Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
30Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Pandangan Islam Tentang Seni Musik

Pandangan Islam Tentang Seni Musik

Ratings: (0)|Views: 1,949 |Likes:
Published by rikido

More info:

Published by: rikido on May 19, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/06/2013

pdf

text

original

 
LTM MPK – AGAMA ISLAMPandangan Islam Tentang Seni Musik Oleh Riki, 0806454462
1. Mukaddimah
MUSIK sebagai bahasa komunikasi antar manusia merupkan salah satu nilai kebudayaanmanusia yang sifatnya Universal dan sudah diakui oleh seluruh bangsa didunia. Musik sebagaisalah satu kebutuhan hidup manusia, artinya disini mereka harus memperoleh suatu dasar  bimbingan dan kemungkinan untuk menganalisis rasa dan pemahaman terhadap karya-karya senimusik yang diciptakan secara konseptual dan bukan sekedar bunyi-bunyian saja.Masyarakat kaum Muslimīn dewasa ini umumnya menghadapi kesenian sebagai suatumasalah hingga timbul berbagai pertanyaan, bagaimana hukum tentang bidang yang satu ini,
boleh,makrūh atau harām
? Di samping itu dalam praktek kehidupan sehari-hari, sadar atau tidak, mereka juga telah terlibat dengan masalah seni. Bahkan sekarang ini bidang tersebut telah menjadi bagiandari gaya hidup mereka dan bukan hanya bagi yang berdomisilli (bertempat kediaman tetap; bertempat kediaman resmi) di kota. Umat kita yang berada di desa dan di kampung pun telahterasuki
(penetrate, possess).
Media elektronika seperti radio, radiokaset, televisi, dan video telah menyerbu pedesaan.Media ini telah lama mempengaruhi kehidupan anak-anak mudanya. Kehidupan di kota bahkanlebih buruk lagi. Tempat-tempat hiburan (
maksiat 
) seperti "night club", bioskop dan panggung pertunjukkan jumlahnya sangat banyak dan telah mewarnai kehidupan pemuda-pemudanya.Sering kita melihat anak-anak muda berkumpul di rumah teman-temannya. Mereka mencarikesenangan dengan bernyanyi, menari bersama sambil berjoget tanpa mempedulikan lagi hukumhalāl-harām. Banyak di antara mereka yang berpikir bahwa hidup itu hanya untuk bersenang-senang, jatuh cinta, pacaran, dan lain-lain.
II. Wawasan Alquran
 
tentang seni suara ( musik )
 
Atas dasar inilah, hendaknya dipahami hadis-hadis yang melarang menggambar ataumelukis dan memahat makhluk-makhluk hidup.Apabila seni membawa manfaat bagi manusia, memperindah hidup dan hiasannya yangdibenarkan agama, mengabadikan nilai-nilai luhur dan menyucikannya, serta mengembangkan sertamemperhalus rasa keindahan dalam jiwa manusia, maka sunnah Nabi mendukung, tidak 
LTM_4_Home Group_D1 |Page
 
menentangnya. Karena ketika itu ia telah menjadi salah satu nikmat Allah yang dilimpahkankepada manusia.
Seni Suara
Ada tiga ayat yang dijadikan alasan oleh sementara ulama untuk melarang, paling sedikitdalam arti memakruhkan, nyanyian, yaitu: surat Al-Isra (17): 64, Al-Najm (53): 59-61, danLuqman (31): 6.Surat Al-Isra dimaksud adalah perintah Allah kepada setan:
Hasunglah siapa yang kamu sanggup (hasung) diantaramereka (manusia) dengan suaramu, dan kerahkanlahterhadap mereka pasukan berkuda dan pasukanmu yang beralas kaki dan berserikatlah dengan mereka padaharta dan anak-anak, dan beri janjilah mereka. Tidak ada yang dijanjikan oleh setan kepada mereka kecualitipuan belaka.
 
Al-Isra (17)
 
: 64
Kata suaramu dalam ayat di atas menurut sementara ulama adalah nyanyian. Tetapi benarkah demikian? Membatasi arti suara dengan nyanyian merupakan pembatasan yang tidak  berdasar, dan kalaupun itu diartikan nyanylan, maka nyanyian yang dimaksud adalah yangdidendangkan oleh setan, sebagaimana bunyi ayat ini. Dan suatu ketika ada nyanyian yangdilagukan oleh bukan setan, maka belum tentu termasuk yang dikecam oleh ayat ini.Surat Al-Najm yang dimaksud adalah: 
 Apakah kamu merasa heran terhadap pemberitaan ini(adanya Kiamat)? Kamu menertawakan dan tidak menangis? Sedang kamu samidun
 
(QS Al-Najm [53]:59-61).
Kata samidun diartikan oleh yang melarang seni suara dengan arti dalam keadaanmenyanyi-nyanyi. Arti ini tidak disepakati oleh ulama, karena kata tersebut walaupun digunakanoleh sukuHimyar (salah satu suku bangsa Arab) dalam arti demikian. Tetapi dalam kamus-kamus bahasaseperti Mujam Maqayis Al-Lughah, dijelaskan bahwa akar kata samidun adalah samada yangmaknanya berkisar pada berjalan bersungguh-sungguh tanpa menoleh ke kiri dan ke kanan,atau secara majazi dapat diartikan serius atau tidak mengindahkan selain apa yangdihadapinya.Dengan demikian, kata samidun dalam ayat tersebut dapat diartikan lengah karenaseorang yang lengah biasanya serius dalam menghadapi sesuatu dan tidak mengindahkan yanglainDalam Al-Quran dan Terjemahnya Departemen Agama RI kata samidun diartikanseperti keterangan di atas, yakni lengah. Kalaupun kata di atas dibatasi dalam arti nyanyianmakanyanyian yang dikecam di sini adalah yang dilakukan oleh orang-orang menertawakanadanya hari kiamat, dan atau me1engahkan mereka (1ari peristiwa yang seharusnya memilukanmereka.
LTM_4_Home Group_D2 |Page
 
Ayat ketiga yang dijadikan argumentasi keharaman menyanyi atau mendengarkannya adalahsurat Luqman ayat 6
Di antara manusia ada yang mempergunakan lahwaal-hadits (kata-kata yang tidak berguna) untuk menyesatkan manusia dari jalan Allah tanpapengetahuan, dan menjadikan jalan Allah ituolok-olokan. Mereka itu akan memperoleh siksa yang menghinakan.
 
Luqman (31): 6
Mereka mengartikan kata-kata yang tidak berguna (lahwa al-hadits) sebagai nyanyian.Pendapat ini jelas tidak beralasan untuk menolak seni-suara, bukan saja karena lahwa al-haditstidak berarti nyanyian, tetapi juga karena seandainya kalimat tersebut diartikan nyanyian, yangdikecam di sini adalah bila kata-kata yang tidak berguna itu menjadi alat untuk menyesatkanmanusia. Jadi masalahnya bukan terletak pada nyanyiannya, melainkan pada dampak yangdiakibatkanya.Sejarah kehidupan Rasulullah Saw. membuktikan bahwa beliau tidak melarangnyanyian yang tidak mengantar kepada kemaksiatan. Bukankah sangat populer di kalanganumat Islam, lagu-lagu yang dinyanylkan oleh kaum Anshar di Madinah dalam menyambutRasulullah Saw.? 
Thalaa al-badru alaina. Min tsaniyat al-wadaiWajabasy syukru alaina. Ma daa lillahi daiAyyuha al-mabutsu fina. Jita bil amril muthai
Memang benar, apabila nyanyian mengandung kata-kata yang tidak sejalan dengan ajaranIslam, maka ia harus ditolak. Imam Ahmad meriwayatkan bahwa dua orang wanitamendendangkan lagu yang isinya mengenang para pahlawan yang telah gugur dalam peperangan Badr sambil menabuh gendang. Di antaranya syairnya adalah: 
 Dan kami mempunyai Nabi yang mengetahui apa yang akanterjadi besok 
Mendengar ini Nabi Muhammad Saw. menegur mereka sambil bersabda:
Adapun yang demikian, maka jangan kalian ucapkan.Tidak ada yang mengetahui (secara pasti) apa yang terjadi esok kecuali Allah
(Diriwayatkan oleh Ahmad).Al-Quran sendiri memperhatikan nada dan langgam ketika memilih kata-kata yangdigunakannya setelah terlebih dahulu memperhatikan kaitan antara kandungan kata dan pesanyang ingin disampaikannya.Sebelum seseorang terpesona dengan keunikan atau kemukjizatan kandungan Al-Quran,terlebih dahulu ia akan terpukau oleh beberapa hal yang berkaitan dengan susunan kata-katadan kalimatnya, antara lain menyangkut nada dan langgamnya.Walaupun ayat-ayat Al-Quran ditegaskan oleh Allah bukan syair, atau puisi, namun iaterasa dan terdengar mempunyai keunikan dalam irama dan ritmenya. Ini disebabkan karena huruf dari kata-kata yang dipilihnya melahirkan keserasian bunyi, dan kemudian kumpulan kata-kataitu melahirkan pula keserasian irama dalam rangkaian kalimat ayat – ayatnya.Bacalah misalnya surat Asy-Syams, atau Adh-Dhuha atau Al-Lahab dan surat-surat lainnya.Atau baca misalnya surat An-Naziat ayat 15-26.
LTM_4_Home Group_D3 |Page

Activity (30)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Fauzatul Khairiah Fauza added this note
Bagaimana menurut saudara penafsiran al-Qurthubi dengan Quraish Shihab tentang seni suara (musik) tersebut...??? Apakah keduanya saling bertentangan atau hampir sama pendapat di antara keduanya..??? Mohon di balas ya...!!! Syukron...!!!
Anna Virginia liked this
Sispa Nuradiana liked this
Sispa Nuradiana liked this
Isal Mamen liked this
Sispa Nuradiana liked this
Vidia Kartika liked this
Hida Yat liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->