• Embed Doc
  • Readcast
  • Collections
  • CommentGo Back
Download
 
SUMBERDAYA AIR DI PROVINSI LAMPUNG
Oleh: Indra Gumay Yudha, M.Si.(staf pengajar PS Budidaya Perairan, FP, Universitas Lampung)Email: indra_gumay@yahoo.com
1. KUANTITAS/KETERSEDIAAN AIR
Sumberdaya air sangat penting bagi kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya. Saatini kebutuhan akan air bersih, baik kualitas maupun kuantitasnya, semakin meningkatdengan pesatnya pertambahan penduduk. Walaupun wilayah Indonesia memiliki 6% daripersediaan air dunia atau sekitar 21% persediaan air Asia Pasifik, namun kelangkaan dankesulitan mendapatkan air bersih dan layak pakai menjadi permasalahan yang mulai munculdi banyak tempat dan semakin menggejala dari tahun ke tahun. Kecenderungan konsumsiair naik secara eksponensial, sedangkan ketersediaan air bersih cenderung menurun akibatkerusakan alam dan pencemaran. Kondisi yang sama dialami juga oleh penduduk diProvinsi Lampung. Walaupun memiliki sejumlah potensi sumberdaya air yang besar, namunkesulitan untuk mendapatkan air bersih dan layak pakai masih terjadi di beberapa tempat.
1.1 STATUS1.1.1 Air PermukaanA) Sungai
Air permukaan di Provinsi Lampung tersebar pada berbagai tipe, seperti sungai, danau,rawa, waduk, embung, dan lan-lain. Sumberdaya air ini tersebar di lima daerah
river basin 
.Bagian terbesar dari hulu
river basin 
ini berada di Kabupaten Lampung Barat, sebagianLampung Utara, dan sebagian Tanggamus. Pada beberapa wilayah tertentu kondisinyasudah cukup kritis, hutan sudah semakin terbuka, dan adanya kegiatan budidaya pertaniantanpa konservasi, sehingga akan sangat besar pengaruhnya pada penyimpanansumberdaya air untuk irigasi di hilirnya. Daerah
river basin 
ini merupakan daerah yangterbesar di sepanjang sungai besar yaitu:1. Daerah River Basin Tulang Bawang terletak di utara hingga ke arah barat, melewatiwilayah Kabupaten Lampung Utara, Way Kanan, hingga Tulang Bawang, seluas10.150 km
2
dengan panjang 753,5 km dengan 9 cabang anak sungai membentukpola aliran dendritic, yang merupakan ciri umum sungai-sungai di Lampung.Kepadatan pola aliran sebesar 0,07 dan frekuensi pola aliran 0,0009.2. Daerah River Basin Seputih terletak di bagian tengah wilayah bagian barat LampungTengah ke arah Metro dan Lampung Timur. Luas river basin ini mencapai 7.550
 
km
2
. Jumlah cabang sungai sebanyak 14 buah dengan kepadatan pola aliran 0,13dan frekuensi pola aliran 0,0019.3. Daerah River Basin Sekampung terletak di sebagian besar wilayah KabupatenTanggamus, Lampung Tengah, Lampung Selatan bagian Utara, hingga ke arahTimur. Luas river basin ini mencapai 5.675 km
2
dengan panjang 6.223 km dari 12cabang sungai. Pola aliran mencapai kepadatan 0,11 dan frekuensinya mencapai0,021.4. Daerah River Basin Semaka terletak di wilayah Kabupaten Tanggamus bagianSelatan Barat ke arah Pantai Selat Sunda bagian barat. Luas River Basin ini 1.525km
2
dengan panjang 189 km, density pola aliran 0,12 dan frekuensi pola aliran0,0052.5. Daerah River Basin Way Jepara terletak di Kabupaten Lampung Timur, dengan luas800 km
2
panjang seluruh sungai 108.5 km, jumlah cabang sungai 3 buah dan polaaliran dengan kepadatan 0,14 serta frekuensinya 0,0038.Daerah River Basin ini sebagian besar dimanfaatkan sebagai daerah pengembangan sawahirigasi teknis seluas hampir 295.544 ha (areal potensial 285.376 ha, areal baku 264.768 ha,dan areal fungsional 190.959 ha). Wilayah yang sedang dikembangkan adalah di RiverBasin Mesuji Tulang Bawang, yang sebagian areal irigasinya berada di Sumatera Selatan(Irigasi Komering) yang mampu mengairi areal sawah seluas 120.000 ha. Untuk SumateraSelatan 75.000 ha, sedangkan Provinsi Lampung memperoleh manfaat untuk luas 45.000ha yang tersebar di Kabupaten Way Kanan dan Tulang Bawang.Dilihat dan ratio debit musim hujan dan musim kemarau, hampir seluruh daerah aliransungai mencatat angka fluktuasi debit air yang tinggi dari 61,08% hingga 429,77%, kecualiWay Semangka 6,7% dan Way Rarem 23,24%. Kondisi ini menyebabkan kekurangan airpada musim kemarau, tetapi kelebihan air pada musim hujan. Penyebab utamanya adalahrusaknya fungsi hidrologis kawasan hutan lindung dan kondisi tanah setempat yang relatif
 porous 
. Perbedaan debit air sungai pada musim hujan dan musim kemarau yang cukupbesar memberikan dampak terhadap ketersediaan air untuk irigasi, khususnya pada musimkemarau. Oleh karena itu, perlu dipersiapkan pengendalian tata air yang memungkinkanpemanfaatan curah hujan secara optimal bagi kebutuhan air pada musim kemarau, yangantara lain dapat diupayakan melalui pembangunan waduk atau embung.Di Provinsi Lampung terdapat 5 sungai besar dan sekitar 33 sungai kecil, yang membentuk5 Daerah Aliran Sungai (DAS) utama, yaitu: DAS Sekampung, DAS Mesuji, DAS Semangka,DAS Seputih dan DAS Tulangbawang. Lima sungai besar tersebut ditetapkan menjadi 3(tiga) Satuan Wilayah Sungai (SWS) oleh Departemen Pekerjaan Umum, yaitu: SWSMesuji-Tulang Bawang, SWS Seputih-Sekampung, dan SWS Semangka. Luas ketiga SWStersebut sama dengan luas daratan Provinsi Lampung yang menyimpan potensisumberdaya air dari hulu sampai ke hilir. Ketiga satuan wilayah sungai tersebut merupakan
 
rangkaian beberapa daerah aliran sungai (DAS) yang dibatasi oleh garis ketinggian yangmemisahkan aliran jatuhnya curah hujan pada setiap wilayahnya. Jumlah luasan danpotensi ketersediaan air permukaan di Provinsi Lampung tertera pada Tabel 1.Sekitar 80% sungai-sungai di wilayah Lampung mengalir ke arah timur dan bermuara di LautJawa, seperti Way Mesuji, Way Tulang Bawang, Way Seputih, dan Way Sekampung;sedangkan Way Semangka bermuara di Teluk Semangka. Sebagian besar sungai-sungai diLampung memiliki debit air yang kecil, kecuali Way Sekampung, Way Tulangbawang, danWay Mesuji yang memiliki debit lebih besar dari 100 m
3
 /detik.Tabel 1. Potensi Sumberdaya Air Permukaan di Provinsi Lampung
No. Satuan Wilayah Sungai (SWS)Luas
(km
2
)
 Potensi Air
(juta m
3
 /thn)1 Mesuji-Tulang Bawang 16.610 14.1682 Seputih-Sekampung 14.650 11.8513 Semangka 6.083 7.323
Jumlah 37.343 33.342
Sumber: Bappeda (2000)Sungai-sungai di Pantai Timur berkaitan erat dengan 207.800 hektare rawa dan paya-payayang pernah ada. Sebagian besar rawa dan paya-paya ini telah diubah menjadi lahanpertanian utau perkebunan dalam program transmigrasi besar-besaran. Sungai-sungai diwilayah Teluk Lampung dan Pantai Barat umumnya memiliki daerah tangkapan air yangsempit, karena daerahnya yang terjal atau berlereng (pengaruh pegunungan Bukit Barisan).Semua sungai, kecuali beberapa di Pantai Barat Lampung, mempunyai variasi debit air yangnyata. Ini menunjukan besarnya pengaruh musim terhadap sungai-sungai tersebut.Tabel 2. Luas Daerah Tangkapan dan Debit Air Beberapa Sungai Utama di ProvinsiLampung
No. Nama SungaiLuas daerah tangkapan
(ha)
 Kisaran debit
(m
3
 /dtk)
 
1 Mesuji Sebagian besar di Sumsel 1552 Tulang Bawang 1.015.000 80-360 (av.200)3 Seputih 755.000 3-48 (av. 26)4 Way Jepara 88.000 365 Way Kambas 44.000 106 Sekampung 567.000 2167 Semangka 152.500 0,18-247 (av.67,5)8 Krui 66.000 409 Pemerihan 33.000 13Sumber: Wiryawan dkk (2002)Daerah tangkapan sungai-sungai besar yang mengalir ke timur dalam kondisi kritis. Tingkatkekeruhan air bertambah tinggi karena erosi tanah (lebih dan 60% hutan lindung telahdikonversi menjadi perkebunan oleh para perambah). Kegiatan reboisasi tidak dapatmengimbangi laju penggundulan hutan. Lahan kritis dijumpai di seluruh Lampung. Totallahan kritis kurang lebih 647.747,05 hektar. Hanya sedikit yang sudah diketahui dampakdegradasi pada sungai-sungai dan morfologi pesisir (debit, endapan, erosi pantai, danpelumpuran). Way Tulang Bawang, Way Seputih, Way Jepara, dan Way Sekampung
of 00

Leave a Comment

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...
You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...