Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
28Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Pencemaran dan kerusakan terumbu karang di Bandar Lampung oleh Indra Gumay Yudha

Pencemaran dan kerusakan terumbu karang di Bandar Lampung oleh Indra Gumay Yudha

Ratings:

4.0

(1)
|Views: 5,853|Likes:
Published by Indra Gumay Yudha
Pesisir Kota Bandar Lampung telah mengalami degradasi akibat pencemaran dan perusakan terumbu karang
Pesisir Kota Bandar Lampung telah mengalami degradasi akibat pencemaran dan perusakan terumbu karang

More info:

Categories:Types, Research, Science
Published by: Indra Gumay Yudha on May 18, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

03/07/2013

pdf

text

original

 
PENCEMARAN PERAIRAN DAN KERUSAKANTERUMBU KARANG DI WILAYAH PESISIRKOTA BANDAR LAMPUNG
Oleh: Indra Gumay Yudha, M.Si(Staf Pengajar PS Budidaya Perairan, Fak. Pertanian, Univ. Lampung)Email: indra_gumay@yahoo.com
Kawasan pesisir Kota Bandar Lampung dengan segenap potensi yang dimilikinya telahmenjadi magnet yang menarik berbagai pihak para pemangku kepentingan untukmelakukan kegiatan eksploitasi sesuai dengan kepentingan masing-masing. Salah satudampak negatif yang mengemuka dan perlu mendapat perhatian akibatberlangsungnya kegiatan eksploitasi tersebut adalah ancaman terhadap kelestarianwilayah pesisir. Ancaman tersebut dapat berasal dari pencemaran perairan laut akibatlimbah domestik maupun limbah industri, kegiatan reklamasi pantai, kegiatanpenangkapan ikan yang tidak memperhatikan kelestarian lingkungan, serta terjadinyakonflik antar masyarakat yang saling berbeda kepentingan dalam pemanfaatan ruangpesisir.Semakin meningkatnya pemanfaatan ruang di wilayah pesisir, dengan berbagaiaktifitas kegiatan manusia, tentu akan memberikan tekanan bagi kawasan-kawasanhabitat hidup bagi berbagai organisme pesisir, seperti komunitas hutan mangrove,terumbu karang dan padang lamun, yang jika terjadi degradasi pada kawasan ini tentu juga akan berpengaruh bagi keberlangsungan daya dukung lingkungan terhadapkehidupan masyarakat. Untuk itu pengkajian terhadap kondisi berbagai habitat tersebutmenjadi suatu yang sangat penting sebagai informasi bagi penentu kebijakan dalampelaksanaan pengelolaan kawasan pesisir Kota Bandar Lampung yang dapatbermanfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat tanpa mengabaikan prinsip-prinsipkelestarian lingkungan.Pencemaran perairan di wilayah pesisir telah menjadi isu utama yang dihadapi olehpemerintah dan masyarakat di Kota Bandar Lampung. Sumber pencemaran yangutama berasal dari limbah industri dan domestik yang mengalir melalui sungai-sungaiyang bermuara ke laut di sepanjang pantai Kota Bandar Lampung. Selain itu, sampah-sampah domestik diperkirakan juga berasal dari wilayah lain yang dibawa oleh arus lautdan terdampar di sepanjang pantai.
STATUS LINGKUNGAN HIDUP DAERAH PROVINSI LAMPUNG 2007
1
 
Masalah pencemaran laut akibat limbah industri perlu mendapat perhatian khusus. Halini terkait dengan jenis limbah yang dihasilkan oleh industri tersebut. Beberapa limbahyang dihasilkan oleh industri adakalanya berupa limbah B3, seperti jenis-jenis logamberat yang apabila masuk ke ekosistem pesisir dapat menimbulkan dampak yang fatal,baik bagi biota perairan maupun manusia yang ada di wilayah tersebut. Polutan yangberupa logam-logam berat diketahui dapat menyebabkan keracunan, kelumpuhan,kelainan genetik, hingga kematian.Dari hasil identifikasi yang telah dilakukan oleh Wiryawan dkk (2002), diketahui bahwasetidaknya terdapat 9 sungai yang bermuara ke pesisir Kota Bandar Lampung yangberpotensi mencemarkan wilayah pantai tersebut. Sungai-sungai tersebut adalah: WaySukamaju, Way Keteguhan, Way Tataan, Way Belau, Way Kunyit, Way Kuala, WayLunik, Way Pancoran, dan Way Galih. Sumber pencemaran yang berasal dari limbahindustri diperkirakan berasal dari berbagai kegiatan industri yang berada di DAStersebut. Sebagai contoh, setidaknya terdapat 22 industri di DAS Way Kuala, 13industri di DAS Way Lunik, 5 industri di DAS Way Pancoran, dan 2 industri di DAS WayKunyit. Kemungkinan pencemaran industri juga terjadi di wilayah pelabuhan Panjangdan pelabuhan milik swasta yang berada di sekitar Kecamatan Panjang.Beberapa parameter kualitas air, baik fisika, kimia, maupun biologi, yang diperoleh darihasil pengukuran lapangan diketahui bahwa perairan pesisir Kota Bandar Lampungtelah mengalami pencemaran dengan berbagai tingkatan. Pengukuran kualitas air yang dilakukan di beberapa sungai, sumur penduduk, dan perairan laut di pesisir KotaBandar Lampung menunjukkan kondisi yang memprihatinkan.
1. Pencemaran Perairan
a). Sungai
Pengukuran kualitas air sungai dilakukan pada beberapa sungai di wilayah pesisir KotaBandar Lampung yang bermuara ke Teluk Lampung, yaitu Way Sukamaju, WayKeteguhan, Way Kuripan, Way Kunyit, Way Kuala, Way Lunik dan Way Galih. Secaravisual sungai-sungai tersebut telah mengalami penyempitan, pendangkalan, berair kotor dan berwarna hitam, serta terdapat banyak sampah rumah tangga. Dibandingkandengan sungai-sungai lainnya, kondisi Way Sukamaju masih lebih baik dan memilikialiran air yang relatif jernih dan masih banyak digunakan untuk keperluan mencuci bagimasyarakat di sekitarnya.
STATUS LINGKUNGAN HIDUP DAERAH PROVINSI LAMPUNG 2007
2
 
Hasil pengukuran parameter kualitas air sungai, yang meliputi fisika, kimia, dan biologi,pada beberapa sungai di wilayah pesisir Kota Bandar Lampung disajikan pada Tabel 1.
Gambar 1. Sungai-Sungai di Wilayah Pesisir Kota Bandar Lampung
Berdasarkan hasil pengukuran yang tertera pada Tabel 1 diketahui bahwa sebagianbesar sungai-sungai yang bermuara di pesisir Kota Bandar Lampung telah mengalamipencemaran bahan organik yang cukup tinggi. Hal ini dapat dilihat dari beberapaparameter kualitas air yang diukur. Nilai oksigen terlarut (DO) sebagian besar sungai,kecuali Way Sukamaju, berada di bawah baku mutu yang ditetapkan, yaitu 3 mg/l,bahkan nilainya mendekati nol. Kondisi ini menyebabkan sebagian besar sungai tidakmendukung untuk kehidupan ikan maupun biota air lainnya. Demikian juga dengannilai COD dan BOD yang jauh melebihi ambang baku mutu. Selain karena limbahdomestik, nilai COD dan BOD yang tinggi juga disebabkan oleh adanya limbah industriyang dibuang ke sungai, misalnya industri makanan.
STATUS LINGKUNGAN HIDUP DAERAH PROVINSI LAMPUNG 2007
3

Activity (28)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Angelina Djeen liked this
Iwan Balaw liked this
ganny001 liked this
Nirma Afianita liked this
Ikhsan Albasar liked this
Rani Rara liked this
Darwis Sahadu liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->