Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
galian

galian

Ratings: (0)|Views: 19 |Likes:
Published by Dewy Kastono
bahan
bahan

More info:

Categories:Types, Research
Published by: Dewy Kastono on Jul 28, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as EHTML, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/17/2014

pdf

text

original

 
Memuat... 
Sabtu, 16 Oktober 2010Penggolongan Bahan Galian Dan Bahan Galian Industri2.1.1. Penggolongan bahan galian berdasarkan Pemanfaatannya
Bahan galian menurut pemanfaatannya dikelompokkan atas tiga golongan :§ Bahan galian Logam / Bijih (
Ore
); merupakan bahan galian yang bila dioleh denganteknologi tertentu akan dapat diambil dan dimanfaatkan logamnya, seperti timah, besi,tembaga, nikel, emas, perak, seng, dll§ Bahan galian Energi; merupakan bahan galian yang dimanfaatkan untuk energi, misalnyabatubara dan minyak bumi.§ Bahan galian Industri; merupakan bahan galian yang dimanfaatkan untuk industri, sepertiasbes, aspal, bentonit, batugamping, dolomit, diatomae, gipsum, halit, talk, kaolin, zeolit, tras. 
2.1.2. Penggolongan bahan galian di Republik Indonesia
Di Indonesia, penggolongan bahan galian dapat dilihat dalam Undang-Undang No 11 tahun1967 tentang Ketentuan-Ketentuan Pokok Pertambangan. Dalam UU ini, bahan galian dibagiatas tiga golongan :§ golongan bahan galian strategis (Golongan A)§ golongan bahan galian vital (Golongan B)§ golongan bahan galian yang tidak termasuk dalam Golongan A atau B.Penggolongan bahan-bahan galian didasari pada :a. Nilai strategis/ekonomis bahan galian terhadap Negara;b. Terdapatnya sesuatu bahan galian dalam alam (genese);c. Penggunaan bahan galian bagi industri;d. Pengaruhnya terhadap kehidupan rakyat banyak;e. Pemberian kesempatan pengembangan pengusaha;f. Penyebaran pembangunan di DaerahSelanjutnya UU 11/1967 ini ditindaklanjuti dengan Peraturan Pemerintah TentangPenggolongan Bahan Galian (PP No 27/1980), yang menyatakan sebagai berikut:a. Golongan bahan galian yang strategis adalah:- minyak bumi, bitumen cair, lilin bumi, gas alam;- bitumen padat, aspal;- antrasit, batubara, batubara muda;
 
- uranium, radium, thorium dan bahan-bahan galian radioaktip lainnya;- nikel, kobalt;- timahb. Golongan bahan galian yang vital adalah:- besi, mangan, molibden, khrom, wolfram, vanadium, titan;- bauksit, tembaga, timbal, seng;- emas, platina, perak, air raksa, intan;- arsin, antimon, bismut;- yttrium, rhutenium, cerium dan logam-logam langka lainnya;- berillium, korundum, zirkon, kristal kwarsa;- kriolit, fluorpar, barit;- yodium, brom, khlor, belerang;c. Golongan bahan galian yang tidak termasuk golongan A atau B adalah:- nitrat-nitrat, pospat-pospat, garam batu (halite);- asbes, talk, mika, grafit, magnesit;- yarosit, leusit, tawas (alum), oker;- batu permata, batu setengah permata;- pasir kwarsa, kaolin, feldspar, gips, bentonit;- batu apung, tras, obsidian, perlit, tanah diatome, tanah serap (fullers earth);- marmer, batu tulis;- batu kapur, dolomit, kalsit;- granit, andesit, basal, trakhit, tanah liat, dan pasir sepanjang tidak mengandungunsur-unsur mineral golongan a amupun golongan b dalam jumlah yang berartiditinjau dari segi ekonomi pertambangan.Sementara itu, dalam bagian Penjelasan, dicantumkan bawa arti penggolongan bahan-bahangalian adalah :1. Bahan galian Strategis berarti strategis untuk Pertahanan dan Keamanan sertaPerekonomian Negara;2. Bahan galian Vital berarti dapat menjamin hajat hidup orang banyak;3. Bahan galian yang tidak termasuk bahan galian Strategis dan Vital berarti karena sifatnyatidak langsung memerlukan pasaran yang bersifat internasional.Dari penggolongan bahan galian di atas, terlihat bahwa bahan galian industri sebagian besar termasuk ke dalam bahan galian golongan C, walaupun beberapa jenis termasuk dalam bahangalian golongan yang lain.
 
 
2.2. Bahan Galian Industri2.2.1. Penggolongan bahan galian industri berdasarkan cara terbentuknya
Penggolongan bahan galian industri berdasarkan atas asosiasi dengan batuan tempatterdapatnya, dengan mengacu pada Tushadi dkk [1990, dalam Sukandarumidi, 1999] adalahsebagai berikut :a. Kelompok I : BGI yang berkaitan dengan Batuan Sedimen,kelompok ini dapat dibagi menjadi :Sub Kelompok A : BGI yang berkaitan dengan batugamping : Batugamping, dolomit, kalsit,marmer, oniks, Posfat, rijang, dan gipsum.Sub Kelompok B : BGI yang berkaitan dengan batuan sedimen lainnya : bentonit, ballclaydan bondclay, fireclay, zeolit, diatomea, yodium, mangan, felspar.b. Kelompok II, BGI yang berkaitan dengan batuan gunung api : obsidian, perlit, pumice, tras,belerang, trakhit, kayu terkersikkan, opal, kalsedon, andesit dan basalt, paris gunung api, danbreksi pumice.c. Kelompok III, BGI yang berkaitan dengan intrusi plutonik batuan asam & ultra basa : granitdan granodiorit, gabro dan peridotit, alkali felspar, bauksit, mika, dan asbesd. Kelompok IV, BGI yang berkaitan dengan batuan endapan residu & endapan letakan :lempung, pasir kuarsa, intan, kaolin, zirkon, korundum, kelompok kalsedon, kuarsa kristal,dan sirtue. Kelompok V, BGI yang berkaitan dengan proses ubahan hidrotermal : barit, gipsum,kaolin, talk, magnesit, pirofilit, toseki, oker, dan tawas.f. Kelompok VI, BGI yang berkaitan dengan batuan metamorf : kalsit, marmer, batusabak,kuarsit, grafit, mika dan wolastonit. 
2.2.2. Penggolongan bahan galian industri berdasarkan pemanfaatannya
Sebagaimana telah dituliskan pada bagian sebelumnya, bahan galian industri adalah bahangalian tambang bukan bijih yang digunakan sebagai bahan baku industri; penggunaan dalamindustri banyak ditentukan oleh sifat fisika seperti warna, ukuran partikel, kekerasan, plastisitas,daya serap, dan lain-lain. Adapun bahan bangunan / bahan galian kontruksi tidak lain adalahbahan galian industri yang belum disebtuh rekayasa teknik. Oleh sebab itu, dengan semakinmajunya rekayasa teknik tidak tertutup kemungkinan jenis bahan galian industri akan bertambah jenisnya.Berbagai klasifikasi bahan galian industri telah dipublikasikan oleh para ahli, namun sampaisaat ini masih terus didiskusikan. Para ahli tersebut umumnya, mengelompokkan Bahan GalianIndustri berdasarkan pemanfaatannya, misalnya Noetsaller (1988) "
Profile of Industrial Mineralsby End-uses Classes
", dan lain-lain.
2.3.Manfaat bahan galian berdasarkan klasifikasinya dan lokasinya di indonesia
Pemanfaatan bahan galian adalah langkah positif yang tak terhindarkan untuk mencukupikebutuhan yang telah di tentukan oleh harga pasar mineral yang selalu mendorong upayaeksploitasi bahan galian semaksimal mungkin.1.
Bahan galian A yaitu memiliki sifat sangat strategis dan memiliki nilai bagi negara
1.
Aspal

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->