Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
MAKALAH PANCASILA

MAKALAH PANCASILA

Ratings: (0)|Views: 21 |Likes:
Published by Yusisah Saefi
pelajaran
pelajaran

More info:

Published by: Yusisah Saefi on Jul 29, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/12/2013

pdf

text

original

 
 MAKALAH PANCASILA
 
IMPLEMENTASI TERHADAP KE-5 SILA DALAM PANCASILA
 Oleh:Nama : Ahmad Tafrizi FashaNIM : 11/318054/PN/12376Fak/Jur : Pertanian/PerikananHari/Tanggal : Kamis/22 Desember 2011Dosen : Heri Santoso, SS., M.Hum.
FAKULTAS FILSAFAT
 
UNIVERSITAS GADJAH MADA
 
YOGYAKARTA
 
2011
 
BAB I PENDAHULUAN
 A. Latar BelakangSejarah telah mengungkapkan bahwa Pancasila adalah jiwa seluruh rakyat Indonesia, yang memberi kekuatanhidup kepada bangsa Indonesia serta membimbingnya dalam mengejar kehidupan lahir batin yang makin baik, didalam masyarakat Indonesia yang adil dan makmur. Bahwasanya Pancasila yang telah diterima dan ditetapkansebagai dasar negara seperti tercantum dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 merupakan kepribadiandan pandangan hidup bangsa, yang telah diuji kebenaran, kemampuan dan kesaktiannya, sehingga tak ada satukekuatan manapun juga yang mampu memisahkan Pancasila dari kehidupan bangsa Indonesia.Pancasila sebagai falsafah bangsa Indonesia merupakan karya besar bangsa Indonesia serta merupakan lambangideologi bangsa Indonesia yang setingkat dengan ideologi besar di dunia lainnya. Bangsa Indonesia menggunakanPancasila sebagai pedoman hidup dalam kehidupan sehari-hari, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.Pancasila juga dijadikan pedoman dalam pelaksaan pemerintahan.Menyadari bahwa untuk kelestarian kemampuan dan kesaktian Pancasila itu, perlu diusahakan secara nyata danterus menerus penghayatan dan pengamamalan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya oleh setiap warganegara Indonesia, setiap penyelenggara negara serta setiap lembaga kenegaraan dan lembaga kemasyarakatan,baik di pusat maupun di daerah.B. Rumusan MasalahDalam penulisan makalah ini, penulis dapat merumuskan masalah sebagai berikut:1. Pentingnya Pancasila bagi Bangsa dan Negara Indonesia berdasarkan analisis historis, yuridis dan filosofis.2. Konsep adil dan beradab pada sila kedua Pancasila.3. Kasus disintegrasi di Indonesia.4. Konsep demokrasi menurut Pancasila.5. Teori-teori keadilan.C. Metode PenelitianMetode yang digunakan penulis dalam pembuatan makalah ini adalah dengan metode pengumpulan data yangdilakukan dengan mengadakan komunikasi dengan sumber data melalui tulisan, baik tulisan yang bersumber dariberbagai buku, referensi maupun internet. Di mana metode ini dapat bersifat langsung atau tidak langsung.D. Tujuan Pembuatan Makalah1. Untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Pendidikan Pancasila2. Sebagai syarat nilai UAS Semester 1 Mata Kuliah Pendidikan Pancasila
BAB II PEMBAHASAN
 A. Pentingnya Pancasila
 
1. Analisis HistorisBangsa Indonesia terbentuk melalui proses yang panjang, dimulai pada jaman kerajaan Kutai, Sriwijaya, majapahitsampai pada datengnya penjajah. Indonesia berjuang untuk menemukan jati dirinya sebagai bangsa yang merdekadan memiliki suatu prinsip yang tersimpul dalam pandangan hidup serta filsafat hidup, di dalamnya tersimpul cirikhas, sifat karakter bangsa yang berbeda dengan bangsa lain. Oleh para pendiri bangsa kita (the founding father)dirumuskan secara sederhana namun mendalam yang meliputi lima prinsip (sila) dan diberi nama Pancasila.Secara Historis nilai-nilai yang terkandung dalam setiap sila Pancasila sebelum dirumuskan dan disahkan menjadidasar negara Indonesia secara obyektif historis telah dimiliki oleh bangsa Indonesia sendiri. Sehingga asal nilai-nilai Pancasila tersebut tidak lain adalah dari bangsa Indonesia sendiri, atau bangsa Indonesia sebagai kausamaterialis Pancasila. (kaelan, 2002)2. Analisis YuridisLandasan yuridis adalah landasan yang berdasarkan atas aturan yang dibuat setelah melalui perundingan,
permusyawarahan. Landasan yuridis pancasila terdapat dalam alinea IV Pembukaan UUD”45, antara lain di
dalamnya terdapat rumusan sila-sila Pancasila sebagai dasar negara yang sah. Landasan yuridis (hukum)perkuliahan Pendidikan Pancasila di Perguruan Tinggi diatur dalam UU No.2 Tahun 1989 tentang Sistem PendidikanNasional, pasal 39 menyatakan : Isi kurikulum setiap jenis, jalur dan jenjang pendidikan wajib memuat PendidikanPancasila, Pendidikan Agama, Pendidikan Kewarganegaraan.Demikian juga berdasarkan SK Mendiknas RI, No.232/U/2000, tentang Pedoman Penyusunan KurikulumPendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa, pasal 10 ayat 1 dijelaskan bahwa kelompok Mata KuliahPendidikan Kewarganegaraan, wajib diberikan dalam kurikulum setiap program studi, yang terdiri atas PendidikanPancasila, Pendidikan Agama, dan PKn.3. Analisis FilosofisLandasan filosofis adalah landasan yang berdasarkan atas filsafat atau pandangan hidup. Pancasila merupakandasar filsafat negara. Dalam aspek penyelenggaraan negara harus bersumber pada nilai-nilai pancasila termasuksistem perundang-perundangan.Secara Filosofis bangsa Indonesia sebelum mendirikan negara adalah sebagai bangsa yang berketuhanan danberkemanusiaan, hal ini berdasarkan kenyataan obyektif bahwa manusia adalah mahluk Tuhan YME. Setiap aspekpenyelenggaraan negara harus bersumber pada nilai-nilai Pancasila termasuk sistem peraturan perundang-undangan di Indonesia. Oleh karena itu dalam realisasi kenegaraan termasuk dalam proses reformasi dewasa inimerupakan suatu keharusan bahwa Pancasila merupakan sumber nilai dalam pelaksanaan kenegaraan, baik dalampembangunan nasional, ekonomi, politik, hukum, sosial budaya, maupun pertahanan keamanan.ArgumenPancasila merupakan dasar Negara kita. Sudah selayaknya jika Pancasila masih sangat diperlukan oleh negara kitaini. Karena Pancasila merupakan pandangan hidup, ideologi dan ciri khas budaya negara kita. Andai saja Pancasilasudah tidak diterapkan lagi, maka sudah bisa dibayangkan kemungkinan negara kita ini akan jauh dari identitasbangsa sebelumnya.B. Konsep Adil dan Beradab pada Sila KeduaAdil terutama mengandung arti bahwa suatu keputusan dan tindakan didasarkan atas norma-norma yang objektif,tidak subjektif apalagi sewenang-wenang (Bolo, 2000). Beradab berasal dari kata adab yang berarti budaya. Jadi,beradab berarti berbudaya. Ini mengandung arti bahwa sikap hidup, keputusan, dan tindakan selalu berdasarkannilai-nilai budaya, terutama norma sosial dan kesusilaan (moral). Adab terutama mengandung pengertian tatakesopanan, kesusilaan atau moral. Dengan demikian, bearadab dapat ditafsirkan sebagai berdasar nilai-nilaikesusilaan dan nilai-nilai moral kehidupan.Jadi, Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab adalah kesadaran sikap dan perbuatan mausia yang didasarkan kepadapotensi budi nurani manusia dalam hubungan dengan norma-norma dan kebudayaan umumnya, baik terhadap diripribadi, sesama manusia, maupun terhadap alam dan hewan. Pada prinsipnya Kemanusiaan Yang Adil dan Beradabadalah sikap dan perbuatan manusia yang sesuai dengan kodrat hakikat manusia yang berbudi, pekerti, danberbudaya.Di dalam sila ke II Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab telah tersimpul cita-cita kemanusiaan yang lengkap, yangmemenuhi seluruh haakikat mahkluk manusia. Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab adalah suatu rumusan sifatkeluhuran budi manusia (Indonesia). Dengan Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab, maka setiap warga Negaramempunyai kedudukan yang sederajat dan sama-sama terhadap Undang-Undang Negara, mempunyai hak dankewajiban yang sama; setiap warga Negara dijamin haknya serta kebebasannya yang menyangkut hubungandengan Tuhan, dengan orang-orang seorang, dengan Negara, dengan masyarakat, dan menyangkut pulakemerdekaan menyatakan pendapat dan mencapai kehidupan yang layak sesuai dengan hak asasi manusia.
Hakikat pengertian di atas sesuai dengan bunyi pada Pembukaan UUD 1945 alinea pertama “Bahwa sesungguhnya
kemerdekaan itu adalah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan
karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan …. ”. Selain itu mengacu juga pada Pasal 27, 28,
29,30,dan 31 UUD 1945 dan Ketetapan MPR Nomor II/MPR/1978 tentang Pedoman Penghayatan dan Pengamalan
 
Pancasila, memberikan petunjuk-
petunjuk nyata dan jelas wujud pengamalan sila “Kemanusiaan Yang Adil danBeradab.” 
 C. Disintegrasi Suatu BangsaDisintegrasi adalah adanya perpecahan atau pemisahan dari suatu bangsa. Bila dicermati adanya gerakanpemisahan diri sebenarnya sering tidak berangkat dari idealisme untuk berdiri sendiri akibat dari ketidak puasanyang mendasar dari perlakuan pemerintah terhadap wilayah atau kelompok minoritas seperti masalah otonomidaerah, keadilan sosial, keseimbangan pembangunan, pemerataan dan hal-hal yang sejenis. (Isnaini, 2001)Sebagai salah satu contoh disintegrasi yang telah terjadi di Indonesia adalah kasus ingin memisahkan diri Papuaoleh beberapa kelompok. Saat ini, kasusnya makin rumit dan makin komplek ketika penangananya banyak yangmelanggar Hak Asasi Manusia, Dan kasus Papua dimulai karena kurang perhatiannya pemerintah pusat terhadapdaerah Papua sehingga memunculkan sikap penentangan.Menurut saya, faktor-faktor yang menyebabkan dalam kasus Papua ini adalah adanya ketidakadilan pemerintahkepada masyarakat Papua, kekayaan Papua yang sangat melimpah sehingga mereka beranggapan bahwa merekadapat mengurus diri sendiri, mudah terpengaruhnya masyarakat Papua untuk memisahkan diri dari bangsa asing,adanya perkembangan politik saat ini, dll.Untuk memulihkan keadaan Papua kembali seperti semula, diperlukan beberapa faktor-faktor perekat misalnyaperlu adanya formula yang efektif untuk mengatasinya. Formula yang penuh kasih dan menjauhkan dari sifatmerusak, membunuh dan menghancurkan.Solusinya adalah perlunya pemerintah pusat untuk memberikan bagian yang besar atas hasil kekayaan Papuauntuk Kesejahteraan Papua. Sebisanya kedua belah pihak untuk menghindari penggunan senjata ataupunkekerasan dalam memecahkan setiap masalah. Saling memaafkan, saling sayang menyayangi dan salingmenghormati harus di kembangkan. Lebih-lebih militer yang bertugas disana harus meningkatkan kesabaran dansopan santunya terhadap penduduk asli Papua.D. Konsep Demokrasi Pancasila dalam Sila Ke-4Demokrasi merupakan nilai dari pancasila, dimana nilai tersebut memiliki makna dan hubungan yang erat. Adapunmakna yang terkandung dalam pancasila sila ke-
4 “Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalampermusyawaratan perwakilan” adalah sebag
ai berikut (Jimly, 2009) :1. Setiap warga negara Indonesia memiliki kedudukan, hak dan kewajiban yang sama.2. Tidak Boleh memaksakan kehendak kepada orang lain.3. Mengutamakan musyawarah dalam pengambilan keputusan untuk kepentingan bersama.4. Menghormati dan menjunjung tinggi setiap keputusan yang dicapai sebagai hasil musyawarah.5. Didalam musyawarah diutamakan kepentingan bersama diatas kepentingan pribadi atau golongan.6. Memberikan kepercayaan kepada wakil-Wakil yang dipercayai untuk melaksanakan permusyawaratan.ArgumenSebenarnya pemilihan presiden secara langsung itu menyimpang dari Pancasila pada sila ke-4. Ini dikarenakandalam Pancasila sila ke-
4 terdapat kata “Permusyawaratan Perwakilan”. Jadi dalam hal ini yang boleh memilih
presiden adalah DPR dan DPD memalui jalan permusyawaratan. Namun, menurut saya pemilihan presiden secaralangsung merupakan hal yang cukup baik. Karena dengan demikian, masyarakat dapat memilih pemimpinnyasesuai dengan hati nuraninya.E. Teori-Teori Keadilan1. Teori PlatoPlato berpendapat bahwa keadilan adalah diluar kemampuan manusia biasa. Sumber ketidakadilan adalah adanyaperubahan dalam masyarakat. Untuk mewujudkan keadilan masyarakat harus dikembalikan pada struktur aslinya,domba menjadi domba, penggembala menjadi penggembala. Tugas ini adalah tugas negara untuk menghentikanperubahan. Dengan demikian keadilan bukan mengenai hubungan antara individu melainkan hubungan individudan negara. Bagaimana individu melayani negara. (Syarbaini, 2003)2. Teori AristotelesKeadilan sering diartikan sebagai ssuatu sikap dan karakter. Sikap dan karakter yang membuat orang melakukanperbuatan dan berharap atas keadilan adalah keadilan, sedangkan sikap dan karakter yang membuat orangbertindak dan berharap ketidakadilan adalah ketidakadilan. Untuk mengetahui apa itu keadilan dan ketidakadilandengan jernih, diperlukan pengetahuan yang jernih tentang salah satu sisinya untuk menentukan secara jernihpula sisi yang lain. Jika satu sisi ambigu, maka sisi yang lain juga ambigu.3. Teori John RawlsLain halnya dengan Aristoteles, John Rawls yang hidup pada awal abad 21 lebih menekankan pada keadilan sosial.Hal ini terkait dengan munculnya pertentangan antara kepentingan individu dan kepentingan negara pada saat itu.Rawls melihat kepentingan utama keadilan adalah (1) jaminan stabilitas hidup manusia, dan (2) keseimbanganantara kehidupan pribadi dan kehidupan bersama.Rawls berpendapat bahwa yang menyebabkan ketidakadilan adalah situsi sosial sehingga perlu diperiksa kembalimana prinsip-prinsip keadilan yang dapat digunakan untuk membentuk situasi masyarakat yang baik.4. Teori Thomas Hobbes

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->