Welcome to Scribd. Sign in or start your free trial to enjoy unlimited e-books, audiobooks & documents.Find out more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
3. Perhitungan Dan Analisis1 2003

3. Perhitungan Dan Analisis1 2003

Ratings: (0)|Views: 9|Likes:
Published by Mulyadi Chinbi

More info:

Published by: Mulyadi Chinbi on Jul 28, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/21/2014

pdf

text

original

 
1
3.1HIDROLOGI
Perencanaan pekerjaan konstruksi sipil
(civil work design)
memerlukanperhitungan dan analisis hidrologi seperti perencanaan jalan raya, lapanganterbang, bangunan air, drainase, dan jenis pekerjaan lainnya.Dalamperencanaan sistem drainase, perhitungan dan analisis hidrologi menjadi sangatpenting karena dalam perencanaan infrastrukturnya sangat terkait denganparameter hidrolis.Analisis hidrologi merupakan analisis komplek, hal ini disebabkan oleh faktorketidakpastian hidrologi, keterbatasan teori, dan rekaman data.Hujanmerupakan kejadian yang sulit diprediksi, yang dalam konteks ini didefenisikanbahwa kita tidak dapat memperkirakan secara pasti seberapa besar hujan yangakan terjadi pada suatu periode waktu tertentu. Persipitasi adalah istilahumum untuk menyatakan uap air yang mengkondensasi dan jatuh dari atmosfirke bumi dalam segala bentuknya dalam siklus hidrologi.Jika uap air yangmenkondensasi dan jatuh ke bumi dalam bentuk cair disebut hujan
(rainfall)
.Limpasan permukaan sebagai dasar perencanaan drainase diprediksiberdasarkan intensitas hujan yang terjadi dalam suatu wilayah yang diresponoleh lahan dimana hujan terjadi yang pada akhirnya menghasilkan besarandebit tertentu.
PERHITUNGAN DAN ANALISIS HIDROLOGI
3
 
2
Kekomplekan fenomena tersebut disederhanakan menggunakan beberapapendekatan teoritis yang logis sehingga debit limpasan permukaan dapatdiprediksi.
3.1.1POLIGON THIESSEN
Data hujan yang diperoleh dari alat penakar hujan adalah hujan yang terjadihanya pada satu tempat / titik tertentu
(point rainfall)
.Mengingat hujan sangatbervariasi terhadap tempat
(space)
, maka untuk kawasan yang luas, satu alatukur belum dapat menggambarkan hujan yang terjadi pada wilayahtersebut.Gambaran hujan yang terjadi pada suatu wilayah adalah hujankawasan
(areal rainfaal)
yang diperoleh dari harga rata rata curah hujanbeberapa stasiun penakar hujan yang terdapat di dalam dan atau sekitarkawasan tersebut.Metode pendekatan untuk menghitung curah hujan rata – rataadalah (1) rata – rata aljabar, (2) poligon thiessen, dan (3) isohyet.Dalam perhitungan hujan kawasan
(areal rainfall)
Kota Metro digunakanmetode poligon thiessen. Metode tersebut memenuhi syarat, sebagai berikut :
Perhitungan menggunakan 4 (empat) stasiun penakar hujan
Luas wilayah Kota Metro 6.874 ha (< 500 km
2
)
Topografi Kota Metro relatif datarTabel 3.1 Pemilihan Metode Perhitungan Hujan Wilayah
FaktorUraianMetode
Jejaring Sta.Penakar HujanSta. Penakar Hujan CukupIsohyet, Poligon Thiessen,Rata – Rata AljabarSta. Penakar Hujan TerbatasRata – Rata Aljabar, PoligonThiessenSta. Penakar Hujan TunggalHujan TitikLuas DASLuas (> 5.000 km
2
)IsohyetSedang (500 - 5.000 km
2
)Poligon ThiessenKecil (< 500 km
2
)Rata Rata AljabarTopografiPegununganRata Rata AljabarDataranPoligon ThiessenBerbukit & tidak beraturanIsohyet
Sumber : Suripin, 2003
 
3
Merujuk pada tabel di atas, sebenarnya dari luasan Kota Metro, perhitunganhujan wilayah dapat dilakukan dengan metode rata rata aljabar.Namundengan pertimbangan agar perhitungan lebih mencerminkan sebaran stasiunpenakar hujan (3 stasiun penakar hujan berada di luar Kota Metro), makaperhitungan hujan wilayah menggunakan metode poligon thiessen.Perhitungan hujan wilayah Kota Metro menggunakan 4 (empat) stasiun penakarhujan dengan rincian 1 (satu) stasiun berada di hulu(bendung Argoguruh) dan 3(tiga) lainnya berada di sekitar Kota Metro.Rincian stasiun penakar hujan yangdigunakan dalam perhitungan hujan wilayah Kota Metro diuraikan dalam tabelberikut.Tabel 3.2 Stasiun Hujan Digunakan dalam Perhitungan Hujan Wilayah
XYR 1065202819427104ArgoguruhPH 1045351789439932Punggur Kab. Lampung TengahPH 1015280029437742Trimurjo Kab. Lampung TengahPH 1095384539437460Pekalongan Kab. Lampung TimurIDKoordinat (UTM_WGS 1984)Lokasi
Perhitungan hujan wilayah dilakuan untuk mendapatkan nisbah pengaruhhujan / faktor pemberat
(weight factor)
yang terjadi di masing – masing stasiunpenakar hujan terhadap hujan wilayah.Hasil perhitungan
weight factor 
masing –masing stasiun penakar hujan terhadap hujan wilayah Kota Metro diilustrasikandan dirinci dalam gambar dan tabel berikut.Tabel 3.3 Weight Factor Stasiun Penakar Hujan
R 10623.1083,760.900 PH 10412.0421,959.800 PH 10142.4206,904.000 PH 10922.4303,650.400 IDWeight Factor(%)Luas Pengaruh (ha)
Sumber : Hasil Perhitungan, 2011

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->