Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Ekosistem Sungai, Gastropoda, Dan Danau

Ekosistem Sungai, Gastropoda, Dan Danau

Ratings: (0)|Views: 152 |Likes:
Ekosistem sungai, gastropoda, dan danau
Ekosistem sungai, gastropoda, dan danau

More info:

Categories:Types, Research
Published by: Benget R. Simanjuntak on Jul 29, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/20/2013

pdf

text

original

 
1
EKOSISTEM SUNGAI
BENGET R SIMANJUNTAK09/283439/PN/11670TEKNOLOGI HASIL PERIKANANINTISARI
Ekosistem sungai memiliki karakteristik dan sifat-sifat yang khas dibandingkan denganekosistem lain, baik dari segi suhu, kecepatan arus, debit air, pH, kadar oksigen terlarut maupunkarbondioksida bebas. Ekosistem merupakan tingkat organisasi biologi yang paling baik untuk teknik-teknik analisis sistem. Tujuan dari praktikum ekosistem sungai adalah mempelajari karaktersitikekosistem sungai dan faktor-faktor pembatasnya, mempelajari cara-cara pengambilan data tolakukur lingkungan fsisik, kimia dan biologi suatu perairan, mempelajari korelasi antara beberapa tolakukur lingkungan dengan populasi biota perarian dan memepelajari kualitas perairan berdasarkanindeks diversitas biota perairan. Mempelajari ekosistem sungai diharapkan dapat memahami cara-cara pengambilan data tolak ukur fisik, kimia dan biologi suatu perairan serta dapta melatih dayapikir mengenai pentingnya sungai bagi kehidupan manusia, sehingga tercipta pemahaman dankesadaran yang diarahkan kepada pemeliharaan ekosistem sungai yang sehat, bersih dan produktif bagi kehidupan manusia dan lingkungan. Praktikum ekosistem sungai diadakan pada hari selasa 6april 2010 pukul 14:00 di Sungai Code (hilir kota) Yogyakarta. Metode yang digunakan yaitu metodewinkler, alkalimetri, dan visual. Hasil yang didapat kelompok 8 yaitu suhu udara 30,16
o
C,suhu air29
o
C, kecepatan arus 0,79 m/s, debit air 0,97 m
3
/s, DO 4,80 ppm, CO
2
bebas 26 ppm, alkalinitas 164ppm, pH 6,9, Densitas plankton 85 indv/L, diversitas plankton 0,2, densitas makrobentos 256 indv/L,diversitas makrobentos 1,9, dan densitas gastropoda 0,4 indv/L. kesimpulan yang dapat didapatadalah karaktersitik sungai sangat mempengaruhi pertumbuhan organisme,tolak ukur (parameter)yang di ukur adalah suhu udara, suhu air, kecepatan arus, debit air, DO,CO
2
bebas, alkalinitas, pH,densitas dan indeks diversitas plankton,makrobentos dan gastropoda. Kondisi perairan sungaiditentukan oleh organisme-organisme yang hidup di perairan sungai tersebut. Berdasarkanparameter yang diukur, kondisi perairan sungai tersebut tergolong jelek dan sudah tercemar.Kata kunci : parameter, densitas, diversitas, dan plankton.
 
2
PENDAHULUANLatar Belakang
Ekosistem sungai merupakan salah satu kajian dalam ekologi perairan. Sungai yangmerupakan ekosistem lotik, termasuk ekosistem terbuka yang secara alami mendapat masukanunsur hara terutama dari kikisan tanah sejak dari bagian hulu hingga hilir sungai. Pada ekosistemsungai kecepatan arus merupakan factor pembatas penting. Kecepatan arus di tentukan olehkemiringan dasar sungai, macam substart dasar, kedalaman, dan luas badan air. Berdasarkankecepatan arusnya, peraiaran sungai dapat di bedakan menjadi daerah arus cepat (rapid zone) dandaerah arus lubuk(pool zone). Pada masing-msing daerah tersebut kehidupan biotik akuatiknyamemiliki ciri-ciri yang khas. Menurut odum (1988) ada dua zona utama pada bagian sungai yaitu :1. Zona air deras : daerah yang dangkal dimana kecepatan arus cukup tinggi untukmenyebabkan dasar sungai bersih dari endapan dan materi lain yang lepas, sehinggadasarnya padat. Zona ini di huni oleh bentos yang beradaptasi khusus atau organismeperifitik yang dapat melekat atau berpegangan kuat pada dasar yang padat, ada jugabeberaba ikan yang kuat berenang. Zona ini biasanya terdapat pada hulu sungai di daerahpegunungan.2. Zona air tenang: bagian sungai yang dalam dimana kecepatan arus sudah berkurang, makalumpus dan materi lepas cenderung mengendap di dasar, sehingga dasarnya lunak, tidaksesuai untuk bentos permukaan tetapi cocok untuk penggali nekton dan pada beberapakasus, plankton. Zona ini banyak di jumpai pada daerah yang landau. Misalnya di pantaitimur sumatrautara dan Kalimantan, di sungai banyak di jumpai tingkat yang lebih tua darihulu dan hilir. Perubahan lebih terlihat pada bagaian atas dari aliran air, dan komposisi kimiaberubah dengan cepat.Ekosistem merupakan tingkat organisasi biologi yang paling baik untuk teknik-teknik analisissistem. Selama komponen-komponen pokok ada dan bekerja sama untuk mencapai semacamkemantapan fungsional, bahkan senadainya hanya waktu singkat. Kesatuan itu dapat dianggap suatuekosistem (Odum, 1993). Ekosistem aquatik menurut Ismail dan Mohamad (1992) dapat dibedakanmenjadi lima macam, yaitu :1. Ekosistem marin (laut): meliputi laut lepas dan kawasan pesisir atau pantai, yang merupakanekosistem air asin.2. Ekosistem estuarine (muara): merupakan kawasan muara tempat pertemuan antara airtawar dengan air asin.
 
33. Ekosistem riverin (sungai): meliputi anak sungai, sungai, dan sistem air tawar yang bergeraksatu arah (ekosistem lotik).4. Ekosistem lakustrin: meliputi danau , kolam dan embung, merupakan ekosistem lentik.5. Ekosistem palustrin: meliputi kawasan basah (misalnya rawa), juga merupakan ekosistemlentik.Penyelidikan-penyelidikan pada bioma air tawar menunjukkan bahwa distribusi spesies di dalamsuatu seri ekosistem tergantung pada keseimbangan antara habitat yang disukai, kemampuankompetitif di dalam habitat yang berbeda, serta efek predasi (Larry, L. Wolf and S. J. Mc Naughton,1992). Air alami sesungguhnya merupakan suatu larutan yang mengandung zat terlarut dalamberbagai konsentrasi. Air yang mengandung sekitar 1000 ppm padatan terlarut umumnyadigolongkan sebagai air tawar. Konsentrasi ion-ion pada air tawar jauh lebih rendah dari konsentrasiion-ion dalam air laut, begitu juga distribusi ion-ionnya juga jauh berbeda. Pada air tawar, Ca
2+
danMg
2+
merupakan bahan utama, sedangkan anionnya adalah HCO
3-
, ion-ion pada air tawar berasaldari perlakuan baru-batuan dan tanah (Anonim, 2009). Hefni Effendi (2003) menyebutkkan bahwaparameter yang dapat digunakan untuk menentukan kualitas air meliputi :1. Parameter fisika: cahaya, kecrahan dan kekeruhan, warna, konduktivitas, padatan total,padatan terlarut, padatan tersuspensi dan salinitas.2. Parameter kimia: pH dan asiditas, ptensi redoks, oksigen terlarut, karbondioksida bebas,alkalinitas, kesadahan dan bahan organik.Kualitas air itu juga berbeda-beda menrut bentuk sungai, derajat perlindungan terhadapa angindan jumlah pertukaran air. Variabel- variabel ini menyebabkan dimungkinkannya untuk membuatgeneralisasi, namun sukar untuk membuat ramalan-ramalan khusus untuk kualitas air. Adapuntujuan dari dilaksanakannya praktikum ini yaitu untuk mempelajari karkateristik ekosistem sungaidan factor-faktor pembatsnya, mempelajari cara-cara pengambilan data tolak ukur (parameter) fisik,kimia dan biologi suatu perairan, mempelajari korelasi antara beberapa tolak ukur lingkungandengan populsi biota perairan, khususnya plankton dan/atau makrobentos, serta mempelajarikualitas perairan sungai berdasarkan indeks diversitas plankton.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->