Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Ex-Muslim Maryam Namazie

Ex-Muslim Maryam Namazie

Ratings: (0)|Views: 167 |Likes:
Published by marcopolo2008
MARYAM NAMAZIE, KETUA FORUM MURTADIN INGGRIS

Maryam Namazie, ketua Konsul Ex-Muslim (Murtadin) Inggris, berkata bahwa hak azasi adalah bagi setiap orang, dan bukannya bagi (atas nama) agama atau kepercayaan.

Bayangkan hal ini, kata Maryam Namazie: "Seorang anak perempuan kecil dikerudungi dari kepala sampai jari kakinya setiap hari. Kecuali bagian muka dan tapak tangan, seluruh tubuh ditutupi karena demi mencegah pria memandangnya dengan nafsu berahi. Di sekolah, gadis cilik ini belajar bahwa derajatnya lebih rendah daripada seorang anak laki. Dia tidak boleh berdansa, berenang, menjemur kulitnya di bawah sinar matahari, atau menikmati angin semilir di rambutnya. Hal ini sudah jelas tidak dapat diterima, tapi pada kenyataannya hal ini malah dibiarkan saja terjadi jika dilakukan atas nama agama (islam)."

Namazie adalah pendiri Konsul Mantan Muslim Inggris (Council of Ex-Muslims in Britain (CEMB)) yang mulai aktif sejak pertengahan tahun lalu. Di hari Senin, dalam rangka merayakan seabad Hari Perempuan Internasional, dia bicara di sebuah konferensi tentang Islam Politik dan Hak-hak Perempuan, dan dia menyelenggarakan kampanye menentang Syariah.
MARYAM NAMAZIE, KETUA FORUM MURTADIN INGGRIS

Maryam Namazie, ketua Konsul Ex-Muslim (Murtadin) Inggris, berkata bahwa hak azasi adalah bagi setiap orang, dan bukannya bagi (atas nama) agama atau kepercayaan.

Bayangkan hal ini, kata Maryam Namazie: "Seorang anak perempuan kecil dikerudungi dari kepala sampai jari kakinya setiap hari. Kecuali bagian muka dan tapak tangan, seluruh tubuh ditutupi karena demi mencegah pria memandangnya dengan nafsu berahi. Di sekolah, gadis cilik ini belajar bahwa derajatnya lebih rendah daripada seorang anak laki. Dia tidak boleh berdansa, berenang, menjemur kulitnya di bawah sinar matahari, atau menikmati angin semilir di rambutnya. Hal ini sudah jelas tidak dapat diterima, tapi pada kenyataannya hal ini malah dibiarkan saja terjadi jika dilakukan atas nama agama (islam)."

Namazie adalah pendiri Konsul Mantan Muslim Inggris (Council of Ex-Muslims in Britain (CEMB)) yang mulai aktif sejak pertengahan tahun lalu. Di hari Senin, dalam rangka merayakan seabad Hari Perempuan Internasional, dia bicara di sebuah konferensi tentang Islam Politik dan Hak-hak Perempuan, dan dia menyelenggarakan kampanye menentang Syariah.

More info:

Published by: marcopolo2008 on May 20, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/11/2014

pdf

text

original

 
MaryamNamazie,ketuaKonsulEx-Muslim(Murtadin) Inggris
MaryamNamazie
MARYAM NAMAZIE,KETUAFORUMMURTADIN INGGRIS
MaryamNamazie, ketua KonsulEx-Muslim (Murtadin) Inggris, berkata bahwahak azasi adalah bagi setiap orang, dan bukannya bagi (atas nama) agama ataukepercayaan.Bayangkanhal ini, kata MaryamNamazie: "Seorang anak perempuankecildikerudungi dari kepala sampai jari kakinya setiap hari. Kecuali bagian muka dantapak tangan, seluruhtubuh ditutupi karena demi mencegahpria memandangnyadengan nafsu berahi. Di sekolah, gadis cilik ini belajar bahwa derajatnya lebihrendah daripada seorang anak laki. Dia tidak boleh berdansa, berenang, menjemur kulitnyadi bawah sinar matahari, atau menikmati angin semilirdi rambutnya. Halini sudah jelas tidak dapat diterima, tapi pada kenyataannyahal ini malahdibiarkan saja terjadi jika dilakukan atas nama agama (islam)." Namazie adalah pendiri KonsulMantan Muslim Inggris(Council of Ex-Muslimsin Britain (CEMB)) yangmulai aktif sejak pertengahantahun lalu.Di hari Senin, dalam rangka merayakanseabad Hari PerempuanInternasional, dia bicara di sebuah konferensi tentangIslam Politik dan Hak-hak Perempuan, dan dia menyelenggarakankampanye menentangSyariah. Namazie lahir di Iran sebagaiMuslim. Sekarang dia berusia 41 tahun, sikapnya ramah, dan tutur perkataannyalembut. Tapi dia tidak ragu memilihkata. Dibutuhkan keberanianbesar untuk mendirikan organisasiorang-orang yangmenolakIslam. Menurut hukum Islam, murtad (keluardari islam)layak dihukum dengan kematian. Namaziemenerimaancaman terus-menerus, biasanyamelaluiteleponselularnya: "Satu orang berkata, 'Kau akandipotong-potong' …Aku lalupergi ke polisi. Tadinya polisi sangatbersemangat membantu, karena mengira hal ini berhubungan dengan pembomandi Glasgow. Tapi setelahmerekatahu ternyata ini tidak ada hubungannya, merekapun tidak pernah lagimenghubungiku." Apakah dia tidak takutakan keselamatannya? "Ya, tentu saja, seringkali. Aku khawatir apakah aku bisa terus hidup, terutamakarena sekarangaku ini seorang ibu. Jika adaorang yangmemandangkudengan aneh, aku mulai curiga." KenapaNamazie tidak pakai nama palsu saja? "Mereka para Muslim akhirnyabisa tahusiapa dirimu. Lagipulatujuan KonsulMantan Muslim Inggrisadalah untuk berdiri tegak dan dipandang penting." Namazietidak suka disebutsebagaieks-Muslim dan lebihmemilihtidak dihubungkan dengan julukan yangbersangkutan dengan agama apapun. Dia berkata bahwa hal iniserupa dengan orang-orang homoseksyangke luar dan berani menyatakandirinya sbg homo 30 tahun yanglalu: jika kau inginmendobraktabu,maka kau harus berani mengumumkannyasecara terbuka. Saat ini KonsulEx-Muslim Inggrisberanggotakanlebihdari 100 orang dengan dukunganmurtadin-murtadin (merekaygkeluardr islam) lain yangmasih belumberani bergabung. "Beberapa punya kisah-kisah yangmengerikan, tapi tidak  berani mencantumkannyadi website kami karena takut."Kakek Namazie adalahseorang mullah dan ayahnyadibesarkan dalam adat Muslimyangketat. Kedua orangtuanya(sekarang hidup di Amerika)masih Muslim. Ketika Namaziememberitahuayahnyatentangniatnyamendirikan Organisasi Murtadin, dia ingat apa yangdikatakan ayahnya, "Oh,tidak, kakek bakal bangkit dari kubur." "Aku katakan padanya bahwa apa yangkulakukan adalahdemi kebaikan para Muslim juga, karena jika kauhidup dalam masyarakat sekuler, kau diperbolehkanjadi Muslim, Sikh, Kristen, atau atheis, dan tetap diperlakukan sama (tanpa diskriminasi)."Sikap Namazie yangmenentangislam adalah juga karena pengalamannyasendiri. Ketika dia berusia 12 tahun, revolusiIran disabot oleh paraAyatollahdan negaranya sekarangjadi Republik Islam Iran."Aku tidak pernah pakai jilbab dan aku berpendidikan di sekolah sekuler. Tiba-tiba seorang pria aneh muncul di halaman sekolah. Dia berjenggotdan dikirim ke sekolahkuuntuk memisahkan para murid perempuandan pria - tapi kami laluberlarian mengitarinya." Namazie masih ingat wajahorang Hezbollah yangmenghentikannyadi jalanan gara-gara dia tidak berjilbab. "Aku saat itu baru berusia 12 atau 13 tahun. Pengalamanitu sangatmenakutkan." Hal yanglebihjelekdialami para Perempuanlainnya: "Papa perempuanitu dipukuli dan mukanya disiram asam, dan dihukum bunuhsetiap hari di tayangan TV," katanya. Lalu sekolahnyaditutup dengan alasan "Islamisasi". Namazi dan ibunya lalupergi ke India. Merekahidup di sebuah B&B di Delhi dan Namazie bersekolahdi Sekolah Inggris, sedangkan ayah dan adik  perempuannyayangberusia 3 tahun tetap tinggaldi Teheran, Iran. Tadinya ini hanya untuk sementara saja, tapi tak lama kemudian ayahnya-seorang wartawan - berkeputusan meninggalkanIran juga. Mereka sekeluargatinggalsetahun di Bournemouthsebelumakhirnyatinggaldi AS.SetelahNamazieberusia 17 tahun, merekamendapat status penduduk tetap di negara tersebut.Di perguruantinggi, Namazie bergabung dengan ProgramPerkembanganPBB dan bekerja bagi para pengungsi Ethiopia di Sudan. "Enam bulansetelahaku datang, Sudan jadi negara Islam. Aku merasa hal ini kok mengikutiku terus-terusan!"Bersama-sama temannya, Namaziememulaiorganisasi (LSM) hak azasi manusia yangtidak resmi, dan merekamengumpulkan informasi tentangapa yangdilakukan Pemerintah. Pihak keamanan Sudah lalumemanggilnyauntuk ditanyai. "Aku memangtidak bersikap tunduk dan anggota PBB yangdatang bersamaku berkata, 'Tak heran jika orangtuamu membawamu ke luar dari Iran.' Polisi Sudah mengancamku, katanya, 'Kau tidak tahu apa yangbakal terjadi padamu. Bisasaja kau ditabrak motoratau mengalamikecelakaanlainnya.'" Pihak PBB diam-diam mengirimNamaziekeluarSudan pulang ke rumah dengan pesawat terbang.Itulah kejadiannya yangmengubah dirinya dari Muslim menjadi atheis, kemudian dia membaktikanhidupnya melawan Islam. Dia sekarangsedang berjuang untuk mengadakanKonferensiMurtadin (Ex-Muslim) Internasionalpertama, yangakan diselenggarakandi London pada tanggal10Oktober, 2008. Dia juga sedang mulai melancarkan kampanye "anti Syariah."Aku bertanya, kau tentunyasangat terkejutketika KepalaBishop dari Canterburyberkata bahwa beberapa penerapan hukum Syariahdi Inggristidak  bisa dihindarkan. Tidak, katanya; dia bahkan tidak merasa heran. "Sudah jelas tujuannya, meskipun dia tidak menduga reaksi keras yangdihadapinya. Yang dilakukan sebenarnyaadalah penyeranganterhadap sekularisme. Dia melihatkeuntungan jika didirikansekolah Muslim danSyariah diterapkan. Jika ini diperbolehkan, maka masyarakat Inggristidak akan menentangkuat pendirian sekolah-sekolahKristendan penerapanaturan agama Kristendalam masyarakat."Tapi Namaziebersikeras bahwa Syariahtidak boleh diterapkan dalam bentuk apapun di Inggris. "Hukum Syariahsecara mendasar adalah hukumdiskriminasidan sangat membenci Perempuan," katanya dan dia juga menentangjikalau orang boleh memilihantara hukum Syariahdan hukum Negara Sipil. Para Perempuanakan digilas habis dalam pengadilanSyariah, katanya. "Hukum ini akan menerjang orang-orang yangseharusnyasangat membutuhkan perlindungandari hukum sipil Inggris."

Activity (2)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->