Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Vian Sang Mualaf, Tinggalkan Kuliah Hingga Diusir Orang Tua

Vian Sang Mualaf, Tinggalkan Kuliah Hingga Diusir Orang Tua

Ratings: (0)|Views: 8 |Likes:
Published by Rizky M Faisal

More info:

Published by: Rizky M Faisal on Jul 28, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/21/2014

pdf

text

original

 
02:14 - SBY gunakan NU dan Muhammadiyah sebagai bemper untuk bubarkan FPI
Kajian UtamaNasionalInternasionalAnalisisKristologiKonspirasiMercusuarContentsWallpaper Islami
HomeDaftar IsiAboutOur IdeologyAkhwat ZoneRecent CommentStay Connected
 
29/07/13Islam Will Dominate: Vian Sang Mualaf, Tinggalkan Kuliah Hingga Diusir Orang Tuawww.globalmuslim.web.id/2013/07/vian-sang-mualaf-tinggalkan-kuliah.html2/3
orang tuanya
.
Resiko sebesar apapun siap ia hadapi demi menjadi seorangMuslim
.
 Akhirnya tekad itu pun bulat, dia berkata jujur kepada ketua orang tuanyamengenai hal yang selama ini dilakukan semenjak SD
.
Mengetahu hal tersebut,kedua orang tua Vian sangat murka dengan apa yang selama ini dilakukan olehVian
.
Beberapa pukulan oleh ayahnya di didapatkan oleh Vian
.
Lalu akhirnya, orangtuanya memberikan pilihan kepada Vian untuk tetap melanjutkan perkuliahannyadan tetap bergama Katolik atau segera angkat kaki dari rumah
.
 Karena kecintaannya kepada Islam sangat besar, ia pun memilih untuk pergi darirumah berbekal sepotong kaos dan celana
.
Vian lantas pergi ke daerah Depok.Ketika itu, dia belum mengucapkan syahadat.Surat-surat penting seperti Ijazah tidak di perkenankan oleh orang tuanya untuk dibawa olehnya
.
Karena orang tua nya telah berpikiran, dengan seperti itu, anaknyatidak akan lama bertahan hidup di jalanan dan akan segera kembali ke rumah
.
Namun tekad Vian sudah bulat dan tetap pergi ke Depok mencari tempat tinggalbaru
.
Sesampainya di Depok, ia menginap di sebuah rumah temannya yangberagama Katolik
.
Hanya, saat mengetahui niat Vian menjadi mualaf, dia pundiminta pergi
.
 Vian kemudian pindah ke Masjid Al Huda yang masih berada di daerah Depok
.
Satu malam ia menginap di masjid itu dan bertanya kepada pengurus masjid,dimana ia bisa masuk Islam dan dibuatkan sertifikatnya
.
Pengurus masjid memberi tahu bahwa di Masjid Cut Meutia yang berada di JakartaPusat, ia bisa masuk Islam dan mendapatkan sertifikat yang membuktikan bahwaia adalah seorang yang beragama Islam
.
 Lalu ia pun langsung bergegas ke Masjid Cut Meutia tersebut
.
Sesampainyadisana, ia mengutarakan maksud dari kedatangannya
.
Akhirnya, Vian pun menjadiseorang Muslim
.
Bak telaga di tengah padang tandus, Vian mengucap syahadat
.
Dia tidak pernahmenyesal telah memeluk agama Islam
.
Di tengah cobaan yang ia temui, ia selaluberpikir bahwa Allah tidak pernah memberi cobaan yang melampaui kekuatanhamba-NYA
.
 Setelah menjadi Muslim, Vian kembali ke Depok dan tinggal di mushola yangberada di terminal Depok
.
Kesehariannya adalah menjual beberapa lembar kantongplastik
.
Maksimal dalam satu hari pendapatan yang ia hasilkan hanya sebesar Rp 7 Ribu
.
Walaupun tidak seberapa, namun ia tetap bersyukur dari apa yang ia dapatkan
.
Iabiasanya menjual-jual plastik tersebut dari jam 6 pagi hingga jam 11 siang
.
 Beberapa hari yang lalu, ia mendapatkan kabar bahwa ayahnya meninggal karenaserangan jantung
.
Disaat itu dia tidak memiliki uang untuk kembali ke Bandung
.
Namun ia mengingat Ustaz Abdul Latief, seorang saksi pada saat Vian masukIslam sekaligus pengurus Masjid Cut Meutia
.
Dia menceritakan semuanya kepadaUstaz, dan tidak tahu apa yang harus di lakukan olehnya
.
Akhirnya Ustaz AbdulLatief memberikan ongkos kepada Vian dan akhirnya Vian bisa pulang ke Bandungdan ingin melihat ayahnya untuk terakhir kalinya
.
 Sesampainya rumah di Bandung, tetap tidak ada perubahan dari ibunya
.
Viandituduh sebagai biang keladi kematian ayahnya
.
Sebentar, dia melihat ayahnya,kemudian pergi meninggalkan rumah atas permintaan ibunya
.
Sebelum pergi, Vian mencoba memohon kepada ibunya agar memaafkannya danmemberikan surat-surat penting bagi Vian seperti ijazah
.
Namun, ibu Vian masihbersikeras dan tetap tidak memberikan surat itu
.
 Akhirnya Vian pun kembali ke Depok dengan tidak membawa apa-apa
.
Kecintaannya terhadap Islam dibuktikan dengan berbagai resiko yang ia dapatkan
.
Demi Islam, ia rela hidupnya terlunta-lunta di jalanan
.
Dia percaya, Allah akanselalu membantunya dengan berbagai cara
.
ROL
 
[www.globalmuslim.web.id]

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->