Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
1Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Manajemen Risiko K3 Perusahaan Konstruksi

Manajemen Risiko K3 Perusahaan Konstruksi

Ratings: (0)|Views: 283|Likes:
Published by Dedi Mulyadi

More info:

Published by: Dedi Mulyadi on Jul 25, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

11/12/2013

pdf

text

original

 
 
Posted: 07 Jan 2012 06:08 AM PSTSetelah sharing tentang artikelk3 pertambangan sekarang artikelk3 konstruksi. Industrikonstruksi notabenya sangat sulit mengatur program k3 dikarenakan para pekerjanya yang terus berganti. Nah artikelk3.com mau bagi lagi artikel k3 hasil browsing dan dipastikan sangat bermanfaat buat sahabat artikelk3.
Pendahuluan
Perusahaan Jasa Konstruksi Menurut Porter (1980) perusahaan adalah sekumpulan kegiatan yang dilaksanakan untuk merancang, memasarkan, mengantarkan, dan mendukung produknya.Tujuan suatu perusahaan adalah mempertahankan kelangsungan hidup, melakukanpertumbuhan, serta meningkatkan profitabilitas.Tiga tujuan tersebut merupakan pedoman arah strategis semua organisasi bisnis. Perusahaan yang tidak mampu bertahan hidup tidak akan mampu memberi harapan kepada pihak-pihak  yang berkepentingan.Perusahaan yang kompetitif diindikasikan dengan adanya sumber daya manusia yangmempunyai keterampilan dan kecakapan kerja yang baik dan inovatif, sehingga perusahaan tidak mengalami kesulitan dalam persaingan bebas. Selain itu harus mempertimbangkan kualitaskerja, memiliki kecepatan, menghasilkan produk yang efisien serta memperhatikan kepuasanpelanggan.Industri konstruksi merupakan suatu jenis Industri yang dapat dijadikan indikasi pergerakanroda ekonomi bersama dengan industry-industri yang lain. Industri konstruksi mempunyai sifat-sifat antara lain :1.Berorientasi pada tenaga kerja2.Cenderung komplek, banyak pihak yang terlibat3.Jangka waktu pendek 4.Setiap proyek adalah unik 5.Dibangun dilapangan dan banyak dipengaruhi lingkungan sekitar6.Banyak dipengaruhi oleh lokasi dan budaya setempat7.Sering terjadi permintaan perubahanSelain itu industri konstruksi mempunyai karakteristik yang membedakannya dengan industrilain, yaitu :1.Orang – orang yang terlibat dalam proyek seringkali bekerja secara sementara2.Tiap proyek adalah unik dan perubahan kondisi mengurangi hasil yang ingin dicapai darifactor-faktor pendukung yang ada.3.Keorganisasian bersifat sementara dan sebagai akibatnya tidak ada komitmen antara klien danpenyedia jasa untuk membangun ketrampilan tenaga kerja dan proyek.
 
Industri konstruksi adalah industri yang mencakup semua pihak yang terkait dengan proseskonstruksi termasuk tenaga profesi, pelaksana konstruksi dan juga para pemasok yang bersama-sama memenuhi kebutuhan pelaku dalam industri (Hillebrandt 1985). Dibandingkan denganindustri lain, misalnya industri pabrikan (manufacture), maka bidang konstruksi mempunyaikarakteristik yang sangat spesifik, bahkan unik. Karakteristik usaha jasa konstruksi terdiri dari :1. Produk jual sebelum proses produksi dimulai2. Produk bersifat ”custom-made”3. Lokasi produk berpindah-pindah4. Proses produk berlangsung dialam terbuka5. Penjualan produk dilakukan dialam terbuka6. Proses produk melibatkan berbagai jenis peralatan berbagai klasifikasi dankualifikasi tenaga kerja, serta berbagai tingkatan teknologi7. Penawaran suatu pekerjaan konstruksi umumnya berdasarkan pengalamanmelaksanakan pekerjaan sejenisKata jasa konstruksi bermakna sangat luas, pada umumnya bidang-bidang jasa konstruksimeliputi :1. Bidang perencanaan (design)2. Bidang pelaksanaan (construction)3. Bidang pengawasan (supervision/construction management)4. Bidang pengelolaan lahan (property management5. Bidang pengembangan lahan (developer)
Identifikasi Bahaya
Pelaksanaan konstruksi mempunyai risiko untung atau rugi yang sangat divergen yang semua baru dapat diketahui pada saat proyek selesai dilaksanakan secara tuntas.Tantangan Masalah Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada Proyek Konstruksi di Indonesiaproyek konstruksi di negara-negara berkembang, terdapat tiga kali lipat tingkat kematiandibandingkan dengan di negara-negara maju.Masalah umum mengenai K3 ini juga terjadi pada penyelenggaraan konstruksi. Tenaga kerja disektor jasa konstruksi mencakup sekitar 7-8% dari jumlah tenaga kerja di seluruh sektor, danmenyumbang 6.45% dari PDB di Indonesia. Sektor jasa konstruksi adalah salah satu sektor yangpaling berisiko terhadap kecelakaan kerja, disamping sektor utama lainnya yaitu pertanian,perikanan, perkayuan, dan pertambangan.identifikasi risiko tersebut dapat dilihat berdasarkan fakta bahwa :1.Jumlah tenaga kerja di sektor konstruksi yang mencapai sekitar 4.5 juta orang,2.Sebanyak 53% di antaranya hanya mengenyam pendidikan sampai dengan tingkat SekolahDasar, bahkan sekitar 1.5% dari tenaga kerja ini belum pernah mendapatkan pendidikan formal
 
apapun.3.Sebagai besar dari mereka juga berstatus tenaga kerja harian lepas atau borongan yang tidak memiliki ikatan kerja yang formal dengan perusahaan. Kenyataan ini tentunya mempersulitpenanganan masalah K3 yang biasanya dilakukan dengan metoda pelatihan dan penjelasan-penjelasan mengenai Sistem Manajemen K3 yang diterapkan pada perusahaan konstruksi4.Sumber daya manusia yang bersifat sementara selama proyek berlangsung,5.Proyek bersifat unik karena tidak ada proyek yang sama satu dengan yang lain,6.Keorganisasian proyek bersifat sementara.Sifat – sifat dalam proyek konstruksi ini berpotensi mengakibatkan terjadinya hal – hal yangtidak diinginkan menjadi resiko. Resiko tersebut ada dalam semua aspek yang membutuhkanperencanaan dan pengaturan , akan tetapi kompleksitas dan tingkat risiko dalam tiap-tiappekerjaan sangat variatif tergantung seberapa besar pekerjaan dan bidang yang dijalankan.Resiko dan ketidak pastian ada dalam semua aspek pekerjaan konstruksi tanpa melihat ukuran ,kompleksitas, lokasi, sumber daya , maupun kecepatan konstruksi suatu proyek . Hal yangterpenting bahwa persepsi terhadap resiko adalah factor kunci dalam membuat keputusan danharus diperhitungkan dalam semua prosedur penilaian resiko yang harus dikelola.Penilaian Risiko Kecelakaan Kerja Pada Proyek KonstruksiIndustri jasa konstruksi merupakan salah satu sektor industri yang memiliki risiko kecelakaankerja yang cukup tinggi. Berbagai penilaian dapat dilakukan dalam hal penyebab utamakecelakaan kerja pada proyek konstruksi adalah :1.Karakteristik proyek konstruksi yang bersifat unik,2.Lokasi kerja yang berbeda-beda, terbuka dan dipengaruhi cuaca,3.Waktu pelaksanaan yang terbatas, dinamis dan menuntut ketahanan fisik yang tinggi,4.Banyak menggunakan tenaga kerja yang tidak terlatih.5.Manajemen keselamatan kerja yang sangat lemah, akibatnya para pekerja bekerja denganmetoda pelaksanaan konstruksi yang berisiko tinggi.
Risiko Kecelakaan Kerja Pada Proyek Konstruksi
Pekerjaan-pekerjaan yang paling berbahaya adalah pekerjaan yang dilakukan pada ketinggiandan pekerjaan galian. Pada ke dua jenis pekerjaan ini kecelakaan kerja yang terjadi cenderungserius bahkan sering kali mengakibatkan cacat tetap dan kematian. Jatuh dari ketinggian adalahrisiko yang sangat besar dapat terjadi pada pekerja yang melaksanakan kegiatan konstruksi padaelevasi tinggi. Biasanya kejadian ini akan mengakibat kecelakaan yang fatal. Sementara risikotersebut kurang dihayati oleh para pelaku konstruksi, dengan sering kali mengabaikanpenggunaan peralatan pelindung (personal fall arrest system) yang sebenarnya telah diatur dalampedoman K3 konstruksi.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->