Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
14Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Siapakah Kami Dalam Al-Quran

Siapakah Kami Dalam Al-Quran

Ratings: (0)|Views: 5,885|Likes:
Published by marcopolo2008
Islam adalah ajaran tauhid, yang meyakini bahwa Allah adalah Esa, tunggal, satu secara kuantitas/jumlah. Tiada Tuhan Selain Allah. Jadi, jika ada ajaran yang
bertentangan dengan ke"satu"an Tuhan, ajaran itu dianggap syirik, kafir. Syirik adalah dosa terbesar dalam Islam.
Didalam Quran, Allah banyak menggunakan kata "KAMI" untuk membahasakan dirinya! Dalam bahasa Indonesia, kami adalah kata ganti orang jamak, lebih
dari satu. Para penafsir awal menyatakan bahwa kami di Quran adalah Allah sendiri, tanpa pribadi lain. Namun setelah banyak kerancuan, penggunaan "KAMI"
dalam Quran lalu ditafsirkan sebagai berikut :
Islam adalah ajaran tauhid, yang meyakini bahwa Allah adalah Esa, tunggal, satu secara kuantitas/jumlah. Tiada Tuhan Selain Allah. Jadi, jika ada ajaran yang
bertentangan dengan ke"satu"an Tuhan, ajaran itu dianggap syirik, kafir. Syirik adalah dosa terbesar dalam Islam.
Didalam Quran, Allah banyak menggunakan kata "KAMI" untuk membahasakan dirinya! Dalam bahasa Indonesia, kami adalah kata ganti orang jamak, lebih
dari satu. Para penafsir awal menyatakan bahwa kami di Quran adalah Allah sendiri, tanpa pribadi lain. Namun setelah banyak kerancuan, penggunaan "KAMI"
dalam Quran lalu ditafsirkan sebagai berikut :

More info:

Published by: marcopolo2008 on May 20, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

07/10/2013

pdf

text

original

 
Siapakah Kami Dalam Al-Quran
Sumber:Truly Islam (http://trulyislam.blogspot.com/2009/01/siapakah-kami-dalam-quran.html)Islam adalah ajaran tauhid, yangmeyakini bahwa Allah adalah Esa, tunggal, satu secara kuantitas/jumlah. Tiada Tuhan SelainAllah. Jadi, jika ada ajaran yang bertentangan dengan ke"satu"an Tuhan, ajaran itu dianggap syirik, kafir. Syirikadalah dosa terbesar dalam Islam.Didalam Quran, Allah banyak menggunakan kata
"KAMI"
untuk membahasakan dirinya! Dalam bahasa Indonesia, kami adalah kata ganti orang jamak, lebihdari satu. Para penafsir awal menyatakanbahwa kami di Quran adalah Allah sendiri, tanpa pribadi lain. Namun setelahbanyak kerancuan, penggunaan "KAMI"dalam Quran lalu ditafsirkan sebagaiberikut :
Daftar isi
1 Kontekspenggunaan pertama2 Kontekspenggunaan kedua3 Kontekspenggunaan ketiga4 Perkataan siapakah Al-Quran?4.1 Perkataan Muhammad4.2 Perkataan Malaikat4.3 Perkataan manusia, entah siapa?
Konteks penggunaan pertama
Kata Kami bermakna bahwa dalam mengerjakan tindakan tersebut, Allah melibatkanunsur-unsur makhluk (selain diri-Nya sendiri). Dalam kasus nuzulnyaQur'an, makhluk-makhluk yangterlibatdalam pewahyuan dan pelestariankeasliannyaadalah sejumlah malaikat, terutamaJibril; kedua Nabi sendiri; ketigapara pencatat/penuliswahyu; keempat, para huffadz [penghafal] dll.
Konteks penggunaan kedua
Kata Kami secara sosio-linguistikArab bermakna "ta'dzim" [kata-kata yangsopan untuk menghilangkankesan keakuan terutamaketika kita bicara kepada orang besar, atau orang banyak]. Nah dalam arti ini, ketika dipakai kata Kami, ayat tersebut menggambarkan proses komunikasi dengan etika yanglebihsopan(mungkinseperti cara ngomongorang jawa dengan bahasa "krama")
Konteks penggunaan ketiga
Ayat yangmenggunakan kata Kami biasanyamenceritakansebuah peristiwa besaryangberada di luar kemampuan jangkauan nalar manusia, seperti penciptaanAdam, penciptaan bumi, dan langit. Di sini, selain peristiwa itu sendiri yangnilai besar, Allah sendiri ingin menokohkan/memberi kesan "Kemahaan-Nya"kepada manusia, agar manusia dapat menerima/mengimanisegalasesuatu yangberada di luar jangkauan nalar manusia.Jadi, KAMI disini dapat diartikan Allah sendiri, atau Allah beserta makluk lain, tergantungkonteksnya. Yang pasti harus ada unsur Allah disitu. Tidak bolehMalaikatsendiri, atau Muhammad sendiri. Sebab Kaum Muslim meyakini bahwa Quran dari halaman pertama hingga terakhir merupakan kata-kata Allah yangditurunkan kepada Muhammad secara verbal, baik kata-katanya (lafdhan) maupun maknanya (ma'nan). Sehingga Quran haruslah dibaca seakan-akan Allahmengucapkansendiri kata-kata di dalamnya. Jika "Kami" diartikanmalaikatsendiri, atau Muhammad sendiri, berarti kebenaran Quran akan runtuh, karenakebenaran itu berasal dari makhluk ciptaan, dan itu berartibertentangan dengan apa yangdiyakini selama ini bahwa Quran berasal dari Allah.Tapi benarkah seperti itu? Benarkah panggunaan Kami adalahkontekstual? Bukan dalam arti jamak, lebihdari satu? Ayat-ayat dibawah hanya 2 dari ratusanayat yangmemakai kata Aku dan Kami.
"Maka
 Aku
bersumpah dengan Tuhan Yang Mengatur tempat terbit dan terbenamnya matahari,bulan dan bintang; sesungguhnya Kami benar-benar Maha Kuasa".
(QS 70:40)
Siapakah aku disini? Malaikatkah? Muhammadkah kah? Kalaukata "AKU" ditafsirkan sebagai"Allah", apa pantas "tuhan" bersumpah dengan Tuhan? Tuhanyangmana lagi? Lalu siapakah "KAMI" yangbenar-benar maha kuasa?
"Demi Allah, sesungguhnya
Kami
telah mengutus rasul-rasul Kami kepada umat-umat sebelum kamu,tetapi syaitan menjadikan umat-umat itu memandang baik perbuatan mereka (yang buruk),maka syaitan menjadi pemimpin mereka di hari itu dan bagi mereka azab yang pedih".(QS 16:63)
Siapakah Kami disini?
Malaikat kah? Muhammadkah kah? Kalaukata "KAMI" ditafsirkan sebagai"Allah", apa pantas "Allah" bersumpah dengan Allah? Allahyangmana lagi? Jika "KAMI" ditafsirkan sebagaimalaikat, ini berarti kita telahmengingkari keyakinan kita sendiri bahwa Quran adalahucapan ALLAH.Bahkan ALLAH menantangmanusia untuk menunjukkan kekurangan, kesalahan, dan kejanggalandalam Quran, jika ternyata Quran bukan berasal dari Allah.Secara spesifik Allah menantanguntuk dibuatkan satu saja surah seperti yangada dalam Quran.Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentangAl Qur'an yangKami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yangsemisalAlQur'an itu dan ajaklah penolong-penolongmuselain Allah, jika kamu orang-orang yangbenar. (QS 2:23)Bahkan merekamengatakan: "Muhammad telahmembuat- uat Al Qur'an itu", Katakanlah: "(Kalaudemikian), maka datangkanlah sepuluhsurah-surah yang
 
Bahkan merekamengatakan: "Muhammad telahmembuat-buat Al Qur'an itu", Katakanlah: "(Kalaudemikian), maka datangkanlah sepuluhsurah-surah yangdibuat-buat yangmenyamainya, dan panggillahorang-orang yangkamu sanggup (memanggilnya) selain Allah, jika kamu memangorang-orang yangbenar". (QS11:13)
Katakanlah: "Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa Al Qur'an ini,niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengan dia, sekalipun sebagian mereka menjadipembantu bagi sebagian yang lain".(QS 17:88)
Maka apakah merekatidak memperhatikan Al Qur'an? KalaukiranyaAl Qur'an itu bukan dari sisi Allah, tentulah merekamendapat pertentangan yangbanyak didalamnya. (QS 4:82)
MUNGKINKAH ALLAH YANG MAHA KUASA MENANTANG MANUSIA HANYA UNTUK MEMBUKTIKAN KEBENARAN UCAPANNYA.DIMANAKAH OTORITASNYA SEBAGAI ALLAH?
Hanya manusialahyangmempunyai sifat sombong, dan takabur. Tuhan tidak mungkin bersifat dan bersikap demikian. Kurang masuk akal kiranyaTuhanmenantangmanusia dalam hal tulis-menulis sedangkan adalah hal yangmudah bagi Tuhan untuk menjamah hati manusia untuk menerimaFirmanNya. Tidak  perlutantang menantang, ALLAH VS MANUSIA. Itulah usaha Muhammad untuk meyakinkanpengikutnyabahwa Quran benar2 berasal dari Allah, bukan daridirinya sendiri.Terlalubanyak bukti dan fakta bahwa Al Quran penuh dengan kesalahanbaik internalmaupun external, baik konseptualmaupun gramatikal. Salah satu contohnyata adalah masalah Maryam(ibunda Yesus) yangdisebutkan sebagaianak Imran dan saudara perempuanHarun. Padahal kita semua tahu bahwa Harunsaudara Musa mempunyai ayah kandung bernama Imran dan saudara perempuankandung bernama Maryam. Sudah tidak ada keraguan bahwa Muhammadmengira kedua Maryamadalah sama, atau tidak mengetahui sama sekali bahwa ada dua Maryam.LIHAT TOPIKSELENGKAPNYA: Kontradiksi Dalam Qur'anTantangan untuk membuatkan surah seperti dalam Al Quran adalah permainan Muhammad untuk membodohipengikutnya. Orang-orang di tantang untuk membuatkan satu saja surah sepeti Quran, tetapi kalau ada yangberhasil membuatnya akan langsung di ancam hukuman mati karena dituduh telahmembuatsurah palsu yangmenyesatkan. (Bandingkan dengan Ahmadiah)Surah seperti dalam Quran tidaklah susah untuk dibuat. Bukannya susah, tetapi kebanyakan orang engganuntuk merespontantangan ini karena hadiahnyasangatlah tidak menarik, yaituhukuman mati. Dengan kemajuan internetyangbegitupesat, ancaman dari para Muslim tidak lagiterlaluefektif. Ada yang berhasil membuatkan surah seperti dalam Al Quran dan bisa diakses online: Tantangan dalam Al Quran sebagaimana disebutkan dalam ayat-ayat diatas bukanlah hal yangsulit untuk dipenuhi. Berikutbeberapa Surah yangsudah memenuhi tatangan tersebut:TheTrue Furqan www.islam-exposed.org (http://www.islam-exposed.org/furqan/contents.html)Suralikeitwww.suralikeit.com (http://www.suralikeit.com/)
Perkataan siapakah Al-Quran?
Kita seharusnyadengan rendah hati mengakuibahwa QURAN BUKAN HANYA PERKATAAN DARI ALLAH SAJA, namun juga perkataan dari makluk seperti malaikatdan Muhammad. Berikutadalah salahsatu ayat yangmengklaimbahwa Quran hanyalah berasal dari Allah sendiri;"Tidaklah mungkinAl Qur'an ini dibuat oleh selain Allah; akan tetapi (Al Qur'an itu) membenarkan kitab-kitab yangsebelumnyadan menjelaskanhukum-hukum yangtelahditetapkannya, tidak ada keraguan di dalamnya, (diturunkan) dari Tuhan semesta alam". (QS 10:37) Namun mari kita bandingkan ayat diatas dengan ayat-ayat dibawah ini:
Perkataan Muhammad
"
 Aku
hanya diperintahkan untuk menyembah Tuhan negeri ini (Mekah)Yang telah menjadikannya suci dan kepunyaan-Nya-lah segala sesuatu,dan aku diperintahkan supaya aku termasuk orang-orang yang berserah diri."(QS 27:91)
Ayat ini jelas adalah ucapan Muhammad.
Jika memangitu adalah kalimatTuhan, seharusnyaada perintah "Katakanlah". Ayat awal ini saja sudahmembuktikanbahwa Quran hanyalah perkataan Muhammad, bukan perkataan Allah."Sesungguhnyatelahdatang dari Tuhanmu bukti-bukti yangterang; maka Barang siapa melihat(kebenaran itu), maka (manfaatnya) bagi dirinya sendiri; dan barang siapa buta (tidak melihatkebenaran itu), maka kemudaratannya kembali kepadanya. Dan aku (Muhammad) sekali-kali bukanlah pemelihara(mu)." (QS6:104)Dalam ayat ini, jelas sekali yangmengatakan "..aku sekali-kali bukanlah pemelihara.." adalah Muhammad. Bahkan Dawood dalam terjemahannyamenambahkantulisan kaki bahwa "Aku" merujuk pada Muhammad. (Ed - Kata Muhammad dalam terjemahanbahasa Indonesiaini ditambahkan oleh pihak penterjemahhttp://quran.al-islam.com/ dan karena itu ditulis dalam kurung)Dan masih banyak ayat lainnya; (QS 6:114, 27:92, 42:10, 81:15, 84:16-19). Setiap orang waras bisa melihatbahwa ayat-ayat diatas bukanlah kata-kata Tuhan,tetapi kata-kata ucapan Muhammad sendiri. Sekalilagi, jika memangitu adalah kalimatTuhan, seharusnyaada kata perintah "Katakanlah", yangdalam versi bahasa Arab memangtidak tercantum.
Perkataan Malaikat
Dalam Quran juga terdapat kata-kata yangdiucapkan oleh malaikat;"Dan tidaklah
kami (Jibril)
turun, kecualidengan perintah Tuhanmu." (QS19.64)"Tiada seorang pun di antara
kami (malaikat)
melainkan mempunyai kedudukan yangtertentu, dan sesungguhnyaKami benar-benar bersaf-saf (dalam
 
"Tiada seorang pun di antara
kami (malaikat)
melainkan mempunyai kedudukan yangtertentu, dan sesungguhnyaKami benar-benar bersaf-saf (dalammenunaikan perintah Allah). Dan sesungguhnyakami benar-benar bertasbih
(kepada Allah)
." (QS 37:164-166)Jadi
malaikat
berkata bagi diri merekasendiri dalam ayat diatas dan tidak diilhami oleh perkataan Tuhan (hal ini juga disebutkan dalam 'the perfection in thequran sciences' oleh Al-Syouty).
Perkataan manusia, entah siapa?
Surat AL FAATIHAH adalah doa seorang manusia kepada Tuhannya;"Dengan menyebutnama Allah Yang Maha PemurahlagiMaha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam, Maha PemurahlagiMaha Penyayang,Yang menguasai hari pembalasan. Hanya kepada Engkaulah
kami
menyembahdan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan. Tunjukilah
kami
jalanyanglurus, (yaitu) jalan orang-orang yangtelahEngkau anugerahkan nikmat kepada mereka, bukan (jalan) merekayangdimurkai dan bukan (pula jalan) merekayangsesat". (QS 1:1-7)SEKALILAGIKITATELAH DIBODOHI! Karenasemua penjelasan diatas menjelaskanbahwa
"AKU"
dan
"KAMI"
dalam Quran dapat diartikan bermacam-macam, yaitu:1. Allah sendiri2. Muhammad sendiri3. Malaikatsendiri, atau4. Pencampuran ketiganya.
Penjelasan diatas juga membuktikan bahwa Quran bukanlah perkataan Allah saja,
namun juga perkataan dari Muhammad dan Malaikat. Dapatkah kitamempercayaikebenaran ucapan Muhammad, melihatperilakunyayangbarbar? Dapatkah kita mempercayaiucapan malaikat, bagaimana jika ternyata malaikatitu adalah setanyangmenyamar dan inginmenjerumuskankita dalam jurang kebencian?Lihatlah ayat pembelaanAllah terhadap Muhammad;"Tetapi mengapamereka(orang kafir) mengatakan: "Dia Muhammad mengada-adakannya". Sebenarnya Al Qur'an itu adalahkebenaran (yangdatang) dariTuhanmu, agar kamu memberiperingatan kepada kaum yangbelumdatang kepada merekaorang yangmemberi peringatan sebelumkamu; mudah-mudahanmerekamendapat petunjuk". (QS 32:3)Tak perlumenjadi seorang Einstein untuk mengertibahwa kata
"KAMI"
dalam Quran hanyalah Allah rekaan Muhammad sendiri. Allah dalam Quran hanyalah boneka ciptaan Muhammad saja, karena dia adalah seorang psikopat narsisis, manusia yanggilahormat. Mungkin anda menuduh kami mengada-ada, tapimarilahdengan bijak kita cermatiayat-ayat berikut:QS 4:18 Dan barang siapa yangmendurhakai Allah dan Rasul-Nya dan melanggarketentuan-ketentuan-Nya, niscayaAllah memasukkannya ke dalam api nerakasedang ia kekal di dalamnya; dan baginya siksa yangmenghinakan.QS 33:36 Dan tidaklah patut bagi laki-laki yangmukmin dan tidak (pula) bagi perempuanyangmukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telahmenetapkan suatuketetapan, akan ada bagi merekapilihan (yanglain) tentangurusan mereka. Dan barang siapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telahsesat, sesat yangnyata.QS 72:23 Akan tetapi (aku hanya) menyampaikan (peringatan) dari Allah dan risalah-Nya. Dan barang siapa yangmendurhakai Allah dan Rasul-Nya makasesungguhnyabaginyalahneraka Jahanam, merekakekal di dalamnyaselama-lamanya.Dan masih banyak ayat lainnya(QS 3:32, 3:132, 4:13, 4:14, 4:59, 4:69, 4:80, 4:92, 8:20, 8:46, 9:71, 24:47, 24:51, 24:52, 24:54, 24:56, 33:33, 33:71, 47:33,48:17, 49:14, 58:13, 64:12 ). Itulah Muhammad, yangmenduetkannamanyadisisi Allah. Hanya manusia yangnarsis dan gilahormat saja yangmenjajarkannamanya sendiri dengan nama Allah.Durhaka pada Muhammad = durhaka pada AllahTidak taat pada Muhammad = tidak taat pada AllahTidak hormat pada Muhammad = tidak hormat pada AllahMenentangMuhammad = menentangAllahTidakkah kita melihatKEGANJILAN di sini? Siapakah Muhammad itu? Jika dia hanya rasul penyampaiberita saja, mengapa pula manusia harusmemperlakukannyasama seperti memperlakukanTuhan agar bisa masuk surga?Dalam Quran Muhammad tidak meminta para pengikutnyauntuk memujanya. Malahdia mengklaim"hanya utusan saja". Sebagai gantinyadia menuntutkepatuhan, namun dengan cerdiknyadia memintapara pengikutnyauntuk taat pada "Allah dan Rasul-Nya." Dalam sebuah ayat Quran, dia taruh perkataan berikut dalam mulut Allahnya:"Mereka menanyakankepadamu tentang(pembagian) harta rampasan perang. Katakanlah: "Harta rampasan perang itu kepunyaan Allah dan Rasul, sebab itu bertakwalahkepada Allah dan perbaikilahperhubungan di antara sesamamu, dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya jika kamu adalah orang-orang yang beriman" (Q 8.1)
Mana ada Tuhan yang menginginkan atau memerlukan barang-barang hasil perampokan?
Muhammad menggunakan "Allah" sebagaibonekanya. Akansungguh memalukan jika dia katakan, "harta rampasan perang itu kepunyaanku". Oleh karena itu Muhammad selalumeletakkan nama Allah di depan namanya.Dan karena tidak ada seorangpun yangbisa melihatatau mendengarAllah, semua kepatuhan adalah kepada Muhammad sebagai wakil Allah. Dialah yangharusdi taati dan takuti karena hanya dia satu-satunyaperantara dari tuhan, yangmana hal tersebut telahdia tanamkan kepada pengikutnyabahwa tuhan harusdihormatidan ditakuti."Supaya kamu sekalian beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, menguatkanNya, membesarkan-Nya. Dan bertasbih kepada-Nya di waktu pagi dan petang." (QS48.9)Sekalilagi, Muhammad selalumeletakkan namanya (rasulnya) dibelakangkata Allah. Mungkinkah Allah membutuhkan penguatan dari makluk ciptaannya?Muhammadlahsebenarnyayangingin dikuatkan dan dibesarkan!

Activity (14)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Yenadea Pertiwi liked this
rizky_s_4 liked this
achmadyani5 liked this
Mariana Ahmad liked this
nerailkobah liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->