan basah. Pencemaranyang kerap terjadi di DAS Tulang Bawang yang berasal dari industri di bagian hulu sungaiturun berperan dalam degradasi sumberdaya ikan tersebut. Selain itu, sedimentasi rawadapat menyebabkan banyak kawasan rawa mengalami pendangkalan, sehinggakemampuannya dalam menyimpan air saat musim kemarau menjadi berkurang. Hal ini juga dialami oleh rawa-rawa di Tulang Bawang. Keadaan ini menyebabkan produksiikan di peraiaran rawa-rawa juga menurun.Jenis-jenis ikan rawa ekonomis penting yang umumnya tertangkap di Kabupaten TulangBawang adalah: tawes, gabus, lais, lele, toman, sepat siam, tambakan, belida, betutu,sidat, dan lainnya. Berdasarkan data tahun 2004, diketahui bahwa ikan gabus dan
INDRA GUMAY YUDHA:
Kajian Usulan Kawasan Reservat Ikan Air Tawar di Kabupaten Tulang Bawang
 
3

Activity (15)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Miz Nia liked this
Ieke Wulan Ayu liked this
Mohammad Doni liked this
horasparluhutan liked this
wnorita liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->