Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword or section
Like this
167Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Outsource

Outsource

Ratings:

4.75

(8)
|Views: 10,208 |Likes:

More info:

Published by: Arnaldo Luhut Parmonangan on May 20, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/11/2014

pdf

text

original

 
PROGRAM KELAS KARYAWANPROGRAM MAGISTER MANAJEMEN
PAPERMATA KULIAHMANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA
ARNALDO LUHUT PARMONANGAN55108110051FEBRUARI 2009
1
 
BAB IPENDAHULUANA. Latar BelakangSaat peringatan Hari Buruh 1 Mei lalu, banyak serikat buruh yang menolak sistem tenagakerja outsourcing. Kenapa kok outsourcing ditolak? Mari kita lihat contoh-contohoutsourcing yang aku temui, sebut saja namanya Somad, seorang lulusan S1 dariUniversitas Negeri Terkenal di Indonesia. Sebagai seorang sarjana baru, dia mencari apasaja pekerjaan asalkan halal. Lalu dia diterima bekerja di sebuah bank nasional yangcukup kondang. “Keren sih, kerja di bank nasional. Pagi berangkat dari rumah, dengan baju yang licin dan terkesan profesional,”cerita Dimas yang tinggal di Jogja. Tetapisebenarnya dia bukan karyawan dari bank tersebut, hanya bekerja di bank itu. StatusDimas adalah tenaga outsourcing dari PT YX yang dipekerjakan di bank nasionaltersebut. Tugas dia adalah sederhana, yaitu memasukkan data-data transaksi nasabah.Gajinya sih standar karyawan di Jogja, satu juta lebih dikit. Baru seminggu di bank tersebut, Dimas memutuskan keluar. Kenapa? “Berat resikonya. Kalau aku salahmemasukkan transaksi, maka aku yang mesti menggantinya. Padahal transaksinya puluhan sampai ratusan juta. Sementara masih ada kemungkinan error di sistemkomputernya,”ucap Somad. Selain soal resiko pekerjaan yang tidak sesuai dengangajinya, Dimas juga memikirkan soal karir. Dengan statusnya tenaga outsourcing, makaselamanya dia akan berada di posisi itu. Tidak ada kenaikan karir, seandainya prestasinyacemerlang. Dan dari cerita pada seniornya, untuk mengakali UU Tenaga Kerja, makasetiap 2 tahun sekali mereka para outsourcer itu akan di-PHK atau tidak diperpanjangkontraknya. Bila tidak ada masalah apa-apa atau punya relasi baik dengan atasan, lalusebulan kemudian akan dikontrak kembali. Perusahaan aman dari tuntutan hukum UUTenaga Kerja, si karyawan menurut tak berdaya, di tengah susahnya lapangan kerja.Dalam UU no 13/2001 tentang Tenaga Kerja, memang tidak ada kata outsourcing, yangada istilah “pekerjaan untuk waktu tertentu”. Istilah ini sebenarnya lebih tepat untuk menggambarkan tenaga kontrak. Sementara outsourcing lebih bermakna, suatu pekerjaanyang tetap / terus menerus namun menggunakan tenaga dari luar perusahaan. Namun2
 
orang kebanyakan sering mencampuradukkan istilah tenaga kontrak dan tenagaoutsourcing (bahasa Indonesianya apa ya?) Pada pasal 59 UU no 13/2001 dikatakan :1.Perjanjian kerja untuk waktu tertentu hanya dapat dibuat untuk pekerjaan tertentuyang menurut jenis dan sifat atau kegiatan pekerjaannya akan selesai dalam waktutertentu, yaitu :a.pekerjaan yang sekali selesai atau yang sementara sifatnya b.pekerjaan yang diperkirakan penyelesaiannya dalam waktu yang tidak terlalu lama dan paling lama 3 (tiga) tahun.c.pekerjaan yang bersifat musiman; ataud.pekerjaan yang berhubungan dengan produk baru, kegiatan baru, atau produk tambahan yang masih dalam percobaan atau penjajakan.2.Perjanjian kerja untuk waktu tertentu tidak dapat diadakan untuk pekerjaan yang bersifat tetap.3.Perjanjian kerja untuk waktu tertentu dapat diperpanjang atau diperbaharui4.Perjanjian kerja waktu tertentu yang didasarkan atas jangka waktu tertentu dapatdiadakan untuk paling lama 2 (dua) tahun dan hanya boleh diperpanjang 1 (satu)kali untuk jangka waktu paling lama 1 (satu) tahun.Pada pekerjaan-pekerjaan tertentu yang memang hanya membutuhkan waktutemporer/musiman, jelas sistem kontrak adalah menguntungkan. Misalnya menjadikonsultan, sales girl promotion, dll. Tetapi yang bahaya dari perkembangan sekarang ini , pekerjaan yang sifatnya tetap pun diperlakukan seperti tenaga kontrak. Misalnya tenagakeamanan gedung, petugas kebersihan, sampai posisi seperti teller, customer service, dll.Begitu juga yang terjadi di kalangan buruh manufaktur, mereka sekarang umumnyahanya diperlakukan sebagai buruh kontrak. Setelah 2 tahun di PHK, yang dipekerjakanlagi sebulan kemudian.Keuntungan bagi perusahaan jelas besar. Dengan status buruh/karyawan kontrak maka jauh lebih mudah bila PHK. Pesangonnya tidak besar, karena masa kerjanya selaluterhitung maksimal 2 tahun, walaupun si buruh sudah bekerja di pabrik tersebut selama10 tahun. Lebih menyedihkan lagi pada sistem outsourcing yang diterapkan untuk kalangan karyawan, terutama di sektor jasa (petugas keamanan, kebersihan, teller, dll).3

Activity (167)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Arfindo Sianturi liked this
Rahmi Dwi Putri liked this
Shantiie Moetzz liked this
Luksi Damanik liked this
Rihatul Jannah liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->